Penjaminan Mutu

Penjaminan Mutu (145)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Penjaminan Mutu Pendidikan

LPMP -- Pada tanggal 29 Juli s.d 1 Agustus 2019 Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) tahun 2019 Angkatan 2 di  7 kabupaten/kota yaitu Kota Pontianak, Kota Singkawang,  Kab. Landak, Kab. Bengkayang, Kab. Sambas, Kab. Melawi dan Kab. Ketapang. Bimtek SPMI ini ditujukan bagi sekolah binaan yang telah di pilih oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota dan Provinsi.
Sebanyak 16 sekolah binaan per kabupaten mengikuti kegiatan Bimtek SPMI ini, yang terdiri dari 8 SD, 5 SMP, 2 SMA dan 1 SMK. Unsur peserta kegiatan Bimtek SPMI ini adalah kepala sekolah, guru dan pengawas pembina, dimana tiap sekolah binaan terdiri dari 1 orang kepala sekolah, 1 orang guru dan 1 orang pengawas pembina.  Sehingga total peserta perkabupaten adalah 48 orang dari 16 sekolah binaan. Selama kegiatan, peserta di fasilitasi oleh 2 (dua) orang fasilitator daerah (fasda) yang telah mendapatkan Bimtek Fasilitator Daerah Tingkat Provinsi di LPMP Kalimantan Barat.
Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan Bimtek SPMI ini adalah sekolah binaan dapat mengimplementasikan SPMI agar bisa memenuhi 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan secara bertahap dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Pada bagian SPMI sekolah dibimbing bagaimana memanfaatkan raport mutu untuk pemetaan mutu, perencanaan mutu dan implementasi pemenuhan mutu. Sekolah binaan juga diminta untuk mengisi instrumen kondisi awal 8 SNP untuk mengetahui kondisi awal sekolah binaan sebelum menjalankan program sekolah binaan yang pada akhir program sekolah diminta kembali mengisi instrumen kondisi akhir 8 SNP.  
 (oktaragni).

 

 

 

Rabu, 24 Juli 2019 07:22

VISITASI AKREDITASI DI SMAN 1 JELAI HULU

Written by

Kapuas Hulu/15/07/2019 - LPMP -  SMA Negeri 1 Jelai Hulu Kabupaten Ketapang, sekitar 441 km dari Pontianak arah perbatasan Provinsi Kalimantan Tengah mendapat kehormatan dikunjungi oleh tim asesor dari Badan Akreditasi Provinsi Kalimantan Barat yaitu Jeperis Nahampun, S.Si, M.Pd dan Idham Azwar. Sekitar 50 km dari Tumbang Titi menuju Jelai Hulu jalannya hancur lebur ditempuh dengan waktu 2,5 jam.

Kedatangan asesor disambut oleh Kepala Sekolah dan guru-guru. Visitasi Akreditasi ini berlangsung selama 2 hari mulai hari Senin s/d Selasa ( 15 s.d. 16 Juli 2019). Visitasi diawali dengan adanya temu awal yang dilaksanakan di ruang Guru dihadiri oleh Tim Asesor, Kepala Sekolah dan Jajarannya. Dalam temu awal Kepala Sekolah menjelaskan profil SMA N 1 Jelai Hulu.

SMA Negeri 1 Jelai Hulu didirikan pada tahun 2005 sesuai SK Bupati Kabupaten Ketapang No. 564 Tahun 2005 dan lokasinya di Riam Kota Kec. Jelai Hulu Kabupaten Ketapang. SMA N Jelai Hulu telah dua kali diakreditasi dan tahap ini adalah akreditasi ke-3 kalinya. Nilai akreditasi terakhir tahun 2014 yang lalu dengan Akreditasi B. Meskipun sudah memasuki kali ke 3 proses penilaian Akreditasi, tetapi SMA Negeri 1 Jelai Hulu belum banyak berubah dari tahun ke tahun, terutama Standar Sarana dan Prasarana serta Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan.

Kepala SMA Negeri 1 Jelai Hulu, Thomas Didimus, M.MPd mengatakan “Akreditasi ini merupakan penilaian bagi SMA Negeri 1 Jelai Hulu sehingga apa yang sudah kami lakukan dan benahi semampu kami dapat kami teruskan dan lanjutkan dimana yang masih perlu ditingkatkan sesuai dengan harapan sekolah yang unggul, tetapi dengan kemampuan terbatas.” ungkapnya dalam sambutan.

Sementara itu, Idham Azwar sebagai ketua Tim Asesor didampingi anggota Jeperis Nahampun, S.Si, M.Pd menyampaikan dalam sambutannya “Akreditasi merupakan hal penting yang harus dilakukan pemerintah terhadap sekolah untuk menilai sehingga terlihat sejauh mana sekolah mencapai Standar Nasional Pendidikan seperti yang diharapkan. Di samping itu akreditasi juga tentunya meruapakan faktor yang nyata sejauh mana mutu pendidikan di sekolah tersebut, sehingga Pemerintah mengetahui apa yang harus dilakukan untuk peningkatan mutu selanjutnya, paparnya.

Selama dua hari itu tim asesor bekerja memverifikasi data isian akreditasi dengan melihat bukti fisik serta observasi ke dokumen dan wawancara untuk 8 Standar Nasional pendidikan. Dalam kesempatan itu juga, kedua asesor menyambangi kelas untuk melihat kondisi proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Jelai Hulu pada dua kelas yang berbeda selama 2 x 45 menit.

Di akhir kegiatan, diadakan temu akhir dan dalam kesempatan itu Kepala Sekolah menyampaikan apa yang dinilai oleh tim asesor seperti itulah keadaan sebenarnya dan mengharapkan hasil yang diperoleh dapat lebih maksimal dan tim asesor mengatakan merasa senang situasi pelaksanaan visitasi berjalan dengan lancar karena tidak ada hambatan yang terjadi. Selanjutnya diadakan serah terima Berita Acara dan foto bersama. (Jep)

SINTANG – SMP Negeri 3 Sintang mendapat kesempatan di kunjungi Kepala LPMP Kalbar Aristo Rahardi, Rabu (24/7/2019).

Dalam kunjungan kerja ini untuk menyapa langsung unsur Pendidikan di Kabupaten Sintang, dan melihat pelaksanaan Lorong Pintar Berkarkter yang di prakarsai oleh Kabid Pembina SMP Kabupaten Sintang, Ernawati, S.Pd, MM yang menjadi branded inovasi dan masuk dalam daftar.

Pada kesempatan berbahagia ini pula Kepala LPMP bisa bertemu dengan Duta Rumah Belajar Kalbar 2018, Rufina Sekunda, S.Pd, yang mana Kepala LPMP Kalbar merekomendasikan agar Pustekom Kemdikbud dapat datang langsung menyapa guru-guru di timur Kalimantan Barat ini.

Hadir kepala sekolah berprestasi di kabupaten Sintang yaitu SMPN 4 Dedai sebagai sekolah Sehat Nasional, SMPN 3 Dedai sebagai sekolah Literasi, SMPN 3 Tebelian sebagai sekolah Adiwiyata Nasional, dan SMPN 3 Sintang sebagai sekolah yang telah menerapkan Lorong Pintar Berkarakter.

Aristo Rahardi menyampaikan bahwa dirinya sangat apresiatif terhadap keberadaan Lorong Pintar Berkarakter, dimana ia percaya bisa menjadi sumber Belajar.

Berharap Lorong Pintar Berkarakter dan Rumah Belajar Kemdikbud bias menjadi sumber Belajar. Guru ke 3 bagi siswa-siswi di Kabuapten Sintang.

SMPN 4 Sintang, SMPN 3 Sintang, SMPN 3 Dedai, SMPN 4 Dedai, dan SMPN 3 Sungai Tebelian bisa menjadi sekolah unggulan yang memiliki Ciri khas agar pemerataan mutu Pendidikan dan paradigma sekolah favorit karena nilai akdemik siswa pelan-pelan terganti dengan sekolah unggulan yang memiliki ciri khas. (betangrayapost.com)

 

Pontianak,7/24/2019  - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) tahun 2019. Kegiatan ini bertujuan membekali Sekolah Binaan tentang pemahaman SNP, SPMI sehingga dapat melaksanakan Siklus SPMI dan memenuhi SNP.
Bimtek SPMI angkatan pertama dilaksanakan untuk Kabupaten Kubu Raya, Mempawah,  Sanggau, Sekadau, Sintang, Kapuas Hulu, dan Kayong Utara  pada tanggal 22 s.d 25 Juli 2019. Selama 4 hari sekolah binaan mendapatkan materi terkait program sekolah binaan, pengelolaan TPMPS, Standar Nasional Pendidikan (SNP), SPMI dan aplikasi instrumen kondisi awal dan akhir 8 SNP. Pada bagian SPMI sekolah dibimbing bagaimana memanfaatkan raport mutu untuk pemetaan mutu, perencanaan mutu dan implementasi pemenuhan mutu. Sekolah binaan juga diminta untuk mengisi instrumen kondisi awal 8 SNP untuk mengetahui kondisi awal sekolah binaan sebelum menjalankan program sekolah binaan yang pada akhir program sekolah diminta kembali mengisi instrumen kondisi akhir 8 SNP.  Instrumen ini dikembangkan oleh LPMP Kalimantan Barat dengan menggunakan formal Ms. Excel yang nantinya akan di kembangkan secara online dan terhubung dengan laman LPMP Kalimantan Barat.
Unsur peserta kegiatan Bimtek SPMI ini adalah kepala sekolah, guru dan pengawas pembina, dimana tiap sekolah binaan terdiri dari 1 orang kepala sekolah, 1 orang guru dan 1 orang pengawas pembina.  Sehingga total peserta perkabupaten adalah 48 orang dari 16 sekolah binaan.

Pontianak/11/7/2019 - LPMP Kalbar -- Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 mengamanatkan setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. Peraturan Pemerintah ini bertujuan memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan (SNP). Berlandaskan pentingnya amanat tersebut Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat dalam rangka mendukung Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengawas.

 

Kegiatan berlangsung pada tanggan 9 – 11 Juli 2019. Peserta kegiatan berasal dari unsur pengawas sekolah jenjang SD, SMP, SMA dan SMK di Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 148 peserta se-Kalimantan Barat.

 

Kegiatan ini dibuka oleh kepala LPMP Kalimantan Barat, Drs. Aristo Rahadi, M.Pd. Dalam sambutannya kepala LPMP Kalimantan Barat berharap progres pengiriman data Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat adalah 100%. Selain itu Drs. Aristo Rahadi, M.Pd. juga berharap agar kualitas data yang dikirim satuan pendidikan meningkat sehingga data penjaminan mutu pendidikan dapat diproses menjadi rapor mutu satuan pendidikan. Rapor mutu merupakan potret kondisi nyata satuan pendidikan sehingga perlu diisi dengan benar dan akurat.

 

Hasil dari kegiatan ini membekali pengawas sekolah mampu melaksanakan kegiatan pendampingan dan pengumpulan data mutu pendidikan pada sekolah binaan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang benar, sehingga pengisian dan pengentrian data mutu pendidikan dapat dilakukan dengan jujur, transparan, akuntabilitas dan akurat. Potret satuan pendidikan yang dihasilkan dalam rapor mutu aplikasi penjaminan mutu pendidikan terkait pemenuhan SNP memberikan gambaran baik bagi satuan pendidikan maupun pemangku kepentingan di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi dalam hal pengambilan kebijakan terkait peningkatan pendidikan di daerahnya masing-masing. (ER)