Sabtu, 24 Agustus 2019 15:38

Review Prosedur Operasional Standar (POS) dan Standar Pelayanan (SP) LPMP Kalimantan Barat

Written by whyn
Rate this item
(0 votes)

Pontianak -- Catat yang Anda lakukan. Lakukan yang Anda catat. Prinsip tersebut selayaknya menjadi kewajiban setiap ASN/ PNS untuk terus bekerja dengan gairah. Pantang menyerah dan tanpa kenal lelah. Prinsip sederhana yang sebenarnya paripurna. Artinya setiap pekerjaan dan layanan harus diselesaikan dengan sempurna. Prinsip tersebut menjadi landasan LPMP Kalimantan menyelenggarakan kegiatan Review Prosedur Operasioanal Standar (POS) dan Standar Pelayanan (SP). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2019 di ruang belajar LPMP Kalimantan Barat. Kegiatan dihadiri narasumber dari Subbag Hukum Tata laksana dan Kepegawaian Dirjen Dikdasmen, Kemdikbud. Peserta kegiatan ini adalah perwakilan setiap seksi/ subbag. Setiap peserta mempunyai tugas menyempurnakan kembali POS dan Standar Pelayanan yang telah dibuat untuk selanjutnya direview jikalau ada perbaikan. Prosedur Operasional Standar adalah serangkaian instruksi kerja tertulis yang dibakukan (terdokumentasi) mengenai proses penyelenggaraan administrasi instansi. Cakupannya berupa: bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan. Prosedur Operasional Standar merupakan pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator-indikator teknis, administratif dan prosedural sesuai tata kerja. Tujuan diselenggrakannya review POS dan Standar Pelayanan LPMP Kalimantan Barat adalah untuk menjelaskan perincian atau standar yang tetap mengenai aktivitas pekerjaan yang berulang-ulang yang dilakukan dalam organisasi. Sejatinya POS yang baik adalah POS yang mampu menjadikan arus kerja yang lebih baik, menjadi panduan untuk seluruh staf/ karyawan, penghematan biaya, memudahkan pengawasan, serta mengakibatkan koordinasi yang baik antara bagian-bagian yang berlainan dalam satu instansi. Prosedur Operasional Standar (POS) atau yang sering disebut sebagai prosedur tetap (protap) adalah penetapan tertulis mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, dimana dan oleh siapa dan dibuat untuk menghindari terjadinya variasi dalam proses pelaksanaan kegiatan oleh pegawai yang akan mengganggu kinerja instansi secara keseluruhan. Output kegiatan yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pertama, konsisten. Prosedur Operasional Standar harus dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu, oleh siapapun, dan dalam kondisi apapun oleh seluruh staf/ karyawan. Kedua, Komitmen. Prosedur Operasional Standar harus dilaksanakan dengan komitmen penuh dari seluruh jajaran instansi, dari level yang paling rendah dan tertinggi. Ketiga, perbaikan berkelanjutan. Pelaksanaan POS harus terbuka terhadap penyempurnaan-penyempurnaan untuk memperoleh prosedur yang benar-benar efisien dan efektif. Keempat, mengikat. Prosedur Operasional Standar harus mengikat pelaksana dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan. Kelima, terdokumentasi dengan baik. Seluruh prosedur yang telah distandarkan harus didokumentasikan dengan baik, sehingga dapat dijadikan referensi bagi yang memerlukan (WB).

Read 388 times Last modified on Senin, 26 Agustus 2019 11:19