Penjaminan Mutu

Penjaminan Mutu (142)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Penjaminan Mutu Pendidikan

Pontianak - LPMP Kalbar - Sekolah Binaan adalah sekolah yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota) dan pembinaannya dilaksanakan secara bersama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat. Sekolah Binaan merupakan acuan bagi sekolah lain di sekitarnya dalam upaya pemenuhan mutu 8 (delapan) SNP melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan. Pelaksanaan program sekolah binaan dilakukan dengan memberikan bantuan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan dan melibatkan pemerintah daerah melalui Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD).

Jumlah Sekolah binaan di Provinsi Kalimantan Barat 224 sekolah yang berada di 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Setiap Kabupaten/Kota memiliki 16 sekolah binaan yang terdiri dari 8 SD, 5 SMP, 2 SMA dan 1 SMK. Sekolah Binaan memiliki tanggungjawab untuk mengimbaskan praktik penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada 5 (lima) sekolah di sekitarnya. Sekolah yang diimbaskan ini selanjutnya disebut dengan sekolah imbas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota diberi keleluasaan untuk menambah sasaran Sekolah Binaan melalui pola yang sama dengan biaya dari pemerintah daerah (APBD).

Fasilitator Daerah (Fasda) melakukan pendampingan ke sekolah binaan sebanyak 3 kali. Pada bulan Juli – Agustus telah dilakukan pendampingan pertama di tiap Kabupaten/Kota dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan sekolah dalam pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu internal (SPMI). Pada bulan September dilaksanakan pendampingan kedua di sekolah binaan, yang memberikan penguatan kepada sekolah dalam melaksanakan maupun memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan. Kegiatan pendampingan diikuti oleh  pengawas, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lain, serta orang tua/komite sekolah binaan dan perwakilan sekolah imbas. Pendampingan ketiga akan dilaksanakan pada bulan November difokuskan pada pemberian penguatan kepada Sekolah Binaan dalam hal pengembangan program kekhasan atau kekhususan yang dilaksanakan oleh sekolah.

 

Singkawang - LPMP Kalbar -Pemerintah Kota Singkawang bekerja sama dengan LPMP Kalimantan Barat, dan LPPKS Indonesia mengadakan kegiatan “Seleksi Substansi  Calon Kepala Sekolah Kota Singkawang untuk Jenjang SD dan SMP”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang pada tanggal 18 s/d 20 September 2019. Kegiatan seleksi Substansi ini diikuti oleh guru-guru yang mempunyai potensi dan telah lulus dari seleksi administrasi yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang berjumlah 41 (empat puluh satu) guru jenjang SD dan SMP.

Tujuan dilaksanakannya Seleksi substansi Calon Kepala Sekolah ini adalah: Mendapatkan calon kepala sekolah yang memiliki rekomendasi profesional tentang penguasaan lima kompetensi kepala sekolah/madrasah dan pengembangan keprofesian dari kepala sekolah/ madrasah dan pengawas sekolah/madrasah; Mendapatkan calon kepala sekolah yang memiliki potensi kepemimpinan yang baik; Menilai pengetahuan, wawasan, gambaran gaya/corak/ karakteristik kepemimpinan, pengalaman kepemimpinan yang pernah dilakukan dan dimiliki oleh para calon kepala sekolah/madrasah.

Kegiatan menghadirkan Assesor dari  LPMP Kalimantan Barat yaitu Etty Lestari, S.Pd, M.Hum, Kasim S,Pd, M.Si dan Jeperis Nahampun, S.Si, M.Pd dari unsur Widyaiswara. Kegiatan yang dilaksanakan tersebut sesuai dengan permendikbud Nomor 28 Tahun 2010 meliputi penilaian Kinerja Kepala Sekolah (DP3), Rekomendasi Kepala Sekolah, Rekomendasi Pengawas Sekolah, Penilaian Potensi Kepemimpinan (PPK) dengan Pengisian Instrumen 1a,1b, 2 dan 3, kemudian dilanjutkan dengan wawancara untuk menggali potensi peserta yang belum tertuang dalam PPK dan Manajemen Kepeminpinan (MK).

Kegiatan ini  dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Bapak. Drs. Muhammad Nadjib, M.Si, turut hadir dalam  Ibu Indri Prihastuti, M.Pd selaku Ketua Tim Asesor dan Master Trainer utusan dari LPPKS Indonesia dan Kepala LPMP Kalimantan Barat, Bapak Asep Sukmayadi, S.IP, M.Si, Kasi FPMP LPMP Kalbar Suprapti, M.Pd.

 

 

Pontianak - LPMP Kalbar --- Hari ini, 27 Agustus 2019, Drs. Aristo Rahadi, M.Pd, Kepala LPMP Kalimantan Barat membuka kegiatan Pendampingan SPMI Bagi Sekolah rujukan.  Kegiatan pendampingan ini dilakukan dalam rangka memberikan penguatan dan membina sekolah rujukan agar dapat mengimlementasikan SPMI, media pengimbasan SPMI bagi sekolah imbas serta untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang muncul pada saat pelaksanaan SPMI di sekolah Rujukan, dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Kegiatan Pendampingan SPMI bagi Sekolah Rujukan ini akan dilaksanakan selama 4 hari dimulai tanggal 27 s.d 30 Agustus   2019, kegiatan ini akan dilaksanakan di LPMP Kalimantan Barat, Jalan. Abdul Muis Perum III Tanjung Hulu  Pontianak.

Kegiatan Pendampingan SPMI bagi Sekolah Rujukan  tahun 2019 diikuti sebanyak 66 sekolah rujukan/zonasi untuk jenjang SD/SMP/SMA dan SMK dengan jumlah peserta 132  orang terdiri dari unsur kepala sekolah dan guru  dari 14 Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat.   

Kegiatan ini dipandu dan difasilitasi Kepala oleh Kepala,  Kasi FPMP, widyaiswara serta staf LPMP Kalimantan Barat.

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat mendapatkan kunjungan dari Tim Survey Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat dan diterima oleh Kepala LPMP Kalimantan Barat, Drs. Aristo Rahadi, M.Pd, Kegiatan survey awal ini merupakan salah satu penilaian terhadap pelayan publik yang ada di LPMP Kalimantan Barat dalam rangka Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).
Selanjutnya Tim survey BPS langsung meninjau Unit Layanan Terpadu (ULT) LPMP Kalimantan Barat diantaranya mensurvey sarana dan prasarana dan inovasi pelayanan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.

 

 

 

 

 

 

Selasa, 20 Agustus 2019 09:33

LPMP Kalimantan Barat Goes To School

Written by

LPMP Kalimantan Barat menyadari penuh bahwa reformasi birokrasi tanpa inovasi kurang berarti. Tanpa inovasi layanan kurang diminati. Bahkan tanpa inovasi layanan tidak banyak yang mengetahui. Menyadari pentingnya inovasi, LPMP Kalimantan melakukan terobosan layanan untuk hadir di lingkungan warga pendidikan. Salah satu program unggulan untuk mendekatkan ke masyarakat yaitu LPMP Kalimantan Barat Goes To School.  

LPMP Kalimantan Barat Goes To School adalah strategi LPMP Kalimantan Barat untuk mengenalkan, mendiseminasikan, mengedukasi, menyosialisasikan seluruh program yang berkaitan dengan kebijakan, peraturan, informasi dan layanan pendidikan. Khususnya dalam bidang penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan.

Percepatan akses dan pemerataan mutu pendidikan harus mudah dilayankan. Inilah semangat kami untuk terus melakukan pendekatan. Salah satunya adalah dengan pengenalan Rumah Belajar (http://www.belajar.kemdikbud.go.id). Rumah Belajar adalah sumber pembelajaran dalam bentuk portal ataupun bisa diakses melalui genggaman (baca : smartphone). Aplikasinya tersedia di Google Play Store.  

Rumah Belajar merupakan salah satu produk Kemdikbud dari berbagai produk yang mudah didapatkan secara gratis. Tanpa membayar tanpa biaya. Kemanfaatannya bisa digunakan untuk pembelajaran mandiri, kelompok dan komunitas. Sebagai media pembelajaran yang akurat bisa juga digunakan untuk mendukung pembelajaran sepanjang hayat.

Mengetahui keunggulan dan kelebihan produk ini, LPMP Kalimantan Barat wajib turut serta menyebarluaskan. Sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus penghormatan kepada masyarakat pendidikan.

Masih dalam nuansa kemeriahan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, LPMP Kalimantan Barat Goes To School dilaksanakan di 2 jenjang satuan pendidikan yang berbeda pada 19 Agustus 2019, yaitu SD Muhammadiyah 2 dan SMA 1 Muhammadiyah Pontianak. Sivitas akademika di dua sekolah ini menyambut dengan gembira. Tak hanya menginstall, tim LPMP Kalimantan Barat yang juga didampingi oleh Duta Rumah Belajar Kalimantan Barat turut memberikan arahan bagaimana cara menggunakan portal dan aplikasi Rumah Belajar dengan benar.

Kepala LPMP Kalimantan Barat, Drs. Aristo Rahadi, M.Pd turut hadir sampai akhir. Bahkan kepala LPMP Kalimantan Barat juga berkenan melakukan praktek langsung. Pesan terpenting pemanfaatan teknologi dan informasi dalam pembelajaran adalah menjadikannya sebagai sahabat. Sahabat yang setiap hari dilihat. Sahabat yang setiap hari memberi pengetahuan dan informasi. Sahabat yang setiap hari memberi manfaat. Semakin sering dilihat semakin membuat smart.

Kami baru saja memulai. Inovasi yang kami menurut kami tak harus berhenti di sini. Setiap saat akan kami perbaiki. Menuju lembaga yang berintegritas dan menjalankan reformasi birokrasi sepenuh hati. Yuk…lihat keseruan acara ini di channel Youtube resmi kami. (TimPromas)

Halaman 1 dari 29