Senin, 20 Mei 2013 10:59

Mendikbud Meresmikan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tanjungpura

Written by Admin
Rate this item
(0 votes)

Pontianak - Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh meresmikan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat, (20/5). Peresmian RS Pendidikan Tanjungpura ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Mendikbud M. Nuh dan pengguntingan pita oleh Laily M. Nuh.

 

Usai peresmian secara simbolis tersebut, Mendikbud berkunjung mengelilingi RS untuk meninjau fasilitas kesehatan. Dalam kunjungannya, Mendikbud didampingi Dirjen Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, Rektor Universitas Tanjungpura, Thamrin Usman dan dipandu Direktur RS Pendidikan Tanjungpura, Bambang Djarwoto.

 

Bambang Djarwoto mengantarkan rombongan Mendikbud meninjau fasilitas di berbagai klinik, seperti klinik spesialis mata, THT, dan kebidanan/kandungan, hingga ke ruang operasi. Mendikbud juga diajak meninjau ruang uji kompetensi dokter Indonesia, dan melihat simulasi penanganan pasien yang dilakukan langsung mahasiswa Fakultas Kedokteran Untan.

 

Mendikbud mengatakan, program peningkatan kompetensi dokter harus terus dilakukan, karena seorang dokter harus terampil, bukan hanya dilihat dari kognisi. Karena itu ia berharap pembangunan RS Pendidikan Tanjungpura tidak berhenti sampai di sini, tapi terus dikembangkan dengan bertahap, dengan perlengkapan fasilitas yang memadai. "Sehingga adik-adik kita bisa lebih terampil lagi. Bisa melayani publik," ujarnya. Ia juga berharap Untan bisa menjadi pusat kesehatan publik, minimal untuk Provinsi Kalimantan Barat.

 

Terkait status RS Pendidikan Untan, Mendikbud menjelaskan, RS pendidikan berada di bawah pengelolaan perguruan tinggi negeri, dan perguruan tinggi negeri berada di bawah naungan Kemdikbud, sehingga status RS pendidikan pun berada di bawah Kemdikbud, bukan di Kementerian Kesehatan.

 

"Kemarin saya sudah tanda tangan dengan Menkes untuk mengelola rumah sakit di perguruan tinggi negeri," katanya. Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani Mendikbud dan Menkes tersebut sudah disepakati tentang hal pengelolaan dan standar RS pendidikan.

"Kekurangan ada saja. Kelebihannya ada saja. Tapi ini (pembangunan.red) kita lakukan secara bertahap," tutur Menteri Nuh yang berharap RS pendidikan dapat memberikan pelayanan kepada semua pasien dari berbagai golongan ekonomi.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Read 3218 times