Warta Pendidikan

Warta Pendidikan (442)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Dunia Pendidikan

Jakarta, Kemendikbud—Pemanfaatan teknologi untuk pendidikan saat ini masih menjadi tantangan, terutama dalam pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh tentu beda implementasinya dengan pembelajaran langsung. Namun metode inilah yang diharapkan menjadi solusi agar proses pembelajaran tetap berlangsung di tengah Wabah Coronavirus Disease (Covid-19) di Indonesia.

“Masih banyak guru yang belum terbiasa dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh, adapun sebagian sudah melek teknologi tetapi belum memiliki praktik baik dalam pembelajaran jarak jauh,” ujar Plt. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Supriano di Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Keterbatasan interaksi antarguru di tengah wabah Covid-19 mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengajak guru, komunitas, dan penggerak pendidikan untuk berkolaborasi dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh melalui Laman Guru Berbagi.

Supriano mengatakan, laman ini hadir sebagai ruang berbagi ide dan praktik baik yang akan menunjang pembelajaran selama belajar dari rumah (learning from home) atau selama masa darurat. “Laman ini juga bisa menjadi ruang bagi guru untuk saling berbagi semangat positif dan strategi pembelajaran yang kreatif, sehingga guru tetap dapat melakukan proses pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan sembari membantu sesama yang masih beradaptasi dalam situasi ini,” katanya.

Terdapat tiga fitur utama pada Laman Guru Berbagi yaitu Rancangan Program Pembelajaran (RPP), Artikel dan Aksi. (1). Berbagi RPP adalah wadah berbagi bagi guru, komunitas atau praktisi pendidikan bisa mengunggah RPP buatannya. Guru-guru lain di seluruh Indonesia dapat melihat dan mengunduh RPP ini secara gratis. (2). Artikel berisi referensi tips dan bacaan terkait pembelajaran jarak jauh. (3). Aksi Guru Berbagi  berisi informasi seputar jadwal kegiatan sesi berbagi dan belajar bersama secara daring oleh komunitas dan rekan guru sejawat yang ditujukan bagi rekan guru-guru yang lain dapat meningkatkan kemampuannya seputar pembelajaran jarak jauh.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Praptono, mengatakan bahwa guru dari semua jenjang dapat mendaftar pada Laman Guru Berbagi menggunakan akun Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian dan Berkelanjutan (SIMPKB) mereka. “Sedangkan untuk organisasi dan relawan penggerak juga dapat berkontribusi menggunakan akun Organisasi Penggerak dan Relawan Penggerak,” katanya.

Dalam laman Guru Berbagi tersedia berbagai panduan, bacaan, dan tips sebagai referensi pembelajaran daring untuk siswa dan kegiatan belajar mengajar. Laman ini bersifat dua arah. Guru dapat berbagi ide dari praktik baik yang dibagikan guru lainnya. Dengan berbagi, kita menciptakan ruang interaksi, kolaborasi dan kreatif bersama seluruh pengajar di manapun kita berada.

Praptono menambahkan, RPP yang dibagikan bisa disukai oleh teman guru lain. Di sisi lain, RPP yang telah dibagikan dalam laman juga bisa dilaporkan jika ada konten yang tidak sesuai. “Intinya adalah bagaimana guru lain dapat saling memberikan apresiasi dan moderasi (pengawasan) bersama dalam laman ini,” imbuhnya.

Secara teknis Praptono menjelaskan ketentuan yang harus dicatat para calon pengunggah RPP pada Laman Guru Berbagi. (1). Dokumen dibuat dalam bentuk PDF. (2). Nama dokumen Rencana Pembelajaran memuat judul dan kelas. (3). Ukuran dokumen maksimal 2 MB. (4). Hal-hal yang perlu disertakan dalam dokumen yang akan diunggah yaitu nama pembuat rencana pembelajaran, nama sekolah/instansi pembuat rencana pembelajaran, surel (email) pembuat rencana pembelajaran, rencana pembelajaran memuat informasi jenjang dan kelas, serta topik rencana pembelajaran.

Berkaitan dengan format dan isi rencana pembelajaran, Praptono menyampaikan beberapa hal yang harus dipenuhi yaitu isi rencana pembelajaran fokus pada pembelajaran jarak jauh, guru-guru diberikan kebebasan untuk menentukan format rencana pembelajaran dengan tetap memperhatikan tujuan pembelajaran, strategi/aktivitas pembelajaran, serta penilaian.

 “Disarankan ada aktivitas yang kontekstual dengan kondisi rumah dan lingkungan sekitar, ada 1-3 asesmen formatif selama proses pembelajaran, proses komunikasi bersifat dua arah, mencantumkan asal sumber belajar, membuat penjelasan dan instruksi belajar yang spesifik dan sistematis tidak hanya menggunakan satu strategi atau kegiatan yang monoton,” katanya.

Dan tidak kalah penting, dokumen yang akan diunggah di Laman Guru Berbagi tidak memuat unsur SARA dan intoleransi, tidak plagiat karya orang lain, dan jika guru memasukan foto wajah murid ke dalam RPPnya, maka harus dipastikan sudah diperoleh izin dari anak dan orang tuanya. “Konten RPP yang dikirimkan adalah sepenuhnya tanggung jawab pengguna, Kemendikbud berhak menurunkan RPP yang terverifikasi tidak sesuai ketentuan,” tegas Praptono.

Wednesday, 01 April 2020 07:21

Menyibak Pendapat Pengguna Laman Guru Berbagi

Written by

Jakarta, Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan laman Guru Berbagi, Selasa (31/03/2020). Laman ini merupakan dukungan Kemendikbud untuk mendorong berkembangnya pembelajaran jarak jauh di tengah situasi darurat Covid-19 saat ini.

Usai diluncurkan, tim reportase kemdikbud.go.id meminta pendapat dari beberapa pemangku kepentingan pengguna laman Guru Berbagi. Berikut laporannya.

Menurut anggota Komunitas Guru Belajar, Devy Mariyatul Ystykomah yang mengajar di SMK PGRI 1 Kediri, peserta didiknya sangat antusias terhadap pembelajaran model daring. Tak jarang Ia masih melayani pertanyaan dari siswa-siswanya hingga malam hari. Laman ini, kata dia, selain bisa membuat para guru semakin terbiasa untuk menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran, juga memperkaya wawasan dalam menemukan praktik baik untuk diajarkan kembali kepada murid lainnya.

“Sekarang bukan hanya teori yang diperlukan tapi juga praktik baik dari guru lain yang sangat dibutuhkan. Ternyata dengan belajar bareng kita tahu banyak hal, dan murid kitalah ujungnya (pembelajaran). Ketika guru belajar, hasilnya untuk muridnya,” ujar Devy yang aktif di bagian pengembangan guru daerah dalam Komunitas Guru Belajar.

Senada dengan Devy, Ahmad Fikri Dzulfikar yang tergabung dalam Google Educators Group mengatakan, sekolahnya telah lama menggunakan digital learning. Ia bertutur, siswa di  SMP Ar Rafi' Drajat diberikan satu Google Chrome Book sehingga pembelajaran tetap berlangsung meskipun long distance learning (LDL).

“Di sini sebelum ada wabah (Covid-19), guru-guru mengirimkan tugas di menu classroom dan bisa sharing dan hang out meet. Saat tidak bisa datang ke sekolah, tetap bisa belajar. Orang tua memantau nilai siswa berdasarkan kiriman email dari sekolah,” urainya.

Ahmad menekankan, harus ada komitmen dari orang tua dan guru-guru untuk menjalankan pembelajaran daring. “Dalam proses pembelajaran jarak jauh pasti ada ilmu baru dan guru harus mau menerima (model pembelajaran) sesuatu yang baru. Harus punya motivasi sebagai guru pembelajar. Jarak tidak menghalangi kita untuk belajar,” tuturnya.

Sementara itu, kaitannya dengan peluncuran Laman Guru Berbagi Ahmad mengatakan hal ini merupakan jawaban atas pertanyaannya terhadap format RPP yang harus Ia susun tahun ini , yang merujuk Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

“Saya masih mencari format RPP digital dengan laman ini bersama rekan guru lain. Laman ini adalah jawaban bagi kami. Semoga dengan laman ini bisa menambah banyak ilmu,” harapnya.

Tercatat sudah ada 65 RPP yang diunggah di Laman Guru Berbagi. Masyarakat dapat mengakses laman mulai hari ini ke alamat www.guruberbagi.kemdikbud.go.id. Peluncuran Laman Guru Berbagi dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19). Laman Guru Berbagi bertujuan untuk mengajak guru, praktisi/pegiat/akademisi pendidikan untuk saling membagikan pengalaman merancang pembelajaran.

Selain itu, laman ini juga memberikan ruang kepada guru mendapatkan referensi praktik baik dan sumber inspirasi dalam mengembangkan rencana pembelajaran jarak jauh. Tak kalah penting, fasilitas ini dapat dijadikan media para guru untuk saling berbagi aktivitas peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan atau aktivitas daring yang diselenggarakan oleh komunitas atau rekan guru lain. Harapannya, melalui laman ini seluruh guru dan pendidik bisa saling berbagi praktik baik agar terciptanya kegiatan belajar mengajar jarak jauh yang berkualitas dan menyenangkan di masa darurat Covid-19.

Jakarta, Kemendikbud ---  Salah satu upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, ajakan untuk #DiRumahSaja kian populer. Ajakan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja seni dan pelaku budaya untuk menghibur masyarakat yang sedang berada di rumah. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktur Jenderal Kebudayaan menggelar pertunjukan seni melalui siaran langsung secara daring di media sosial.

Pertunjukan seni yang juga mengusung semangat #BahagiaDiRumah dilakukan secara daring melalui akun Youtube Budaya Saya, sehingga masyarakat dapat menikmati seni dari rumah masing-masing. Melalui pertunjukan ini, masyarakat yang sedang dalam masa situasi darurat wabah Covid-19 diajak untuk tetap bahagia meski tidak bisa bepergian keluar rumah atau mengunjungi tempat-tempat seni dan budaya.

Pertunjukan daring dapat disaksikan secara langsung atau tunda melalui akun Youtube Budaya Saya yang dimulai pada hari ini, Senin (30/3/2020). Budaya Saya merupakan akun resmi media sosial milik Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud. Pertunjukan daring ini akan dilaksanakan dalam dua hari, yaitu Senin (30/3/2020) dan Selasa (31/3/2020). Pada hari pertama, pertunjukan dimulai pada pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, dengan menampilkan Eko Supriyanto yang merupakan maestro koreografi tari kontemporer dan memiliki kiprah internasional. Pertunjukan kedua adalah siaran langsung penampilan dari Riau Rhythm Chambers Indonesia (RRCI) pada pukul 19.00 s.d. 21.00 WIB. Kemudian di hari kedua, pada Selasa, 31 Maret 2020, akan ada penampilan mendongeng bersama Ayo Dongeng Indonesia pada pukul 09.00 WIB, kemudian sore harinya pukul 16.00-18.00 WIB, diisi oleh penampilan dari ISI Yogya Band.

Pertunjukan daring yang diisi berbagai kegiatan seni ini diharapkan dapat menjadi wadah kreatif bagi para pekerja seni dan pelaku budaya untuk tetap berkarya meskipun tidak bisa tampil secara fisik di tempat ekspresi budaya. Bagi pekerja seni dan pelaku budaya yang sempat mengalami penundaan dalam pekerjaan selama situasi darurat, pertunjukan daring ini menjadi sarana yang tepat untuk mengekspresikan hasil karya seninya.

Bagi masyarakat luas, pertunjukan daring juga dapat menambah wawasan seputar seni sekaligus menjadi hiburan keluarga di rumah. Sebab #BahagiaDiRumah juga akan berbagi pengetahuan menganai berbagai cabang seni yang meliputi; tari, melukis, bermusik, hingga cara memproduksi film. Untuk informasi waktu dan agenda lebih lanjut, dapat dilihat melalui media sosial Budaya Saya, seperti Instagram, Twitter dan Facebook. Dengan adanya pertunjukan daring ini, diharapkan seluruh masyarakat yang sedang berada di rumah merasa bahagia dengan mengisi waktu untuk kegiatan yang bermanfaat.

Tuesday, 31 March 2020 04:28

Sajian Pembelajaran Daring Bersama Duta Rumah Belajar

Written by

Pembelajaran daring interaktif melalui konferensi video bersama guru-guru Duta Rumah Belajar dari seluruh provinsi di Indonesia, yang diselenggarakan untuk mendampingi siswa-siswi yang sedang belajar dari rumah pada masa pandemik Covid-19. Tersedia berbagai materi dari tingkat SLB, SD, SMP, SMA, dan SMK. Selanjutnya kunjungi belajar.kemdikbud.go.id/sapadrb

#SapaDRB
Sumber : belajar.kemdikbud.go.id/sapadrb

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus memperbesar dukungan mitra swasta guna menyukseskan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan platform teknologi selama masa darurat Coronavirus Disease (Covid-19) yang saat ini tengah terjadi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi kinerja yang telah dilaksanakan Kemendikbud dan juga dukungan sektor swasta dalam merespon arahan Presiden untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.

"Saya sangat menghargai kerja keras teman-teman Kemendikbud dan juga dukungan para operator telekomunikasi yang telah memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar jarak jauh secara daring (dalam jaringan) dengan memberikan akses internet gratis kepada pelajar, guru, dan dosen. Subsidi data yang diberikan operator telekomunikasi sangat membantu pelajar maupun pendidik untuk belajar, sehingga tetap produktif di rumah," dikatakan Mendikbud di Jakarta, Kamis (26/03).

Mendikbud mengakui besarnya tantangan pembelajaran daring dalam darurat Covid-19. Dalam situasi yang tidak mudah ini, tidak semua pembelajaran daring yang dilakukan sekolah akan optimal.

"Memang tidak semua daerah punya akses smartphone ataupun koneksi internet yang baik. Jadi ini merupakan suatu hal yang menantang. Tetapi kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama ke depan memastikan sekolah bisa menyelenggarakan pembelajaran daring," ungkap Nadiem.

"Saya yakin dengan gotong royong antara semua pihak, kita dapat melalui masa sulit ini bersama-sama," tambahnya.

Lebih lanjut Mendikbud menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengakses laman khusus terkait dengan penanganan Covid-19 di sektor pendidikan dan kebudayaan melalui laman https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id/.

"Masyarakat dapat menemukan berbagai aplikasi pembelajaran daring yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran di rumah. Kemudian ada surat edaran, panduan, serta kumpulan informasi, video, dan infografik yang dapat membantu edukasi pencegahan penularan Covid-19," terang Nadiem.

Ahmad Al-Neama, Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo mengatakan pihaknya sangat memahami meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berinteraksi secara daring atau digital sebagai dampak penerapan pembatasan sosial (social distancing) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Kami memberikan kuota gratis 30GB yang dapat digunakan untuk mengakses platform belajar online sehingga mereka tetap semangat belajar meskipun dari rumah. Ini saatnya bagi semua pihak untuk bergotong royong dan bekerja bersama untuk mematuhi kebijakan pemerintah guna memperlambat penyebaran Covid-19 di Indonesia," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ahmed menjelaskan kuota internet gratis ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengakses ke lebih dari 60 platform e-learning dan situs-situs resmi dari Universitas-universitas di Indonesia agar mahasiswa dan dosen tetap dapat melanjutkan proses perkuliahan selama masa tanggap darurat COVID-19 berlangsung, tanpa menghabiskan kuota internet mereka. Indosat Ooredoo juga bekerjasama dengan lembaga pendidikan yang menggunakan solusi Indosat Ooredoo Business dengan menyediakan tambahan kapasitas bandwidth secara gratis, untuk layanan internet dedicated yang ada saat ini untuk mendukung kelancaran perkuliahan daring.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan Telkomsel juga mengambil peran sebagai connectivity enabler dengan mengoptimalkan aset-asetnya untuk menjaga semua elemen masyarakat dapat tetap terhubung dan menjaga produktivitasnya di segala sektor kehidupan. Pada sektor pendidikan, menyusul imbauan Presiden Joko Widodo untuk mendorong proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa, Telkomsel menggandeng beberapa aplikasi e-learning untuk menghadirkan Paket Bebas Akses Ilmupedia hingga 30GB tanpa biaya bagi pelanggan prabayar maupun paskabayar Telkomsel untuk mengakses platform belajar daring. Saat ini sebanyak 39 learning management system (LMS) perguruan tinggi telah terkoneksi dengan Ilmupedia dan menyusul LMS dari 92 perguruan tinggi lain dalam waktu dekat.

"Upaya ini merupakan bentuk gotong royong kami untuk memudahkan akses pembelajaran bagi pelajar, guru, dosen dan orang tua. Karena kami memahami proses belajar harus tetap terjaga di masa sulit seperti ini sekalipun," tutur Setyanto sembari menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menyiagakan tambahan kapasitas jaringan di sejumlah wilayah yang memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh.

Sementara itu, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan para pelanggan XL Axiata yang merupakan mahasiswa, pelajar, ataupun dosen dan guru juga bisa memanfaatkan kuota gratis 2GB/hari untuk mengakses sejumlah aplikasi atau layanan data yang bisa membantu belajar atau bekerja dari rumah. Program ini dilaksanakan mulai tanggal 18 s.d. 31 Maret 2020. Pelanggan dapat mengakses materi kuliah daring yang disediakan kampus atau sejumlah aplikasi edutech yang telah berkolaborasi. Sebanyak 14 perguruan tinggi telah terlibat dan menyusul segera untuk aplikasi learning management system (LMS) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang menaungi e-learning dari 242 Perguruan Tinggi.

"Sesuai dengan bidang kompetensi kami. Kami memahami masyarakat membutuhkan akses data dan internet untuk tetap bisa beraktivitas belajar dan bekerja secara produktif dari rumah. Program ini kami buat secepatnya dan mencakup apa saja yang paling dibutuhkan masyarakat. Kami juga akan terus memantau perkembangan yang ada untuk bisa mengetahui apa lagi yang kira-kira bisa kami support selanjutnya,” ungkap Dian.

Selain Indosat, Telkomsel, dan XL Axiata, Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud juga mencatat dukungan operator Tri Indonesia dan Telkom dalam penyediaan subsidi data untuk mengakses berbagai aplikasi maupun situs pembelajaran. Subsidi ini dimaksudkan agar para pelajar dan pendidik dapat terus produktif di masa darurat Covid-19.

Kreativitas Jadi Kunci

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen) Harris Iskandar mengimbau para Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) membuat aturan lebih detail tentang metode pembelajaran di rumah selama masa pandemik Covid-19. Perlu ada penekanan kembali dari Kadisdik agar metode belajar di rumah tidak hanya terpaku pada capaian akademik ataupun fokus pada kemampuan kognitif saja. Guru dan orang tua juga harus memberikan pendidikan yang bermakna, termasuk memahami pandemik Covid-19. "Harus disampaikan ke anak sehingga dia paham. Berikan pendidikan yang bermakna," pesannya.

Menurut Harris, perlu kreativitas guru dan orangtua dalam mengekplorasi cara belajar anak. Terlebih, karena banyak kendala fasilitas teknologi dan koneksi internet. "Kami sarankan pendidikan kecakapan hidup untuk dieksplorasi, sehingga tidak harus belajar secara daring," ujar Harris.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt. Dirjen Dikti), Nizam menjelaskan dengan menggunakan metode pembelajaran daring, dosen dan mahasiswa dapat tetap menjalankan proses perkuliahan tanpa harus bertatap muka secara langsung di kelas. Ini juga merupakan tindak lanjut arahan presiden dalam pencegahan penyebarluasan Covid-19 dengan melakukan social distancing, salah satunya melalui belajar dari rumah.

"Pembelajaran dari rumah dapat dilakukan secara sinkronis melalui penggunaan video conference maupun asinkronis dengan email atau berbagai macam aplikasi chat atau pesan. Materi pembelajaran dapat memanfaatkan berbagai sumber daring yang sudah tersedia," jelas Nizam.

Beberapa hal penting yang harus disiapkan oleh perguruan tinggi di antaranya, pertama, kampus harus berbenah dengan mulai meningkatkan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran daring seperti infrastruktur, LMS, dan repositori yang memadai. Kedua, kampus harus mampu mengubah budaya dosen dan mahasiswa. "Misalnya, dosen harus mampu menyiapkan media dan konektivitas yang mendukung pembelajaran daring," ujar Nizam.

Nizam mengapresiasi adanya peningkatan kampus yang menggunakan metode pembelajaran daring. Menurutnya, Ditjen Pendidikan Tinggi akan mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan pembelajaran daring lebih luas melalui sinergi dengan Kominfo dan provider layanan telekomunikasi.

Masyarakat bisa mengakses beragam konten dan mata kuliah jarak jauh melalui platform Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA) yang disiapkan bersama Ditjen Pendidikan Tinggi dengan berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. SPADA dapat diakses melalui https://spada.kemdikbud.go.id/. Platform ini juga telah dicatat sebagai platform pembelajaran jarak jauh nasional di Indonesia oleh UNESCO. (*)

Jakarta, 26 Maret 2020
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Laman: www.kemdikbud.go.id

SIARAN PERS
Nomor: 069/Sipres/A6/III/2020

#MerdekaBelajar
#KampusMerdeka
#BersamaHadapiKorona

---
1. Akses untuk Program Indosat Ooredoo: https://im3ooredoo.com/belajardirumah
2. Akses untuk Program Telkomsel: https://www.telkomsel.com/paket-ilmupedia
3. Akses untuk Program XL Axiata: https://www.xl.co.id/DiRumahLebihBaik