Tuesday, 08 September 2020 08:04

Kemendikbud Jadikan Peringatan HAI sebagai Momentum Perubahan Paradigma Pendidikan

Written by kem
Rate this item
(0 votes)

Jakarta, Kemendikbud --- Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya dalam penuntasan buta aksara. Untuk itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan agar peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-55 tahun 2020 menjadi momentum perubahan paradigma pendidikan melalui pembelajaran literasi di masa pandemi COVID-19.

“Saya mengapresiasi luar biasa, meski tengah mengalami berbagai keterbatasan akibat pandemi COVID-19, kita tetap bersemangat untuk mengingat pentingnya melek huruf bagi setiap manusia, komunitas, dan masyarakat, untuk melakukan komunikasi sehingga kita dapat mengembangkan ilmu pengetahun dan teknologi,” disampaikan Mendikbud saat memberikan sambutan pada Peringatan HAI Tahun 2020 secara daring, di Jakarta, Selasa (08/09).

Tema Hari Aksara Internasional ke-55 yang diusung UNESCO pada tahun ini adalah “Literacy Teaching and Learning in the COVID-19 Crisis and Beyond’ with a Particular Focus on The Role of Educators and Changing Pedagogies”. Berkaitan dengan tema tersebut, Kemendikbud bersama Kementerian Dalam Negeri memastikan kebijakan pembelajaran literasi di tengah pandemi terlaksana dengan baik di daerah.

Mendikbud mengatakan, dalam penuntasan buta aksara berbagai strategi dilakukan Kemendikbud, seperti pemutakhiran data buta aksara, memperluas layanan program pendidikan keaksaraan, mengembangkan sinergi dalam upaya penuntasan buta aksara dan pemeliharaan kemampuan keberaksaraan warga masyarakat, serta mengakselerasi inovasi layanan program pada daerah terpadat buta aksara.

“Kita harus mengambil hikmah dari pandemi ini. Saat pandemi selesai, kita harus yakin akan keluar menjadi pemenang yang terus memiliki harapan dan cita-cita untuk mengentaskan buta aksara dari negara kita tercinta dan bersama-sama menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi Indonesia maju,” ujar Mendikbud.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Kemendikbud, Jumeri mengatakan strategi penuntasan buta aksara beberapa tahun terakhir difokuskan pada daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) karena daerah tersebut sulit dijangkau terutama di masa pandemi.


Jumeri berharap, masa krisis ini menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk menunjukkan keberpihakannya terhadap peningkatan literasi. “Daerah 3T adalah bagian dari NKRI yang harus diperjuangkan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk menyukseskan pemberantasan buta aksara di Indonesia,” imbuhnya.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Biro Pusat Statistik tahun 2019, jumlah penduduk buta aksara telah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Persentase buta aksara tahun 2011 sebanyak 4,63 persen, dan pada tahun 2019 turun menjadi 1,78 persen.

“Artinya, angka buta aksara di Indonesia terus mengalami penurunan setiap tahunnya seiring dengan terlaksananya berbagai strategi yang inovatif dan menjawab kebutuhan belajar masyarakat,” kata Jumeri.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kantor UNESCO di Jakarta, Shahbaz Khan mengatakan, Indonesia telah menjadi salah satu contoh negara yang mampu memastikan perkembangan literasi di seluruh penjuru negeri. Namun demikian, di dunia masih memiliki tantangan global yang nyata yaitu 773 juta penduduk usia remaja dan dewasa tidak memiliki kemampuan literasi dasar.

“Hal yang sama juga dihadapi oleh 617 juta anak dan remaja yang belum mampu mencapai kemampuan minimal bidang membaca dan Matematika. Terdapat banyak tantangan baru yang telah memengaruhi sekolah dan pembelajaran sepanjang hayat kita, terutama remaja atau orang dewasa yang tidak atau kurang memiliki kemampuan literasi dasar,” tutur Shahbaz Khan.

Di akhir sambutannya, Shahbaz mengapresiasi upaya Kemendikbud yang tetap memastikan terciptanya pembelajaran dan budaya literasi di masa pandemi COVID-19. “Terima kasih untuk kepemimpinan Indonesia dalam upaya meningkatkan literasi di seluruh dunia. Indonesia memiliki pemimpin yang baik untuk meningkatkan literasi,” tutup Shahbaz.

Daftar Penerima Penghargaan Pada HAI ke-55 Tahun 2020

Pada kesempatan ini, melalui Keputusan Mendikbud Nomor 786/P/2020, Kemendikbud memberikan penghargaan kepada 48 orang/lembaga yang telah berkonstribusi dalam bidang keaksaraan dan telah memberdayakan masyarakat melalui pendidikan keaksaraan dan layanan program pendidikan nonformal lainnya. Berikut adalah daftar penerima penghargaan pada HAI ke-55 Tahun 2020.

1.    Anugerah Aksara bagi pemerintah kabupaten/kota

a.    Kabupaten Situbondo Jawa Timur sebagai penerima Anugerah Aksara Madya
b.    Kota Serang Banten sebagai penerima Anugerah Aksara Pratama
c.    Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan sebagai penerima Anugerah Aksara Pratama


2.    Pegiat Pendidikan Keaksaraan bagi tokoh masyarakat/pengelola/tutor

a.    Yanti Lidiati dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat
b.    Lilik Indahyani dari Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
c.    Setiawan Adi Subagiyo dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur
d.    I Gusti Ayu Pt. Darmayanti dari Kota Denpasar, Bali
e.    M. Arfah dari Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat
f.    M. Yusuf dari Kota Serang, Banten
g.    Beti Selvia dari Kabupaten Lebak, Banten
h.    Yati Riyati dari Kota Serang, Banten
i.    Taslifan Miftah Safitrah dari Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah


3.    Tokoh Adat Pendukung Pendidikan Keaksaraan pada Komunitas Adat Terpencil/Khusus

a.    Muhlis Paraja dari Komunitas Adat Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
b.    Parlihan dari Komunitas Adat Dayak Pitap, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan
c.    Ateng Wahyudin dari Adat Kasepuhan Cirompang, Kabupaten Lebak, Banten
d.    Nuhung dari Suku Culambacu, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara
e.    Juhana dari Masyarakat Adat Cikondang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
f.    Budianto dari Komunitas Adat Terpencil Jamu Samawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat


4.    Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kreatif/Rekreatif

a.    TBM Sukamulya Cerdas dari Kota Bandung, Jawa Barat
b.    TBM PPLG (Paguy'uban Pemuda Literasi Global) dari Kota Serang, Banten
c.    TBM Lingkaran dari Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
d.    TBM Panti Baca Ceria dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat
e.    TBM Rumah Belajar Ilalang dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah
f.    TBM Perpustakaan Umum Dusun Jlegongan dari Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
g.    TBM Sarangge Baca Bima dari Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
h.    TBM Hamfara Library dari Kabupaten Indragiri Hilir, Riau


5.    Publikasi Video Keaksaraan

a.    Fitri Fathia Paramitha Kinanti dari Kabupaten Gorontalo, Gorontalo
b.    PKBM Rumpin Inddas dari Kabupaten Situbondo, Jawa Timur
c.    Irham Yudha Permana dari Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat
d.    Juarita Manurung dari Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
e.    Nur Jaya dari Kota Jayapura, Papua
f.    PKBM Amertha Yulia Ganesha dari Kabupaten Karangasem, Bali


6.    Publikasi Keaksaraan di Media Cetak

a.    Ichvan Sofyan dari Kota Bandar Lampung, Lampung
b.    Susanto dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
c.    Gusnaldi Saman dari Kota Padang, Sumatera Barat
d.    Saiful Rohman dari Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah


7.    Foto Literasi Keaksaraan

a.    Riyanto dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah
b.    Muhammad Iqbal Muttaqin dari Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
c.    Desrian Eristha dari Kota Padang, Sumatera Barat


8.    Video Keaksaraan

a.    Ekho Ardiyanto dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan
b.    Budi Purwanto dari Kota Semarang, Jawa Tengah
c.    Rossy Nurhayati dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat


9.    Apresiasi Menulis Praktik Baik Literasi

a.    Apip Kurniadin dari Kabupaten Garut, Jawa Barat
b.    Zainal Abidin dari Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan
c.    Aris Munandar dari Kabupaten Sukabumi, Jawil Barat
d.    Nayla Lutfia Syach dari Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara
e.    Kurnia Khoirun Nisa dari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
f.    Fauzul Hanif Noor Athief dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah


Read 103 times Last modified on Friday, 11 September 2020 08:07

Media