Kamis, 13 Jun 2013 03:21

Kepala Sekolah Diharapkan Tingkatkan Kompetensi Supervisi

Written by Admin
Rate this item
(0 votes)

Yogyakarta - Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) bekerjasama dengan pemerintah Indonesia, Australia, Eropa, dan Asian Development Bank melakukan penelitian tentang kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah di Indonesia. Penelitian dilakukan terhadap 4070 kepala sekolah di 55 kabupaten/kota dari tujuh wilayah di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Hasil penelitian mengungkapkan, supervisi adalah kompetensi terminim yang dimiliki kepala sekolah di Indonesia, dibandingkan dengan kompetensi lain.

 

Hasil nilai kompetensi supervise tersebut sebesar 3.00 dari skala 1.00-4.00. Sedangkan hasil penilaian kompetensi lain sebesar 4.00 untuk setiap kompetensi. Adapun kompetensi kepala sekolah terdiri dari kompetensi kepribadian sebagai kepala sekolah, manajerial, kewirausahaan, mengajar, dan kompetensi memberikan penyuluhan terhadap guru.

 

Akibatnya, penilaian dan peningkatan terhadap kualitas belajar mengajar tidak dapat dilakukan secara akurat karena kepala sekolah tidak melakukan pengawalan terhadap tugas harian guru. Demikian disampaikan perwakilan pemerintah Australia, John Pettit, saat membuka komisi pertama Konferensi Internasional Best Practice Bagi Pengembangan Kepemimpinan Kepala Sekolah (The 4th International Conference on Best Practice for School Leadership Development), di Yogyakarta, Selasa (11/6).

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusa Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (BPSDM dan PMP Kemdikbud), Syawal Gultom, mengatakan perlunya diingatkan kembali para kepala sekolah untuk menjalankan tugas supervise sehingga kompetensi supervisi pun dapat ditingkatkan.

 

Menurut Syawal, penyebab kelemahan kompetensi supervisi berada pada perlakuan prioritas yang diberikan kepala sekolah, terhadap urusan bersifat administratif, dibandingkan dengan supervisi terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah. “Kepala sekolah itu ya guru dengan tugas tambahan sebagai kepsek, maka kita kembalikan ke posisi awal harus bisa supervisi guru di sekolahnya,” ujar mantan rektor Universitas Negeri Medan itu.

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbangtendik Kemdikbud) menggelar The 4th International Conference on Best Practice for School Leadership Development, di Hotel Sahid Rich, Yogyakarta, dari tanggal 10-14 Juni 2013. Konferensi tingkat ASEAN tersebut diikuti  11 negara Asia Tenggara dengan total 120 orang peserta, yang terdiri dari 90 orang peserta dalam negeri, dan 30 orang peserta luar negeri. Harapannya, para kepala sekolah dari perwakilan masing-masing negara dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, sehingga tidak terdapat kesenjangan informasi mengenai supervisi antarnegara partisipan.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Read 2161 times Last modified on Kamis, 13 Jun 2013 03:24