Teknologi Pendidikan

Teknologi Pendidikan (26)

konten yang terkait dengan teknologi pendidikan

Wednesday, 30 October 2013 09:08

ALCom (APEC Learning Community)

Written by

Pontianak - ALCom (APEC Learning Community) Merupakan komunitas pemerhati pendidikan (educational stakeholders) di wilayah APEC yang memperhatikan pengembangan SDM dan peningkatan kemampuan untuk menghasikan keterampilan, yang dilakukan melalui saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, baik secara online maupun offline.

 

Sejarah ALCoB berawal dari inisiatif Korea Selatan pada tahun 2000 yang peduli karena adanya kesenjangan digital (digital divide) di bidang pendidikan antara negara maju dan sedang berkembang di wilayah Asia Pasifik. Selain itu, adanya tuntutan masyarakat bahwa pengetahuan merupakan dasar bagi kemakmuran dan kesejahteraan serta perlunya berbagi kemakmuran di wilayah APEC dengan dasar saling pengertian dan kerja sama.

Dasar dibentuknya ALCom sebagai Learning Community di Lingkup APEC adalah :

 

  1. Adanya gap pengetahuan di antara negara anggota APEC, sehingga menjadi hambatan untuk berbagi kemakmuran bagi negara-negara di wilayah APEC.
  2. Tuntutan masyarakat yang berbasis pengetahuan. Pengetahuan merupakan dasar kemakmuran dan kesejahteraan.
  3. Perlunya berbagi kemakmuran di wilayah APEC, dengan dasar saling pengertian dan kerjasama.

Atas dasar cita-cita tersebut, beberapa pemerhati pendidikan di wilayah APEC melahirkan APEC Learning Community (ALCom) dengan tujuan :

  • Mewujudkan visi, cita-cita dan harapan APEC
  • Membangun saling pengertian terhadap perbedaan & budaya
  • Mengakumulasikan kapasitas pengetahuan dan belajar melalui kerjasama
  • Memperhatikan dan membantu memecahkan permasalahan-permasalahan global
  • Memberikan kontribusi kepada perdamaian & kemakmuran bagi APEC sebagai anggota warga dunia melalui berbagai aktivitas di bidang pendidikan & dilakukan secara sukarela.


ALCom merupakan penggabunggan dua proyek Korea Selatan yaitu; APEC Cyber Education Network (ACEN) yang menjadi payung ALCoB dan ACEN Webzine and International Internet Volunteer (IIV). Proyek ini berlangsung pada tahun 2001 hingga 2002 dengan proyek perintis di Cina, Indonesia, Thailand, dan Filipina.

Dalam perkembangannnya ACEN dirasa kurang efektif, maka muncullah APEC Learning Community Builders (ALCoB) yang mulai disosialisasikan oleh Korea Selatan pada tahun 2003 di empat negara tersebut di atas. Hingga saat ini ALCoB telah berkembang di sepuluh negara di wilayah APEC yaitu Brunei Darussalam, Cina, Malaysia, Mexico, Peru, Filipina, Republik Sakha, Chile, dan Thailand. Di antara beberapa negara tersebut, Indonesia  menjadi contoh bagi negara lainnya, karena dari awal disosialisasikannya ALCoB di Indonesia, melalui Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  terus dikembangkan setiap tahun ke beberapa propinsi di Indonesia. Hingga tahun 2001 ALCoB telah berkembang di 26 Propinsi, dan pada tahun 2012 akan dikembangkan di empat propinsi yaitu Gorontalo, Kalimantan Tengah, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 2013 diharapkan ALCoB dapat dikembangkan di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat, sehingga ALCoB sudah tersosialisasikan di seluruh propinsi di Indonesia.

Merauke - Yohannes atau biasa disapa Annes merupakan salah seorang murid di SMP 11 Merauke, Sota. Tempatnya bersekolah, Sota adalah sebuah distrik di kabupaten Merauke yang terletak persis di perbatasan negara. Masyarakat Merauke biasa menyebutnya daerah perbatasan Papua – PNG. Mungkin untuk memudahkan komunikasi karena di wilayah tersebut dua negara berbeda sama-sama menggunakan kata Papua.

Seperti kebanyakan pelajar di negeri ini, setiap hari Annes disibukkan dengan kegiatan belajarnya di kelas dan ekstrakurikuler. Demikian pula teman-temannya yaitu Moses, Petrus, Realino, Margareth, Elisabeth dan Indah. Setiap kali tiba waktunya ekstrakurikuler komputer, kegembiraan mereka tak dapat ditutup-tutupi.

Meski kondisi ruang komputer sekolah sangat sederhana, hanya terdiri dari 20 meja kursi kayu dan 5 laptop, namun tidak mengurangi antusias Annes dan kawan-kawan. Sebab, laptop sekolah kini sudah dilengkapi dengan akses internet. Annes dan kawan-kawan jadi memiliki akses terhadap informasi dan ilmu pengetahuan yang lebih luas.

“Betapa anak-anak SMP ini sangat senang setiap kali pintu ruang komputer dibuka. Anak-anak seringkali berlarian berebut untuk dapat posisi tepat di depan komputer. Memang 1 komputer harus digunakan untuk bertiga atau berempat dengan teman-temannya. Inilah antusiasme anak-anak di sini,” kata Pak Munandar, guru TIK di SMP 11 Merauke.

Pak Munandar sendiri merupakan pria asli Jawa lulusan Universitas Cendrawasih – Jayapura yang ditempatkan sebagai guru di daerah perbatasan Sota. “Dengan segala keterbatasan yang ada, anak-anak SMPN 11 Merauke di Sota ini sangat antusias memanfaatkan akses internet di sekolah,” imbuh Pak T.H. Sopacua, Kepala Sekolah SMP 11 Merauke.

Meskipun sangat sederhana, akses internet yang disediakan Telkom Indonesia di SMP 11 Merauke ini memberi harapan baru bagi Annes dan kawan-kawan untuk menggapai cita-cita lebih tinggi. Ya, itulah gambaran yang kini terjadi. Setelah puluhan tahun merdeka, kini dunia pendidikan Indonesia melaju tanpa ragu.

Dengan semangat membangun asa di seluruh negeri, satu demi satu cahaya, detak usaha dan karya kini perlahan hadir menerangi setiap mimpi. Membuka jendela pengetahuan bagi anak bangsa melalui jaringan internet terbaik, terluas dan terjangkau.

Tak kenal lelah dan tanpa keraguan, terus berupaya mempelopori gerakan digitalisasi pendidikan. Demi tercapainya impian dimana seluruh anak Indonesia dapat menikmati kualitas pendidikan yang sama dan 100.000 sekolah se-Indonesia memiliki koneksi wi-fi. Semoga berhasil.

 

Sumber : http://detik.com

Tuesday, 18 June 2013 13:05

Bantu Sekolahku

Written by

Pontianak - Sejak tahun 2012, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan dukungan dari Bank Dunia, Uni Eropa dan Kerjaan Belanda mengembangkan sebuah sistem online yang dinamakan dengan "Bantu Sekolahku". Tujuan Kami adalah untuk mendorong anggota masyarakat dan komunitas sekolah/universitas termasuk juga pemerintah daerah dan anggota kementrian pendidikan dan kebudayaan untuk melaporkan kebutuhan-kebutuhan yang penting pada sekolah atau universitas sehingga kebutuhan-kebutuhan tersebtu dapat dicatat dan di selesaikan secara sistematis oleh sistem Pendidikan (termasuk Kemdikbud, propinsi, kabupaten/kota dan sekolah/universitas itu sendiri).

Pemerintah Indonesia dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen kuat untuk meningkatkan sistem pendidikan dan sumber daya kependidikanan untuk memastikan lingkungan belajar yang optimal bagi anak-anak dan generasi muda. Filosofi dibalik Bantu Sekolahku adalah untuk menarik pengetahuan orang tua dan masyarakat, pengalaman dan keinginan untuk meningkatkan institusi kependidikanan dalam langkah konkrit. Kementrian Pendidikan dan Kebudyaan menyadari dan menghargai fakta bahwa orang tua dan anggota komunitas sering memiliki pengertian yang lebih baik mengenai kebutuhan sekolah dan oleh karena itu bersedia untuk bekerja sama dengan mereka untuk mengatasi kesenjangan dalam kualitas pendidikan pada tingkat sekolah.

Bantu Sekolahku adalah inisiatif unik pada bagian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengatasi tantangan pengiriman jasa dan kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas melalui penggunaan yang efektif dari ICT dan jaringan sosial.

Sistem Bantu Sekolahku akan diintegrasi secara mendalam pada sistem Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan distrik-distrik supaya mengakselerasi waktu penyampaian respon dan mempromosikan akuntabilitas yang lebih besar melalui sistem. Desain sistem ini telah di setujui oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dibawah kepemimpinan Bpk. Patdono Suwigno, Ketua UKMP3 & Staf Khusus Menteri untuk Pengawasan dan Pengembangan Organisasi.

Sistem Bantu Sekolahku akan didukung oleh Peraturan Menteri yang jelas atau setara yang memberi kewenangan tenaga kependidikan di semua tingkatan (pusat, provinsi, kabupaten, dll) untuk mendukung dan menggunakannya, baik utnuk mengecek kebutuhan dan untuk memastikan bahwa kebutuhan tsb terpenuhi. Sistem ini akan disosialisasikan secara luas, di semua tingkat sistem pendidikan (termasuk sekolah dan universitas).

Jakarta - Buku pegangan Kurikulum 2013 nantinya dapat juga diakses melalui laman Rumah Belajar dengan alamat http://belajar.kemdikbud.go.id. "Naskah buku pegangan sudah siap, setelah nanti diserahkan ke percetakan, akan dipublikasikan juga di Rumah Belajar," ujar Kepala Unit Implementasi Kurikulum Pusat Tjipto Sumadi, di Jakarta, Senin (10/6/2013).

Dalam implementasi Kurikulum 2013 ini pemerintah akan mencetak buku dan membagikan secara gratis, sebanyak jumlah peserta didik sasaran implementasi. Buku pegangan terdiri dari buku pegangan untuk siswa dan buku pegangan guru dan naskah buku-buku tersebut telah selesai, kata Tjipto.

 

Seperti telah diberitakan sebelumnya, untuk jenjang SD kelas 1 disiapkan sebanyak 10 buku untuk dua semester. Untuk kelas 1 ada sebanyak delapan buku tema ditambah dengan buku agama. Namun, buku yang dicetak saat ini baru untuk semester 1 sebanyak 5 buku masing-masing terdiri atas satu buku agama dan empat buku tema.

 

Adapun buku untuk jenjang SMP meliputi agama, PKN, bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya, prakarya, bahasa Inggris, serta pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan. Sementara untuk jenjang SMA ada sembilan mata pelajaran yang wajib, tetapi yang dicetak baru tiga mata pelajaran yaitu sejarah, bahasa Indonesia, dan matematika.

Terkait dengan dokumen Kurikulum 2013, Tjipto mengatakan bahwa segera setelah ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dapat dipublikasikan ke masyarakat luas. "Standar Isi Jumat (7/6) kemarin sudah ditandatangani BSNP (badan Standar Nasional Pendidikan -red), dokumen Kurikulum 2013 segera akan dipublikasikan setelah ditandatangani Pak Menteri," ujar dosen dosen Universitas Negeri Jakarta tersebut.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

SEPIK adalah Sistem Elektronik Pementauan Implementasi Kurikulum. Sistem ini dikelola oleh Unit Implementasi Kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Fungsi utama SEPIK adalah :

  1. Menampilkan Informasi untuk Publik secara detil mengenai 6.325 Sekolah Sasaran, 74.289 PTK Sasaran, Jadwal dan Lokasi Pelatihan di 6 Region dan 31 LPMP.
  2. Memantau Status Distribusi Paket Buku ke LPMP dan sekolah sasaran Kurikulum 2013 sebagai e-livereport.
  3. Memantau Status Keterlaksanaan Pelatihan Instruktur Nasional, PTK Inti dan PTK Sasaran di LPMP sebagai e-livereport.

SEPIK dioperasikan oleh 7 Kelompok Operator sebagaimana gambar disamping.

SEPIK berada di server fasilitas awan (Clouds) Jardiknas Pustekkom dengan nama sub-domain kurikulum.kemdikbud.go.id. SEPIK dapat diakses oleh kelompok operator dengan tingkat dan hak akses (Privilage) yang telah diatur oleh Administrator.

Sumber : http://kurikulum.kemdikbud.go.id

Page 3 of 6