Penjaminan Mutu

Penjaminan Mutu (149)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Penjaminan Mutu Pendidikan

Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Pendampingan Sekolah Binaan tahun 2019 untuk angkatan 2 yaitu untuk jenjang SMP telah dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat pada hari Jum’at tanggal 24 Mei 2019 sampai dengan tanggal 26 Mei 2019.
Sebanyak 70 sekolah binaan jenjang SMP dari 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat mengikuti kegiatan ini, dimana masing-masing sekolah mengirimkan kepala sekolah dan bendara sekolah. Selain kepala sekolah dan bendahara sekolah, kegiatan ini juga diikuti olek Kasi Kurikulum Jenjang SMP dari masing-masing kabupaten/kota. Jumlah keseluruhan peserta berjumlah 154 orang.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan sekolah binaan sebagai sekolah penerima dana bantuan pemerintah tersebut dapat memahami tentang program sekolah binaan dalam mengimpelementasikan penjaminan mutu pendidikan, mekanisme kegiatan pendampingan yang akan dilakukan dan mengetahui pengelolaan dana yang akan diterima dan bagaimana mempertanggungjawabkan kegiatan dan anggaran pendampingan. (oktaragni)

Pontianak - Dalam rangka pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan di Satuan Pendidikan, LPMP Kalimantan Barat hari ini melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Fasilitator Daerah Sekolah Binaan tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
. Kepala LPMP Kalimantan Barat, Drs. Aristo Rahadi, M.Pd menyatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah agar fasilitator daerah dapat memahami peran dan fungsinya dalam upaya memfasilitasi sekolah binaan untuk menerapkan sistem penjaminan mutu pendidikan di masing-masing sekolah binaan. Kegiatan ini diikuti peserta sebanyak 56 orang yang terdiri dari unsur pengawas sekolah provinsi/kabupaten/kota, widyaiswara dan staf LPMP Kalimantan Barat. .
Kegiatan yang di laksanakan di LPMP Kalimantan Barat ini akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 20 s.d 23 Mei 2019.

Pontianak -Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat pada hari Senin tanggal 20 Mei 2019 sampai dengan tanggal 22 Mei 2019 melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Pendampingan Sekolah Binaan tahun 2019 untuk angkatan 1 yaitu untuk jenjang SD. Sebanyak 56 sekolah binaan jenjang SD dari 7  Kabupaten/Kota yaitu dari Kabupaten Landak, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak dan Kota Singkawang mengikuti kegiatan ini, dimana masing-masing sekolah mengirimkan kepala sekolah dan bendara sekolah. Selain kepala sekolah dan bendahara sekolah, kegiatan ini juga diikuti olek Kasi Kurikulum Jenjang SD dari masing-masing kabupaten/kota. Jumlah keseluruhan peserta berjumlah 119 orang. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan sekolah binaan sebagai sekolah penerima dana bantuan pemerintah tersebut dapat memahami tentang program sekolah binaan dalam mengimpelementasikan penjaminan mutu pendidikan, mekanisme kegiatan pendampingan yang akan dilakukan dan mengetahui pengelolaan dana yang akan diterima dan bagaimana mempertanggungjawabkan kegiatan dan anggaran pendampingan. (oktaragni)

 

 

 

 

 

Pontianak - LPMP Kalimantan Barat mengadakan kegiatan Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal dengan pemerintah terkait penerapan sistem penjaminan mutu internal maupun eksternal di tingkat satuan pendidikan melalui sekolah model dan sistem pengimbasannya.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk
1. menyamakan persepsi antara LPMP Kalimantan Barat dengan pemerintah daerah berkenaan dengan kebijakan pengembangan sekolah model serta pola pengimbasannya.
2. Menjalin kerjasama dan kesepahaman dalam memfasilitassi satuan pendidikan untuk mengimplementasikan SPMI dalam upaya pemenuhan 8 SNP.
3. Membentuk sekretariat Tim Penjaminan Mutu Daerah (TPMPD) dalam rangka sinergisitas mutu pendidikan didaerah masing-masing.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala LPMP Kalimantan Barat, Bpk. Drs. Aristo Rahadi, M.Pd di Hotel Gajahmada Pontianak. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 15 s.d 17 Mei 2019.
Hari kedua kegiatan Sosialisasi SPMI kepada Pemerintah Daerah di Hotel Gajahmada, peserta mendapatkan penjelasan teknis terkait tahapan yang akan di lakukan oleh sekolah binaan dan pemerintah daerah terkait kegiatan SPMI dan SPME. .
Kasi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan LPMP Kalimantan Barat, Iwan Kurniawan, S.Si, M.Si menjelaskan sekolah binaan akan melakukan 3 kali pendampingan dengan dana bantuan pemerintah yang didapat masing-masing sekolah binaan
.
Pendampingan pertama, sekolah akan melakukan Bimtek SPMI selama 4 hari. Untuk pendampingan kedua, dilakukan selama dua hari terkait pemenuhan 8 SNP, sedangkan pendampingan ketiga terkait bagaimana sekolah binaan dapat memunculkan program unggulan sekolah yang disebut program kekhasan.

Kegiatan sosialisasi SPMI ini di tutup dengan pembahasan naskah kesepakatan antara LPMP Kalimantan Barat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota terkait pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal di wilayahnya masing-masing.

Untuk mendukung pelaksanaan Sekolah Binaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota akan : Berupaya mengalokasikan anggaran untuk mendukung tahapan pelaksanaan program Sekolah Binaan.Mensinergikan Program yang telah tertuang di Program Tahun 2019 untuk diarahkan/memprioritaskan ke Sekolah Binaan.       Sekolah binaan akan dievaluasi setiap tahunnya untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari pelaksanaan program dan mengetahui capaian mutu yang telah dicapai pada Sekolah Binaan tersebut, dan apabila menunjukkan kinerja yang kurang baik dapat diganti dengan sekolah lainnya.

 

 

 

 

 

Jakarta, Mendikbud —- Pada hari pertama penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) SMP, yang berlangsung hari ini, Senin (22/4/2019), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, melakukan pemantauan ke SMP Negeri 19 dan SMP Negeri 11 Jakarta. Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, Mendikbud menilai penyelenggaraan UN SMP hari pertama berjalan lancar dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Pelaksanaan UN hari ini secara umum bagus, lancar, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Prosesnya dan sistem pengawasannya juga sesuai standar,” ucap Mendikbud.

Pada pemantauan hari pertama penyelenggaraan UN SMP tersebut, Mendikbud mendapati satu sekolah, yakni SMP Negeri 29 Jakarta, melaksanakan UN menumpang di sekolah lain. Sekolah tersebut melaksanakan ujian dengan menumpang di SMP Negeri 19 Jakarta. “Ini tidak ada masalah, sekolah tersebut melaksanakan ujian menumpang di sekolah lain, karena sekolahnya sedang di renovasi,” jelas Mendikbud.

Pelaksanaan UN di tiga sekolah yang ditinjau Mendikbud, menyelenggarakan UN dengan berbasiskan komputer (UNBK). Di SMP Negeri 19, UNBK diikuti 359 peserta, SMP Negeri 29 diikuti 270 peserta, dan SMP Negeri 11 diikuti 280 peserta.

Secara nasional penyelenggaraan UN SMP diikuti 4,28 juta siswa, di 56.505 satuan pendidikan. Terdapat 11 provinsi yang menyelenggarakan UNBK dengan persentase di atas 85 persen. Provinsi tersebut adalah Aceh, Bangka Belitung, D.I. Yogyakarta, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan.

Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama UN SMP adalah Bahasa Indonesia. Selanjutnya pada hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris, dan hari terakhir IPA. “Catatan yang saya lihat dalam pelaksanaan hari ini banyak positifnya. Dari sample yang saya lihat di DKI Jakarta banyak yang menyelenggarakan hanya satu sesi, itu sudah bagus,” ucap Mendikbud.

Selain memantau pelaksaan UN SMP, Mendikbud juga memantau pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Sekolah Dasar (USBN SD) di SD Muhammadiyah 5 Jakarta, dan SD Negeri 07 Kramat Pela, Jakarta. “Secara sample saya melihat pelaksanaan USBN jenjang SD juga berjalan baik, mulai pembuatan soal hingga pengemasan soal sudah tertata dengan baik. Dalam pembuatan soal USBN, 20 persen dari pusat, dan 80 persen dari Kelompok Kerja Guru (KKG),” terang Mendikbud.

Mendikbud menyampaikan pesan kepada para peserta ujian, baik jenjang SD yang mengikuti USBN, maupun jenjang SMP yang mengikuti UN untuk fokus dalam ujian. “Jangan tergesa-gesa, tetapi juga jangan buang-buang waktu dalam mengerjakan soal. Tetap fokus pada ujian, jangan terpengaruh informasi-informasi yang tidak benar,” pesan Mendikbud.