Selasa, 21 Mei 2013 12:50

Harkitnas 2013 Mengenang Perjuangan Pendiri Bangsa

Written by
Rate this item
(0 votes)

Jakarta - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2013 dapat dijadikan sebagai momentum mengenang semangat perjuangan para pendiri bangsa atau the founding fathers. Upaya ini dilakukan untuk  menjadikan teladan bagi generasi muda.

“Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran, dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini,” kata  Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Syawal Gultom, selaku pembina upacara peringatan Harkitnas 2013, membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, di  Kemdikbud, Senayan, Jakarta, (20/5).

Syawal mengatakan, para pejuang telah berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antarelemen bangsa. Mereka mengedepankan dialog yang konstruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi kala itu, sehingga problem-problem pelik dibidang politik, ekonomi maupun sosial bangsa ini dapat terpecahkan. “Mereka telah menorehkan tinta emas sejarah pada Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, berlanjut dengan penggalangan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang akhirnya berbuah manis pada hari Proklamasi 17 Agustus 1945,” jelasnya.

Nilai–nilai Harkitnas tersebut , kata Syawal, masih relevan sepanjang masa yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan  persatuan. Para pemuda, katanya, berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Dia menyebutkan, perjuangan para mahasiswa terumuskan dalam ikrar : satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. “Sebuah gagasan agung yang begitu brilian,” kata Syawal mengakhiri pembacaan sambutan  Menkominfo.

Diharapkan, setiap elemen meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok, sehingga kebahagiaan bersama dapat diraih. Semoga dengan nilai-nilai  Harkitnas mampu dirakit menjadi perahu kokoh untuk mendekatkan bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan lebih modern dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (EH)

Read 2017 times Last modified on Selasa, 21 Mei 2013 15:24