LPMP Inside

LPMP Inside (63)

Semua konten yang berkaitan dengan keseharian di lingkungan LPMP

Jakarta, Kemendikbud --- Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2019 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah diundangkan tanggal 24 Oktober 2019. Berdasarkan Perpres tersebut, urusan pendidikan tinggi kembali di bawah Kemendikbud.

Tugas Kemendikbud, berdasarkan Perpres tersebut, adalah menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, dan pendidikan masyarakat, serta pengelolaan kebudayaan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara (Pasal 4). Nantinya tugas Mendikbud akan dibantu oleh Wakil Menteri yang ditetapkan oleh Presiden.

Unit kerja Eselon I di Kemendikbud terdiri dari:  a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan; c. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat; d. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah; e. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan; f. Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; g. Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi Pendidikan Tinggi; h. Direktorat Jenderal Kebudayaan; i. Inspektorat Jenderal; j. Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan; dan k. Badan Penelitian dan Pengembangan.

Mendikbud dalam pekerjaannya juga akan dibantu lima staf ahli. Staf ahli Mendikbud terdiri dari: a. Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing; b. Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat dan Daerah; c. Staf Ahli Bidang Pembangunan Karakter; d. Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan; dan e. Staf Ahli Bidang Akademik.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim mengaku tantangannya memimpin Kemendikbud akan lebih berat, karena saat ini pendidikan tinggi juga di bawah Kemendikbud. "Tantangannya akan luar biasa berat. Di bawah saya bukan hanya Mendikbud yang tradisional tetapi sekarang digabung juga dengan dikti, jadi semua ter-integrate, tetapi itu baik karena semua strateginya akan terpadu, tetapi tantangannya sangat berat," kata Nadiem di Istana Negara usai dilantik sebagai Mendikbud, Rabu (23/10/2019) yang lalu.
 
Mendikbud Nadiem Makarim juga mengapresiasi hasil kerja para pendahulunya yaitu Mendikbud dan Menristekdikti pada Kabinet Kerja. "Ada banyak hal yang baik sekali yang telah dilakukan predecessor saya, Pak Muhadjir (Muhadjir Effendy) dan Pak Mohamad Nasir, mereka telah melakukan berbagai macam terobosan yang akan saya teruskan dan akan saya tingkatkan," ujar Mendikbud. (

Wednesday, 23 October 2019 15:14

Pesan Menko PMK Muhadjir Kepada Mendikbud Nadiem

Written by

GTK – Lepas sambut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dari Muhadjir Effendy kepada Nadiem Anwar Makarim dilakukan di Gedung A Lantai 3, Kemendikbud, Senayan, Jakarta pada Rabu siang (23/10/2019). Dalam kesempatan tersebut Muhadjir Effendy mengawali sambutannya dengan menerangkan nomenklatur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Ini tempat yang sangat penuh kenangan untuk saya. Kita menyambut pimpinan baru di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu pak Nadiem Anwar Makarim. Saya kira tidak ada yang tidak kenal beliau yang sudah malang melintang di dunia bisnis Indonesia. Bersamaan dengan itu nanti kementerian ini akan digabung lagi Kementerian Dikti dan Dikdasmen, menjadi satu lagi seperti dulu-dulu,” kata Muhadjir Effendy yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Muhadjir yang menjabat sebagai Mendikbud periode 2016 s.d. 2019 mengucapkan permohonan maafnya kepada segenap rekan kerjanya di lingkup Kemendikbud.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan eselon 1,2,3 dan seluruh staf. Tentu banyak suka duka. Banyak belajar satu sama lain, terutama saya telah mendapatkan banyak pelajaran dari bapak-ibu sekalian. 3 tahun adalah waktu yang cukup lama, bisa juga terlalu singkat, tergantung bagaimana kita merasakan tahun itu. Saya di sini 3 tahun terasa lama, tapi kadang-kadang ternyata sudah selesai. Saya mohon dimaafkan, mungkin ada ucapan saya, tindakan saya yang menyinggung perasaan, yang membuat bapak dan ibu terluka, sakit hati, saya meminta maaf,” tutur Muhadjir yang pernah menjabat sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Malang.

Muhadjir Effendy juga menjelaskan bahwa selama tiga tahun kepemimpinannya di Kemendikbud, ia berusaha mengaplikasikan visi misi Presiden-Wakil Presiden.

“Tentunya yang saya lakukan dalam rangka melaksanakan tugas-tugas seperti yang diamanahkan oleh Undang-Undang, seperti yang telah digariskan oleh bapak Presiden. Karena menteri pada dasarnya pembantu presiden dan tugas utamanya adalah menerjemahkan visi dan misi Presiden-Wapres di bidang masing-masing,” jelasnya.

Menko PMK di Kabinet Indonesia Maju, Muhadjir Effendy menegaskan kembali apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada saat pelantikannya di gedung parlemen.

”Di sini semua bekerja keras juga memiliki tingkat kompetensi yang cukup bagus dan bisa saya ajak untuk berselancar, berjibaku, berakrobat dengan kebijakan-kebijakan. Sesuai arahan Presiden kita tidak boleh bekerja yang rutin, monoton, tapi harus selalu mencari terobosan-terobosan,” ungkap Muhadjir.

Terkait dengan inovasi, Muhadjir pun berpesan kepada Nadiem untuk melakukan kebijakan-kebijakan yang kontekstual.

“Saya ucapkan selamat datang kepada mas Nadiem untuk terus melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh pejabat sebelum saya dan apa yang sudah saya mulai. Silakan nanti dievaluasi secara menyeluruh, mana yang kira-kira bisa dilanjutkan, silakan dilanjutkan. Tapi apabila ada yang tidak relevan lagi, silakan dilakukan revisi, atau dibuat kebijakan yang baru. Saya kira di sini para pejabat sangat menguasai masalah sehingga nanti tinggal ditanyakan. Kalau nanti ada masalah yang perlu saya sampaikan, jelaskan, tentu saja saya masih sangat terbuka untuk itu,” pesan Muhadjir kepada Nadiem yang merupakan menteri termuda di Kabinet Indonesia Maju.

Muhadjir Effendy sendiri sesungguhnya masih bersinggungan dengan Kemendikbud dikarenakan tugas, pokok, dan fungsi Kemenko PMK turut mengkoordinasi dan mensinkronisasi kinerja Kemdikbud.

“Saya meminta doa dan restu akan menjalankan amanah di tempat yang lain tetapi masih terkait dengan Kemendikbud karena di bawah koordinasi Kemenko PMK, kebetulan sekarang saya bertugas sebagai Menko PMK,” terang Muhadjir Effendy.

“Terima kasih kepada teman-teman wartawan. Saya mendapatkan masukan tentang komunikasi sebagai bahan evaluasi untuk saya ke depan. Sangat banyak yang ingin saya sampaikan, tapi saya khawatir air mata saya menetes,” tutup Muhadjir Effendy.

Tuesday, 01 October 2019 10:37

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2019

Written by

Pontianak,01/10/2019 - LPMP Kalbar - Kepala LPMP Kalimantan Barat, Drs Asep Sukmayadi, S.Ip, M.Si memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019 di halaman kantor LPMP Kalimantan Barat. Hadir dalam upacara ini para pejabat Eselon IV, pejabat fungsional, seluruh pegawai, dan tenaga kontrak.


Tahun ini peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema “Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia”. Prosesi upacara dimulai pukul 07.30 WIB tersebut diawali dengan penghormatan umum kepada Pembina Upacara kemudian laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara, dan diakhiri pembacaan doa selanjutnya upacara selesai.

Sebelum meninggalkan tempat upacara, Kepala LPMP Kalimantan Barat melaksanakan sesi foto bersama seluruh pegawai
*Bersama Kita Bisa*

Album Foto  Video

Tuesday, 17 September 2019 07:28

Bimbingan teknis peningkatan kompetensi 2019

Written by

Sebagai tindak lanjut dalam rumusan enam area perubahan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), di pengungkit penataan sistem manajemen SDM tentang Peningkatan Kualitas SDM dilaksanakan Bimtek Peningkatan Kompetensi Bagi Staf LPMP Kalimantan Barat yang dimulai dari tanggal 16 s.d. 17 September 2019. Bimtek peningkatan kompetensi tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi bagi staf LPMP Kalimantan Barat dalam memahami Konsep dan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan di Satuan Pendidikan

Friday, 13 September 2019 14:42

Pisah Sambut Kepala LPMP Kalimantan Barat

Written by

Bertempat di Auditorium Ki Hadjar Dewantara LPMP Kalimantan Barat dilaksanakan acara pisah sambut Kepala LPMP Kalimantan Barat, Drs. Aristo Rahadi, M.Pd dan Kasi FPMP, Iwan Kurniawan, S.Si, M.Si dan dihadiri pejabat struktural dan seluruh pegawai. .
Acara diawali dengan penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan Pejabat Struktural dan Pegawai LPMP Kalimantan Barat, dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan yang diiringi dengan video profil Bapak Drs. Aristo Rahadi, M.Pd dan Bapak Iwan Kurniawan, S.Si, M.Si selama memimpin LPMP Kalimantan Barat
 
Adapun inti dari acara ini melepas Bapak Drs. Aristo Rahadi, M.Pd dari Kepala LPMP Kalimantan Barat yang dilantik menjadi Pejabat Fungsional PTP dan Bapak Iwan Kurniawan, S.Si, M.Si dari Kasi FPMP LPMP Kalimantan Barat dilantik menjadi Kepala LPMP Banten serta menyambut Bapak Asep Sukmayadi, S.Ip, M.Si sebagai Kepala LPMP Kalimantan Barat.

Selanjutnya, masing-masing Pejabat dan Pegawai memberikan kenang kenangan dan berfoto bersama kepada Bapak Drs. Aristo Rahadi, M.Pd dan Bapak Iwan Kurniawan, S.Si, M.Si . Kepala LPMP Kalimantan Barat, Asep Sukmayadi, S.Ip, M.Si memberikan sambutan dan arahan kepada seluruh pegawai, kemudian kegiatan diakhiri dengan ramah-tamah, bersalam-salaman antar Pejabat dan Pegawai, saling mengucap terima kasih dan sampai bertemu kembali.

Album Pisah sambut