Rabu, 21 November 2018

Kemendikbud akan Bangun Museum Pendidikan

Written by  Published in Potret Pendidikan Senin, 22 Oktober 2018 07:44
Rate this item
(0 votes)
Jakarta, Kemendikbud --- Sebagai salah satu cara memperkenalkan sejarah, khususnya terkait pendidikan di Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana mendirikan museum pendidikan. Untuk mematangkan gagasan tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berdiskusi langsung dengan menteri-menteri pendidikan era sebelumnya di kantor Kemendikbud, Jakarta dalam bentuk Diskusi Kelompok Terpumpun (17/10/2018). 
 
Sebanyak empat mantan menteri hadir dalam diskusi ini, yaitu Wardiman Djojonegoro (1993-1998), Yahya Muhaimin (1999-2001), Abdul Malik Fajar (2001-2004), dan Muhammad Nuh (2009-2014). Selain mendukung, keempatnya memberikan usulannya masing-masing agar museum ini nantinya bisa menjadi museum yang tidak hanya memberikan rekreasi, tetapi juga edukasi dan juga inspirasi.
 
Muhadjir Effendy menginginkan agar museum tingkat nasional ini memiliki koleksi khusus tentang pendidikan. Tidak hanya itu, museum ini dapat menghadirkan alur cerita pendidikan Indonesia sejak zaman pra-sejarah hingga saat ini. Dengan begitu generasi muda pun bisa melihat sejarah pendidikan Indonesia sebagai bagian dari pembelajaran bagi mereka.
 
“Museum Pendidikan ini diharapkan dapat menjadi wahana sumber sumber informasi (sejarah) pendidikan nasional Republik Indonesia, sumber informasi  pendidikan nasional, dan wahana memori kolektif pendidikan yang berkarakter,” tegasnya.
 
Mendikbud era tahun 1993-1998, Wardiman Djojonegoro, menyampaikan dukungannya atas pendirian Museum Pendidikan. “Saya sangat setuju Pak Menteri menggagas pendirian Museum Pendidikan, karena saya ikut rapat setahun yang lalu dan akhirnya sekarang jadi. Semoga pendiriannya cepat, dan segera diputuskan gedung yang mana. Harus nyaman bagi pengunjung, bisa duduk, baca, bisa lihat video, dan dengar musik,” ucapnya
 
Dukungan pun disampaikan oleh Muhammad Nuh, Mendikbud era tahun 2009-2014. Ia mengatakan bahwa ide untuk membangun Museum Pendidikan sangat bagus, karena ciri negara maju ada tiga, yakni sungainya bersih, museumnya bagus, dan sekolahnya bagus. “Alhamdulilah hari ini kita akan menggagas dan merealisasikan pendirian museum pendidikan yang modern. Oleh karena tidak sekadar tempat koleksi tetapi di desain modern, kombinasi aset-aset masa lalu diterjemahkan ke masa kini, tetapi harus ada unsur masa depannya,” pesan M. Nuh.
 
“Saya berharap Museum Pendidikan ini menjadi pengingat kita akan perjalanan pendidikan di Indonesia, dan pengingat bahwa perjalanan suatu bangsa yang besar tidak luput dari perjalanan sejarah pendidikannya. Akhir kata, saya berharap Museum Pendidikan ini dapat memberikan edukasi, inspirasi, dan juga rekreasi bagi kita semua,” pesan Mendikbud.
 

Selain menghadirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terdahulu, diskusi kelompok terpumpun ini juga menghadirkan pejabat eselon 1 dan 2 Kemendikbud periode sebelumnya, baik saat masih bernama Depdikbud, Depdiknas, Kemendiknas maupun Kemendikbud, serta pejabat eselon 1 dan 2 yang aktif saat ini.

Read 51 times Last modified on Selasa, 30 Oktober 2018 14:43