Kamis, 04 April 2013 00:00

Kekurangan Guru di Kalbar Capai 8.000

Written by Admin
Rate this item
(0 votes)

Pontianak – Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat (Kalbar) Alexius Akim mengakui, saat ini provinsinya masih kekurangan sekitar 8.000 tenaga pengajar.

”Ini persoalan klasik. Tak hanya di Kalbar, di daerah lainnya juga demikian,” ujarnya, belum lama ini.

Dia mengatakan, mulai beberapa tahun lalu sampai sekarang, jumlah guru di Kalbar belum memadai. Jika melihat dari kategori guru kelas, jumlah kekurangan guru di Kalbar tergolong banyak, mencapai 8.000 orang, mulai dari tingkat SD sampai dengan SLTA sederajat.

“Untuk tingkat SD saja, kekurangannya sampai lima ribuan orang. Belum lagi jika memperhitungkan adanya pensiun massal guru pada 2011-2012 yang mencapai seribu orang,” ungkap dia.

Menurut dia, diantara semua daerah, wilayah perbatasan adalah tempat yang paling sedikit memiliki tenaga guru. Kekurangan guru terbesar di tingkat sekolah daerah perbatasan. Upaya yang dilakukan nantinya, bila tahun ini ada penerimaan baru maka akan banyak ditempatkan di daerah tersebut. Tujuannya agar IPM dan tingkat pendidikan di Kalbar merata.

“Kita tidak ingin terus menanggung dosa. Setiap IPM turun selalu Dinas Pendidikan menjadi sorotan, padahal IPM tak hanya bergantung pada pendidikan, namun banyak faktor yang tentunya banyak SKPD lain yang mempengaruhi dan bertanggung jawab,” ungkap Alexius Akim.

Akim mengatakan untuk mengatasi persoalan klasik ini, dia meminta agar persoalan ini bisa ditutupi dengan penerimaan tenaga pengajar baru. Akan tetapi, untuk pengangkatakan tenaga pengajar (PNS) masih terkendala dengan moratorium kementerian yang hingga saat ini belum dicabut.

Read 3147 times Last modified on Selasa, 07 Mei 2013 01:31