Senin, 22 April 2013 00:00

Dirjen PAUDNI Kunjungi Entikong

Written by Admin
Rate this item
(1 Vote)

Entikong - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psi kembali melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan. Akhir pekan lalu, Reni Hawadi, sapaan Dirjen PAUDNI menyambangi Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Wilayah tersebut berbatasan darat dengan negara Malaysia.

Reni menegaskan wilayah perbatasan memerlukan perhatian yang lebih erat dari pemerintah pusat. Pasalnya, kondisi infrastruktur, pendidikan dan kesehatan di wilayah tersebut masih minim. Secara geopolitik, perhatian tersebut sangat dibutuhkan agar penduduk kita tidak terpikat untuk berpindah kewarganegaraan.

“Pembangunan ekononomi kita dibanding Malaysia relatif lebih rendah. Infrastruktur dan pendidikan disini masih kurang dibanding negeri yang ada seberang kita,” ucap Reni saat bertatap muka dengan para guru PAUD dan muspida kecamatan Entikong, akhir pekan lalu.

Camat Entikong Markus menyebutkan di wilayahnya terdapat 8 lembaga PAUD, namun fasilitasnya masih minim. Selain itu, mereka juga masih kekurangan tutor. “rata-rata satu PAUD hanya memiliki satu guru,” ucapnya prihatin.

Markus mengungkapkan, dari 5 desa yang ada di Kecamatan Entikong, masih ada 2 desa yang sulit dijangkau. Untuk menuju desa tersebut dibutuhkan perjalanan darat sekitar 5 jam. “Kami kesulitan untuk mengembangkan PAUD di dua desa itu,” ucapnya.

 

Beri Bantuan APE

Dalam kunjungan kerjanya ke Entikong, Dirjen PAUDNI memberikan beragam bantuan untuk masyarakat. Antara lain paket Alat Permainan Edukatif (APE) untuk lima lembaga PAUD, masing-masing sebesar Rp 8 juta. Selain itu, Dirjen juga memberi rintisan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

“Saya minta agar direktorat terkait di Ditjen PAUDNI memberikan pelatihan kecakapan hidup untuk masyarakat disini,” ucapnya.  Reni, yang merupakan psikolog pencetus program pendidikan akselerasi berharap, agar bantuan yang diberikan dapat memacu peningkatan program PAUDNI di perbatasan.

Sumber : http://www.paudni.kemdikbud.go.id

Read 2382 times Last modified on Sabtu, 04 Mei 2013 13:54