Rabu, 13 November 2019 08:25

Pengukuhan Duta Rumah Belajar 2019: Menciptakan Proses Pembelajaran Berbasis TIK yang Berkarakter

Written by kem
Rate this item
(0 votes)

Jakarta, Kemendikbud -- Seorang pendidik dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan. Termasuk dalam menggunakan berbagai sumber belajar agar anak lebih semangat mengikuti proses pembelajaran. Salah satunya dengan memanfaatkan TIK.

Untuk menjawab tantangan teknologi dalam pembelajaran melalui Rumah Belajar dibutuhkan peran serta Duta Rumah Belajar dari setiap provinsi.

"Saat ini yang dibutuhkan oleh generasi muda tidak hanya nilai yang tinggi, tetapi juga harus diimbangi dengan kemampuan menguasai teknologi," ujar  Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Pembelajaran (PTP) Berbasis Multimedia dan Web, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom), Kemendikbud, Hasan Chabibie dalam sambutannya di acara Seminar Nasional Rumah Belajar di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

"Duta Rumah Belajar merupakan perpanjangan tangan dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom)," ujar Hasan.

Hasan mengatakan, duta Rumah Belajar bertugas menyiapkan pembelajaran berbasis TIK dan mempromosikan produk Rumah Belajar di masing-masing provinsi.

Duta Rumah Belajar 2019 terpilih sebanyak 40 orang dari 34 provinsi. Pengukuhan Duta Rumah Belajar 2019 diwakilkan oleh Duta Rumah Belajar Riau, dan Duta Rumah Belajar Kalimantan Barat. Prosesi pengukuhan Duta Rumah Belajar 2019 dilakukan dengan pengalungan selempang sebagai simbol oleh Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda.

Dalam sambutannya, Syaiful mengatakan, Rumah Belajar merupakan alat agar proses pendidikan dapat bervariasi dalam menciptakan konten terbaru dengan memanfaatkan teknologi. "Ilmu itu dinamis dan tidak pernah berhenti, teknologi sebagai contoh dinamisnya ilmu, kita gunakan teknologi digital ini untuk memajukan generasi bangsa," jelasnya lagi.

Syaiful juga menambahkan, selain teknologi, untuk mencetak generasi emas Indonesia tidak lepas juga dari pendidikan karakter. Teknologi dan pendidikan karakter harus saling mendukung agar anak didik siap menghadapi tantangan pada zamannya.

Read 306 times