Selasa, 02 Juli 2013 11:34

Dedikasi dan Perjuangan demi Masa Depan Lebih Baik

Written by Admin
Rate this item
(0 votes)

Jakarta - Sandra Novita Sari dan Birrul Qoddriyah merupakan dua orang yang patut dicontoh dalam kiprahnya mewujudkan masa depan yang lebih baik, untuk orang lain maupun dirinya sendiri. Sandra adalah guru program Sarjana Mendidik di Daerah 3T (SM3T) yang ditempatkan di SMK Negeri 1 Waeri’i, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara Birrul adalah anak dari kedua orangtua yang bekerja sebagai buruh tani, namun berhasil menjadi mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2010 pada program studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

 

Sandra dan Birrul diberi kesempatan untuk tampil dan diwawancarai oleh host Okky Lukman dalam puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2013 yang digelar di studio 4 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, Sabtu (29/6). Sandra yang merupakan lulusan Universitas Negeri Semarang mengungkapkan, tantangan terbesar ditemuinya pada tahun pertama mengajar di daerah tersebut. Ia harus membaur bersama warga sekitar, termasuk mengenal adat, sosial, dan bahasa masyarakat Flores.

 

“Di tempat saya mengajar, karakter siswanya cukup unik. Mereka sangat patuh kepada guru dan semangat ingin tahunya tinggi,” ujar Sandra.

 

Berbeda halnya dengan Birrul. Meski hanya menjadi anak dari orangtua berpenghasilan rendah, ia mampu membuktikan diri menjadi salah satu penerima beasiswa Bidikmisi di salah satu perguruan tinggi bergengsi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut Birrul, beasiswa yang diperolehnya itu dapat mengantarkan dirinya semakin dekat dengan cita-citanya menjadi seorang dosen dan peneliti di bidang keperawatan.

 

“Untuk adik-adikku generasi bangsa, optimis dan raihlah terus mimpi kalian, karena jika ada kemauan pasti akan ada jalan,” katanya.

 

Birrul menjelaskan, meski dalam kondisi ekonomi terbatas sekalipun, jangan pernah berhenti meraih mimpi-mimpi. Asalkan dibarengi dengan semangat untuk giat belajar dan kerja keras, tentu cita-cita dapat terwujud. “Yang terpenting selalu optimis dan tidak lupa adalah doa dari kedua orang tua,” ucap Birrul saat ditanya host Okky tentang tips meraih beasiswa Bidikmisi.

 

Sandra yang diberi pertanyaan tentang alasannya mengajar di daerah pedalaman mengungkapkan, dirinya ingin mencerdaskan anak bangsa, khususnya mereka yang ada di pedalaman. Menurutnya, tidak hanya mereka yang tinggal di kawasan perkotaan yang dapat maju, tetapi anak-anak yang ada di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) juga perlu dirangkul. “Agar mereka sejajar dengan teman-teman yang ada di kota,” imbuh Sandra.

Ia mengungkapkan, keterbatasan infrastruktur di wilayah tempatnya mengajar, memaksa ia untuk menggunakan apa yang ada sebagai sarana belajar mengajar. Beruntung dirinya membawa laptop ke daerah tersebut, sehingga dapat mengenalkan anak-anak didiknya terhadap teknologi. “Banyak anak yang bilang, ‘Ibu guru, ajarkan kami tekan-tekan komputer’,” katanya mengulang perkataan murid-muridnya. Lalu bagaimana hasilnya? “Kini anak-anak sudah tidak asing lagi dengan laptop,” tambah Sandra.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Read 3013 times