Teknologi Pendidikan

Teknologi Pendidikan (26)

konten yang terkait dengan teknologi pendidikan

Saturday, 11 May 2013 00:01

FodBoo : Jejaring Sosial Lokal Berbasis Pendidikan

Written by

Seiring dengan revolusi kedua Internet yang salah satunya dengan semakin menjamurnya website dengan konsep Jejaring sosial, situs jejaring sosial buatan Indonesia satu demi satu mulai bermunculan. Setelah BukuQ, kini  jejaring sosial berbasis pendidikan hadir kembali dengan nama: FodBoo. Ciri khas FodBoo terletak pada fitur dimana para member bisa saling berbagi mata pelajaran dengan cara mengunggah, melihat, serta mengunduhnya. Selain itu, karena berbasis tema pendidikan, para member diklasifikasikan sesuai asal sekolah serta asal provinsi sekolah tersebut.

Tentu saja sebagaimana jejaring sosial pada umumnya, maka para member pun bisa juga terhubung dengan sesama member baik satu sekolah maupun diluar sekolah, bisa berbagi aktivitas, bahkan ini yang menjadi kekuatan FodBoo bahwa secara lebih khusus lagi member bisa berbagi mata pelajaran terbaru.

Banyak cara agar pendidikan menjadi menyenangkan di mata para peserta didik. Besar harapanya FodBoo dapat membantu meningkatkan prestasi belajar para peserta didik di Indonesia yang bermuara pada peningkatan Mutu Pendidikan.

Monday, 06 May 2013 23:24

Seagate: Manfaatkan Teknologi dalam Homeschooling

Written by

Pontianak - Sebagai bangsa Indonesia, setiap tanggal 2 Mei kita merayakan Hari Pendidikan Nasional. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang berjasa di bidang pendidikan. Salah satu nilai yang ditanamkan oleh Ki Hadjar Dewantara adalah pentingnya pendidikan bagi anak-anak sejak usia sedini mungkin.

Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan anak tidak semata bisa diberikan di bangku sekolah. Salah satu bentuk saluran pendidikan yang semakin marak di Indonesia adalah homeschooling. Homeschooling kian menarik orang tua karena dinilai lebih tepat dalam mengembangkan bakat dan minat buah hati mereka. Sebenarnya sejarah homeschooling di Indonesia sudah tergolong lama.

Cara belajar seperti ini sejak dahulu telah banyak dijalani oleh para pedagang dengan sistem magang dan para santri dengan pesantrennya. Bahkan, menurut Kak Seto, pakar pendidikan anak Indonesia dalam bukunya yang berjudul “Homeschooling Keluarga Kak Seto” menyebutkan bahwa Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, Buya Hamka dan KH.

Agus Salim adalah para tokoh tokoh nasional yang pernah mengenyam pendidikan lewat homeschooling. Di masa kini, gagasan homeschooling dipelopori oleh John Cadwell Holt, pendidik asal Amerika Serikat, semenjak tahun 1960-an. Kemudian konsep homeschooling semakin menyebar luas ke Eropa dan Asia, sehingga akhirnya disambut oleh Indonesia.

Bagi para orang tua yang memilih jalur pendidikan homeschooling untuk buah hati mereka dengan mengambil peran langsung sebagai pengajar, ada beberapa langkah yang bisa dijadikan pedoman:

  1. Persiapkan diri. Sebelum memulai pembelajaran, orang tua lebih baik mempersiapkan diri dengan meyakini bahwa Anda-lah yang paling memperhatikan pendidikan anak melebihi siapa pun. Orang tua harus yakin bahwa ia sanggup dan mampu menjadi seorang pengajar sekaligus guru homeschooling untuk sang buah hati. Homeschooling memang memerlukan sebuah tanggung jawab yang besar, namun apabila Anda menyesuaikannya dengan gaya hidup keluarga, maka semua akan menjadi lebih mudah.
  2. Tetapkan metode khusus ketika mendidik anak di rumah. Kaji niat dan motivasi Anda terlebih dahulu. Mengapa Anda memilih homeschooling sebagai cara yang tepat? Seperti apa kah pendidikan yang ‘baik’ menurut Anda? Apa yang menurut Anda paling baik dalam hal anak-anak, pengajaran, serta pembelajaran? Apa cara termudah bagi anak-anak Anda dalam mempelajari sesuatu? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu orang tua dalam menentukan pendekatan mana yang paling tepat serta dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi keluarga maupun anak-anak Anda. Perlu dipertimbangkan pula bahwa pendekatan yang sama belum berarti tepat untuk karakter anak yang berbeda-beda.
  3. Rencanakan kurikulum Anda. Banyaknya materi dan metode yang tersedia dapatmenjadi membingungkan bagi para orang tua yang mengajar homeschooling. Identifikasi pendekatan Anda terlebih dahulu agar lebih mudah menentukan kurikulum yang paling tepat untuk digunakan. Hal apa yang paling merangsang sang buah hati untuk dipelajari? Anda bisa mulai dari sana. Banyak sekali sumber ide yang dapat dimanfaatkan. Internet, misalnya, menyediakan sumber informasi tanpa batas yang sangat berguna dalam mengajar di lingkungan rumah: informasi-informasi mendasar mengenai berbagai mata pelajaran, artikel mengenai metodologi, komunitas pengajar homeschoolers, bahkan bahan edukasi gratis bagi para pengajar homeschoolers dari guru sekolah atau pengajar lainnya. Yang penting adalah Anda harus terus membaca, meneliti dan merencanakan mengenai apa yang ingin Anda ajarkan dan bagaimana cara mengajarkannya.

Setelah mengikuti pedoman tersebut, saatnya menentukan alat bantu belajar mengajar homeschooling. Untuk para orang tua atau pengajar homeschoolers, perlu diingat bahwa di masa kini sulit memisahkan pendidikan dengan teknologi, termasuk dalam hal homeschooling. Pengajar homeschoolers yang tidak hanya diuntungkan oleh lingkungan pembelajaran yang telah amat familiar dengan sang anak, melainkan juga oleh teknologi yang terdapat di sekitar lingkungan rumah.

Perangkat teknologi  pun dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu kegiatan belajar mengajar agar menjadi jauh lebih ringan dan menyenangkan, apalagi mengingat anak-anak telah banyak mengakrabi perangkat teknologi seperti laptop, tablet, smartphone dan sebagainya sejak usia yang sangat muda. Salah seorang pengajar homeschool merangkap ibu rumah tangga, Anita, mengatakan bahwa ia sudah terbiasa memanfaatkan iPad untuk membantu proses belajar mengajar anaknya, Darren, yang kini menginjak usia 5 tahun.

“Agar materi lebih mudah ditangkap Darren, saya menggunakan iPad dan berbagai aplikasi pembantu belajar,” papar Anita. “Saya juga memanfaatkan benar laptop dan televisi di rumah untuk menayangkan video-video edukasi sebagai perantara Darren untuk mempelajari alam semesta dan isinya. Dengan begini, sensor audio visual Darren semakin terasah, dan dia pun tidak akan mudah merasa bosan.”

Satu hal yang sangat erat kaitannya dengan pembelajaran menggunakan perangkat teknologi adalah di mana sebaiknya menyimpan semua konten edukatif yang ingin diajarkan. Seringkali data digital dengan kapasitas yang besar sekali tidak selalu dapat ditampung oleh memori perangkat yang bersangkutan. Oleh karena itu, perangkat penyimpanan konten digital akan sangat membantu pengajar homeschoolers dengan menyingkirkan kerepotan dalam menyimpan data di berbagai perangkat yang terpisah. Dengan mengumpulkannya di satu storage device yang dipakai khusus untuk kegiatan homeschooling, kegiatan belajar mengajar di rumah pun akan menjadi semakin kondusif.

Salah satu perangkat teknologi yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar homeschooling adalah Seagate Central Shared Storage. Seagate Central adalah sebuah perangkat penyimpanan (storage device) yang tidak hanya hadir dengan kapasitas luar biasa besar (4 TB),  namun juga  dapat memancarkan data yang tersimpan ke dalamnya untuk diakses oleh perangkat teknologi apa pun yang dapat terhubung ke jaringan Wi-Fi.

Materi pengajaran dalam bentuk apa pun, baik gambar, musik, video dan dokumen dapat dimuat di dalam Seagate Central yang berbentuk horizontal ramping ini. Seagate Central akan mengorganisir konten tersebut sesuai dengan tipe media, untuk kemudian di-streaming ke alat teknologi perantara belajar favorit buah hati. Konten yang dipancarkan tidak hanya bisa diakses oleh perangkat genggam, namun juga oleh Samsung Smart TV dan perangkat Apple. Dengan fitur-fitur tersebut, perangkat storage ini dapat menjadi partner tepat untuk para pengajar homeschoolers sekaligus penunjang kemudahan pembelajaran anak.

Sumber : http://www.chip.co.id/

Sunday, 21 April 2013 22:31

Pendidikan Berbasis Media Sosial

Written by

Jakarta - Ajang e-Indonesia Initiatives Forum, mengagas sebuah wadah bagi siswa untuk belajar bersama tanpa memandang jarak dan lokasi mereka berada dengan internet bernama GoeSmart. Tampilan yang mereka pakai dibuat mendekati dengan jejaring media sosial yang banyak dipakai saat ini yakni Facebook.

Hal itu dikemukakan Ketua e-Indonesia Initiatives Forum, Suhono Harso Supangkat, di Bandung, Selasa (24/4). GoeSmart bisa disebut sebagai sosial media yang mempertemukan penggunanya untuk belajar bersama. Di sana, ada wadah untuk berdiskusi antara siswa dengan guru, viewer untuk dokumen elektronik, hingga berbagi modul pelajaran. Dengan demikian, setiap siswa berkesempatan sama untuk mendapatkan materi pengajaran yang berkualitas.

"Setiap guru akan mengirimkan materi yang nantinya dilombakan, hadiahnya diupayakan berupa uang yang didapatkan dari para sponsor. Diharapkan insentif tersebut bisa membuat mereka aktif terlibat dalam GoeSmart," kata Suhono. Pihaknya juga berupaya untuk mengajukan usulan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghargai partisipasi para guru dalam jejaring media sosial ini berupa kredit. Dengan mendapatkan kredit untuk sertifikasi mereka, bisa jadi para guru makin bersemangat terlibat di media ini, selain insentif berupa uang bila memenangkan lomba modul pengajaran.

Sejak dirintis tiga bulan lalu, sudah ada 4.000 akun yang mendaftar GoeSmart, 30 persen adalah para guru. Suhono mengharapkan agar dalam waktu empat bulan bisa mencapai 10.000 pengguna. Sayangnya, saat dicoba, laman web GoeSmart belum bisa dimasuki. Meskipun sudah mendaftar kemudian mendapat email mengenai verifikasi akun, selalu terpental ke halaman depan. Kemungkinan situs ini tengah diperbaiki. Setidaknya, kita bisa mengetahui fitur yang ditawarkan dalam situs ini dengan tampilan yang ramah di mata.

Sunday, 21 April 2013 08:55

Intel® Teach Essentials Course

Written by
Tujuan Intel® Teach Essentials Course adalah untuk membantu guru-guru membangun pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui integrasi teknologi dan pendekatan berbasis proyek. Pelatihan ini dilaksanakan selama 40 jam dengan delapan modul kurikulum disertai kerja mandiri.

Tema-tema Intel Teach Essentials Course termasuk:
  • Menggunakan teknologi secara efektif di dalam kelas untuk memperkenalkan keahlian abad ke-21
  • Mengidentifikasi cara-cara siswa dan guru menggunakan teknologi untuk meningkatkan pembelajaran melalui penelitian, komunikasi, kerjasama, dan strategi yang produktif dan kelengkapannya
  • Menyediakan pembelajaran dan membuat Unit kurikulum dan penilaian, yang memenuhi standar akademik daerah dan nasional dan standar teknologi
  • Memfasilitasi kelas yang berpusat kepada siswa yang menekankan pada siswa mandiri dan berfikir tingkat tinggi
  • Bekerjasama dengan rekan-rekan guru untuk meningkatkan instruksi dengan penyelesaian masalah dan ikutserta dalam kelompok dalam meninjau ulang Rencana Unit anda.


Modul 1: Mengajar dengan Proyek
Topik:
Pembelajaran berbasis proyek dan Unit Plan
Aktivitas Utama:
  • Meninjau komponen-komponen portofolio
  • Membuat publikasi proyek
  • Mengidentifikasi kecakapan abad ke-21 untuk unit anda
  • Mengembangkan gagasan-gagasan awal untuk unit
  • Melakukan refleksi pembelajaran pada blog anda
Modul 2: Merencanakan Unit Saya
Topik:
Pertanyaan seputar Kerangka Kurikulum dan penilaian berbasis siswa
Aktivitas Utama:
  • Mengidentifikasi standar-standar untuk unit anda
  • Membuat tujuan-tujuan pembelajaran
  • Membuat pertanyaan-pertanyaan seputar Kerangka Kurikulum
  • Meneliti strategi penilaian yang efektif
  • Membuat draft waktu penilaian
  • Membuat penilaian untuk menaksir kebutuhan siswa
  • Membuat presentasi unit portofolio
  • Membuat refleksi pembelajaran di blog anda
Modul 3: Membuat Koneksi
Topik:
Internet untuk mendukung proses belajar dan mengajar
Aktivitas Utama:
  • Mendapatkan umpan balik terhadap taksiran kebutuhan siswa.
  • Berbagi gagasan-gagasan untuk mencapai standar melalui proyek-proyek
  • Mengkaji hukum hak cipta dan penggunaan yang adil.
  • Membuat dokumen bibliografi
  • Mengintegrasikan penggunaan sumber dari internet untuk mendukung riset, komunikasi, kerjasama, pemecahan masalah, dan kecakapan abad ke-21
  • Menggunakan situs jaringan kerjasama online untuk berbagi gagasan-gagasan pada unit anda
  • Membuat refleksi pembelajaran di blog anda
Modul 4: Membuat Contoh-contoh Pembelajaran
Topik:
Hasil Proyek dari Sudut Pandang Siswa
Aktivitas Utama:
  • Mengidentifikasi strategi-strategi untuk membantu siswa beradaptasi dengan pembelajaran berbasis proyek dan berpusat pada siswa.
  • Membuat contoh publikasi siswa, presentasi, wiki, atau blog untuk mendemonstrasikan pembelajaran siswa.
  • Membuat draft prosedur pembelajaran.
  • Menilai sendiri hasil karya siswa.
  • Membuat refleksi pembelajaran di blog anda
Modul 5: Menilai Proyek-proyek Siswa
Topik:
Penilaian formatif dan sumatif
Aktivitas Utama:
  • Memperoleh umpan balik untuk memperbaiki hasil karya siswa
  • Mengkaji tantangan dan solusi mengikutsertakan siswa dalam proses penilaian
  • Menilai sendiri latihan-latihan penilaian yang anda kerjakan saat ini
  • Membuat draft ringkasan penilaian
  • Memperbaiki hasil karya siswa berdasarkan penilaian
  • Memperbaiki Unit Plan anda
  • Membuat refleksi pembelajaran di blog anda
Modul 6: Merencanakan Keberhasilan Siswa
Topik:
Dukungan dan Kemampuan Mengarahkan Diri Sendiri
Aktivitas Utama:
  • Mengkaji strategi-strategi untuk membuat pengajaran yang berbeda-beda
  • Membuat penilaian untuk mendorong kemampuan siswa mengarahkan diri
  • Membuat bahan-bahan pendukung
  • Memperbaiki Unit Plan anda untuk mengakomodasi semua siswa
  • Membuat refleksi pembelajaran di blog anda
  • Menilai sendiri fasilitasi bantuan yang anda berikan kepada kelas berbasis siswa tersebut
Modul 7: Mempermudah dengan Teknologi
Topik:
Guru sebagai fasilitator
Aktivitas utama:
  • Mengkaji strategi bertanya untuk meningkatkan berpikir tingkat tinggi.
  • Membuat bahan-bahan fasilitasi.
  • Memperbaiki Unit Plan anda.
  • Mendiskusikan strategi-strategi implementasi.
  • Menilai sendiri unit portofolio anda dan memperbaikinya berdasarkan penilaian tersebut.
  • Membuat refleksi pembelajaran di blog anda.
Modul 8: Menyajikan Unit-Unit Portofolio
Topik:
Saling membagi Pembelajaran
Aktivitas utama:
  • Mempersiapkan penyajian unit anda
  • Memberikan dan menerima umpan balik unit portofolio anda
  • Membuat refleksi pembelajaran di blog anda
  • Mengevaluasi Kursus essentials
 
 Sumber : http://www.intel.com
Sunday, 21 April 2013 08:45

Intel® Teach Getting Started Course

Written by

Intel® Teach Getting Started Course membantu guru-guru mata pelajaran mendalami teknologi komputer dan mengembangkan teknik belajar-mengajar abad ke 21. Pelatihan terdiri dari 12 modul yang dapat disesuaikan untuk kebutuhan dari masing-masing sekolah.

Tema pelatihan meliputi: 

  • Meningkatkan dan mengembangkan lingkungan belajar di abad ke 21
  • Membantu perkembangan pemikiran kritis dan kerjasama di dalam kelas
  • Memudahkan kelas yang mengutamakan siswa dan mendorong pemikiran siswa ke tingkat yang lebih tinggi
  • Membantu para guru memperoleh dan menerapkan keterampilan teknologi dasar untuk menciptakan dan meningkatkan produktifitas guru
  • Mempergunakan teknologi secara efektif untuk menciptakan produk yang relevan dalam mata pelajaran dan tingkatan kelas
  • Mengembangkan satu rencana tindakan kelas secara detil bagaimana guru-guru akan menerapkan keahlian dan pendekatan baru mereka demi peningkatan produktifitas dan profesionalisme dari waktu ke waktu

 

Modul 1: Mengembangkan Keterampilan Abad ke-21

Fokus:

  • Keterampilan abad ke-21 dan lingkungan kelas

 

Hasil:

  • Mengidentifikasi keterampilan abad ke-21
  • Memahami keterahan penciptaan lingkungan kelas abad ke-21
  • Menemukan perbedaan-perbedaan antara cara pendekatan berpusat pada guru dan pendekatan berpusat pada siswa
  • Mengikuti praktek yang profesional

 

Modul 2: Mempelajari Dasar Komputer dan Internet

Fokus:

  • Dasar-dasar komputer dan internet

 

Hasil:

  • Mempelajari dasar-dasar komponen komputer
  • Menemukan pokok dari sistem operasi
  • Mengembangkan keterampilan Navigasi Internet
  • Mengikuti praktek yang profesional

 

Modul 3: Membantu perkembangan Pemikiran Kritis dan Bekerjasama

Fokus:

  • Perkembangan pemikiran tingkat tinggi dan kerjasama antar siswa

 

Hasil:

  • Memahami bagaimana caranya menanamkan tatanan pemikiran tingkat tinggi pada murid
  • Mengembangkan keterampilan untuk meningkatkan dan memudahkan kerjasama
  • Menjadi terbiasa dengan struktur dari masing-masing aktifitas—empat langkah berulang dari merencanakan (plan), melakukan/melaksanakan (do), melihat kembali (review), dan membagikan/menunjukkan (share)
  • Mengikuti praktek yang professional

 

Modul 4: Penemuan Pengolah Kata

Fokus:

  • Perangkat lunak pengolah kata   

 

Hasil:

  • Menemukan pengolahan kata dimulai dengan pengenalan teknologi, eksplorasi, dan pembahasan
  • Melengkapi aktifitas pengolahan kata yang diperlukan: Lembar Penilaian
  • Mengikuti praktek yang profesional

 

Modul 5: Aplikasi Pengolah Data

Fokus:

  • Alat produktifitas pengolahan kata   

 

Hasil:

  • Mempraktekkan keterampilan pengolahan kata dengan memilih dan melengkapi paling sedikit satu aktivitas mata pelajaran pilihan yang relevan
  • Berbagi pekerjaan dengan rekan sejawat, dan diskusikan berdasarkan praktek produktifitas yang professional
  • Mengikuti praktek yang profesional

 

Modul 6: Penemuan Multimedia

Fokus:

  • Perangkat lunak Multimedia   

 

Hasil:

  • Menemukan multimedia dimulai dengan pengenalan teknologi, eksplorasi, dan pembahasan
  • Melengkapi aktifitas multimedia yang diperlukan: Pengamatan Pendahuluan Kurikulum
  • Mengikuti praktek yang profesional

 

Modul 7: Mengaplikasi Multimedia

Fokus:

  • Alat produktifitas Multimedia   

 

Hasil:

  • Mempraktekkan keterampilan multimedia anda dengan memilih dan melengkapi paling sedikit satu aktivitas mata pelajaran pilihan yang relevan
  • Berbagi pekerjaan dengan rekan sejawat, dan diskusikan berdasarkan praktek produktifitas yang professional
  • Mengikuti praktek yang profesional

 

Modul 8: Penemuan Spreadsheet (tabel lembar kerja)

Fokus:

  • Peranti Lunak Spreadsheet (tabel lembar kerja)   

 

Hasil:

  • Menemukan spreadsheet dimulai dengan pengenalan teknologi, eksplorasi, dan pembahasan
  • Melengkapi aktifitas spreadsheet yang diperlukan: Buku Nilai
  • Mengikuti praktek yang profesional

 

Modul 9: Mengaplikasi Spreadsheet (tabel lembar kerja)

Fokus:

  • Alat produktifitas Spreadsheet (tabel lembar kerja)   

 

Hasil:

  • Mempraktekkan keterampilan spreadsheet anda dengan memilih dan melengkapi paling sedikit satu aktivitas mata pelajaran pilihan yang relevan
  • Berbagi pekerjaan dengan rekan sejawat, dan mendiskusikannya berdasarkan praktek produktifitas yang professional
  • Mengikuti praktek yang profesional

 

Modul 10: Mengembangkan Pendekatan Abad ke-21

Fokus:

  • Keterampilan memfasilitasi pembelajaran   

 

Hasil:

  • Mengembangkan strategi untuk meningkatkan keterampilan mendengar dan berbicara, memberikan arah, mengamati dan memonitor, pertanyaan, mendorong, dan campur tangan
  • Memahami proses dalam menerima perubahan
  • Mengikuti praktek yang profesional

 

Modul 11: Merencanakan dan Melakukan Rencana Pembelajaran

Fokus:

  • Penggunaan dan pengembangan rencana pembelajaran   

 

Hasil:

  • Memahami penggunaan dan komponen dari sebuah rencana pembelajaran
  • Melihat contoh rencana pembelajaran
  • Menentukan perubahan profesional yang anda inginkan dan mengembangkan sebuah rencana untuk menerapkan perubahan dari waktu ke waktu.
  • Rencanakan rencana pembelajaran secara tertulis dan lakukan pada komputer

 

Modul 12: Menelaah dan Berbagi Rencana Pembelajaran

Fokus:

  • Peningkatan rencana pembelajaran dan berbagi   

 

Hasil:

  • Meninjau dan membuat perubahan pada rencana pembelajaran
  • Berbagi rencana pembelajaran dan menerima umpan balik bersifat membangun
  • Menyimpulkan pelatihan

(sumber : http://teach-indonesia.co.id)

Page 5 of 6