Kamis, 16 Mei 2013 00:00

Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah di Kabupaten Kayong Utara

Written by
Rate this item
(0 votes)

Kayong Utara – Kegiatan lanjutan dari MoU antara Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara dan LPMP Provinsi Kalimantan Barat tentang Pelaksanaan Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah di Kabupaten Kayong Utara, tepatnya tanggal 29 April sampai dengan 5 Mei 2013 telah diselenggarakan Kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah Kabupaten Kayong Utara Tahun 2013 yang diikuti oleh 35 peserta, 22 orang peserta calon Kepala Sekolah dan 10 orang peserta calon Pengawas Sekolah, dan 3 orang calon Penilik Sekolah. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan sebelumnya yaitu Seleksi Akademik Calon Kepala Sekolah/Madrasah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah yang telah diselenggarakan pada tanggal 20 s.d 22 Maret 2013 yang lalu. Kerjasama ini dilaksanakan dalam rangka menghasilkan Calon Kepala Sekolah/Madrasah yang memiliki kompetensi sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah /Madrasah dan Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah. Kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah Kabupaten Kayong Utara Tahun 2013 ini dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Kayong Utara Bapak Ir. Muhammad Said.

 

Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa “jabatan pengawas sekolah dan penilik sekolah janganlah dianggap ‘jabatan buangan’. Dikaitkan dengan Indeks Pembangunan Manusia Kalimantan Barat yang menempati urutan 30 harus menjadi perhatian kita semua. Untuk menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah dan penilik sekolah diperlukan kecerdasan intelektual, kecerdasan kepribadian yang baik, persyaratan administrasi yang lengkap, dan memiliki modal kemampuan dan kemauan yang cukup”.

 

Pada kesempatan yang sama Kepala LPMP Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Drs. Suhartono Arham, M.Si memberikan materi Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang kurikulum tahun 2013, dalam paparannya Kepala LPMP menyatakan bahwa “kurikulum 2013 merupakan amanat pemerintah yang harus dilaksanakan dan didukung sepenuhnya oleh semua pemangku kepentingan pendidikan, sebab pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu beliau juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerjasamanya dengan LPMP Provinsi Kalimantan Barat dalam kegiatan diklat ini. Harapannya peserta Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah dapat memanfaatkan dana yang telah dialokasikan pada kegiatan diklat ini dengan cara mengikuti kegiatan diklat secara utuh, agar amanah dari Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 dapat tercapai. Selain kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual, beliau juga menambahkan tentang kecerdasan ketahanmalangan yaitu suatu ketahanan atau kekebalan terhadap halangan dan hambatan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban” ujarnya.

 

Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah Kabupaten Kayong Utara Tahun 2013 ini dilaksanakan selama selama 7 (tujuh) hari dengan pola 70 JP. Adapun materi yang diberikan untuk Calon Kepala Sekolah meliputi Kepemimpinan, Kewirausahaan, Supervisi Akademik, Monitoring dan Evaluasi, Pengelolaan Keuangan Sekolah, Pengelolaan Kurikulum, Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Pengelolaan Tenaga Administrasi Sekolah (TAS), dan Penyusunan RKS/RKAS. Sedangkan materi untuk Calon Pengawas dan Penilik Sekolah adalah Kepemimpinan, Supervisi Manajerial, Supervisi Akademik, Pengembangan Perangkat Pembelajaran, Program Kepengawasan, Pengelolaan Kurikulum, dan Penelitian Tindakan Kelas. Metode yang digunakan dalam kegiatan diklat kali ini adalah ceramah, diskusi dan kerja kelompok. Pada materi kepemimpinan seluruh kegiatan dilaksanakan di Pantai Tanjung Datuk berupa Out Bound. Setelah kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah ini berakhir masih akan dilanjutkan dengan On the Job Learning (OJL) selama kurang lebih 3 bulan ke depan.

Read 2610 times Last modified on Senin, 20 Mei 2013 12:34