Warta Pendidikan

Warta Pendidikan (378)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Dunia Pendidikan

Minggu, 21 April 2013 00:00

Kemdikbud Tunggu Masukan Guru

Written by

Jakarta - “Jadi kalau nanti ada seorang guru melakukan pelanggaran tidak serta merta dikaitkan dengan kriminalitas. Kami mengajak komunitas atau organisasi guru untuk memberi pandangan terhadap organisasi profesi guru,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh di Kemdikbud, Jakarta, Rabu (6/02).

Mendikbud mengatakan, hak berserikat sebagai warga negara yang dijamin undang-undang dasar agar dibedakan dengan serikat sebagai profesi. Guru, kata dia, sebelumnya bukan profesi. Namun, sejak terbitnya Undang-Undang No 14 tahun 2005, guru merupakan sebuah profesi. “Bedakan guru sebagai profesi dengan guru sebagai anggota masyarakat biasa,” katanya.

Mendikbud menambahkan, guru sebagai profesi  memiliki kelengkapan organisasi. Penataan organisasi profesi guru saat ini baru memasuki tahap desain organisasi dan belum ditentukan model organisasinya. “Apa mau pakai model dokter, dokter kan tunggal atau Ikatan Notaris Indonesia, tunggal juga. Masih draft belum kita sepakati konsep organisasi profesi guru,” tuturnya.

Untuk membangun desain tersebut, Kemdikbud akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga yang terkait, seperti, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Kementerian Hukum dan HAM. Setelah melalui berbagai tahapan tersebut, barulah draft pembentukan organisasi profesi itu akan dimasukkan dalam bahasa peraturan perundangan. (AR)

Minggu, 21 April 2013 00:00

Kurikulum 2013, Masa Depan Generasi Muda

Written by

Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Boediono menyatakan dukungannya kepada tim Kurikulum 2013 dalam mempersiapkan kurikulum baru itu dengan sebaik-baiknya. Ia menilai, Kurikulum 2013 memberikan pengajaran pendidikan kepada generasi muda Indonesia agar menjadi lebih kreatif dan siap dalam menghadapi tantangan masa depan. “Oleh karena itu, sangat penting kita melakukan (persiapan) dengan baik, demi generasi muda kita di masa depan,” ujar Wapres dalam kunjungannya ke Politeknik Media Kreatif, Jakarta, Minggu (31/3).

Wapres mengungkapkan, persiapan yang dilakukan perlu dikerjakan dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak muncul pertanyaan-pertanyaan meragukan dari masyarakat. “Ini adalah pekerjaan besar. Saya sangat mendukung dan saya harap rencana ini dipersiapakn dengan sebaik-baiknya dan sedetail mungkin,” tambahnya.

Wapres mengaku mendengar begitu banyak antusiasme dari kepala sekolah dan guru untuk ikut serta mempersiapkan Kurikulum 2013 dengan baik. “Tetapi kita harus buktikan dulu bahwa program ini adalah program yang bisa berjalan dengan baik dan mempunyai hasil yang baik. Kalau itu bisa kita tunjukkan, otomatis yang akan ikut akan banyak sekali, seperti bola salju,” ungkap Wapres.

Tidak hanya memberi arahan, Wapres yang didampingi Herawati Boediono juga meninjau lokasi pembuatan buku Kurikulum 2013, termasuk melihat fasilitas dan proses penyuntingan buku. Wakil Menteri bidang Pendidikan, Musliar Kasim yang menerima kunjungan Wapres menjelaskan, Polimedia dipilih sebagai lokasi pengerjaan layout buku karena memiliki fasilitas yang memadai. (RA/WN)

Sabtu, 20 April 2013 18:40

Kurikulum 2013 akan tetap diberlakukan

Written by

Jakarta - ”Persiapan akan dimatangkan. Masih ada lima bulan. Kebanyakan yang keberatan karena tidak memahami konsepnya secara utuh,” ujarnya. 

Konsep kurikulum berikut rencana implementasinya saat ini masih dibahas berbagai kalangan, termasuk Panitia Kerja Kurikulum di Komisi X DPR. Sikap panja akan diumumkan pekan depan dan akan ada rekomendasi-rekomendasi setelah selama sekitar dua pekan melakukan dengar pendapat dengan berbagai kalangan masyarakat. 

”Rekomendasi dari siapa pun tetap akan kami terima dengan baik dan akan kami olah. Dalam dunia pendidikan banyak aliran atau pandangan berbeda. Jangan paksakan harus ikut aliran tertentu. Yang akan melaksanakan tetap pemerintah,” ungkap Nuh. 

Prof. DR. Hamid Hasan dari tim inti pengembangan Kurikulum 2013 yang juga Ketua Umum Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia, saat dihubungi terpisah, mengatakan, dengan Kurikulum 2013, Indonesia akhirnya meninggalkan sistem persekolahan yang sudah tidak lagi dianut oleh sejumlah negara. 

”Tidak ada lagi penjurusan, tetapi peminatan. Siswa memiliki kebebasan mengembangkan minatnya,” kata Hamid. Namun, ia memahami adanya kekhawatiran sejumlah kalangan pada tahap pelaksanaan. (LUK)

Halaman 76 dari 76