Senin, 06 Mei 2013 23:24

Seagate: Manfaatkan Teknologi dalam Homeschooling

Written by Admin
Rate this item
(0 votes)

Pontianak - Sebagai bangsa Indonesia, setiap tanggal 2 Mei kita merayakan Hari Pendidikan Nasional. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang berjasa di bidang pendidikan. Salah satu nilai yang ditanamkan oleh Ki Hadjar Dewantara adalah pentingnya pendidikan bagi anak-anak sejak usia sedini mungkin.

Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan anak tidak semata bisa diberikan di bangku sekolah. Salah satu bentuk saluran pendidikan yang semakin marak di Indonesia adalah homeschooling. Homeschooling kian menarik orang tua karena dinilai lebih tepat dalam mengembangkan bakat dan minat buah hati mereka. Sebenarnya sejarah homeschooling di Indonesia sudah tergolong lama.

Cara belajar seperti ini sejak dahulu telah banyak dijalani oleh para pedagang dengan sistem magang dan para santri dengan pesantrennya. Bahkan, menurut Kak Seto, pakar pendidikan anak Indonesia dalam bukunya yang berjudul “Homeschooling Keluarga Kak Seto” menyebutkan bahwa Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, Buya Hamka dan KH.

Agus Salim adalah para tokoh tokoh nasional yang pernah mengenyam pendidikan lewat homeschooling. Di masa kini, gagasan homeschooling dipelopori oleh John Cadwell Holt, pendidik asal Amerika Serikat, semenjak tahun 1960-an. Kemudian konsep homeschooling semakin menyebar luas ke Eropa dan Asia, sehingga akhirnya disambut oleh Indonesia.

Bagi para orang tua yang memilih jalur pendidikan homeschooling untuk buah hati mereka dengan mengambil peran langsung sebagai pengajar, ada beberapa langkah yang bisa dijadikan pedoman:

  1. Persiapkan diri. Sebelum memulai pembelajaran, orang tua lebih baik mempersiapkan diri dengan meyakini bahwa Anda-lah yang paling memperhatikan pendidikan anak melebihi siapa pun. Orang tua harus yakin bahwa ia sanggup dan mampu menjadi seorang pengajar sekaligus guru homeschooling untuk sang buah hati. Homeschooling memang memerlukan sebuah tanggung jawab yang besar, namun apabila Anda menyesuaikannya dengan gaya hidup keluarga, maka semua akan menjadi lebih mudah.
  2. Tetapkan metode khusus ketika mendidik anak di rumah. Kaji niat dan motivasi Anda terlebih dahulu. Mengapa Anda memilih homeschooling sebagai cara yang tepat? Seperti apa kah pendidikan yang ‘baik’ menurut Anda? Apa yang menurut Anda paling baik dalam hal anak-anak, pengajaran, serta pembelajaran? Apa cara termudah bagi anak-anak Anda dalam mempelajari sesuatu? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu orang tua dalam menentukan pendekatan mana yang paling tepat serta dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi keluarga maupun anak-anak Anda. Perlu dipertimbangkan pula bahwa pendekatan yang sama belum berarti tepat untuk karakter anak yang berbeda-beda.
  3. Rencanakan kurikulum Anda. Banyaknya materi dan metode yang tersedia dapatmenjadi membingungkan bagi para orang tua yang mengajar homeschooling. Identifikasi pendekatan Anda terlebih dahulu agar lebih mudah menentukan kurikulum yang paling tepat untuk digunakan. Hal apa yang paling merangsang sang buah hati untuk dipelajari? Anda bisa mulai dari sana. Banyak sekali sumber ide yang dapat dimanfaatkan. Internet, misalnya, menyediakan sumber informasi tanpa batas yang sangat berguna dalam mengajar di lingkungan rumah: informasi-informasi mendasar mengenai berbagai mata pelajaran, artikel mengenai metodologi, komunitas pengajar homeschoolers, bahkan bahan edukasi gratis bagi para pengajar homeschoolers dari guru sekolah atau pengajar lainnya. Yang penting adalah Anda harus terus membaca, meneliti dan merencanakan mengenai apa yang ingin Anda ajarkan dan bagaimana cara mengajarkannya.

Setelah mengikuti pedoman tersebut, saatnya menentukan alat bantu belajar mengajar homeschooling. Untuk para orang tua atau pengajar homeschoolers, perlu diingat bahwa di masa kini sulit memisahkan pendidikan dengan teknologi, termasuk dalam hal homeschooling. Pengajar homeschoolers yang tidak hanya diuntungkan oleh lingkungan pembelajaran yang telah amat familiar dengan sang anak, melainkan juga oleh teknologi yang terdapat di sekitar lingkungan rumah.

Perangkat teknologi  pun dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu kegiatan belajar mengajar agar menjadi jauh lebih ringan dan menyenangkan, apalagi mengingat anak-anak telah banyak mengakrabi perangkat teknologi seperti laptop, tablet, smartphone dan sebagainya sejak usia yang sangat muda. Salah seorang pengajar homeschool merangkap ibu rumah tangga, Anita, mengatakan bahwa ia sudah terbiasa memanfaatkan iPad untuk membantu proses belajar mengajar anaknya, Darren, yang kini menginjak usia 5 tahun.

“Agar materi lebih mudah ditangkap Darren, saya menggunakan iPad dan berbagai aplikasi pembantu belajar,” papar Anita. “Saya juga memanfaatkan benar laptop dan televisi di rumah untuk menayangkan video-video edukasi sebagai perantara Darren untuk mempelajari alam semesta dan isinya. Dengan begini, sensor audio visual Darren semakin terasah, dan dia pun tidak akan mudah merasa bosan.”

Satu hal yang sangat erat kaitannya dengan pembelajaran menggunakan perangkat teknologi adalah di mana sebaiknya menyimpan semua konten edukatif yang ingin diajarkan. Seringkali data digital dengan kapasitas yang besar sekali tidak selalu dapat ditampung oleh memori perangkat yang bersangkutan. Oleh karena itu, perangkat penyimpanan konten digital akan sangat membantu pengajar homeschoolers dengan menyingkirkan kerepotan dalam menyimpan data di berbagai perangkat yang terpisah. Dengan mengumpulkannya di satu storage device yang dipakai khusus untuk kegiatan homeschooling, kegiatan belajar mengajar di rumah pun akan menjadi semakin kondusif.

Salah satu perangkat teknologi yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar homeschooling adalah Seagate Central Shared Storage. Seagate Central adalah sebuah perangkat penyimpanan (storage device) yang tidak hanya hadir dengan kapasitas luar biasa besar (4 TB),  namun juga  dapat memancarkan data yang tersimpan ke dalamnya untuk diakses oleh perangkat teknologi apa pun yang dapat terhubung ke jaringan Wi-Fi.

Materi pengajaran dalam bentuk apa pun, baik gambar, musik, video dan dokumen dapat dimuat di dalam Seagate Central yang berbentuk horizontal ramping ini. Seagate Central akan mengorganisir konten tersebut sesuai dengan tipe media, untuk kemudian di-streaming ke alat teknologi perantara belajar favorit buah hati. Konten yang dipancarkan tidak hanya bisa diakses oleh perangkat genggam, namun juga oleh Samsung Smart TV dan perangkat Apple. Dengan fitur-fitur tersebut, perangkat storage ini dapat menjadi partner tepat untuk para pengajar homeschoolers sekaligus penunjang kemudahan pembelajaran anak.

Sumber : http://www.chip.co.id/

Read 3940 times Last modified on Senin, 06 Mei 2013 23:53