Warta Pendidikan

Warta Pendidikan (442)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Dunia Pendidikan

Saturday, 11 April 2020 20:20

Ragam Program Tayangan "Belajar dari Rumah" di TVRI

Written by

Kemendikbud Hadirkan Film-Film Dokumenter Netflix pada Program Belajar dari Rumah

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi meluncurkan program "Belajar dari Rumah" sebagai alternatif belajar di tengah pandemi virus korona (Covid-19). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim ingin memastikan bahwa dalam kondisi darurat seperti sekarang ini masyarakat terus mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelajaran di rumah, salah satunya melalui media televisi.

"Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19," ujar Nadiem Anwar Makarim pada telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta, pada Kamis (9/4/2020).

Selain materi pembelajaran untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan menengah, Belajar dari Rumah juga menayangkan materi bimbingan untuk orang tua dan guru. Serta program kebudayaan di akhir pekan, yakni setiap Sabtu dan Minggu.

"Untuk sementara, program ini direncanakan akan dimulai pada Senin, 13 April 2020 dan akan berjalan selama tiga bulan hingga Juli 2020," jelas Mendikbud.

Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Hilmar Farid menjelaskan lebih detail mengenai program Belajar dari Rumah di Televisi Republik Indonesia (TVRI). Jadwal di hari Senin hingga Jumat digunakan untuk pembelajaran dengan total durasi tiga jam per hari untuk semua tayangan.

"Jadi masing-masing ada setengah jam. Setengah jam untuk PAUD, setengah jam untuk kelas 1 sampai kelas 3 SD, setengah jam untuk kelas 4 sampai kelas 6 SD, dan setengah jam masing-masing untuk SMP, SMA, dan parenting," tutur Hilmar.

Hilmar juga menjelaskan, materi program diambil dari berbagai sumber. Sebagian besar materi sudah diproduksi Kemendikbud melalui Televisi Edukasi (TVE) maupun produksi dari pihak Dicontohkan sumber materi dari luar Kemendikbud, yakni Jalan Sesama untuk jenjang PAUD.

Kemudian, terkait program kebudayaan, Hilmar menjelaskan pada hari Sabtu dan Minggu, terdapat durasi tiga jam khusus untuk program-program kebudayaan, antara lain gelar wicara (talkshow), podcast, kesenian, dan magazine tentang perkembangan budaya dari seluruh Indonesia. Sedangkan pada malam hari akan ditayangkan film Indonesia pilihan dari berbagai genre seperti film anak, drama, dan dokumenter. Untuk jadwal acara program Belajar dari Rumah, masyarakat dapat melihat dan mengunduhnya di laman kemdikbud.go.id.

Ditambahkan Hilmar, Kemendikbud akan menyiapkan sekitar 720 episode untuk penayangan program Belajar dari Rumah selama 90 hari ke depan di TVRI. "Saat ini Kemendikbud sudah menyiapkan tayangan untuk dua minggu pertama, sambil memproduksi untuk tayangan di minggu-minggu berikutnya," pungkasnya.

Jadwal 1 s.d 7 Juni 2020

Jadwal 8 s.d  14 Juni 2020

Jadwal 15 s.d. 21 Juni 2020

Jadwal 22 s.d. 28 Juni 2020

Jadwal 29 s.d. 5 Juli 2020

Jakarta, Kemendikbud --- Mulai Senin, 13 April 2020, Televisi Republik Indonesia (TVRI) akan menayangkan program baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertajuk Belajar dari Rumah. Program tayangan ini menjadi salah satu alternatif pembelajaran bagi siswa, guru, maupun orang tua, selama masa belajar di rumah di tengah wabah Covid-19. Program Belajar dari Rumah di TVRI akan diisi dengan berbagai tayangan edukasi, seperti pembelajaran untuk jenjang PAUD hingga pendidikan menengah, tayangan bimbingan untuk orang tua dan guru, serta program kebudayaan di akhir pekan, yakni setiap Sabtu dan Minggu. Untuk sementara, program ini direncanakan akan berjalan selama tiga bulan hingga Juli 2020.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, meskipun Kemendikbud sudah menjalin kerja sama dengan platform teknologi atau online learning milik swasta untuk memfasilitasi siswa belajar di rumah, Kemendikbud menyadari bahwa masih banyak sekolah di daerah yang tidak memiliki akses internet, kesulitan menggunakan platform teknologi, hingga keterbatasan dana untuk kuota internet atau pulsa.

"Kemendikbud ingin memastikan bahwa dalam masa yang sangat sulit ini ada berbagai macam cara untuk mendapatkan pembelajaran dari rumah, salah satunya melalui media televisi. Karena itu kami meluncurkan program Belajar dari Rumah," ujar Mendikbud dalam konferensi video pada Kamis, (9/4/2020).

Diharapkan, program Belajar dari Rumah ini dapat memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang memiliki keterbatasan akses internet maupun keterbatasan ekonomi. TVRI merupakan saluran gratis yang bisa dinikmati masyarakat di berbagai daerah, dan bisa dimanfaatkan oleh siswa, guru, dan orang tua untuk membantu pembelajaran dari rumah selama pandemi Covid-19.

"Ini merupakan respons cepat atas komplain masyarakat di daerah yang tidak memiliki akses internet dan masukan dari Komisi X DPR saat rapat kerja pada 27 Maret lalu. Semangat program kita tetap Merdeka Belajar," tutur Mendikbud.

Menurutnya, konten pembelajaran dalam program Belajar dari Rumah akan fokus pada literasi, numerasi, dan penumbuhan budi pekerti atau pendidikan karakter. Kemendikbud juga akan melakukan monitoring dan evaluasi bersama lembaga pemerintah yang independen untuk mengkaji kualitas program Belajar dari Rumah, seperti mengukur apakah manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Mendikbud juga menuturkan, gotong rotong menjadi kunci dalam memfasilitasi anak bangsa untuk mendapatkan akses pendidikan. Karena itu Kemendikbud terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam hal pembelajaran, seperti membuat konten edukatif, edutainment, atau platform teknologi, baik dengan mitra yang berada di Indonesia maupun mancanegara.

Dalam konferensi video yang sama, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menjelaskan lebih detail mengenai program Belajar dari Rumah di TVRI. Ia mengatakan, jadwal di hari Senin hingga Jumat digunakan untuk pembelajaran dengan total durasi tiga jam per hari untuk semua tayangan. "Jadi masing-masing ada setengah jam. Setengah jam untuk PAUD, setengah jam untuk kelas 1 sampai kelas 3 SD, setengah jam untuk kelas 4 sampai kelas 6 SD, dan setengah jam masing-masing untuk SMP, SMA, dan parenting," tutur Hilmar. Ia menjelaskan, materi program diambil dari berbagai sumber. Sebagian besar sudah diproduksi Kemendikbud sebelumnya, seperti dari TV Edukasi atau produksi konten unit kerja lain. Ada juga sumber materi dari luar Kemendikbud, yakni Jalan Sesama untuk jenjang PAUD.

Hilmar menuturkan, pada akhir pekan, yakni pada Sabtu dan Minggu, ada durasi tiga jam khusus untuk program kebudayaan, antara lain gelar wicara (talkshow), podcast, kesenian, dan magazine tentang perkembangan budaya dari seluruh Indonesia. Kemudian di malam hari akan ada pemutaran film Indonesia dengan pilihan berbagai genre, seperti film anak, drama, dan dokumenter. Ia mengatakan, Kemendikbud akan menyiapkan 720 episode untuk penayangan program Belajar dari Rumah selama 90 hari di TVRI. Saat ini Kemendikbud sudah menyiapkan tayangan untuk dua minggu pertama, sambil memproduksi untuk tayangan di minggu-minggu berikutnya.

"Mungkin yang perlu saya tambahkan, ini semua dilakukan tanpa kita bertemu, semua dilakukan secara online. Bahan-bahan yang ada kita kumpulkan dengan cepat, lalu dijahit. Untuk minggu-minggu selanjutnya mungkin beberapa sudah bisa dimasukkan produksi baru. Kami berusaha bekerja cepat di tengah situasi ini," ujarnya.

Pontianak, 09/04.2020 - LPMP Kalbar - Untuk membantu pemerataan proses belajar-mengajar di rumah, selain belajar menggunakan daring, sejak Senin, 6 April 2020. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang menyelenggarakan pembelajaran melalui Radio Swara Singkawang (Rapensi107.7Fm).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Drs. Muhammad Najib, M.Si, menyampaikan bahwa tujuannya agar lebih banyak peserta didik kita yang bisa mengakses materi pembelajaran melalui berbagai alternatif media. bagi yang tidak punya pulsa/sinyal internet bisa menggunakan radio. Materi siaran disiapkan bekerjasama dengan para guru dan pengawas sekolah yang potensial sebagai narasumbernya. Program ini disambut antusias oleh masyarakat untuk menyimak siaran radio tersebut dapat melalui gelombang 107.7FM atau melalui laman HP.
Kepala LPMP Kalimantan Barat, Asep Sukmayadi, S.IP, M.Si, menyambut baik terobosan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang sebagai bagian yang sangat tepat dalam memberikan ruang-ruang belajar di rumah yang menarik untuk anak-anak. Di tengah lingkungan media sosial yang ketat, media Radio adalah salah satu media elektronik yang tetap disukai. Pembelajaran melalui radio akan memberi pengalaman sendiri baik bagi guru maupun siswa. Model "tatap-suara" akan memicu-latih konsentrasi pendengaran dan imajinasi. Jika dibawakan secara kreatif dan menarik akan menjadi pengalaman belajar yang tidak terlupakan.

 

LPMP Kalimantan Barat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat  melaksanakan Sosialisasi Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 di Provinsi Kalimantan Barat untuk para Kepsek SMP se-Kalbar. Kegiatan ini berlangsung secara online melalui Telerapat  (video conference) .
Pelaksanaan sosialisasi untuk para Kepala Sekolah SMP se-Provinsi Kalimantan Barat dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari agenda persiapan pelaksanaan PPDB 2020 sesuai dengan Permendikbud No.44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2020/2021. Sosialisasi ini juga sebagai tindaklanjut arahan dari Ditjen Paud dan Dikdasmen dan hasil koordinasi TeleRapat Koordinasi dengan seluruh Kepala.Dinas Pendidikan Provinsi dan 14 Kepala Dinas Pendidikan se-Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada 30 Maret 2020.
Dalam arahannya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Suprianus Herman, SH menyampaikan  Persiapan PPDB 2020 di Provinsi Kalimantan Barat untuk jenjang SMA/SMK akan lebih baik sesuai dengan pedoman Permendikbud No.44 tahun 2019. Untuk sistemnya sudah akan kita laksanakan secara online 100%. Sistemnya ini bahkan sudah disiapkan oleh Dinas bahkan sejak akhir tahun lalu dengan memperhatikan evaluasi PPDB tahun sebelumnya. Dengan adanya situasi pendemi Covid-19, dengan demikian PPDB 2020 di Kalbar dapat diantisipasi dengan baik sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19. Kami harapkan, melalui sosialisasi bekerjasama  dengan LPMP Kalbar,  persiapan PPDB tahun ini dapat kita laksanakan dengan jauh lebih baik. Untuk itu terimakasih dan penghargaan kepada LPMP Kalbar atas fasilitasi dan kerjasamanya.".
Kepala LPMP Kalimantan Barat, Asep Sukmayadi, S.IP, M.Si, menyatakan "dalam situasi darurat pendemi Covid-12,  kita berkomitmen untuk memfasilitasi  menyiapkan PPDB tahun 2020 ini dengan sebaik-baiknya. LPMP Kalbar bersama Disdikbud Provinsi Kalbar menyiapkan Telerapat (Vicon) untuk sosialisasi PPDB SMA/SMK kepada para Kepsek SMP se-Kalbar yang dibagi menjadi beberapa kelompok Vicon selama 4 hari, dari mulai tanggal 7,8,9, dan tanggal 13 April 2020. .
Mudah-mudahan dengan sosialisasi yang intensif-masif ini, sistem dan tatacara PPDB berbasis zonasi secara online yang telah disiapkan dengan baik oleh Disdik Kalbar dapat dipahami dan disiapkan dengan sebaik-baiknya tidak hanya oleh sekolah tetapi juga oleh peserta didik dan orang tua lebih lanjut..
Oleh karenanya, apresiasi kami sampaikan kepada Disdikbud Provinsi Kalbar yang telah menyiapkan PPDB berbasis zonasi tahun ini secara online penuh. Apalagi dalam situasi pendemi covid-19 ini, sistem PPDB yang disiapkan oleh Dinas sangat relevan dan bermanfaat sebagai bagian dari upaya pencegahan."

Dokumentasi

 

Jakarta, Kemendikbud --- Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meniadakan penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) dan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa SMK.   Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Plt Dirjen Vokasi), Patdono Suwignjo mengatakan, UKK ditiadakan di masa pandemik Covid-19 karena uji kompetesi tersebut harus dilakukan secara tatap muka sehingga sangat sulit dilakukan secara daring.

“Mengingat bahwa sekarang lagi wabah Covid-19, kami lebih menitikberatkan pada keselamatan jiwa, maka uji kompetensi keahlian untuk SMK tahun 2020 tidak  diadakan. Tapi tidak berarti bahwa kita tidak bisa menilai kompetensi keahlian dari siswa SMK,” kata Patdono dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI yang dilakukan melalui konferensi video, Jumat (27/3/2020).

Patdono menjelaskan, ada empat cara yang bisa diambil sebagai alternatif pengganti UKK. Alternatif pertama yaitu menggunakan nilai kompetensi praktik siswa yang telah dilakukan pada semester 1 sampai dengan 5, karena pada kurikulum SMK terdapat komposisi praktik dengan proporsi 60 s.d 70 persen. Alternatif kedua yaitu menggunakan penilaian dari praktik industri, karena siswa SMK melaksanakan praktik industri selama minimal tiga bulan pada semester 5 menjelang semester 6.

Selanjutnya alternatif ketiga memakai nilai dari uji sertifikasi keahlian siswa. SMK juga mempunyai catatan nilai yang bisa digunakan untuk menggantikan nilai uji kompetensi keahlian.

Alternatif keempat yaitu apabila Covid-19 sudah selesai, maka SMK bisa bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) maupun dengan industri untuk melakukan uji sertifikasi kompetensi siswa SMK.

Senada dengan hal tersebut, Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Balitbang), Totok Suprayitno, mengatakan bahwa ada berbagai alternatif yang bisa digunakan sebagai indikator kelulusan siswa. Misalnya, sekolah dapat menggunakan nilai semester genap tahun terakhir sebagai tambahan nilai kelulusan. “Nilai tersebut menjadi dasar nilai ijazah yang digunakan untuk keperluan lebih lanjut termasuk untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Jadi ini memang relaksasi dari kebijakan-kebijakan yang selama ini dilakukan,” terang Totok.