Penjaminan Mutu

Penjaminan Mutu (152)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Penjaminan Mutu Pendidikan

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat pada hari Jum’at tanggal 5 Juli 2019 sampai dengan tanggal 7 Juli 2019 melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Bagi SD Rujukan. Sebanyak 15 SD dari 14  Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat mengikuti kegiatan ini, dimana masing-masing sekolah mengirimkan kepala sekolah dan bendara sekolah. Jumlah keseluruhan peserta berjumlah 30 orang.
.
Materi yang disampaikan di kegiatan ini terdiri dari peran LPMP dalam penjaminan mutu pendidikan, strategi pelaksanaan sekolah rujukan, dokumen pencairan,mekanisme pengelolaan kegiatan dan mekanisme pengelolaan anggaran dana bantuan yang diterima oleh SD rujukan.  
.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan sekolah rujukan sebagai sekolah penerima dana bantuan pemerintah tersebut dapat memahami tentang program sekolah rujukan dalam melaksanakan layanan pendidikan yang bermutu melalui penerapan SPMI, penguatan MBS dan pelibatan publik, penguatan praktik baik dalam pelaksanaan ekstrakurikuler, program gerakan literasi sekolah dan penguatan pendidikan karakter.


(oktaragni)

 

 

Pontianak, 1/7/19 -- Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) tahun 2019 Angkatan 3 di 5 (lima) kabupaten/kota yaitu Kab. Bengkayang, Kab. Sanggau, Kab. Sekadau, Kab. Melawi, dan Kab. Kayong Utara. Kegiatan ini berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 1 s.d 3 Juli 2019 di aula Dinas Pendidikan dan Kabupaten masing-masing kabupaten/kota.
.
Pada kegiatan ini narasumber memberikan petunjuk kepada Tim Penjaminan Mutu Pemerintah Daerah (TPMP) bagaimana melaksanakan tugas sebagai TPMPD dalam melakukan penjaminan mutu pendidikan di daerah kabupaten/kota. Dalam pelaksanaan Tugas TPMPD, salah satu bentuk fasilitasi yang diberikan oleh TPMPD kepada Sekolah Binaan adalah melalui proses Pendampingan.
.
Pendampingan yang dilakukan TPMPD ke Sekolah Binaan minimal sebanyak 2 (dua) kali dalam satu semester, alokasi waktu untuk setiap kali pendampingan dilaksanakan selama ± 1 hari dengan pola 6 - 8 (enam sampai dengan delapan) Jam Pelajaran (@1 JP : 60 Menit) dan jadwal pendampingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah masing-masing. Adapun tujuan pelaksanaan pendampingan Sekolah Binaan oleh TPMPD antara lain :
1) Untuk mengetahui satuan pendidikan telah menjalankan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal mengacu pada kebijakan, dokumen mutu, dokumen perencanaan, pedoman, petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis dan lainnya.
2) Memberikan motivasi, penguatan dan pembinaan terhadap kinerja TPMPS di satuan Pendidikan.
3) Mendorong dan membantu sekolah dalam memenuhi indikator mutu pada setiap standar sesuai dengan target standar yang akan dicapai pada masing-masing satuan pendidikan.
4) Mendorong dan membantu sekolah mengembangkan keunggulan yang dimiliki sekolah sehingga dapat menjadi contoh dan pembelajaran bagi sekolah lainnya kepada Sekolah Binaan.
(oktaragni)

Pontianak -- LPMP Kalimantan Barat menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis Pengawas Sekolah Angkatan I, yang berlangsung dari tanggal 1 s.d. 3 Juli 2019. Peserta merupakan Pengawas Sekolah Jenjang SD, SMP, SMA dan SMK di Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan Bimbingan Teknis Pengawas merupakan bagian dari program kerja penjaminan mutu pendidikan yang dikawal oleh LPMP, Dinas Pendidikan, dan sekolah dalam melakukan kegiatan pemetaan mutu melalui aplikasi PMP, melalui pemetaan mutu pendidikan akhirnya diperoleh peta mutu pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah, pemerintah daerah sebagai acuan dalam perencanaan perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan sesuai kewenangan masing-masing.
Sekolah melakukan kegiatan pemetaan mutu melalui Aplikasi PMP dan menyampaikan hasil evaluasi tersebut dalam bentuk data dan informasi sesuai dengan instrumen pemetaan mutu yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dengan ketentuan yang ada. Hasil istrumen tersebut kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi PMP untuk dianalisis lebih lanjut agar dapat dilakukan pemetaan mutu pendidikan.

Sistem Pendidikan Nasional yang didefinisikan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia.

Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005. Penjaminan mutu pendidikan ini bertujuan memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Lebih jauh, agar penjaminan mutu dapat berjalan baik di segala lapisan, telah dikembangkan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMI), yaitu sistem penjaminan mutu yang berjalan di dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen dalam satuan pendidikan.

Berangkat dari latar belakang di atas, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Barat akan melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengawas Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019 dalam rangka mendukung Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. Dibuka oleh Kasi Sistem Informasi  Drs Abdi Tauhid, MM sebagai Plh Kepala LPMP Kalimantan Barat, Kegiatan ini direncanakan dimulai dari Tanggal 1 Juli s.d. 3 Juli 2019. dengan peserta angkatan I terdiri dari 10 kabupaten diantaranya dari Kabupaten Sambas. dengan Jumlah Kelas yang direncanakan sebanyak 6 kelas . 

 

Pontianak, 27/06/2019 -- Peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab satuan pendidikan. Peningkatan mutu di satuan pendidikan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya budaya mutu. Budaya mutu dibangun atas dasar kesolidan, kebersamaan dan keseriusan. Aspek kepemimpinan juga menjadi unsur penting yang perlu diunggulkan.

Satuan pendidikan butuh inisiasi. Satuan pendidikan butuh inspirasi. Satuan pendidikan butuh aksi untuk mewujudkan budaya ini. Semua landasan ini menumbuhkan stimulasi LPMP Kalimantan Barat untuk memfasilitasi. Fasilitasi konkrit adalah program Implementasi Penjaminan Mutu Pendidikan di seluruh sekolah Indonesia melalui pendekatan pelibatan seluruh komponen sekolah (whole school approach).

Program ini merupakan langkah awal rangkaian kegiatan penjaminan mutu yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan. Setiap satuan pendidikan selayaknya mampu melakukan pengumpulan data peta mutu. Pengumpulan data peta mutu diperlukan agar setiap satuan pendidikan dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing berkaitan dengan pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP), sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk mencapai dan bahkan melampaui SNP.

Guna mendukung terlaksananya pemetaan mutu pendidikan tersebut, LPMP sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis fasilitator daerah pengumpulan data mutu pendidikan. Tujuan kegiatan memberikan pemahaman teknis kepada pengawas sekolah dan operator Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) Dinas Pendidikan dan Kecamatan yang ada di Kalimantan Barat.

Kegiatan ini dillaksanakan pada tanggal 26 - 28 Juni 2019 di LPMP Kalimantan Barat yang diikuti oleh 16 orang staf LPMP Kalimantan Barat. Kegiatan dibuka oleh Drs. Abdi Tauhid, MM selaku Kepala Seksi Sistem Informasi. Dalam sambutannya Drs. Abdi Tauhid, MM menyampaikan harapan agar para fasilitator daerah yang ikut pada kegiatan ini dapat aktif mengikuti kegiatan dan saling berdiskusi sehingga mampu dan siap memberikan materi pada kegiatan bimbingan teknis pengawas petugas pengumpulan data mutu pendidikan yang akan dilaksanakan pada bulan Juli Tahun 2019. (HM)

 

 

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) tahun 2019 Angkatan 2 di 5 (lima) kabupaten/kota yaitu Kota Pontianak, Kab. Kubu Raya, Kab. Mempawah, Kota Singkawang, dan Kab. Kayong Utara. Kegiatan ini berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 24 s.d 26 Juni 2019 di aula Dinas Pendidikan dan Kabupaten masing-masing kabupaten/kota.
Kegiatan Bimtek SPME di Kota Pontianak dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak dan di buka oleh Kabid Pendidikan Dasar, Paryono, M.Pd. Sementara Hartati, S.Pd selaku Kabid Pembinaan SD di dampingi oleh Kepala LPMP Kalimantan Barat membuka kegiatan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang. Untuk Kabupaten Mempawah di buka oleh Firman Juli Purnama, S.Sos selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mempawah. Untuk kabupaten Kayong Utara kegiatan ini dibuka oleh Kasi Kurikulum SMP, Saros Kausar, SH, Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ketapang. Sementara untuk Kabupaten Kubu Raya dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Cawang, M.Pd
Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan adalah terlaksananya penjaminan mutu internal oleh satuan pendidikan dan penjaminan mutu eksternal oleh Pemerintah Daerah (TPMPD) melalui pemetaan mutu dan fasilitasi sehingga sekolah dapat melaksanakan penjaminan mutu, memenuhi 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan secara bertahap dan memiliki kekhasan/keunggulan yang selanjutnya dapat diimbaskan atau dikembangkan ke sekolah lainnya.
(oktaragni).