Teknologi Pendidikan

Teknologi Pendidikan (26)

konten yang terkait dengan teknologi pendidikan

Thursday, 23 May 2013 10:39

10 Ribu Sekolah Terhubung Koneksi Internet Nirkabel

Written by

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, mencanangkan "Indonesia Digital School" (Indischool) ke 10 ribu, di Balai Kartini, (22/5). Indischool merupakan program PT. Telkom Indonesia memberi fasilitas koneksi internet nirkabel di sekolah-sekolah. Dengan pencanangan ini, berarti sebanyak 10 ribu sekolah telah menikmati fasilitas tersebut.

 

Disampaikan oleh Direktur Utama PT. Telkom, Arif Yahya,  pihaknya berkomitmen untuk menghubungkan 100 ribu sekolah pada akhir 2013 ini. Sedangkan target besar yang akan dicapai adalah terhubungnya 300 ribu sekolah pada 2015 mendatang. Untuk DKI Jakarta, koneksi nirkabel telah terpasang di 6.210 sekolah. "Untuk 2013 akhir, ada 100 ribu indischool. Baik melalui telkom maupun Kemdikbud," jelas Arif Yahya saat memberi sambutan.

 

Atas program tersebut, Mendikbud menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PT. Telkom Indonesia. Menurutnya, perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi ini merupakan perusahaan yang memiliki komitmen besar terhadap dunia pendidikan. "Pendidikan bisa mengantarkan bapak/ibu di PT. Telkom bisa seperti sekarang. Jadi ini bentuk darma bakti mereka kepada dunia pendidikan," jelas Menteri Nuh, saat menyampaikan alasan mengapa PT. Telkom peduli terhadap dunia pendidikan.

 

Mantan Rektor ITS ini juga mengatakan, pendidikan yang didukung dengan konektivitas seperti ini akan meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan bermutu akan menciptakan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing. "Kualitas SDM yang memadai akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi," tuturnya. 

Disamping itu, mantan Menkominfo ini menegaskan bahwa pendidikan adalah vaksin sosial. Ibarat tubuh, supaya kuat dan tahan berbagai penyakit, harus divaksin. Ada 3 penyakit sosial yang mematikan yang harus divaksin, yaitu kemiskinan, ketidaktahuan atau kebodohan dan keterbelakangan peradaban. "Lantas apa vaksinnya? Pendidikan adalah vaksin sosialnya. Itulah mengapa adik-adik kita harus mendapat layanan pendidikan, agar mendapat vaksin sosial," pungkasnya.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Jakarta - Didorong kesadaran akan pentingnya penyebaran akses internet demi pemerataan pendidikan di Indonesia, PT. Telekomunikasi Indonesia, TBK (Telkom) yang selalu berkomitmen memajukan pendidikan Indonesia meluncurkan IndiSchool sejak awal tahun ini.

IndiSchool atau Indonesia Digital School adalah sebuah program berupa akses internet murah yang diberikan kepada para siswa Indonesia di manapun berada. Melalui IndiSchool, Telkom akan membangun jaringan internet pita lebar (broadband) untuk 100 ribu sekolah di Indonesia. Dengan program ini, sekolah akan mendapatkan akses wifi sehingga para murid dan guru dapat berselancar di dunia maya secara nirkabel.

Setiap sekolah peserta program IndiSchool akan memperoleh akses internet sampai dengan 10 Mbps. Layanan internet tersebut dapat digunakan untuk mengakses berbagai konten edukasi, seperti Portal Rumah Belajar yang dikelola oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, maupun aplikasi manajemen sekolah (SIAP Online) yang disediakan oleh Telkom. Layanan TV Edukasi milik Kemendikbud pun dapat terhubung ke sekolah yang mengikuti program IndiSchool.

"Dengan pemerataan layanan infrastruktur melalui IndiSchool, diharapkan mutu pendidikan di Indonesia tidak tertinggal jauh dibandingkan sekolah di negara-negara lain." Ujar Direktur Enterprise & Wholesale Telkom, Muhammad Awaluddin.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti program ini pun terjangkau. Cukup dengan Rp 1.000, para siswa atau guru dapat memperoleh seribu ilmu dari Internet selama 24 jam. Jika ingin mengakses internet selama sebulan penuh, cukup dengan Rp 20.000 saja.

 

Sumber : http://kompas.com

Wednesday, 22 May 2013 03:15

Digital Learning System Berbasis Android

Written by

Bandung - Sony Sugema merilis sistem pembelajaran digital terbaru Sony Sugema Digital Learning System (S2LDS) versi 5.0. Sistem ini memungkinkan siswa untuk mengakses seluruh kebutuhan belajarnya via smartphone atau gadget kesayangan mereka setiap saat.

S2LDS adalah sistem pembelajaran berbasis digital yang di dalamnya terdapat berbagai menu seperti video pembelajaran, e-book, terori singkat, arsip soal atau bank soal, try out dan berbagai aplikasi lainnya.

"Untuk versi terbaru, versi 5.0 ini lebih kompatibel dengan device yang saat ini ada. Bisa digunakan untuk berbagai gadget. Mulai dari Android, BlackBerry, iPad, Mac OS, Windows xp, Windows 7, Windows 8 dan Linux," ujar Direktur Utama sekaligus pendiri Sony Sugema Collage (SSC) dan SMA Alfa Centauri, Sony Sugema dalam acara launching di Kampus Alfa Centauri, Jalan Diponegoro, Bandung.

Ia mengatakan, pengembangan aplikasi ini setelah melihat begitu banyaknya peralatan canggih milik siswa. "Saya lihat anak-anak SMP saja sekarang gadgetnya canggih-canggih. Jadi kenapa itu tidak kita manfaatkan saja, supaya anak juga bisa belajar dan pintar lewat device yang dimilikinya," tuturnya.

Dalam demo yang ditunjukkan, siswa bisa mengakses video yang diberikan guru di kelas sesuai dengan materi yang diinginkan.

Arsip soal SNMPTN dari berbagai universitas bahkan arsip soal UN dari tahun 2005 pun bisa diakses dengan mudah. Sehingga siswa tak perlu lagi repot mencari untuk latihan soal.

Tingkat soal dan cara penyelesaiannya disusun sedemikian rupa sehingga mudah diikuti sesuai dengan kemampuan siswa. Bahkan, guru bisa memberikan bimbingan online via aplikasi online tersebut.

"Untuk mendukung aplikasi tersebut, kami menyiapkan bandwith 15 Gb. Itu untuk 700 siswa (Alfa Centauri)," kata Sony. Namun meski telah menerapkan sistem pembelajaran seperti ini, Sony menyatakan hal itu tak membuat jam belajar di sekolah jadi berkurang.

Program yang saat ini baru diaplikasikan di SMA Alfa Centauri dan SSC diharapkan Sony dapat diaplikasikan juga oleh sekolah lainnya yang membutuhkan. Bahkan Sony mengaku akan menghibahkan program S2LDS ini secara cuma-cuma untuk sekolah-sekolah yang tidak mampu dan membutuhkan.

"Untuk sekolah-sekolah di pelosok, saya gratiskan. Tapi kalau sekolah yang mampu, masa sih mau gratis?" katanya. Harapannya, dengan aplikasi ini guru-guru bisa lebih fokus dan memberikan perhatian lebih pada siswa.

Difaryadi Aziz (15) siswa kelas X SMA Alfa Centauri mengaku terbantu dengan aplikasi ini. Ia kerap mengerjakan PR yang diberikan gurunya dengan bahan-bahan yang ada di program tersebut.

"Kan di situ ada bahannya. Jadi bisa mengerjakan PR di mana aja. Buat latihan soal juga bisa," tutur Difar yang menyebut kerap membuka program tersebut via ponsel Android miliknya.

 

Sumber : http://detik.com

Pontianak - PADAMU NEGERI : (singkatan dari Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia) merupakan Layanan Sistem Informasi Terpadu Online yang dibangun oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan - Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP).
PADAMU NEGERI dibangun sebagai pusat layanan data terpadu yang bersumber dari/ke sistem transaksional BPSMPK-PMP Kemdikbud lainnya, meliputi: Evaluasi Diri Sekolah (EDS), NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan), Sertifikasi PTK, dan Diklat PTK.
PADAMU NEGERI juga terbuka untuk menjadi salah satu layanan pusat sumber data bagi program-program terkait lainnya baik di lingkungan internal atau eksternal Kemdikbud.
Melalui PADAMU NEGERI ini, BPSDMPK-PMP berupaya mendorong terwujudnya program - program pembangunan untuk peningkatan Mutu Pendidikan Nasional baik di tingkat pusat dan daerah dengan terpadu yang berbasis pada data-data yang faktual, transparan, obyektif, akurat, akuntabel dan berkesinambungan.
Oleh karena itu mohon dukungan dan kerjasamanya dari seluruh institusi pendidikan se-Indonesia untuk berpartisipasi dan berkontribusi aktif pada Layanan PADAMU NEGERI sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Mari bersama kita tingkatkan Mutu Pendidikan Nasional yang berkesinambungan demi mencerdaskan generasi bangsa saat ini dan masa depan dengan semangat membangun bersama PADAMU NEGERI INDONESIA ku.

Sumber : http://padamu.kemdikbud.go.id/

Sunday, 12 May 2013 16:17

Ruang Kelas Masa Depan

Written by

Pontianak - Teknologi interaktif terbaru kini hadir di ruang kelas, dan kegiatan belajar mengajar benar-benar berubah total. Papan tulis dan kapur, bahkan pena dan pensil sudah dianggap kuno, kini digantikan dengan laptop, proyektor digital, tablet, eBoard, dan ada yang tahu ada apa selanjutnya?
Selama beberapa dekade, sekolah modern telah mengalami evolusi menjadi gabungan antara metode tradisional dan format pengajaran baru yang dibantu dengan teknologi digital. Salah satu kemajuan di bidang pendidikan berdampak besar terhadap lingkungan kelas yaitu Digital eBoard. Dengan menyempurnakan saluran komunikasi antara guru dan murid, dengan bentuk media baru dan teknik interaktif, siswa mendapatkan pendidikan yang lebih beragam dan menyeluruh.
Tapi bagaimana caranya? mungkin Anda bertanya-tanya.
Sekarang guru dapat menayangkan gambar berkualitas tinggi, artikel atau video dengan berbagai link ke eBoard untuk mendukung materi pelajaran. Dengan menggunakan sumber eksternal, seperti internet, tugas di kelas tidak terbatas hanya pada buku teks atau pengalaman guru, namun dari sumber informasi tanpa batas yaitu Web. Selain itu, dengan panduan dari guru, sumber acuan seperti Web dapat digunakan sebagai sarana mengajar yang efektif.
Tugas di kelas dapat dibagikan ke laptop para siswa dari eBoard melalui streaming nirkabel, untuk memastikan lingkungan yang kolaboratif. Fitur berbagi ini juga memuungkinkan guru mengontrol apa yang dibuka para siswa di layar, misalnya agar mereka tidak membuka situs web pribadi selama jam pelajaran. Hal ini akan menciptakan cara baru dalam ujian dan tugas-tugas, memberikan kuis dan ujian secara digital yang dapat didownload ke layar dan otomatis ditransfer kembali kepada guru.
Teknologi layar sentuh menjadikan pembelajaran tersebut melibatkan partisipasi siswa. Dengan menggunakan pena atau jari, siswa dan guru dapat mendemonstrasikan ide yang rumit menggunakan gambar yang dapat digerakkan di layar. Hal ini juga membantu menggali elemen kreatif selama pembelajaran, yang merupakan metode penting untuk menciptakan hubungan dengan dan mendidik para siswa.
Beberapa eBoard yang lebih mutakhir dilengkapi dengan paket perangkat lunak yang menyediakan alat tambahan bagi guru. Misalnya, eBoard Interaktif 650TS dari Samsung memiliki perangkat lunak dasar untuk menggambar, perpustakaan konten dan Classroom Management Software – sehingga guru dapat memberikan lebih banyak sumber acuan bagi siswa.
Hambatan utama menghadirkan perangkat baru di ruang kelas adalah mempertahankan nilai-nilai tradisional yang diharapkan dari sistem pendidikan, seperti interaksi dan panduan sosial, sekaligus mencetak generasi penerus dengan sumber daya, kesempatan, dan alat yang belum pernah ada sebelumnya.

 

Sumber : http://www.samsung.com

Page 4 of 6