Warta Pendidikan

Warta Pendidikan (388)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Dunia Pendidikan

Mendikbud Mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019

Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019 kepada kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan, siswa, orang tua, dan seluruh pelaku dan pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan lainnya.

“Hari ini Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional tahun 2019. Atas nama pemerintah, izinkan saya menyampaikan penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya kepada insan pendidikan dan kebudayaan di seluruh penjuru negeri kita yang telah memberikan kontribusi sangat nyata dalam menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan, saya mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional tahun 2019,” ujar Mendikbud pada puncak Peringatan Hardiknas tahun 2019, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta, Kamis (02/05/2019).

Setiap tanggal 2 Mei, kata Mendikbud, yang merupakan tanggal kelahiran Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, diperingati oleh seluruh insan pendidikan di tanah air sebagai Hari Pendidikan Nasional. Peringatan Hardiknas tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959. “Melalui momentum Hardiknas ini, marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional dengan menitikberatkan pada pembangunan manusia yang dilandasi karakter yang kuat, terampil, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompetitif,” ucap Mendikbud.

Hal tersebut, kata Mendikbud, senada dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo, yang menyampaikan bahwa perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia (SDM). Sesuai arahan tersebut, maka sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan kembali urgensinya.

Peringatan Hardiknas tahun ini mengangkat tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. “Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan,” ujar Mendikbud.

Untuk mendukung kebijakan Pemerintah, khususnya peralihan pembangunan infrastruktur menjadi pengembangan SDM, perspektif Kemendikbud ke depan akan menekankan pada dua penguatan, yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja. Pengembangan pendidikan karakter yang dimaksudkan adalah membentuk insan yang berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, bertanggung jawab, serta berbudi pekerti luhur. Sedangkan pembekalan keterampilan dan kecakapan disertai dengan penanaman jiwa kewirausahaan.

“Tentu semua itu membutuhkan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan, baik di tingkat pusat dan daerah,” ujar Mendikbud.

Mendikbud berharap, seluruh pelaku dan pemangku kepentingan bidang pendidikan dan kebudyaan agar terus bersemangat dan saling mendukung satu sama lain demi kuat dan majunya pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. “Teruslah bersemangat dan tulus menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan Indonesia,” pesan Mendikbud.

Jakarta, Kemendikbud —- Pelibatan publik dalam memeriahkan Pekan Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini terus dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hari ini penyelenggaraan Pekan Pendidikan dan Kebudayaan berlangsung sangat meriah, sekitar 5.000 orang memadati kantor Kemendikbud, Senayan Jakarta, untuk meramaikan kegiatan Harmoni Bersama Masyarakat, sebagai salah satu rangkaian acara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua jajaran Kemendikbud yang telah bekerja keras sehingga terselenggaranya kegiatan ini, dan juga seluruh masyarakat yang hadir memeriahkan acara Harmoni Bersama Masyarakat,” ucap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, sesaat sebelum melepas peserta gerak jalan sehat yang diikuti pejabat dan pegawai Kemendikbud, guru, siswa, komunitas, dan masyarakat umum, di halaman kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Minggu (28/04/2019).

Pelaksanaan Pekan Pendidikan dan Kebudayaan sebagai rangkaian dari peringatan Hardiknas, kata Mendikbud, sejak tahun lalu dirubah pelaksanaannya. Seluruh provinsi secara serempak menyelenggarakan Pekan Pendidikan dan Kebudayaan, yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikbud di daerah bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Masing-masing daerah penyelenggaraan Pekan Pendidikan dan Kebudayaan yang dikoordinasikan oleh UPT Kemendikbud bekerja sama dengan dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu, kita juga libatkan sebanyak mungkin para pelaku pendidikan,” jelas Mendikbud.

Pelaksanaan Hardiknas hari ini, kata Mendikbud, berlangsung sangat meriah dengan hadirnya ribuan orang dalam berbagai acara yang diselenggarakan, seperti jalan sehat bersama keluarga dan masyarakat, hiburan bersama artis ibu kota, dan festival band siswa dengan tema “Saya Anak Anti Korupsi”. Selanjutnya, juga ada tari tradisional yang dibawakan oleh mahasiswa asing peserta program Darmasiswa. Dan yang paling ditunggu-tunggu oleh para peserta dan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut yakni pengundian hadiah lawang (doorprize), berhadiahkan puluhan sepeda dan barang berharga lainnya.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan, salah satunya adalah jalan santai. Tadi saya tidak jalan tetapi lari,” canda Mendikbud.

Mendikbud berharap pelaksanaan Hardiknas tahun ini dapat menjadi refleksi dalam memperkuat peran pendidikan dan mendukung kemajuan kebudayaan Indonesia, sesuai dengan tema Hardiknas tahun ini “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

 

Jakarta, Kemendikbud – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengimbau pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi konsisten menegakkan aturan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru, khususnya dalam menerapkan sistem zonasi. Hal itu disampaikan oleh Mendikbud saat meninjau pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Jakarta, Senin pagi (22/4/2019).

 

Saat ini, dijelaskan oleh Mendikbud, seluruh kabupaten, kota, dan provinsi telah menuntaskan sinkronisasi sistem zonasi. Selanjutnya daerah diharapkan dapat menaati aturan demi kepentingan bersama. “Tinggal bagaimana konsistensinya,” ujar Muhadjir.

 

Ditemui di sela-sela meninjau pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 19 Jakarta, Mendikbud mengimbau agar daerah konsisten menegakkan aturan-aturan yang telah disepakati. Ia berpesan agar daerah mengedepankan prinsip pelayanan publik, sehingga harus dapat melayani siapa saja, tanpa pandang bulu. “Dengan menegakkan aturan, semua jadi enak, pemerintah enak, masyarakat juga nyaman, karena tidak ada hak-hak istimewa pada pihak-pihak tertentu yg menuntut perlakuan khusus,” tegasnya.

 

Muhadjir mengingatkan, daerah tidak boleh membiarkan ada pihak yang merasa terdiskriminasi oleh karena ada pihak lain yang diperlakukan istimewa. Agar tujuan PPDB tercapai, yaitu semua anak bisa bersekolah, maka rivalitas, diskriminasi, dan pemberian hak-hak istimewa tidak boleh dibiarkan dalam pelayanan publik. 

 

Dalam mempersiapkan sistem zonasi, Kemendikbud telah berulang kali berkoordinasi dengan pihak Kementerian Dalam Negeri untuk memetakan data populasi siswa. Data tersebutlah yang menjadi dasar bagi kabupaten, kota, dan provinsi dalam menetapkan zonasi. Mendikbud menilai waktu lima bulan semestinya sudah cukup bagi daerah untuk melakukan pembenahan dalam menentukan zonasi di daerahnya masing-masing. Pemerintah pusat memantau hal tersebut dan bagi daerah yang belum tuntas menetapkan zonasi, dilakukan intervensi dengan menurunkan tim dari pusat. Kemendikbud telah mengeluarkan Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan

Surabaya, Kemendikbud --- Pada hakikatnya, pendidikan karakter yang digaungkan saat peluncuran Kurikulum 2013, tidak berdiri sendiri. Ada rumus tertentu dalam mewujudkan generasi emas pada 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu ASK (Attitude, Skills, and Knowledge). Diharapkan, pada tahun 2045 mendatang, generasi emas Indonesia setidaknya memiliki tiga hal untuk memimpin bangsa ini, yakni karakter, keterampilan, dan pengetahuan.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014, Mohammad Nuh, dalam sebuah diskusi tentang pendidikan karakter di Surabaya, Kamis (18/4/2019). Turut hadir sebagai pembicara, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ihsan. Kegiatan diskusi dihadiri sekitar 100 orang yang terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas, lembaga masyarakat bidang pendidikan dan kebudayaan, serta dinas pendidikan di Kota Surabaya.

M. Nuh memberikan paparannya yang berjudul Penguatan Kompetensi-Karakter: Kegiatan Tiada Henti dalam Menyiapkan Generasi 2045". Dalam penjelasannya, ia menekankan penting kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Saat ini zaman berubah dengan cepat, terutama dalam hal teknologi informasi. "Kalau mau bertahan, harus beradaptasi dengan perubahan, mampu menciptakan kreasi baru. Nah, ini nantinya ke High Order Thinking Skills (HOTS). Jadi HOTS itu sudah diperkenalkan sejak Kurikulum 2013," katanya.

Ia menuturkan, kemampuan siswa dalam menghafal rumus dan mengaplikasikannya dalam sebuah soal akan dianggap sebagai Low Order Thinking Skills (LOTS). Karena itu Kurikulum 2013 berusaha menggeser kemampuan generasi bangsa dari LOTS menjadj HOTS. "Tantangannya ya tadi itu, harus bisa menaikkan mesin berpikir, harus memiliki kemampuan kreativitas dan inovasi," tuturnya.

Karena itu, lanjut M. Nuh, disimpulkan bahwa kebutuhan dalam mendidik generasi bangsa tidak hanya tentang pendidikan karakter. Karakter saja tidak cukup. "Lalu muncul rumus ASK, yaitu Attitude, Skills, and Knowledge. Pakai 'and' atau 'dan', jadi semua aspek itu harus ada, bukan pakai 'or' atau 'atau' yang membolehkan salah satu saja," katanya. Terkait ASK, ia pun memaparkan tiga elemen  pendidikan abad 21, yakni how we behave and engage in the world (attitude), how we used what we know (skills), and what we know and understand (knowledge).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso mengatakan, Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan salah satu program prioritas Kemendikbud dalam menjalankan Nawacita Presiden RI. Hingga akhir Juli 2018, sebanyak 85.000 sekolah telah mengimplementasikan program ini dan menjadi sekolah rujukan atau percontohan bagi sekolah yang akan melaksanakan PPK. Jumlah tersebut akan meningkat seiring dengan pendampingan kepada sekolah-sekolah, juga bimbingan teknis dan pelatihan yang saat ini sedang digelar oleh Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Ari mengatakan, salah satu tugas BKLM Kemendikbud adalah melakukan fasilitasi hubungan kelembagaan antara Kemendikbud dengan lembaga masyarakat dan pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan. "Hasil yang diharapkan pada dialog pendidikan ini adalah terciptanya kesepahaman antara semua pihak mengenai Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Religi serta terjalinnya hubungan yang baik antara Kemendikbud dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Provinsi Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya," katanya.

Pontianak - Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, UPT Kemendikbud RI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan IKAPI mengadakan kegiatan akbar yakni Gebyar Hardiknas 2019 dengan tema “Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan”.  Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Kemendikbud RI melalui Satker di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat.  LPMP Kalbar pada kegiatan ini turut andil dalam pelaksanaan Pameran, Duta Rumah Belajar, Bincang Publik, dan Bedah Buku yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan. 

Pembukaan Gebyar Hardiknas Tahun 2019 ini dihadiri oleh seluruh UPT Kemendikbud RI diantaranya LPMP Kalbar, Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), Balai Bahasa, dan BP-PAUD Dikmas.  Sementara itu Mendikbud pada acara pembukaan di walkili oleh Ir. Ananto Kusuma Seta, P.Hd yang merupakan Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud RI.  Gebyar Hardiknas 2019 ini dilaksanakan di halaman BPNB Kalbar mulai tanggal 20 – 24 April 2019 dengan berbagai perlombaan diantaranya Lomba Pidato, Lomba Berbalas Pantun, Lomba Tundang, Lomba Mewarnai jenjang PAUD/TK dan Lomba Tari Jepin.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh komponen yang terlibat dalam pelaksanaan Gebyar Hardiknas 2019 ini, dalam waktu yang singkat seluruh UPT Kemendikbud RI di provinsi Kalbar ini mampu dilaksanakan dengan luar biasa.” Ucap Ir. Ananto Kusuma Seta dalam wawancaranya.  Staf ahli kemendikbud ini juga menyatakan bahwa kegiatan ini memang dilaksanakan sebagai agenda rutin dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional.

Pembukaan Gebyar Hardiknas 2019 ini dimeriahkan oleh atraksi Drumb Band oleh siswa-siswi SMP Al-Azhar Pontianak yang dilanjutkan dengan Tari Jepin Massal dari beberapa sekolah.  Sementara pada hari minggu (21/04/2019) dilaksanakan Pawai Literasi yang berlangsung mulai dari BPNB menuju Balai Bahasa Kalbar, lomba pidato, dan persembahan tarian kombinasi tiga etnis yakni Melayu, Dayak, Tionghoa.

Harapan besar semoga pelaksanaan Gebyar Hardiknas pada tahun-tahun berikutmya akan lebih baik dan lebih meriah lagi.  Hal ini mengingat bahwa selain mempererat hubungan antara seluruh UPT Kemendikbud di Kalimantan Barat juga meningkatkan hubungan yang harmonis dengan pihak Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat. (Irfan)