Penjaminan Mutu

Penjaminan Mutu (155)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Penjaminan Mutu Pendidikan

Pontianak,25/02/2020 - LPMP Kalimantan Barat - Sebagai upaya nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Pontianak  dengan dukungan dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat,  yaitu dilaksanakannya kegiatan  Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun 2020. Melalui Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) ini diharapkan mampu membekali kepala sekolah dan warga sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Pontianak untuk : memahami SNP dan Penjaminan Mutu Pendidikan, sekolah memiliki komitmen untuk menjalankan Penjaminan Mutu dan Peningkatan Mutu, serta sekolah dapat melakukan penjaminan mutu pendidikan dengan tepat.

Seperti di utarakan oleh Kepala Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Pontianak diacara pembukaan dalam sambutannya ; “SUPM adalah salah satu sekolah setingkat SMA yang di miliki oleh kementrian kelautan dan perikanan untuk mendidik sumber daya manusia yang mumpuni dan profesional dalam bidang perikanan. Sekolah ini memiliki 465 siswa pada tahun ajaran 2019/2020 dari berbagai daerah/provinsi di luar maupun dari  pulau Kalimantan termasuklah dari kepulauan natuna. Sekolah ini memiliki 29 (dua puluh Sembilan) pendidik dan 29 (dua puluh sembilan) tenaga kependidikan dengan berbagai macam latar pendidikan serta memiliki 4 program keahlian yaitu: Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHP), Teknologi Budidaya Perikanan (TBP), Teknika Perikanan Laut (TPL) dan Nautika Perikanan Laut (NPL).” Paparnya.

Kepala Seksi FPMP LPMP Kalimantan Barat Suprapti, M.Pd  yang mendampingi Kepala LPMP Asep Sukmayadi, S.IP, M.SI pada acara pembukaan kegiatan mengemukakan, kegiatan SPMI di SUPM ini berlangsung selama 4 (empat) hari dari tanggal 24 s/d 27 Februari  2020. Diikuti oleh 35 orang peserta dari unsur pendidik dan tenaga kependidikan   dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Pontianak.

Dalam sambutan sekaligus pengarahannya di hadapan peserta, Kepala LPMP Kalimantan Barat mengemukakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia.

Selanjutnya sebagaimana diamanatkan di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005, yang selanjutnya telah mengalami dua kali perubahan menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 dan Peraturan Pemerintah nomor 13 tahun 2015 bahwa setiap Satuan Pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan tersebut bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan.

Didalam sambutannya Kepala LPMP juga  menghimbau agar di sekolah tercipta suasana ” Merdeka Belajar” yaitu  kegiatan belajar mengajar yang happy, menyenangkan baik bagi guru dan siswa. Merdeka belajar ini bertujuan agar para guru, siswa, serta orangtua bisa mendapat suasana yang bahagia, pendidikan harus menciptakan suasana yang membahagiakan, baik di dalam sekolah (indoor)  maupun di luar sekolah  (outdoor) bahagia buat guru, bahagia buat peserta didik, bahagia buat orang tua, untuk semua umat," maka kompetensi peserta didik tidak hanya tumbuh diruang kelas, selebihnya tumbuh dalam lingkungan belajarnya. Kompetensi bukan bersifat individu melainkan kompetensi itu tumbuh bersama lingkungan.”

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan adanya  peningkatan hasil belajar peserta didik, hasil uji kompetensi dan penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, prestasi satuan pendidikan beserta anggota, terwujudnya lingkungan belajar yang menyenangkan, adanya penghargaan serta dukungan finansial pemangku kepentingan, juga merupakan hal yang harus diperhatikan.

Kepala LPMP mengucapkan terimakasih kepada Kepala SUPM Pontianak, telah mempercayakan LPMP Kalimantan Barat untuk mengawal Penjaminan Mutu di sekolah tersebut, dan memberikan apresiasi atas kerjasama yang  dilaksanakan, dan diharapkan kerjasama ini dapat berkelanjutan sehingga tercipta sebuah hubungan simbiosis mutualisme yang dilakukan oleh keduanya dalam mencapai dan mewujudkan tujuan pendidikan bersama. (Helda Rosida)

Dokumentasi

Wednesday, 12 February 2020 11:33

Peresmian SLB Negeri Nusak Jagoi Babang

Written by

Bengkayang, 15 Februari 2020 – LPMP kalbar -  Direktur Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbud, DR. Sanusi M.Pd meresmikan unit sekolah baru (USB) Sekolah Luar Biasa (SLB)  Negeri Nusak Jagoi Babang. SLBN Nusak Jagoi Babang berada di Desa Jagoi, jalan Dwikora Gang Tani Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.  Sekolah Luar Biasa Negeri ini dibangun sebagai bentuk layanan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia. Pembangunan ini tentunya mendukung program peningkatan akses dan pemerataan pendidikan khusus dan mendukung pemenuhan kebutuhan bangunan pendidikan untuk kegiatan pendidikan khusus.

 

Selain itu, SLBN Nusak Jagoi Babang juga dapat digunakan utk kegiatan lainnya seperti layanan khusus kegiatan non formal seperti pemberantasan buta huruf di daerah 3T.

 

Sebanyak 4 orang guru akan mengajar di SLBN Nusak Jagoi Babang. Guru tersebut merupakan lulusan sarjana pendidikan khusus Universitas Pendidikan Indonesia yang mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang. Peresmian ini menandai bahwa SLBN Nusak Jagoi Babang akan mulai aktif melaksanakan pembelajaran di tahun ajaran 2020/2021, bahkan telah terdapat 16 calon siswa yang berada di lingkungan SLBN Nusak Jagoi Babang.

 

Hadir dalam peresmian, Plh. Bupati Kabupaten Bengkayang, Obaja, SE, MSi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Suprianus Herman, SH, Kepala LPMP Kalimantan Barat, Asep Sukmayadi, S.IP, M.SI, tokoh masyarakat, warga sekitar dan tamu undangan lainnya.

Kepala LPMP Kalimantan Barat, Asep Sukmyadi, S.IP, M.Pd menyatakan bahwa pembangunan SLBN Nusak Jagoi Babang ini merupakan contoh baik sinergi yang harus terus dilakukan untuk layanan pendidikan terbaik, khususnya di daerah terdepan dan terluar. Oleh karenanya, LPMP Kalimantan Barat akan memperkuat sinergitas seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk lebih mempertajam program pengembangan kualitas layanan pendidikan di daerah seperti di Kabupaten Bengkayang. Peresmian ini merupakan langkah nyata dari 'memerdekakan belajar' anak-anak berkebutuhan khusus secara inklusif. LPMP Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus hadir karena seluruh warganegara khususnya anak-anak berkebutuhan khusus juga berhak atas masa depan yang gemilang sebagaimana generasi emas lainnya di seluruh Kaliman BarT dan Tanah Air.

 

Pembangunan SLBN Nusak Jagoi Babang merupakan  hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan dan dengan pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus.

 

Pembangunan USB SLBN Nusak Jagoi Babang menggunakan sumber dana Bantuan Pemerintah dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Ditjen Dikdasmen Kemdikbud dengan metode swakelola oleh Komite Pembangunan USB SLBN Nusak Jagoi Babang. Hasil dari pelaksanaan bantuan pemerintah ini oleh pihak Komite Pembangunan USB SLBN Nusak Jagoi Babang selaku penerima bantuan telah terlaksana dengan baik, lengkap dengan komponen aksesbilitas pada bangunan. Apresiasi yang sangat besar diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang yang telah menghibahkan tanah untuk lokasi pembangunan USB SLBN Nusak Jagoi Babang dan menyerahkan pengelolaan sekolahnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.

 

Bangunan USB SLBN Nusak Jagoi Babang ini terdiri dari : Ruang Kantor yang terdiri dari : Ruang Pimpinan, Ruang Guru, Ruang Tata Usaha, Ruang Konseling, Ruang UKS, Ruang Organisasi Kesiswaan, Ruang Kelas Umum 6 lokal. Sementara Ruang Pembelajaran Khusus 6 lokal yang terdiri dari Ruang Orientasi Mobilitas untuk Tunanetra, Ruang Bina Wicara untuk Tunarungu, Ruang Bina Persepsi Bunyi dan Irama untuk Tunarungu, Ruang Binadiri untuk Tunagrahita, Ruang Binadiri dan Bina gerak untuk  Tunadaksa, Ruang Bina Pribadi dan Sosial untuk Tunalaras. Ruang pendukung lainnya adalah Perpustakaan, Ruang Keterampilan, Ruang Ibadah/ Mushola, dan Gudang

 

Bangunan USB SLBN Nusak Jagoi Babang ini juga dilengkapi meubelair untuk mendukung penyelenggarakan kegiatan pendidikan di sekolah. Total Nilai Bantuan USB SLBN Nusak Jagoi Babang  adalah Rp 2.347.110.000,00 dengan nilai bantuan untuk meubelair mencapai Rp 190.000.000,00

 

Dengan pembangunan USB SLBN Nusak Jagoi Babang tersebut, semua pihak berharap bisa bermanfaat untuk menunjang pendidikan para penyandang kebutuhan khusus yang berada di daerah perbatasan yang selama ini kurang mendapat perhatian. (Okta)

Dokumentasi

Saturday, 18 May 2019 07:52

Sosialisasi SPMI Kalimantan Barat

Written by admin2019

Pontianak, 18 Mei 2019 - Untuk mendorong percepatan Penjaminan Mutu Pendidikan di daerah, maka akan dilaksanakan Program Sekolah Binaan kerjasama antara LPMP Kalimantan Barat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019. Untuk itu LPMP Kalimantan Barat mengadakan kegiatan Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal dengan pemerintah daerah terkait Pogram Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di tingkat satuan pendidikan melalui sekolah binaan dan sistem pengimbasannya maupun Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) melalui Tim Penjaminan Mutu Daerah (TPMPD). Kegiatan ini dibuka oleh Kepala LPMP Kalimantan Barat, Bpk. Drs. Aristo Rahadi, M.Pd di Hotel Gajahmada Pontianak. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 15 s.d 17 Mei 2019. Dokumentasi

Saturday, 07 December 2019 18:30

Diseminasi Hasil Program Penjaminan Mutu Pendidikan 2019

Written by admin2019

Pontianak, 7/12/2019 - LPMP Kalbar - Penjaminan mutu pendidikan (PMP) tidak bisa dipenuhi secara pribadi. Perwujudannya harus melalui sinergi dan kolaborasi. Kepala sekolah adalah ujung tombak. Sivitas akademika harus kompak bergerak. Penjaminan mutu pendidikan adalah urusan setiap warga pendidikan. Kesadaran dan kepedulian adalah pertaruhan menuju kualitas pendidikan yang unggul di masa depan.

Tak sekadar program, PMP selayaknya juga diimbaskan. Pengimbasannya juga perlu dilakukan secara kolosal. Satuan pendidikan tak bisa bergerak sendiri. Dukungan, inisiasi dan motivasi dari seluruh pemangku kebijakan pendidikan sangat berarti untuk menyukseskan program ini.

Program strategis ini perlu kerjasama secara harmonis. Karenanya LPMP Kalimantan Barat perlu mengadakan kegiatan untuk mendiseminasikan sekaligus mengapresiasi setiap sekolah binaan yang berhasil melakukan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) atas pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Kegiatan ini dilaksanakan di hotel Mercure Pontianak, 4 – 6 Desember 2019. Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian program PMP yang dilaksanakan secara bertahap mulai dari bimbingan teknis, pendampingan dan supervisi. Delegasi sekolah binaan yang diundang adalah perwakilan dari setiap kabupaten/ kota dengan status unggulan. Harapannya sekolah binaan tersebut menjadi teladan yang pantas menjadi percontohan.

Secara paralel ada beberapa sesi dalam rangkaian kegiatan. Seksi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan menyuguhkan best practice implementasi sistem penjaminan mutu internal (SPMI) di sekolah binaan dan best practice peran Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD) dalam pelaksanaan sistem penjaminan mutu eksternal (SPME) di Kabupaten/Kota.

Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi menampilkan pemaparan supervisi mutu pendidikan dan analisis dan rekomendasi hasil supervisi mutu pendidikan. Seksi sistem informasi menggelar pemaparan pemetaan mutu pendidikan serta analisis dan rekomendasi hasil pemetaan mutu pendidikan.

Puncak acara dihadiri oleh Direktur Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjend Dikdasmen Kemdikbud. Dalam kesempatan ini Direktur Pembinaan SD bersama kepala LPMP Kalimantan Barat, Asep Sukmayadi, M.Si menyampaikan penghargaan kepada sekolah binaan berprestasi. Prestasi ini diberikan atas capaian pemenuhan 8 SNP dan konsistensi pelaksanaan SPMI.

Dalam pelaksanaan kegiatan ditampilkan juga pertunjukan seni tari oleh siswa SD, pameran, workshop praktik baik, diskusi serta presentasi pelaksanaan dan capaian SPMI oleh satuan pendidikan. Hadir dalam kegiatan ini adalah Kepala Dinas Pendidikan, Bappeda, Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD), kepala sekolah dan guru sekolah binaan setiap kabupaten/ kota se-Kalimantan Barat.

Dokumentasi

Friday, 06 December 2019 08:15

Semakin Intim Melalui TPMPD

Written by

Pontianak,7/12/2019 - LPMP Kalbar - Ibarat orang tua dan anak, jengukan orangtua kepada anak selalu dinantikan untuk menumpahkan segala kerinduan, kegembiraan, kesedihan maupun harapan.

Tim Penjaminan Mutu Pendidikan (TPMPD) bagaikan orangtua bagi sekolah, TPMPD mendampingi sekolah untuk mengetahui perkembangan, permasalahan serta memberikan bantuan, bimbingan dan arahan untuk peningkatan mutu sekolah.

Sekolah adalah pusat belajar, tempat siswa berproses, memperoleh pengetahuan, wawasan dan pengalaman, agar menjadi lulusan yang berkarakter dan bermutu, sehingga sekolah harus dikelola sesuai 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

TPMPD dibentuk di 14 Kabupaten/Kota, Provinsi Kalimantan Barat untuk memastikan terlaksananya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) oleh sekolah dan Penjaminan Mutu Eksternal (SPME)  oleh TPMPD melalui pemetaan mutu dan fasilitasi sehingga sekolah dapat melaksanakan penjaminan mutu dalam rangka pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan.

Pada Kegiatan Diseminasi Hasil Program Penjaminan Mutu Pendidikan yang dilaksanakan LPMP Kalimantan Barat di Hotel Mercure tanggal 4-6 Desember 2019, TPMPD dari 14 Kabupaten/Kota melakukan presentasi dan best practice pelaksanaan peran TPMPD, dan diberikan penghargaan kepada 3 TPMPD terbaik yaitu :

  1. TPMPD Kabupaten Mempawah
  2. TPMPD Kota Singkawang
  3. TPMPD Kota Pontianak

Kepala LPMP Kalimantan Barat, Asep Sukmayadi, S.Ip,M.Si, mengibaratkan Pemerintah pusat, Pemerintah Daerah, TPMPD, LPMP  dan stakeholder sebagai tim sepakbola, dimana seluruh unsur harus merancang strategi dan bekerjasama dalam satu tim untuk mencapai tujuan bersama.

LPMP memberikan referensi sebagai bahan amunisi berdasarkan diagnosa hasil Rapor mutu, Implementasi SPMI, fasilitasi dan supervisi serta pelaksanaan program penjaminan mutu dengan penyajian informasi yang lebih informatif.

Selanjutnya LPMP maupun TPMPD diharapkan tidak terjebak pada peran yang bersifat mikro pedagogik. Perlu dilakukan penguatan peran dan amunisi yang dimiliki dengan memberikan umpan yang bagus kepada pemangku kebijakan. TPMPD diharapkan mampu bergerak lebih luas lagi dengan memberikan pilihan kebijakan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun stake holder nasional maupun internasional sehingga tercipta terobosan terbaik, ibarat gol yang berhasil membobol gawang sebagai tujuan bersama tim.

LPMP bertindak sebagai tiang pancang, harus bergerak vertikal sebagai UPT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Provinsi dan secara horisontal harus mampu melakukan koordinasi dengan Kabupaten/Kota. LPMP Ibarat mesin, perlu pelumas dari TPMPD dalam kerangka kemitraan dan kerjasama peningkatan mutu pendidikan.

Peran komunikasi sangat vital sebagai pelumas untuk mengatasi sumbatan komunikasi. Kerjasama antara LPMP dan Pemerintah Daerah melalui TPMPD diharapkan semakin intim melalui komunikasi secara rutin dan lebih intensif pada tahun 2020 untuk meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat.

(Rita)

Dokumentasi

Page 1 of 31