Warta Pendidikan

Warta Pendidikan (394)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Dunia Pendidikan

Tuesday, 21 May 2013 11:11

Kemdikbud Gelar ISPrO 2013

Written by

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyelenggarakan The 1st International Science Project Olympiad (ISPrO) 2013 di Jakarta pada 19-24 Mei 2013 sebagai salah satu upaya menumbuhkembangkan budaya meneliti sejak usia muda.

 

 

Sebagaimana yang dilaporkan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Kemdikbud Hamid Muhammad   selaku President of ISPrO, pada acara pembukaan ISPrO 2013 yang bertempat di Gedung Teater Pewayangan Kautama, Taman Mini Indonesia Indah pada Senin (20/05), kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk aksi global dalam menyuarakan proteksi terhadap planet bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan serta gaya hidup yang ramah lingkungan. 

 

 

Adapun bidang yang dikompetisikan adalah sains terapan yang berhubungan dengan isu-isu lingkungan, diantaranya: Environmental Biology, Environmental Chemistry dan Environmental Physics.

 

 

Peserta ISPrO 2013 berasal dari 22 negara, yaitu: Afghanistan, Albania, Azerbaijan, Bangladesh, Belarus, Bosnia and Herzegovina, Cambodia, Germany, Indonesia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Macedonia, Madagascar, Malaysia, Moldova, Myanmar, Pakistan, Philippines, Tajikistan, Thailand, Turkey, dan Turkmenistan.

 

 

Para dewan juri berasal dari perguruan tinggi dan institusi penelitian di Indonesia, seperti dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dukungan dari universitas dan lembaga lain sangat membantu dalam mewujudkanpeningkatan kualitasn dunia pendidikan dan peningkatan akses pendidikan bagi rakyat Indonesia.

 

 

“Hal ini merupakan cerminan dari jawaban terhadap tantangan, persoalan, dan harapan seluruh masyarakat dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. Layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua (Education for All) tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan,” ujar Hamid.

 

Sebagai informasi, Indonesia telah banyak berpartisipasi dalam kompetisi internasional dan meraih prestasi yang sangat membanggakan. Kompetisi-kompetisi internasional tersebut antara lain adalah International Biology Olympiad (IBO), International Mathematical Olympiad (IMO), International Physics Olympiad (IPhO), International Chemistry Olympiad (IChO), International Olympiad in Informatics (IOI), International Earth Science Olympiad (IESO), InternationalOlympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA), International Astronomy Olympiad (IAO), dan kompetisi internasional lainnya melalui mitra kerja dengan pihak lain.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Tuesday, 21 May 2013 02:50

15 Juli 2013 Kurikulum 2013 Mulai Diimplementasikan

Written by

Jakarta - Pemerintah siap mengimplementasikan kurikulum 2013 kepada 6.325 sekolah yang ada di Indonesia pada 15 Juli 2013. Pemerintah menargetkan pengadaan buku kurikulum itu sampai di sekolah pada 14 Juli.


Jadwal pengadaan buku kurikulum 2013 itu akan dimulai dengan pengumuman lelang tanggal 17 Mei, selama 18 hari selanjutnya pemerintah akan umumkan pemenang lelang tanggal 3 Juni.


"Tanggal 10 Juni tandatangan kontrak dan penyerahan naskah buku," kata Menteri Pendidikan M Nuh dalam rapat dengan komisi X DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2013) malam.


Kemudian selama 25 hari sejak 10 Juni itu buku guru dan siswa sebagai bahan pelatihan sampai di LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) atau tepatnya pada 4 Juli 2013.


"Begitu kita mengadakan di 15 Juli tahun ajaran baru, buku harus sudah sampai di sekolah 14 Juli," ucap M Nuh.


Dalam implementasikan kurikulum 2013, pemerintah juga akan melakukan pelatihan bagi instuktur nasional, guru dan kepala sekolah secara bertahap.


"Tanggal 4-8 Juni pelatihan instruktur nasional. Kemudian tanggal 11-22 Juni pelatihan guru, kepala sekolah dan pengawas inti," tuturnya.

"Terakhir pada 15 Juli implementasi di sekolah sasaran," imbuhnya.

Implementasi kurikulum 2013 itu diprioritaskan bagi sekolah eks RSBI dan berakreditasi A yaitu total sebanyak 6.325 sekolah.


Sementara jumlah guru yang akan melaksanakan implementasi kurikulum 2013 itu total sebanyak 55.762 dan siswa sebanyak 1.570.337 siswa. Lalu jumlah buku sebanyak 9.767.280 buku.

 

Sumber : http://detik.com

Nanga Pinoh - Sebagaimana Tahun-tahun sebelumnya Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia dini (PTK PAUDNI). Kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI diselenggarakan dari 15 hingga 18 Mei di Kabupaten Melawi. Kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI ini dihadiri tenaga pendidik PAUD dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat.

 

Kegiatan ini juga dihadiri Dirjen PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi dan Tokoh pendidikan anak danm juga ketua Komnas Perlindungan Anak DR. Seto Mulyadi atau yang akrab di Panggil Kak Seto.

 

Kepala dinas pendidikan Kabupaten Melawi Drs. Paulus mengatakan, kedatangan Kak Seto di Melawi memang sengaja diundang untuk memenuhi harapan masyarakat yang sudah lama mendambakan kedatangan beliau, dalam Kegiatan ini Kak Seto menjadi Narasumber dalam acara celoteh anak.

Paulus mengharapkan apa yang disampaikan Kak Seto juga bisa diterapkan di masyarakat, jangan sampai di Kabupaten Melawi masih didapati adanya kekerasan anak yang dilakukan oleh orang tua sebab bagaimanapun itu tidak dibenarkan.

Di akhir pertemuan Kepala Dinas Pendidikan berharap kegiatan ini bisa mempererat tali persaudaraan antar sesama keluarga besar PAUD di Provinsi Kalimantan Barat.

 
 

Pontianak - Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh meresmikan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat, (20/5). Peresmian RS Pendidikan Tanjungpura ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Mendikbud M. Nuh dan pengguntingan pita oleh Laily M. Nuh.

 

Usai peresmian secara simbolis tersebut, Mendikbud berkunjung mengelilingi RS untuk meninjau fasilitas kesehatan. Dalam kunjungannya, Mendikbud didampingi Dirjen Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, Rektor Universitas Tanjungpura, Thamrin Usman dan dipandu Direktur RS Pendidikan Tanjungpura, Bambang Djarwoto.

 

Bambang Djarwoto mengantarkan rombongan Mendikbud meninjau fasilitas di berbagai klinik, seperti klinik spesialis mata, THT, dan kebidanan/kandungan, hingga ke ruang operasi. Mendikbud juga diajak meninjau ruang uji kompetensi dokter Indonesia, dan melihat simulasi penanganan pasien yang dilakukan langsung mahasiswa Fakultas Kedokteran Untan.

 

Mendikbud mengatakan, program peningkatan kompetensi dokter harus terus dilakukan, karena seorang dokter harus terampil, bukan hanya dilihat dari kognisi. Karena itu ia berharap pembangunan RS Pendidikan Tanjungpura tidak berhenti sampai di sini, tapi terus dikembangkan dengan bertahap, dengan perlengkapan fasilitas yang memadai. "Sehingga adik-adik kita bisa lebih terampil lagi. Bisa melayani publik," ujarnya. Ia juga berharap Untan bisa menjadi pusat kesehatan publik, minimal untuk Provinsi Kalimantan Barat.

 

Terkait status RS Pendidikan Untan, Mendikbud menjelaskan, RS pendidikan berada di bawah pengelolaan perguruan tinggi negeri, dan perguruan tinggi negeri berada di bawah naungan Kemdikbud, sehingga status RS pendidikan pun berada di bawah Kemdikbud, bukan di Kementerian Kesehatan.

 

"Kemarin saya sudah tanda tangan dengan Menkes untuk mengelola rumah sakit di perguruan tinggi negeri," katanya. Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani Mendikbud dan Menkes tersebut sudah disepakati tentang hal pengelolaan dan standar RS pendidikan.

"Kekurangan ada saja. Kelebihannya ada saja. Tapi ini (pembangunan.red) kita lakukan secara bertahap," tutur Menteri Nuh yang berharap RS pendidikan dapat memberikan pelayanan kepada semua pasien dari berbagai golongan ekonomi.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melaksanakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), hari ini, Senin (20/5). Upacara sejak pukul 08.00 WIB berlangsung khidmat dan tertib. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Syawal Gultom.

Dalam sambutannya, Syawal Gultom menyampaikan pidato Menteri Komunikasi dan Informatika. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-105 tahun ini mengangkat tema ”Dengan Semangat Kebangkitan Nasional, Kita Wujudkan Demokrasi Berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Menuju Indonesia Yang Maju dan Modern Dalam Bingkai NKRI”.

Tema tersebut membawa pesan kepada kita semua, bahwa perjuangan bangsa Indonesia belum lagi berakhir. Dengan semangat momentum harkitnas kita teruskan perjuangan para pendahulu kita untuk menuju Indonesia maju dan modern. Berkeadilan, sejahtera, berdemokrasi serta bermartabat. Mampu melecut kembali nilai kebersamaan sebagai bangsa dalam menghadapi globalisasi dengan menggelorakan rasa bangga dan cinta tanah air.

Tidak ada bangsa yang akan maju tanpa perjuangan keras. Tidak ada bangsa yang akan maju tanpa pengorbanan. Dan Tuhan tidak akan merubah nasib suatu bangsa, kecuali mereka berusaha merubah diri mereka masing-masing.

Hadir dalam upacara tersebut, pejabat para eselon 1 hingga 4 di lingkungan Kemdikbud dan pegawai yang bertugas untuk menjadi peserta upacara. Masih dalam rangkaian upacara, kelompok paduan suara Kemdikbud membawakan beberapa lagu perjuangan.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id