Teknologi Pendidikan

Teknologi Pendidikan (28)

konten yang terkait dengan teknologi pendidikan

Monday, 16 March 2020 21:46

Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan Edmodo

Written by
 

Edmodo

Edmodo adalah jejaring sosial pribadi bagi guru dan siswa dengan platform sosial yang aman. Dengan model kicauan seperti situs jejaring sosial pada umumnya, Edmodo dapat menjadikan jaringan khusus bagi guru dan siswa untuk berbagi ide, berkas, peristiwa, dan tugas (Shelly, 2001:6-54).

Edmodo adalah jejaring sosial dan layanan micro blogging yang di desain khusus untuk dunia pendidikan, yang dapat dioperasikan seperti layaknya Twitter. Dengan membatasi jalan akses ke ruang khusus atau grup, guru dan siswa dapat saling mengirim catatan, link, berkas, pengumuman, tugas dan bertukar informasi di lingkungan yang aman (Wankel, 2011:24).

Edmodo adalah website yang dapat dijadikan sebuah wadah atau forum diskusi oleh kaum pembelajar yang memiliki tampilan latar seperti Facebook atau Myspace. Pengguna Edmodo dapat membuat profil dan berbincang dengan orang lain yang terhubung dalam website tersebut. Selain itu siswa juga dapat meminta informasi kepada guru tentang nilai atau tugas, dan guru dapat mengunggah nilai siswa dan tugas di dalam web tersebut (A. Purcell, 2012:14).

Dapat disimpulkan bahwa Edmodo adalah situs jejaring sosial yang diperuntukkan untuk membantu proses pembelajaran, dimana tampilan Edmodo menyerupai tampilan Facebook yang mempermudah dalam penggunaan.

Kelebihan Edmodo

Kelebihan Edmodo menurut Shelly Gary (2011:6-45) adalah:

  1. Edmodo bisa membantu guru dalam membuat berita dalam grup atau memberi tes yang bersifat online. 
  2. Edmodo juga akan memungkinkan siswa untuk mengirim artikel dan blog yang relevan dengan kurikulum kelas sesuai dengan perintah guru. 
  3. Guru dapat menggunakan Edmodo untuk mengembangkan ruang diskusi dimana siswa dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya diwaktu yang sama. 
  4. Guru juga dapat menggunakan Edmodo untuk menginstruksikan, menetapkan, dan membicarakan dengan siswanya secara online diwaktu yang sama secara bersamaan.

Kelebihan Edmodo menurut Charles Wankel (2011:26) adalah:

  1. Mudah untuk mengirim berkas, gambar, video dan link.
  2. Mengirim pesan individu ke pengajar .
  3. Membuat grup untuk diskusi tersendiri menurut kelas atau topik tertentu.
  4. Lingkungan yang aman untuk peserta didik baru.
  5. Pesan dirancang untuk lebih mudah dipahami dan tidak dibatasi oleh jumlah karakter.

Dari beberapa ahli yang telah dipaparkan mengenai kelebihan Edmodo, dapat disimpulkan bahwa kelebihan Edmodo adalah Edmodo memberi kemudahan pada guru untuk melakukan pengajaran, berinteraksi dengan siswa, memantau aktivitas siswa di grup, dan melakukan evalusi.

Kekurangan Edmodo

Kekurangan Edmodo Pierpaolo Vittorini (2012:40) adalah

  1. Tidak mempunyai pilihan untuk mengirim pesan tertutup antar sesama siswa,  komunikasi sesama siswa berlangsung secara global di dalam grup tersebut. 
  2. Tidak adanya fasilitas chat seperti yang terdapat pada jejaring sosial (Facebook, tuenti dan myspace) pada umumnya yang menerapkan area untuk chating secara langsung. 
  3. Tidak adanya foto album dan fasilitas tagging seperti jejaring sosial lainnya, Edmodo hanya bekerja dengan file tipe generik dan tidak mengijinkan tagging. 
  4. Tidak menerapkan beberapa halaman atau view yang dapat dilihat oleh user. 
  5. Struktur Edmodo adalah pendidikan informal, walaupun begitu urutan dari konten pada rangkaian materi bisa dijelaskan secara terbuka.

Kekurangan Edmodo menurut Charles Wankel (2011:24) adalah

  1. Ganguan pada koneksi internet dapat mempengaruhi website berjalan lebih lambat.
  2. Siswa dibatasi aksesnya untuk keluar, karena hanya terbatas di kelas tersebut.
  3. Masih dalam versi pengembangan dan belum sempurna seutuhnya.

Dari beberapa pendapat para ahli mengenai kekurangan Edmodo, dapat disimpulkan bahwa kekurangan dari Edmodo adalah dalam Edmodo tidak tersedia layanan untuk mengirim pesan tertutup antar sesama siswa, tidak adanya fasilitas tagging, Edmodo merupakan produk baru yang masih dalam pengembangan dan belum sempurna.

Sumber :www.kajianpustaka.com

Beberapa minggu setelah wabah COVID-19 merebak di Tiongkok, pelanggan layanan Edukasi kami di berbagai negara telah menciptakan sistem yang luar biasa dalam menjaga para siswanya tetap belajar di saat mereka transisi ke sistem pembelajaran jarak jauh. Dari inovasi e-learning untuk menjaga semangat para siswa hingga kontes foto dan memasak, para siswa dan guru telah menunjukan semangat mereka dalam mengatasi situasi yang sulit ini.

Sekarang, pada saat negara-negara di seluruh dunia mengambil langkah dalam mengatasi virus ini, banyak sekolah dan universitas secara global memindahkan kelas mereka ke sistem daring. Mengajar dan belajar dari rumah merupakan perubahan besar bagi sebagian besar siswa dan pengajar. Tanpa kelas fisik, bagaimana Anda dapat memeriksa bahwa siswa yang mengikuti kelas dapat mengalami kemajuan? Bagaimana pengajar dan fakultas dapat tetap terhubung?

Kami ingin membantu memudahkan transisi, sehingga kami telah meminta serangkaian pengajar di dunia daring yang berpengalaman — termasuk Cathloic Education Western Australia (CEWA) dan O’Dea Highschool di Seattle, Amerika Serikat — untuk berbagi tips-tips yang telah mereka kumpulkan selama bertahun-tahun dalam pembelajaran jarak jauh.

Tidak hanya itu, kami ingin berbuat lebih. Microsoft Teams tersedia secara gratis untuk lembaga pengajaran melalui Penawaran Office 365 A1. Ini memberikan akses gratis ke live events dan konferensi audio yang dapat membantu memperluas jangkauan mereka dengan kapasitas pertemuan daring hingga 10.000 peserta.

Mereka akan bergabung dengan lebih dari 18 juta guru dan siswa di Indonesia yang telah dilatih selamat 25 tahun terakhir lewat Kurikulum Literasi Digital milik Microsoft, serta kemitraan dengan 4 universitas dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Berpindah ke Ruang Kelas Virtual

Selagi sekolah berpindah ke lingkungan pembelajaran jarak jauh, Teams dapat menyediakan ruang kelas daring yang menyatukan koneksi tatap muka virtual, kumpulan tugas, data-data, dan percakapan ke dalam satu wadah yang dapat diakses melalui telepon genggam, tablet, PC, atau Browser.

Untuk menyederhanakan proses ini, kami telah menciptakan panduan praktik terbaik bagi para Kepala Sekolah dan jajarannya, serta pihak IT agar dapat menyiapkan system dan solusinya dengan cepat, sehingga para siswa dan staf dapat segera memulai pembelajaran jarak jauh.

Setelah Teams terpasang dengan baik, pihak pengajar dan para staf memiliki kemampuan untuk menciptakan ruang kelasnya sendiri di dalam Teams, memilih siswa yang mengikuti kelas tersebut, memberikan pelajaran, membuat tugas, berkolaborasi secara virtual, dan melakukan penilaian serta menyediakan masukan yang personal dalam satu pusat.

Beberapa saran singkat dari pengajar ahli untuk membantu Anda memulai pembelajaran jarak jauh:

  • Adakan diskusi interaktif dengan kelas Anda, dengan ‘berbagi’ layar untuk mempresentasikan pelajaran Anda dan dorong siswa untuk mengajukan pertanyaan menggunakan fitur chat.
  • Anda dapat menampilkan film dengan menggunakan fitur audio sistem Anda selama sesi pertemuan.
  • Selama pelajaran, Anda dapat memandu diskusi kelas dengan me-nonaktifkan audio siswa, menjadikan mereka sebagai pemberi materi, atau, jika perlu, mengeluarkan mereka dari pertemuan. Akhirnya, Anda bisa merekam pelajaran yang berlangsung supaya para siswa dapat mendengarkan sesi pertemuan tersebut sekali lagi.
  • Rekam sesi kelas jika beberapa siswa tidak dapat bergabung selama sesi langsung.
  • Untuk penilaian, Anda dapat dengan mudah membuat dan menilai kuis di Teams menggunakan Microsoft Forms.
  • Jadikan siswa Anda mengetahui jam kerja Anda dan kapan mereka dapat menghubungi Anda untuk pertanyaan.
  • Himbau siswa Anda untuk menggunakan Immersive Reader dalam Teams untuk membantu mereka membaca pesan dan memahami permintaan tugas, memungkinkan mereka untuk terus mengejar pembelajaran dan berkontribusi.
  • Buat Saluran yang Menyenangkan. Ciptakan pameran sains virtual atau kelompok membaca. Seluruh fitur ini dapat digunakan oleh berbagai siswa tanpa batasan usia.

Hubungi perwakilan penjualan Microsoft Anda untuk informasi lanjut.

Dapatkan dukungan dan pelatihan untuk pengajar dan staf

Kami ingin mendukung para pengajar dengan panduan praktis, pengembangan profesional, dan informasi akan cara-cara yang membantu memberdayakan mereka dan para siswa untuk tetap termotivasi dan terlibat dalam pembelajaran. Kami telah membuat serangkaian webinar yang dapat diakses sesuai permintaan bagi para pengajar untuk memulai Teams, dan sumber daya di Microsoft Educator Center kami untuk membantu pengguna baru dan pengguna lama untuk bangkit dan terus berjalan. Kami juga mengundang Anda untuk bergabung dengan Komunitas Pembelajaran Jarak Jauh kami yang baru diluncurkan, menyediakan program pembelajaran jarak jauh dari seluruh dunia berbagi praktik terbaik dari para pengajar, dan tim pengajaran Microsoft kami menjawab pertanyaan secara langsung.

  • Sesi Webinar: Microsoft Teams for Education (dari Maret 16 – 27, 2020, Senin – Jumat antara jam 15.00-16.00 WIB)
  • Sesi Konsultasi untuk Office365 for Education dan Microsoft Teams for Education (dari tanggal Maret 16 – 27, 2020, Senin – Jumat)
    • Pagi: antara jam 09.00 – 10.00 WIB
    • Siang: antara jam 13.00 – 14.00 WIB
    • Diluar jam diatas, tolong email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. untuk bantuan
  • Bahan Informasi yang bisa diunduh: Panduan deployment untuk Office365 Education serta panduan penggunaan untuk Teams for Education
  • Sumber Daya Pendidikan: Keterampilan dasar dalam mengajar secara daring
  • Bergabung dengan Komunitas Pembelajaran: Berkoneksi dengan para pengajar, IT, dan Para ahli Microsoft
  • Membuat Teams untuk berbagai Departemen di Universitas anda.
  • Baca tentang penyesuaian terhadap sistem Bekerja dari Rumah. 

Bantu siswa tetap terlibat

Dorongan untuk keterlibatan dan fokus siswa pada sistem pembelajaran di luar kelas dapat menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang pindah ke pembelajaran jarak jauh untuk pertama kalinya. Baik pengajar dan orang tua memerlukan dukungan dari sekolah mereka untuk hal ini.

Untuk membantu orang tua dan wali mendukung anak-anak mereka, kami telah membuat Panduan Pembelajaran Jarak Jauh untuk siswa dan orang tua. Sedangkan bagi para pengajar, alat seperti Flipgrid, Skype in the Classroom dan Minecraft: Edisi khusus Edukasi, dapat membantu meningkatkan motivasi siswa dengan memberikan mereka cara untuk berkomunikasi serta mengaplikasikan sistem pembelajaran yang baru.

Sebagai tambahan, berikut adalah beberapa saran yang kami dengar dari para pengajar di sistem ini:

  • Tetap sehat dan bersemangat: Belajar dari rumah bisa menjadi pengalaman baru bagi para siswa. Dukung mereka untuk beristirahat di antara pelajaran untuk melakukan peregangan, banyak minum, atau sekedar beristirahat.
  • Tetap fokus: Temukan tempat yang tenang di mana siswa dapat fokus pada pelajaran dengan kemungkinan gangguan terkecil.
  • Tetap terhubung: Sekolah merupakan salah satu tempat untuk bersosialisasi. Tidak melihat teman-teman mereka secara langsung setiap hari dapat menciptakan berbagai kendala. Bantu mereka menyesuaikan diri dengan kenyataan baru ini dengan terus memotivasi mereka dalam menjadwalkan sesi makan siang agar teman-teman sekelas tetap terhubung. Jika mereka sakit atau tidak dapat bergabung dengan kelas, ingatkan mereka untuk mengubah status mereka atau mengatur pesan status sehingga teman sekelas mereka mengetahui hal ini dan saling membantu.
  • Memotivasi kelas Anda: Gunakan Teams untuk membuat berbagai tantangan setiap minggu dengan kegiatan yang menyenangkan. Misalnya, mengadakan kontes memasak dan minta para siswa membagikan kreasi mereka di saluran yang tersedia. Hargailah siswa-siswa Anda dengan mengirimkan mereka pujian di saluran Teams untuk menginspirasi lebih banyak siswa untuk berpartisipasi.
  • Buatlah sistem pembelajaran yang aktif: Jadikan pelajaran menjadi interaktif dengan menggunakan White Board di Teams selama pelajaran langsung. Mintalah siswa naik ke papan tulis dan memecahkan masalah matematika atau menunjukkan keterampilan seni mereka, seperti yang mereka lakukan di kelas fisik.
  • Bicaralah dengan siswa secara individual: Mungkin sulit untuk mengukur bagaimana siswa berkegiatan tanpa melihat mereka secara langsung, sehingga komunikasi secara individu menjadi sangat penting. Anda dapat mendukung siswa secara personal dalam fitur chat, menciptakan ruang yang aman bagi siswa untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan bantuan tambahan yang mereka butuhkan.

Saya harap tips dari komunitas pengajar kami ini dapat membantu Anda menciptakan lingkungan pembelajaran jarak jauh yang menarik bagi siswa dan pendidik untuk terus berkomunikasi.

Kami menyadari mengadopsi sistem belajar baru ini menghadirkan serangkaian tantangan baru bagi semua orang. Tim kami siap menjawab pertanyaan yang Anda miliki seputar pembelajaran jarak jauh di Komunitas Pembelajaran Jauh kami yang baru. Kami berharap dapat membantu membuat transisi ini semudah mungkin bagi Anda.

Jakarta, Kemendikbud --- Melalui kebijakan Merdeka Belajar Episode 3, peningkatan transparansi dan akuntabilitas dana bantuan operasional sekolah (BOS) salah satunya dilakukan dengan mengubah skema transfer daerah. Mulai tahun 2020, dana BOS ditransfer oleh Kementerian Keuangan langsung ke rekening sekolah, sehingga tidak lagi melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Provinsi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga tengah menyiapkan platform teknologi untuk perencanaan, penyaluran, dan pelaporan dana BOS dengan tujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dana BOS.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan platform teknologi penting digunakan untuk transparansi penggunaan dana BOS. “Ke depannya yang akan kami lakukan juga, yang saat ini sedang dalam proses perencanaan, yaitu bagaimana kita bisa menggunakan teknologi untuk meningkatkan transparansi dari penggunaan dana BOS. Dan teknologi inilah yang akan kami gunakan untuk meningkatkan kualitas transparansi pengadaan dana BOS untuk semua sekolah di Indonesia,” ujarnya saat konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Menurut Mendikbud, platform teknologi menjadi solusi terbaik dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana BOS. “Tapi masih kami rancang. Akan memakan waktu lebih lama untuk mendesainnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, sekolah juga harus memublikasikan penerimaan dan penggunaan dana BOS di papan informasi sekolah yang mudah diakses masyarakat. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Episode 3.

“Jadi bukan hanya Kemendikbud yang bisa melihat hasil laporannya, tapi masyarakat sekitar sekolah, komunitas, dan orang tua, bisa melihat dana BOS itu digunakan untuk apa saja. Ini untuk meningkatkan transparansi,” kata Mendikbud Nadiem Makarim.

Ia berharap, dengan diberikannya fleksibilitas dan kebebasan untuk kepala sekolah dalam menggunakan dana BOS, pelaporannya pun harus lebih akurat. “Apa yang dilaporkan untuk apapun harus lebih akurat. Jadi kita bisa menganalisis, mengevaluasi, dan melakukan kebijakan lain dengan cara yang lebih baik,” katanya.

Selain kebijakan penyaluran dan penggunaan, tahun ini pemerintah juga meningkatkan harga satuan BOS per peserta didik untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) sebesar Rp100.000 per peserta didik. Untuk SD yang sebelumnya Rp800.000 per siswa per tahun, sekarang menjadi Rp900.000 per siswa per tahun. Begitu juga untuk SMP dan SMA masing-masing naik menjadi Rp1.100.000 dan Rp1.500.000 per siswa per tahun. Besaran BOS untuk SMK pada tahun ini sama dengan tahun lalu, yakni Rp1.600.000. BOS untuk SMK sudah dinaikkan pada tahun 2019, yaitu dari Rp1.400.000 di tahun 2018 menjadi Rp1.600.000 per siswa per tahun mulai 2019.

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan layanan Sikoper atau Sistem Integrasi Koleksi Perpustakaan Kemendikbud, Senin (25/11/2019). Peluncuran dilakukan oleh Sekrataris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, didampingi Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM), Ade Erlangga Masdiana di Ruang Perpustakaan Dikbud, Gedung A, Senayan, Jakarta.

Sikoper merupakan layanan yang dikembangkan Perpustakaan Kemendikbud berupa kemudahan mengakses seluruh koleksi perpustakaan dan bahan publikasi yang tersebar di seluruh unit utama dan satuan kerja di lingkungan Kemendikbud. Melalui Sikoper, seluruh koleksi tersebut terintegrasi dengan baik dan dapat diakses degan mudah oleh seluruh pemustaka.   

“Melalui sikoper, pemustaka di seluruh Indonesia dapat memeroleh informasi mengenai koleksi perpustakaan Kemendikbud,” ujar Ade Erlangga saat ditemui usai pembukaan Pekan Perpustakaan Kemendikbud 2019.

Ia menambahkan, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memungkinkan pengintegrasian koleksi perpustakaan Kemendikbud yang jumlahnya lebih dari ratusan ribu koleksi. Di dalam Sikoper terdiri atas kolaborasi koleksi perpustakaan, mulai dari koleksi perpustakaan tercetak yang terhimpun dalam katalog induk perpustakaan Kemendikbud dengan menggunakan sistem otomasi perpustakaan Slims (Senayan Library Management System), koleksi dalam bentuk digital yang dikelola oleh 120 satuan kerja di dalam Repositori Institusi Kemendikbud, dan koleksi ribuan artikel di dalam 46 jurnal ilmiah terbitan Kemendikbud yang dikelola menggunakan Open Journal System (OJS).

“Dengan layanan ini tentu dapat memudahkan bagi mereka yang ingin melakukan riset di bidang pendidikan, kebudayaan, bahasa, atau arkeologi, karena semua jurnal yang diterbitkan Kemendikbud dapat ditemukan di Perpustakaan Kemendikbud,” tutur Ade Erlangga.

Lebih lanjut Ade Erlangga mengungkapkan bahwa perpustakaan masa depan bisa jadi berbeda dari perpustakaan saat ini. Masyarakat akan dimudahkan untuk berselancar buku hanya dengan memanfaatkan gawai yang dimiliki. Pola masyarakat dalam mencari koleksi perpustakaan juga sudah mulai dipermudah dengan hanya memasukkan kata kunci yang diinginkan. “Dulu modelnya masih manual, belum ada koding-koding atau semacamnya yang memudahkan dalam pencarian koleksi perpustakaan yang diinginkan. Saat ini pencairan dapat dilakukan dengan sangat mudah,” katanya.

Fungsi perpustakaan, tambah Ade Erlangga, juga berkembang. Bukan saja sebagai tempat mencari dan membaca buku yang diinginkan, tetapi juga sebagai tempat hiburan, diskusi, bahkan bisnis. “Keberadaan perpustakaan juga saat ini tidak melulu di perkantoran, tetapi di tempat publik lainnya, seperti rumah makan, stasiun, bandara, dan tempat-tempat lainnya,” imbuhnya.

Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meresmikan penggunaan Aplikasi Elektronic Learning Management System (eLMS) yang dikembangkan oleh Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI), Komite Telaah Sejawat, hari ini, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta. eLMS merupakan sarana yang dibentuk untuk membangun knowledge management system dengan metode pembelajaran yang baik dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Saya menyambut baik dengan adanya eLMS yang dikembangkan oleh AAIPI. Semoga aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk membangun semangat belajar para auditor intern pemerintah,” demikian disampaikan Mendikbud pada peresmian penggunaan eLMS, sekaligus membuka Diskusi Umum Dewan Pengurus Nasional AAIPI, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (21/03/2018).

Mendikbud berharap, para auditor pada pengembangan profesinya dapat merujuk pada tiga hal, yakni berkeahlian (expert), memiliki tanggungjawab sosial, dan korporatif atau berkesejawatan. “Tiga hal tersebut yang harus bisa ditanamkan. Auditor harus expert atau ahli, dan bisa didapat dengan pendidikan yang membutuhkan waktu yang cukup lama dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi, kemudian juga memiliki tanggunjawab sosial dengan mengabdikan karyanya, dan korporatif. Auditor penting untuk saling mengasah pengalaman. Disitulah tempat belajar orang profesional ketika bersama-sama saling bersinergi di dalam korps itu,” jelas Mendikbud.

Pada kesempatan ini Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan, Sumiyati, selaku Ketua AAIPI, mengatakan, dengan memanfaatkan era digital dalam mendorong semangat belajar para auditor dan menjangkau seluruh wilayah di Indonesia, maka dibangunlah eLMS. “Dengan aplikasi ini diharapkan dapat membangun para auditor untuk terus bersemangat belajar, karena aplikasi tersebut akan menjadi sarana pembelajaran yang efisien, dan mudah diakses oleh seluruh anggota di seluruh Indonesia dimanapun dia berada,” tutur Sumiyati.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Inspektorat Jenderal Kemendikbud yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Diskusi Umum Dewan Pengurus Nasional AAIPI dan peluncuran eLMS. “Saya apresiasi dan berterima kasih kepada Itjen Kemendikbud. Pak Daryanto menjadi host yang baik menyediakan tempat untuk kita dapat bertemu. AAIPI ke depan bisa berfungsi sebagaimana harusnya suatu asosiasi profesi yang memberikan manfaat tidak hanya kepada anggotanya, namun juga memberikan manfaat untuk bangsa dan negara kita,” tutur Sumiyati.

KILAS TENTANG AAIPI

Dalam laporannya, Inspektur Jenderal Kemendikbud, Daryanto, mengatakan AAIPI adalah organisasi profesi yang beranggotakan perorangan dan unit kerja Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang telah memenuhi persyaratan keanggotaan. “AAIPI didirikan di Jakarta pada tanggal 30 November 2012 melalui rapat pleno pembentukan AAIPI dan sebagai Ketua Umum adalah Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan,” jelas Daryanto.

“AAIPI diperlukan dalam rangka meningkatkan profesionalisme auditor pemerintah, turut memberikan kontribusi dalam pembinaan jabatan fungsional dan untuk menyamakan persepsi terkait profesi auditor di bidang pengawasan intern pemerintah,” terang Daryanto. *


AAIPI terdiri dari empat komite, yaitu Komite Kode Etik, Komite Standar Audit, Komite Telaah Sejawat, dan Komite Pengembangan Profesi. “Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertugas di Komite Telaah Sejawat,” jelas Daryanto.

Page 1 of 6