Senin, 29 Juli 2019 10:13

Membacakan Buku untuk Anak Usia Dini, Praktik Baik dalam Pengasuhan

Written by kem
Rate this item
(1 Vote)

Jakarta, Kemendikbud --- Menumbuhkan minat baca pada anak harus dibiasakan sejak usia dini. Pembiasaan membaca buku bisa dimulai dari pola pengasuhan (parenting) di lingkungan keluarga dengan membacakan buku untuk anak oleh orang tua sebagai pendidik pertama dan utama. Untuk mendorong orang tua terbiasa membacakan buku pada anak usia dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku). Pada tahun 2019, Gernas Baku sudah memasuki tahun kedua pelaksanaan.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas), Harris Iskandar mengatakan, Gernas Baku bertujuan untuk menyadarkan betapa pentingnya membiasakan anak-anak membaca buku. Membacakan buku untuk anak usia dini diharapkan menjadi praktik baik kebiasaan dalam pola pengasuhan di rumah.

“Kita ingin seluruh keluarga Indonesia bisa menjalankan Gernas Baku sehingga dapat menumbuhkan kecintaan buku pada anak. Dengan membacakan buku juga memudahkan kita menumbuhkan karakter baik dari tokoh-tokoh dalam cerita. Selain itu juga dapat meningkatkan hubungan emosi antara anak dengan orang tua,” kata Harris saat kegiatan Gernas Baku di PAUD KM 0 Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (27/7/2019).

Harris berharap Gernas Baku 2019 dapat menggerakkan seluruh anggota masyarakat untuk membiasakan orang tua membacakan buku untuk anak. Gernas Baku 2019 serentak dilakukan di 33 provinsi pada Sabtu pagi, 27 Juli 2019, di berbagai lembaga PAUD di Indonesia. Hanya provinsi Bali yang menunda pelaksanaan Gernas Baku menjadi minggu depan karena sedang merayakan Hari Galungan.

“Ada 230-ribu lembaga PAUD di seluruh Indonesia. Syukur kalau seluruh keluarga indonesia sudah mendengar tentang Gernas Baku dan mengikuti kebiasaan di keluarganya. Membacakan buku untuk anak bukan hanya kewajiban ibu, tapi juga para ayah. Mudah-mudahan jadi kebiasaan yang baik,” tutur Harris.

Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Sukiman menuturkan, Kemendikbud merangkul berbagai lembaga dalam melaksanakan Gernas Baku, antara lain Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI). Bahkan, Sukiman menambahkan, saat kegiatan Gernas Baku di PAUD KM 0 Kemendikbud, hadir juga perwakilan dari Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia.

“Sepertinya dari Malaysia juga ingin gerakan seperti ini ada di negaranya. Ada dua pejabat Kedubes Malaysia yang datang tadi,” ujarnya usai kegiatan Gernas Baku di PAUD KM 0 Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (27/7/2019).

Sukiman berharap Gernas Baku bisa dilakukan di lembaga-lembaga PAUD dengan mengundang orang tua untuk membacakan buku bagi anak-anaknya. “Bagi anak yang belum masuk PAUD bisa di tempat lain, seperti tempat ibadah, atau di Jakarta misalnya di RPTRA, bisa digerakkan juga oleh PKK. Nanti bisa menjadi program rutin lembaga PAUD, lalu harapan akhirnya jadi kebiasaan orang tua di rumah,” katanya.

Rangkaian pelaksanaan Gernas Baku 2019 digelar sejak April 2019 dimulai dari pelaksanaan sosialisasi dan seminar. Selanjutnya, pada Mei 2019, para orang tua diajak untuk memberikan donasi buku untuk menghadirkan pojok baca di rumah dan sekolah. Selain itu juga diselenggarakan kelas pengasuhan (parenting) untuk orang tua di berbagai daerah.

Puncak acara Gernas Baku dihadiri oleh orang tua dan peserta didik PAUD KM 0 Kemendikbud, sejumlah pejabat di lingkungan Kemendikbud dan para mitra serta undangan. Dalam acara ini dilakukan video konferensi jarak jauh serentak di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Papua. Gernas Baku 2019 diselenggarakan bersamaan dengan rangkaian Festival Literasi Sekolah (FLS) 2019 yang berlangsung pada 25 s.d. 29 Juli 2019.

Read 395 times Last modified on Kamis, 22 Agustus 2019 10:35