Kamis, 11 April 2019 10:49

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Menjenguk Korban Bullying di Pontianak

Written by Irfan
Rate this item
(1 Vote)

Pontianak - Pada hari kamis tanggal 11 April 2019 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi tiba di Kota Pontianak dalam rangka menjenguk korban bullying yang sedang viral di media sosial yakni Audrey.  Kedatangan pak Menteri ini disambut oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, S.H., M.H. dan para pimpinan di lembaga yang menjadi UPT Kemendikbud diantaranya Kepala LPMP Kalimantan Barat Drs. Aristo Rahadi, M.Pd.

Kasus bullying ini sangat viral di dunia maya dan menyebar luas ke seluruh Indonesia, dimana Audrey yang menjadi korban di keroyok oleh belasan siswa siswi di Kota Pontianak.  Kasus ini sangat serius karena terdapat kekerasan yang dilakukan para pelajar yang mengakibatkan korban teraniaya dan mengalami trauma.  Ada kesimpang siuran kabar terkait framing media, kronologis kejadian, dan pelaku yg berjumlah 12 org masih di tahap pendalaman oleh pihak kepolisian.  Untuk itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ingin melihat langsung dan beratatap muka dengan korban mengingat pelanggaran hukum ini sangat berdampak bagi dunia pendidikan.

Sebenarnya kasus ini sudah terjadi sejak dua pekan yang lalu (Jumat 29/03/2019), tetapi baru dilaporkan oleh orang tua siswa pada hari Jumat 5 April 2019.  Permasalahan awal kejadian ini yakni karena masalah asmara yang kemudian berlanjut saling berkomentar pada media sosial.  Para pelaku kemudian menjemput korban dirumahnya dengan dalih ingin berbicara serius tentang konflik yang mereka hadapi.  Berdasarkan keterangan korban, lokasi penganiayaan di lakukan di Taman Akcaya Pontianak.

Pihak kepolisian sudah menangani masalah ini, hanya saja terdapat kendala yakni ketika dilakukan visum bekas-bekas penganiayaan sudah sulit untuk di deteksi mengingat kejadian sudah berlangsung sepekan yang lalu.  LPMP Kalimantan Barat juga ikut mendampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menggali informasi terkait kejadian yang sudah terlanjur viral di seluruh Indonesia ini.  Intinya kita tidak mau kejadian ini terulang dan merusak citra pendidikan kita, untuk itu peran keluarga dan peran sekolah dalam meningkatkan pendidikan berkarakter sangat perlu dilakukan.

(Irfan) video

Read 106 times Last modified on Jumat, 12 April 2019 09:24

Media