Rabu, 19 Desember 2018

Publikasi Ilmiah (4)

Proses kemajuan pembangunan suatu bangsa dapat dilihat secara langsung dengan adanya berbagai kemajuan pembangunan fisik seperti ketersediaan berbagai fasilitas umum contohnya rumah sakit, sekolah, jembatan, jalan. Ketersediaan berbagai fasilitas fisik tersebut merupakan salah indikator adanya kegiatan membangun bangsa yang dilakukan oleh sebuah pemerintahan. Selain dari tersedianya berbagai fasilitas umum tersebut...

 

Tulisan Lengkap : 

 Karakter Kuat, Bangsa Hebat:  Proses, Masalah dan Solusi Menanamkan Karakter Pada Generasi Masa Depan.

 

 

Penulis :

Suhendri, M.Sc

Widyaiswara LPMP Provinsi Kalimantan Barat

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui tingkat  relevansi dan  efektivitas  dari pelaksanaan  kegiatan  Pendidikan  dan  Pelatihan (Diklat) In Service Learning 1  PKB KS/M  Kabupaten Pontianak. Penelitian  dilaksanakan dengan menggunakan Model Evaluasi  Kirkpatrick  level 1 (reaction). Penelitian  ini  menggunakan metode  kuantitatif dan kualitatif, alat  pengumpul data dengan instrumen evaluasi penyelenggaraan  diklat. Hasil  analisis data  menunjukkan bahwa  tingkat  relevansi  sebesar 95,71 %  dan  tingkat efektivitas  sebesar 97,14 %. 

 

Tulisan Lengkap :

Analisis Tingkat Relevansi dan Efektivitas  Diklat In Service Learning 1 PKB KS/M  Kabupaten Pontianak

 

Penulis :

Suprapti, M.Pd

Widyaiswara LPMP Provinsi Kalimantan Barat

 

Penanaman sikap adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai sikap kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan. Penanaman sikap dapat dimaknai sebagai ‘the deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character development’.
Strategi penanaman sikap dalam pembelajaran di sekolah dapat dilakukan melalui seluruh komponen pembelajaran. Penanaman sikap dapat dilakukan melalui tataran konseptual, institusional, operasional, dan arsitektural.
Peran pendidik dalam penanaman sikap di sekolah berkedudukan sebagai katalisator atau teladan, inspirator, motivator, dinamisator, dan evaluator. Peran pendidikan sebagai katalisator, maka pendidik merupakan faktor mutlak dalam penanaman sikap terhadap peserta didik yang efektif karena kedudukannya sebagai figur atau idola bagi peserta didiknya. Peran sebagai inspirator berarti seorang pendidik harus mampu membangkitkan semangat peserta didik untuk maju mengembangkan potensinya. Peran sebagai motivator mempunyai makna bahwa setiap pendidik harus mampu membangkitkan spirit, etos kerja dan potensi yang luar biasa pada diri peserta didik. Peran pendidik sebagai dinamisator, memiliki makna bahwa setiap pendidik harus memiliki kemampuan untuk mendorong peserta didik ke arah pencapaian tujuan dengan penuh kearifan, kesabaran, cerdas, dan menjunjung tinggi spiritualitas. Sedangkan peran pendidik sebagai evaluator, memiliki makna bahwa setiap pendidik dituntut untuk mampu mengevaluasi sikap dan perilaku diri dan metode yang dipakai dalam penanaman sikap terhadap peserta didik, sehingga dapat diketahui tingkat efektivitas, efisiensi, dan produktivitas program penanaman sikap yang telah disusunnya.

 

Tulisan Lengkap :

Strategi dan Peran Pendidik dalam Penanaman Sikap di Sekolah

 

Penulis :

Suprapti, M.Pd

Widyaiswara LPMP Provinsi Kalimantan Barat

 

Umumnya pembelajaran Fisika masih dilakukan dalam bentuk satu arah, guru lebih banyak ceramah dihadapan siswa sementara siswa mendengarkan. Guru beranggapan tugasnya hanya mentransfer pengetahuan yang dimiliki guru kepada siswa dengan target tersampaikannya topik-topik yang tertulis dalam dokumen kurikulum kepada siswa. Pada umumnya guru tidak memberi inspirasi kepada siswa untuk berkreasi dan tidak melatih siswa untuk hidup mandiri. Pelajaran yang disajikan guru kurang menantang siswa untuk berpikir. Akibatnya siswa tidak menyenangi pelajaran.

Dalam hal ini terlihat bahwa pendidik kurang melakukan inovasi pembelajaran yang dapat membangkitkan kualitas pembelajaran seperti yang dimaui para siswa pada dewasa ini.  Padahal penggunaan suatu model pembelajaran mempunyai pengaruh yang sangat berarti bagi siswa dalam proses pembelajaran. Kualitas pembelajaran fisika selain dipengaruhi model pembelajaran yang digunakan juga setting lingkungan belajar.

Metode Ekspositori merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam proses pembelajaran fisika, namun apakah metode ekspositori yang diterapkan saat ini sudah sesuai untuk pembelajaran fisika. Inovasi yang bagaimana seharusnya dalam menerapkan metode ekspositori dalam pembelajaran fisika. Untuk itu penulis mencoba mengulas dalam makalah ini tentang inovasi penggunaan metode ekspositori dalam pembelajaran fisika.

Hasilnya jika Inovasi metode ekspositori  mengikuti langkah-langkah berikut :

(a)    Pendahuluan (introduction), (b) Menyebutkan konsep (name of the concept), (c).Pemberian contoh-contoh (give examplary), (d). Pendefinisian konsep (define the concept), (e). Pengujian terhadap siswa (student testing), (f). Penguatan (extension), maka guru akan memperoleh hasil pembelajaran yang memuaskan.

 

Tulisan Lengkap :

Inovasi Penggunaan Metode Ekspositori Dalam Pembelajaran Fisika

 

Penulis :

Jeperis Nahampun, S. Si. M. Pd

Widyaiswara LPMP Provinsi Kalimantan Barat