Penjaminan Mutu

Penjaminan Mutu (145)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Penjaminan Mutu Pendidikan

Kegiatan Pengolahan Data dan Analisis Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018 telah dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 20-22 November 2018, bertempat di Hotel Gajahmada. dengan Narasumber Dr. Amrazi Zakso, M.Pd dari Universitas Tanjung Pura . Kegiatan Analisis Data Mutu Provinsi  Kalimantan Barat Tahun 2018 ini diselenggarakan dalam rangka mensinergikan pemahaman dan persepsi tentang penjaminan mutu sehingga komitmen masing-masing pihak dalam penjaminan mutu pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dapat direalisasikan.hasil analisis tersebut dapat disusun sebuah draf capaian pemenuhan standar pendidikan dan selanjutnya akan diadakan seminar diseminasi, sehingga pada akhirnya bisa dibuat rekomendasi untuk perbaikan, peningkatan, dan pengembangan mutu pendidikan di Satuan Pendidikan kabupaten, kota maupun provinsi.

dilaksanakannya kegiatan Pengolahan Data dan Analisis Mutu Pendidikan juga diharapkan dapat mencapai suatu kesepahaman dalam pelaksanaan Penjaminan Mutu Pendidikan khususnya di Kalimantan Barat. Keberhasilan pelaksanaan Penjaminan Mutu Pendidikan ini memerlukan komitmen pemerintah daerah dan sekolah dalam melaksanakan pengumpulan data mutu pendidikan. 

Pontianak - Penjaminan mutu pendidikan pada satuan pendidikan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya budaya mutu pada seluruh komponen satuan pendidikan. Oleh karena itu, pada pelaksanaan sistem penjaminan mutu pendidikan pada satuan pendidikan dilakukan dengan pendekatan pelibatan seluruh komponen satuan pendidikan (whole school approach) agar seluruh komponen satuan pendidikan bersama-sama budaya mutu. Sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah terdiri dari dua komponen Sistem Penjamian Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). 

Satuan pendidikan melakukan pengolahan dan analisa data bukti yang telah terkumpul.  Data bukti yang terkumpul menggambarkan kondisi mutu satuan pendidikan saat ini terhadap SNP.  Hasil analisis dari penyusunan peta mutu dan pengolahan data mutu menggambarkan peta capaian mutu satuan pendidikan terhadap standar, masalah-masalah yang dihadapi serta rekomendasi perbaikannya. Saat ini bertempat di LPMP Kalimantan Barat Kegiatan Penyusunan Bahan Pemetaan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018 menghadirkan narasumber yakni : Kepala LPMP Kalimantan Barat, Dr. Amrozi Zakso, M.Pd. Pakar statistik dari FKIP Universitas Tanjungpura dan Staf LPMP Kalimantan Barat. Salah satu Hasil yang diharapkan pada pelaksanaan kegiatan ini adalah Tersusunnya Sistematika Buku Peta Mutu. Kegiatan akan berlangsung hingga tanggal 18 November 2018.

Pontianak - Bertempat di Hotel Mercure Pontianak Kegiatan Rapat Koordinasi Penjaminan Mutu Melalui Kemitraan Provinsi Kalimantan Barat dilaksanakandan dibuka secara resmi oleh Kepala LPMP Kalimantan Barat tanggal 15  November 2018. Adapun  Narasumber kegiatan ini adalah Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd  dari LPPKS Indonesia, Drs. Aristo Rahadi, M.Pd Kepala LPMP Kalimantan Barat, Dr. Herlina, SE,M.Pd Widyaiswara lpmp Kalbar,   Iwan Kurniawan, S.Si, M.Si  Kasi Fpmp LPMP Kalbar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk Menyamakan Persepsi berkenaan tentang Kebijakan serta Pola Penyiapan dan Penguatan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah sebagaimana yang telah diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Menjalin kerjasama dan kesepahaman antar pihak yaitu : Pemerintah Pusat (LPMP) dan Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Badan Pengembangan SDM Kabupaten/Kota) dalam pelaksanaan Program Penyiapan dan Penguatan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah yang ada di Kabupaten/Kota. Sasaran dari kegiatan ini adalah Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Badan Pengembangan SDM Kabupaten/Kota) dalam pelaksanaan Program Penyiapan dan Penguatan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah yang ada di Kabupaten/Kota, dan staf LPMP Kalimantan Barat.

Yogyakarta, Kemendikbud —- Memasuki era milenium, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mengimbau para guru untuk terus mengembangkan belajar mengajar di sekolah dengan model cara berpikir tinggi/higher order thinking skills (HOTS).

Dengan pengembangan model tersebut dapat menghasilkan anak-anak berkemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi yang baik, berkolaborasi, berpikir kreatif, dan percaya diri. Hal tersebut disampaikan Mendikbud saat membuka kegiatan Pembekalan Guru Inti Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berorientasi pada HOTS, di Yogyakarta, Jumat (09/11/2018).

“Dalam menyiapkan peserta didik yang siap bersaing menghadapi era milenium dan revolusi industri 4.0, guru harus mampu mengarahkan peserta didik untuk mampu berpikir kritis, analistis, dan mampu memberikan kesimpulan atau penyelesaian masalah,“ jelas Mendikbud.

Mendikbud mengatakan, belajar pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut mencakup cara berpikir, bersikap, dan bertindak. “Dalam berbuat sesuatu, pertama yang dilakukan adalah berpikir dahulu. Bersikap dipengaruhi cara berpikir. perilaku atau tindakan, suatu langkah konkrit berdasarkan sikap. Itulah belajar,” terang Mendikbud.

Mendikbud mengajak para guru untuk memperkuat perilaku siswa dengan komponen berpikir, bersikap, dan bertindak. “Ajak siswa kita untuk berpikir kreatif dan kritis, membangun kerja sama atau berkolaborasi. Mohon guru inti jangan berikan pendidikan yang tidak kreatif. Kita harus memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita,“ pesan Mendikbud.

Mendikbud juga berharap para guru inti dapat menularkan ilmu yang didapat selama kegiatan pembekalan kepala guru lain. Tugas guru inti tidak boleh pilih kasih dalam memberikan pencerahan kepada sesama guru. Bagi pengalaman yang didapat.

Kegiatan Pembekalan Guru Inti Nasional Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tinggi yang diselenggarakan pada tanggal 8 hingga 13 November 2018, diikuti oleh 240 peserta dari Provinsi Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan pembekalan guru ini adalah untuk menyiapkan guru inti dalam zonasi Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi sesuai dengan mata pelajaran yang diampu guru. Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru inti dalam program peningkatan kompetensi, meliputi konsep, strategi penggunaan perangkat, dan strategi pelaksanaan PKP dalam pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tinggi.

“Sehingga dapat meningkatkan kualitas peserta didik yang pintar dan sukses,” pungkas Mendikbud. *

Kubu Raya. Dalam rangka mengumpulkan data PMP dan mengumpulkan berita acara kunjungan ke sekolah binaan oleh pengawas yang telah mengikuti bimtek pengawas juli 2018, Disdikbud KKR dan LPMP Kalbar mengadakan kegiatan pengumpulan data pemetaan mutu pendidikan, Rabu 31/10/18 bertempat di SDN 9 Sungai Raya. Diikuti Pengawas SD 25 orang, pengawas SMP 7 orang dan pengawas SMA-SMK 7 orang. “diharapakan setelah pengumpulan data ini seluruh pengawas lebih lebih aktif lagi untuk mengunjungi dan membina kepala sekolah dan guru yang ada dalam wilayah binaannya”. Ujar Wan Adnan, S.Pd.,M.Si Kasi Anjab Disdikbud KKR. Kadisdikbud KKR Frans Randus, S.Pd.,M.Si Ketika memberikan pengarahan mengatakan. Pengisian dan pengiriman Instrumen Pemetaan Mutu pada Aplikasi Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) Tahun 2018 adalah suatu keharusan bagi setiap Satuan Pendidikan di Kubu Raya untuk mendapatkan Raport Mutu Pendidikan. Pengawas sebagai perpanjangan tangan dinas pendidikan yang bersentuhan langsung dengan kepala sekolah dan guru diharapkan agar melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik mungkin. “Pengawas adalah ujung tombak dari dinas pendidikan dalam memonitor dan memotivasi para guru yang ada di lapangan, untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka pengawas, kepala sekolah dan operator harus bekerjasama dengan baik”. Kecamatan sudah menyampaikan PMP melalui Dapodik dan Alhamdulillah  grafiknya 3 tahun terakhir naik terus. (dikbud.kuburayakab.go.id)