Teknologi Pendidikan

Teknologi Pendidikan (26)

konten yang terkait dengan teknologi pendidikan

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika tentang Penyediaan Akses Internet dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Sekolah (06/08).

Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Didik Suhardi dan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kemkominfo, Kalamullah Ramli. Penandatanganan disaksikan oleh Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Kemdikbud, Ari Santoso dan Direktur Telekomunikasi Khusus, Penyiaran Publik dan Kewajiban Universal Kemkominfo, Ismail.

Kerja sama antara kedua kementerian bertujuan mewujudkan percepatan untuk penyediaan internet secara berkelanjutan dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, khususnya daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).

Kerja sama tersebut mencakup penyediaan data dan informasi, pendampingan dan pengembangan sumber daya manusia, penyediaan akses internet dan akses komputer, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung TIK. Dengan kerja sama ini diharapkan para peserta didik yang sebelumnya terbatas sumber belajar dan informasinya menjadi lebih aktif dan semangat dalam belajar meskipun tinggal di daerah 3T.

Sehari sebelumnya, kedua kementerian telah menandatangani terlebih dahulu Nota Kesepahaman tentang Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Kebudayaan. Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Mendikbud Anies Baswedan dan Menkominfo Rudiantara.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Jakarta - Indosat menghadirkan Arena Edukasi, sebuah mobile platform dan portal pendidikan bagi para siswa dan pelajar di Indonesia. Arena Edukasi hadir seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan internet yang memberikan akses mudah dan terjangkau ke materi pendidikan yang berkualitas guna mendukung kemajuan bangsa.

Division Head Content & Value Added Service (VAS) Indosat Hesti Diyahanita Priamsari mengatakan, Sebagai mobile platform dan portal pendidikan, Arena Edukasi menyediakan berbagai macam aplikasi dan konten pendidikan berkualitas untuk berbagai usia. Aplikasi dan konten pendidikan yang disediakan antara lain YC Marbel PreSchool yang menyediakan sarana belajar sambil bermain untuk anak-anak usia pra sekolah dan YC Belajar yang menyediakan aplikasi dan konten berkualitas untuk siswa SMP dan SMA.

"Arena Edukasi dihadirkan Indosat bersama dengan mitra-mitra terpercaya seperti YelloChat, Educa Studio dan Bimbel Alumni," ungkapnya.

Melalui YC Marbel PreSchool, anak-anak usia pra sekolah dapat melatih dan mengasah 6 (enam) materi dasar kecerdasan anak, yaitu mengenal angka, huruf, buah, sayur, warna dan bentuk. Sementara itu, aplikasi dan konten YC Belajar membantu dan meningkatkan motivasi belajar siswa SMP dan SMA melalui modul-modul Tips & Trik Belajar, Latihan, Soal & Pembahasan, Tryout UN, Tryout SBMPTN serta Simulasi SBMPTN.

Dengan begitu, tambah Hesti, pelajar dapat melakukan simulasi skor aman untuk memasuki perguruan tinggi dan universitas negeri terkemuka di Indonesia. Konten-konten tersebut menurutnya sangat terjangkau. Yakni hanya dengan harga Rp 3 ribu (tidak termasuk PPN) siswa dapat mengakses modul latihan dan berlatih soal sepuasnya selama 30 hari (tarif data berlaku) sementara untuk tryout berlaku tarif “inapps purchase” dengan menggunakan pulsa Indosat.

 

Sumber : http://www.republika.co.id

Friday, 21 February 2014 11:30

Aplikasi Samsung School Peduli Pendidikan

Written by

Denpasar - Kegiatan belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi digital bakal jadi kenyataan di sekolah-sekolah di Indonesia melalui aplikasi Samsung School. Aplikasi ekslusif di tablet Samsung terbaru ini sedang digalakkan untuk sekolah-sekolah di Jakarta.

Di acara Samsung Forum 2014, didemonstrasikan aplikasi Samsung School yang didukung tablet Galaxy Note Pro. Dalam satu ruangan, perlu untuk menyediakan router wireless untuk saling terkoneksi antar perangkat. 

Router wireless ini menurut Pambudi Baskara Sudirman, Enterprise Mobility Solution Samsung Electronics Indonesia, bisa mendukung sampai 30 perangkat yang terhubung. Salah satu sekolah swasta, Nasional High Junior School (NHJS) masih dalam tahap sosialisasi untuk menerapkan sistem pembelajaran sekolah menggunakan aplikasi Samsung School.

"Kendalanya, saya harus meyakinkan guru," kata Pambudi di acara Samsung Forum 2014 di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (20/2/2014). Sekolah-sekolah di Filipina serta Singapura kabarnya sudah menerapkan aktivitas belajar mengajar dengan memakai aplikasi Samsung School ini.

Aplikasi ini bisa difungsikan untuk guru maupun murid. Guru pada aplikasi Samsung School ini berkuasa untuk menyebar konten materi pelajaran ke layar murid menggunakan tipe device yang sama.

Pambudi mengungkapkan, aplikasi ini kompatibel dengan Galaxy Note 10.1 yang lama maupun baru, serta Note Pro. Tidak tersedia untuk smartphone.
 
Guru dapat mengunggah konten pelajaran ke server dalam format power point (.ppt) yang kemudian dapat di-download oleh murid. Murid juga bisa mengetik pesan atau informasi langsung ke guru melalui personal message.

Fitur-fitur yang tersedia di dalamnya seperti Quiz and Poll, Reward Stamp, dan lain-lain. Fitur Quiz digunakan untuk memberikan pertanyaan kepada murid dan guru dapat mengetahui murid yang selesai lebih dahulu dalam mengerjakan soal.

Sumber : http://www.okezone.com

Jakarta - Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar acara Anugerah Kita Harus Belajar (KiHajar) tahun 2013. Acara puncak dilaksanakan, Kamis (13/11), di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

 

Kepala Pustekkom Ari Santoso, mengatakan pada saat Jumpa Pers di Kemendikbud, Kamis (13/11) KiHajar merupakan acara tahunan yang dimulai pada tahun 2006 melalui kuis televisi yang diselenggarakan oleh TV Edukasi Pustekkom Kemendikbud. Anugerah KiHajar tahun 2013 merupakan penyelenggaraan ke-8 kali. Anugerah KiHajar diharapkan dapat menjadi tolok ukur perkembangan TIK untuk pendidikan di Indonesia, serta wadah tahunan bagi para pemangku kepentingan untuk dapat mempublikasikan karya, berbagi ide, saling menginspirasi, dan memperoleh informassi terkini.

 

Ari menambahkan pemberian Anugerah KiHajar untuk gubernur, bupati/walikota sebagai penghargaan, apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah yang berprestasi dalam pendayagunaan TIK untuk pendidikan. “Tahun ini adalah tahun ke-2 Kemendikbud memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah kabupaten/kota dan propinsi, apresiasi atas segala upaya dalam membuat kebijakan, menyediakan anggaran, mengembangkan serta mengimplementasikan  TIK” di semua jenjang pendidikan.

 

Proses penilaian penganugerah di lakukan sejak Oktober hingga Nopember 2013 oleh tim juri yang terdiri dari kalangan universitas, pakar TIK dan kalangan internal Pustekkom, Kemendikbud, sehingga hasilnya dapat lebih sempurna. Terbukti jelas Ari Santoso bahwa penggunaan TIK sudah merata secara nasional karena untuk pertama kali tahun ini semua pemenangnya mulai juara satu tingkat SD sampai dengan tingkat SMA sederajat  adalah dari luar pulau jawa imbuhnya.

Hadir pada saat jumpa pers perwakilan pemerintah daerah, seperti Walikota, Bupati, Wakil Bupati dan beberapa Kepala Dinas Pendidikan mewakili pemerintah daerah  yang tediri dari 6 perwakilan gubernur dan 8 walikota/bupati dari seluruh Indonesia serta pejabat di lingkungan Kemdikbud.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Jakarta - Wajah serius tampak dari sekumpulan siswa Sekolah Dasar, hingga Sekolah Menengah Atas yang duduk berbaris di Plaza Mandiri, Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta. Sesekali, mereka sumringah menyaksikan setiap adegan, maupun dialog dari peluncuran Film Televisi (FTV), hari ini, senin (11/11).

 

Cerita 1000 Potret adalah judul FTV yang diluncurkan  tersebut. Mengusung tema pendidikan karakter, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Kemdikbud mencoba untuk maksimalkan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam transfer pendidikan karakter, yakni melalui FTV Cerita 1000 Potret.

 

Kepala Pustekkom Ari Santoso mengungkapkan, masyarakat sangat meminati sinetron, dan film. Namun, kebanyakan sinetron dan film yang ada tidak memberikan pesan yang sarat akan pendidikan karakter. “Sehingga Pustekkom mulai 2012 memproduksi, harapannya dapat memberikan tontonan film yang mempunyai idealisme serta misi untuk mengembangkan karakter bangsa Indonesia,” jelas Kepala Pustekkom Ari Santoso saat peluncuran.

 

Adapun Ibas, 24 tahun, mahasiswa sarjana komunikasi sebuah perguruan tinggi di Jakarta, yang bekerja paruh waktu sebagai fotografer di sebuah majalah remaja yang terbit di Jakarta. Nilai-nilai pendidikan karakter ditunjukkan dari konfik antara Ibas dengan keluarga. Diantaranya, konflik akan tuntutan tanggung jawab dari ibu Ibas untuk menggantikan peran Ayah dalam mengelola peternakan. Demikian sekilas jalan cerita dari naskah karya Jujur Prananto ini. Film “Cerita 1000 Potret” dapat disaksikan melalui Televisi Edukasi dan streaming via website di alamat www.tve.kemdikbud.go.id mulai bulan Desember 2013.

 

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Ainun Na’im mengungkapkan atensi positif terhadap pemanfaatan TIK. Menurut dia,  investasi untuk TIK sudah banyak dilakukaan Kemdikbud dan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan baik dalam rangka proses belajar mengajar serta untuk pembelajaran lebih efisien.

Selain peluncuran film, penayangan Video Pendukung Sosialisasi dan Implementasi Kurikulum 2013, dan pembukaan pameran pendidikan pun turut dilaksanakan. Acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan  peringatan Anugerah KiHajar (Kita Harus belaJar), yang dilaksanakan tanggal 11-13 November 2013.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Page 2 of 6