LPMP Inside

LPMP Inside (45)

Semua konten yang berkaitan dengan keseharian di lingkungan LPMP

Jumat, 22 Februari 2019 08:36

Predikat A di Penghargaan Akuntabilitas Lembaga

Written by

Pontianak - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat sedang berbangga. Sebagai Unit Pelaksana Teknis di provinsi, LPMP Kalimantan Barat mendapat prestasi peringkat 5 penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan predikat A dengan nilai 82,00. Predikat A berarti memuaskan, memimpin perubahan, kinerja tinggi dan sangat akuntabel.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setiap tahun memberikan penghargaan kepada setiap unit kerja yang berada di tingkat pusat maupun daerah. Semua unit kerja dinilai atas kinerja selama satu tahun anggaran. Tujuan penilaian ini adalah menyemangati setiap unit kerja untuk selalu berlomba menjadi yang terbaik atas kinerja dan kesuksesan program. Hanya ada 3 LPMP di Top 10 di penghargaan ini. Di luar pulau Jawa hanya LPMP Kalimantan Barat yang mendapat penghargaan ini. Ada LPMP Jawa Tengah di peringkat 4 dan LPMP DKI Jakarta di peringkat 8.

Akuntabilitas merupakan kata kunci dari pengeolaan manajemen sistem pemerintah. Akuntabilitas adalah perwujudan kewajiban instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban dan berupa laporan akuntabilitas yang disusun secara periodik.

Tujuan SAKIP adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintah yang baik dan terpercaya. Sasaran dari SAKIP adalah :

1.    Menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.
2.    Terwujudnya transparansi instansi pemerintah.
3.    Terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional.
4.    Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Penghargaan ini adalah hasil dari konsistensi kolaborasi seluruh pimpinan dan staf LPMP Kalimantan Barat yang solid. Kesolidan yang disertai kekompakan. Kesolidan yang disertai keteladanan. Kesolidan yang disertai kekeluargaan. Penghargaan ini adalah motivasi dan energi LPMP Kalimantan Barat untuk selalu memfasilitasi peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Barat. Selamat dan sukses LPMP Kalimantan Barat. (Kim)

Kamis, 14 Februari 2019 12:27

Rapat Anggota Tahunan (RAT) KOPERASI WIDYA TH 2018

Written by

Pontianak - RAT atau singkatan dari Rapat Anggota Tahunan merupakan agenda wajib setiap badan usaha koperasi, begitu juga dengan LPMP Kalimantan Barat yang memiliki koperasi bernama Koperasi Widya.
RAT Koperasi Widya tahun 2018 dilaksanakan di Ruang Ki Hajar Dewantara pada tanggal 14 Februari 2019. Dibuka oleh Kasi Sistem Informasi Drs. Abdi Tauhid, MM.
Di dalam rapat tersebut disampaikan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas koperasi selama satu tahun kepada anggota, diantaranya penilaian realisasi program kerja, laporan keuangan dan menetapkan pembagian SHU. Dalam RAT tersebut dijelaskan laporan dan evaluasi kinerja koperasi selama bulan Januari sampai dengan Desember 2018.
RAT Koperasi Widya ini ditutup dengan pembagian puluhan doorprize yang berlangsung semarak dan meriah. Pembagiaan doorprize ini sudah menjadi agenda rutin setiap pelaksanaan RAT dan selalu menjadi saat yang dinanti oleh semua anggota. Hadiah sudah dipersiapkan panitia pelaksana dalam menghargai dan memberikan kejutan bagi anggota Koperasi Widya yang telah berkontribusi dan memajukan perkembangan koperasi.
Terdapat berbagai macam doorprize peralatan rumah tangga dan elektronik dengan hadiah utamanya adalah kulkas. Pembagian doorprize diperuntukkan bagi semua anggota koperasi Widya tak terkecuali yang sedang dinas luar ataupun yang sedang mengambil cuti.
Antusiasme para anggota Koperasi Widya semakin bersemangat, apalagi saat nama anggota yang mendapatkan hadiah disebutkan panitia, secara spontan mereka berteriak kegirangan untuk mendapatkan hadiah yang menarik tersebut yang disambut dengan tepuk tangan dari anggota lainnya.
Tidak hanya doorprize yang disediakan namun pembagiaan Sisa Hasil Usaha (SHU) juga akan dibagikan oleh pengurus Koperasi Widya.
(Oktaragni)

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkomitmen penuh dalam mewujudkan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK). Dalam rangka pelaksanaan program dan kegiatan tahun anggaran 2019, Kemendikbud mengadakan taklimat/briefing Tata Kelola Pelaksanaan Anggaran Tahun 2019 di Graha Utama kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (9/1/19).

"Usaha untuk melakukan pencegahan terhadap tindakan korupsi harus selalu kita budayakan. Berbagai cara telah kita lakukan seperti melakukan reformasi birokrasi, terus melakukan perbaikan sistem dan tata kelola agar dapat melayani dengan lebih baik. Juga membangun zona-zona integritas," disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam sambutannya.

Mendikbud berpesan kepada jajarannya agar anggaran tahun 2019 harus dilaksanakan dengan memperhatikan 6 (enam) hal utama, yaitu: (1) pelaksanaan tata kelola yang baik; (2) fokus kepada tugas dan fungsi; (3) fokus kepada target dan sasaran; (4) mengurangi kegiatan yang bersifat penunjang; (5) patuh dan taat kepada regulasi yang berlaku; serta (6) tepat waktu dalam mencapai target dan sasaran.

"Kami menyadari bahwa menyelenggarakan program dan anggaran yang jumlahnya besar tidaklah mudah dilakukan. Seringkali orang tergelincir dengan tindakan-tindakan yang koruptif. Oleh karena itu, usaha yang terus menerus sejak dini untuk mengingatkan kepada kita semua agar dapat menggunakan anggaran dengan baik harus selalu disampaikan," tutur Mendikbud.

Kegiatan yang diselenggarakan Inspektorat Jenderal Kemendikbud ini melibatkan 320 peserta yang terdiri atas (1) Pejabat Eselon I, II, III, IV di lingkungan unit utama Kemendikbud; Ketua dan Anggota Satuan Pengawas Internal (SPI); Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan unit utama Kemendikbud; Para Auditor Utama Inspektorat Jenderal Kemendikbud; serta para Agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) atau para ibu yang aktif di Dharmawanita. Beberapa narasumber yang dihadirkan antara lain Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo; Sekretaris Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Widiyanto Poesoko; Deputi Reformasi Birokrasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan, M. Yusuf Ateh; dan Jaksa Agung Muda bidang Intelijen, Jan S. Maringka.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud, Muchlis Rantoni Luddin menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan dan penguatan tentang tata kelola pelaksanaan anggaran yang bebas dari korupsi dalam rangka mewujudkan zona integritas.

"Kita berharap semua target dan sasaran yang harus dicapai oleh Kemendikbud di tahun anggaran 2019 ini dapat diraih dengan tepat waktu, tepat guna, tepat sasaran, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Irjen Kemendikbud.

Selasa, 04 Desember 2018 13:22

Capacity Building Penjaminan Mutu Pendidikan 2018

Written by

Singkawang - Mengemas mutu tak selamanya harus kaku. Mengemas mutu bisa dilakukan dengan lucu tetapi juga seru.  Berdasarkan konsep tersebut keluarga besar LPMP Kalimantan Barat mengadakan kegiatan In House Training (IHT) di Dayang Resort, Kota Singkawang pada 30 Nopember-2 Desember 2018. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, fungsional, staf ASN (Aparatur Sipil Negara) dan nonASN LPMP Kalimantan Barat.

Kegiatan ini dikemas dalam berbagai bentuk permainan kelompok yang melibatkan perpaduan antara karyawan ASN dan nonASN. Seluruh permainan ditujukan agar terjadi pembauran antarkaryawan tanpa membedakan status, pangkat dan jabatan. Permainan kelompok menggiring peserta untuk saling kolaborasi, sinergi dan menginspirasi.

Kepala LPMP Kalimantan Barat, Drs. Aristo Rahardi, M.Pd beserta istri berkenan membuka, turut serta dan menutup kegiatan tahunan ini. Dalam sambutan dan arahannya, kepala LPMP Kalimantan Barat mengingatkan bahwa kegiatan ini adalah momentum terbaik untuk instrospeksi kualitas mutu internal lembaga. Meskipun dikemas dalam berbagai permainan, sesungguhnya dalam setiap permainan mengandung nilai kebersamaan dan gotong royong.

Kepala LPMP Kalimantan Barat juga menyampaikan bahwa tidak ada orang hebat. Seberapa hebatnya pimpinan pasti butuh staf untuk menyukseskan setiap kegiatan. Tidak ada superman. Yang ada adalah supertim. Sepak bola menjadi enak ditonton karena kerjasama. Bukan kemampuan individu pemainnya. Setiap staf punya peran. Peran itulah yang kemudian dibentukkan dalam permainan kelompok untuk bisa saling mengisi, saling menghargai, saling melengkapi dan saling kerjasama sehingga menjadi juara.

In House Training adalah media pengembangan organisasi modern. Setiap permainannya mengharuskan praktek di lapangan. Di setiap permainannya memunculkan karakter sejati setiap orang. Di setiap permainannya menimbulkan sikap tenggang rasa dan tanggung jawab bersama. Di setiap permainan IHT menguatkan jiwa corsa (saling memiliki).

Tujuan utama penyelenggaraan IHT adalah penyegaran fisik-mental, pembangunan karakter dan meningkatkan kemampuan. In House Training juga mampu meningkatkan kekompakan, kerja sama dan kesolidan. In House Training dianalogikan sebagai bangunan yang terdiri dari pasir, batu, semen dan air. Perpaduan komposisi tersebut  saling merekatkan dan mengokohkan. Meskipun dalam kesehariannya melakukan tugas yang berbeda namun setiap karyawan sejatinya adalah elemen penguat kokohnya sebuah lembaga/ institusi. Bahkan tak hanya kokoh saja, bangunan tersebut akhirnya juga mampu menjadi rumah kedua, surga dunia yang nyaman dan membetahkan. Tak hanya untuk bekerja tetapi juga menghasilkan ide-ide besar, lompatan-lompatan besar dalam meningkatkan kinerja dan kapasitas lembaga.

Di akhir kegiatan diadakan malam keakraban yang diisi acara hiburan. Setiap seksi dan subbag menampilkan pertunjukan seni dan budaya. Setiap seksi dan subbag dipersilakan unjuk keterampilan dan kekhasan. Ada nyanyian, sandiwara, tarian dan koreografi. Sehingga kegiatan IHT ini benar-benar komplit memadukan unsur pendidikan dan kebudayaan (Kim).

Senin, 01 Oktober 2018 20:49

Romansa Purnatugas Ratna Farida

Written by

Pontianak - Tiga puluh delapan tahun sudah ibu Ratna Farida mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). September 2018 adalah bulan terakhir beliau mengabdi. Sebuah perjalanan panjang pengabdian tanpa henti. Dengan semangat dan tanggung jawab beliau jalani sepenuh hati.

Beliau adalah salah satu staf senior semenjak LPMP bernama BPG (Balai Penataran Guru). Generasi pertama yang turut serta menjalankan dan membesarkan LPMP. Beliau diterima sebagai CPNS pada tahun 1980 di Kanwil Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat. Pada tahun 1993 beliau pindah ke BPG Pontianak. Hampir selama dua puluh dua tahun beliau mengabdi di subbagian umum di bagian kepegawaian. Pada tahun 2015 beliau pindah ke seksi Fasilitasi dan Peningkatan Mutu Pendidikan. Emak adalah panggilan akrab rekan dan sejawat. Karena memang beliau adalah salah satu staf yang mudah akrab.

Beberapa staf merasa kehilangan. Namun aturan harus berkata demikian. Tak ada ASN yang abadi. Pada suatu saat setiap ASN juga akan mengikuti. Ketegasan beliau akan selalu dikenang. Disiplin beliau menjadi tauladan. Kepedulian sesama rekan kerja menjadi panutan.

Tiba saatnya LPMP Kalimantan Barat melepas secara resmi. Melalui acara yang dikemas rapi nan happy. Acara pelepasan dan perpisahan membuat kolega, rekan dan pimpinan tergugah hati. Merelakan salah satu staf yang baik senantiasa bekerja dengan nurani. Acara pelepasan dikemas semi-formal. Kesan dan pesan disampaikan dengan canda dan kenangan. Selain juga menghadirkan hiburan yang menghangatkan dan penuh kekeluargaan.

Para pimpinan dan sejawat menyampaikan sambutan dan menghadirkan lantunan. Sebagai hiburan agar beliau meninggalkan LPMP Kalimantan Barat dengan kebanggaan. Di acara ini kepala LPMP Kalimantan Barat turut menghadirkan lagu spesial. LPMP Akustik, yang merupakan grup musik LPMP Kalimantan Barat, pun menyuguhkan lagu-lagu kesayangan ibu Ratna.

Ibu Ratna Farida mengakhiri karir dengan bahagia. Buktinya di usia 58 tahun beliau masih sehat, bugar dan segar. Tanpa sakit dan maladministratif. Bukankah itu yang diidamkan para ASN? Sukses ibu. Dunia baru menanti pengabdianmu.