Warta Pendidikan

Warta Pendidikan (453)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Dunia Pendidikan

Bengkayang - Penyerahan Surat Keputusan Bupati Bengkayang secara simbolis kepada Kepala Sekolah yang mendapat kepercayaan sebagai tugas tambahan di satuan pendidikan di Kabupaten Bengkayang yang telah dilaksanakan pada hari Kamis 3 Okotober 2013 bertempat di aula lantai V Kantor Bupati Bengkayang. Pada acara tersebut, Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, S.Pd didampingi Plt. Kadis Pendidikan Kab. Bengkayang Dr. Yan, M.Si., Inspektur Kab. Bengkayang B.Basuni, SE,M.Si, Kepala BKDD yang diwakili oleh Erni, SE, MM, para pejabat struktural di lingkungan Dinas Pendidikan, para Kepala UPTD Pendidikan se Kab. Bengkayang. Para Kepala Sekolah yang mutasi, rotasi dan promosi sebanyak 217 orang yang terdiri atas Kepala Sekolah SMA sebanyak 14 orang, Kepsek SMK 3 orang, Kepsek SMP 26 orang dan Kepsek SD berjumlah 120 orang, dan Kepsek yang mutasi menjadi guru biasa sebanyak 54 orang.
Acara penyerahan SK Bupati dan pengarahan Bupati Bengkayang sebagai pengantar tugas bagi para kepala sekolah dan guru dilingkungan Dinas Pendidikan berlangsung hikmat, aman dan lancar. Awal pengarahan Bupati Bengkayang, mengingatkan kembali makna Pendidikan sesuai dengan UU RI No.20 tahun 2003, bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamanan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. demikian juga visi pemerintah kab. bengkayang tahun 2011-2015 berbunyi “terwujudnya masyarakat kabupaten bengkayang yang sejahtera, cerdas, sehat, beriman, demokratis dan mandiri dalam keberagaman”.
Bupati Gidot juga menyatakan bahwa proses SK tersebut sudah lama, sebab 3 tahun belakangan ini tidak ada mutasi, rotasi dan promosi Kepsek, masih banyak menjadi pelaksana tugas atau Plt, banyak guru atau Kepsek yang pensiun dan lain sebagainya. Selanjutnya Bupati menyatakan bahwa tugas kepala sekolah adalah tugas tambahan yang diemban selain sebagai seorang guru yang harus mengajar. Kepsek sebagai pelayanan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa agar lebih berkualitas, dan pada gilirannya nanti mampu menciptakan SDM yang memiliki daya saing yang tinggi.
Kepsek sebagai pemimpin bukan sebagai bos, sehingga harus memiliki jiwa melatih, melayani, menciptakan kebanggaan bagi orang lain, jangan suka menyalahkan orang lain, tanpa ada solusinya. Pesan Ki Hajar Dewantara: “ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Menjadi guru PNS harus melaksanakan tugas secara bertanggungjawab, jangan malas mengajar karena kesejahteraan guru saat ini sudah diperhatikan Pemerintah seperti tunjungan sertifikasi. Kepsek juga harus tanggap dengan lingkungan sekolah dan mau memelihara bangunan sekolah yang ada, “Jangan lepas satu batako, lepas satu papan, lepas satu atap metal, tunggu proyek, jadi harus kreatif dan berinisiatif”.
Seorang kepala sekolah akan sukses jika mampu menerapkan kompetensi kepribadian (misalnya menjadi teladan, memiliki integritas, bersikap terbuka, berpikir positif,mampu mengendalikan diri, memiliki bakat dan minat dalam pendidikan); manajerial (misalnya, memahami unsur-unsur manajemen kantor modern, mampu menciptakan budaya organisasi yang disiplin, kerja keras, mampu mengelola sdm dan sarana pendidikan, mengelola kurikulum, memahami informasi dan teknologi,mampu mengelola keuangan secara akuntabil dan transparan); kewirausahaan (misalnya, memili inovasi, motivasi, bekerja keras, pantang menyerah dan memiliki naluri kewirausahaan); supervisi (misalnya, melaksanakan supervisi akademik), dan dimensi kompetensi sosial (misalnya bisa kerjasama, aktif dan peka dalam kegiatan di masyarakat).
Terkait dengan pembangunan karakter anak didik, maka diharapkan kegiatan ekstra kurekuler seperti kegiatan pramuka harus digalakkan dan dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan di setiap satuan pendidikan di kab. bengkayang ke depan. Karena hanya melalui pendidikan yang dapat meningkatkan, semua potensi kecerdasan anak-anak bangsa, dan dilandasi dengan pendidikan karakternya, diharapkan anak-anak bangsa di masa depan akan memiliki daya saing yang tinggi, untuk hidup damai dan sejahtera sejajar, dengan bangsa-bangsa lain di dunia yang semakin maju dan beradab. Kalau perbaikan kualitas generasi tidak ada, maka apa jadinya kondisi bangsa ini dimasa yang akan datang? kemajuan suatu bangsa dan negara bukan dihasilkan dari jumlah manusianya seberapa banyak, tapi mutu serta kualitas manusia.
Oleh karena itu, para Kepsek dan para guru harus memahami teknologi informasi, serta rajin membuka website dinas pendidikan, disdikbud.bengkayangkab.go.id. Pada akhirnya, pengarahan Bupati Gidot menyatakan bahwa para Kepala Sekolah yang pada hari ini telah diberi tugas dan fungsi yang baru yakni sebagai manajer, edukator, administrator dan supervisor, pemimpin/leader, inovator, dan motivator. Program 7k (ketertiban, keindahan, kebersihan, keamanan, kekeluargaan, kerindangan, dan kedisiplinan), jangan hanya sebagai semboyan di papan agar dilaksanakan disekolah masing-masing. Kepada para Kepala Sekolah yang kembali menjadi guru biasa, Bupati menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas segela pengabdiannya selama ini untuk memajukan dunia pendidikan di Kab. Bengkayang kepada yang baru mendapat SK Kepsek Bupati berpesan jaga amanah sebaik-baiknya seraya mengucapkan selamat menjalankan tugas Kepsek sebagai tugas tambahan.

 

Sumber : http://disdikbud.bengkayangkab.go.id

Monday, 07 October 2013 17:02

Seminar Internasional Pendidikan Anak Usia Dini

Written by

Batam - Di sela-sela Kegiatan Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD, Non Formal dan Informal Berprestasi Tingkat Nasional, Ditjen PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menyelenggarakan seminar internasional. Seminar internasional tersebut mengangkat tema "Meningkatkan Kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) PAUD, Non Formal dan Informal". Seminar berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 5-7 Oktober 2013 di Hotel Harmoni One, Batam, Kepulauan Riau.

Seminar internasional tentang PTK PAUD, Non Formal dan Informal diikuti 10 negara, yaitu Indonesia, Australia, Laos, Kamboja, Pakistan, Bangladesh, Korea Selatan, Myanmar, Nigeria, Vietnam, serta perwakilan dari UNESCO Indonesia. Peserta seminar terdiri dari perwakilan pemerintah dan aktivis LSM internasional. Dalam seminar tersebut, setiap perwakilan tiap negara mempresentasikan makalahnya mengenai kondisi pendidikan non formal dan informal di negaranya masing-masing. Usai presentasi, seluruh peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk melakukan diskusi.

Diskusi kelompok berlangsung di hari kedua, dengan tema yang berbeda-beda. Kelompok pertama membahas tentang pelatihan dan pengembangan PTK non formal dan informal. Kelompok kedua berdiskusi tentang kebutuhan, rekrutmen, dan manajemen PTK non formal dan informal. Sedangkan tema kelompok ketiga adalah penghargaan dan apresiasi untuk PTK non formal dan informal. Pada akhirnya, seminar internasional akan memberikan rekomendasi untuk kemajuan PTK PAUD, non formal dan informal di Indonesia serta negara lain.

Salah satu peserta seminar dari Bangladesh, Md. Rafiquzzaman mengatakan, seminar seperti ini penting untuk dilakukan karena sesama pegiat dan pembuat kebijakan dalam bidang pendidikan non formal dapat berbagi pengalaman dan saling memberikan masukan terhadap masalah yang dihadapi. Namun ia menyayangkan jumlah negara peserta yang diundang kurang banyak. Di sisi lain, mantan Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal Kementerian Pendidikan Bangladesh tersebut memuji kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI yang diselenggarakan Kemdikbud. Ia mengatakan, festival untuk guru dan tenaga pendidikan PAUD, non formal dan informal seperti ini sangat bagus dilaksanakan.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Batam - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan (Wamenbud) Wiendu Nuryanti, membuka Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI Tingkat Nasional di Stadion Tumenggung Abdul Jamal, Batam, Kamis (3/10).

 

Kegiatan yang akan berlangsung 3-8 Oktober 2013 ini dibuka Wamenbud dengan diiringi guyuran hujan deras. Meski demikian, antusiasme peserta tetap tinggi."Saya sangat menghargai walaupun dalam hujan deras dan angin yang kencang namun para peserta tetap semangat dan antusias mengikuti acara ini," kata Wiendu. 

 

Wamenbud mengatakan,  tugas PTK PAUDNI dalam memberikan layanan program PAUDNI sarat dengan beban dan tantangan. Untuk itu, sudah sepatutnya pemerintah lebih meningkatkan kualifikasi dan kompetensi mereka, serta memperhatikan tingkat kesejahteraan mereka.  Kegiatan apresiasi PTK PAUDNI ini, kata Wiendu merupakan media dalam memotivasi seluruh pelaku PAUDNI sebagai bentuk pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing. Selain itu, penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik juga merupakan tiga pilar pembangunan pendidikan di Indonesia imbuhnya. 

 

Oleh karena itu kata Wiendu diharapkan kegiatan itu dapat membangun semangat baru dalam meningkatkan kinerja, mengembangkan sikap sportivitas, memupuk wawasan dan saling berbagi pengalaman terbaik untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal di masa yang akan datang. 

 

Sementara itu, Dirjen PAUDNI Kemdikbud, Lydia Freyani Hawadi dalam laporannya mengatakan, penyelenggaraan Apresiasi  PTK PAUDNI  Berprestasi Tingkat Nasional dimaksudkan untuk memberikan penghargaan terhadap PTK PAUDNI yang dinilai memiliki prestasi di bidang PAUDNI, meningkatkan mutu pembinaan PTK PAUDNI.  Dikatakan oleh Dirjen, Kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Nasional diawali dengan rangkaian kegiatan lomba,  mulai dari tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi dan puncaknya pada tingkat nasional.  

Peserta yang hadir pada puncak acara itu adalah PTK PAUDNI yang menjadi juara pertama  pada lomba tingkat provinsi. Secara keseluruhan jumlah peserta lomba tingkat nasional sebanyak 480 orang dan pendamping sebanyak 32  orang sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 512 orang  yang berasal dari 32 provinsi. Hadir  pada acara pembukaan itu antara lain Gubernur Kepulauan Riau,  Walikota Batam, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, dan sejumlah pejabat Kemdikbud Pusat maupun daerah.

 

Video dapat dilihat disini

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Sunday, 29 September 2013 21:09

JK: UN Masih Penting untuk Cerdaskan Bangsa

Written by

Jakarta - Mantan Wakil Presiden yang juga peduli terhadap pendidikan, Jusuf Kalla menjadi pembicara kunci pada acara pembukaan konvensi ujian nasional (UN) di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (26/9). 

Pria yang akrab disapa JK ini menilai UN masih penting untuk mencerdaskan bangsa Indonesia. ''UN masih penting supaya bangsa ini dicerdaskan. Ada enggak cerdas tanpa belajar?'' kata JK kepada wartawan.

 

JK mengatakan memang tak semua orang sependapat tentang UN ini. Namun, pemerintah harus membuat kebijakan agar tetap jalan. Jadi, adanya UN di tingkat SD, SMP dan SMA, agar  ada pemerataan pendidikan nasional. Semua,  harus ada standarnya. 

 

''Yang itu (kontra) sudah ratusan kali ngomongnya itu terus, enggak pernah beda-beda. Kami, terima kasih atas segala macam kritikan, tapi bangsa ini harus belajar,'' ujar JK.

 

Menurutnya, kalau banyak kekurangan itu teknis saja. Misalnya, keterlambatan pengadaan soal dan ada yang mencontek. UN, kata JK, sebenarnya bukan hal yang baru. 

 

Pada era 1950-an, sudah ada yang dikenal dengan ujian negara. Kemudian, istilahnya berubah menjadi Ebtanas dan kembali menjadi ujian negara. Pada dasarnya, pendidikan perlu ada penilaian untuk mengetahui pendidikan di Indonesia sudah ada di tahap mana.

 

''Di negara mana pun juga, UN perlu. Bukan hal yang baru,'' lugas JK 

 

Setiap bangsa, lanjutnya, perlu ada perubahan. UN, merupakan tahap perubahan dari Ebtanas. Perubahan ini perlu dilakukan, karena pada waktu dirinya menjabat Menkokesra, 2002-2003, Ia melihat pelajar sangat santai. Apalagi, di kota besar banyak pelajar malam-malam masih santai di mal. 

 

''Tapi, lebih fatal lagi, lulusan SMP dan SMA menjadi TKI karena kemampuannya tak ada,'' kata JK.

 

Oleh karena itu, kata dia, Ia membuat aturan yang tidak memperbodoh bangsa ini. Memang benar, fasilitas pendidikan di Indonesia berbeda. Namun,  otak orang Jawa, Sumatra dan daerah lain di Indonesia sama. Jadi, caranya dengan membuat standardisasi. 

 

''Sekolah, bukan untuk hobi. Sekolah untuk masa depan. Kalau sekolah untuk senang-senang, itu namanya sekolah untuk hobbi,'' ujar JK.

 

Sumber : http://republika.co.id

Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik) Musliar Kasim, menyampaikan dua materi di luar ujian nasional pada penutupan konvensi UN, Jumat (27/9). Kedua materi tersebut adalah kurikulum 2013 dan bantuan siswa miskin (BSM).

 

Tentang kurikulum 2013 Musliar mengatakan, Kemdikbud membuka kesempatan kepada kabupaten/kota yang ingin melaksanakan kurikulum 2013 secara mandiri. Hal tersebut dikemukakan Musliar menanggapi banyaknya surat yang masuk ke kementerian dari kabupaten yang ingin melaksanakan kurikulum 2013 secara mandiri. “Yang ingin melaksanakan mandiri silahkan saja, tapi kami beri catatan di situ, kabupaten boleh melaksanakan mandiri asal tidak membebani orang tua,” katanya.

 

Saat ini terdapat 6.326 sekolah sasaran yang melaksanakan kurikulum 2013 dengan biaya dari pemerintah pusat. Guru-guru di sekolah-sekolah tersebut telah dilatih oleh instruktur nasional sebelum tahun pelajaran dimulai. Untuk itu, kata Musliar, bagi kabupaten yang ingin menerapkan kurikulum 2013 secara mandiri, guru-gurunya harus dilatih dari pelatih atau instruktur yang telah disiapkan. “Untuk buku dan pelatihan guru harus disediakan dari APBD kabupaten, tapi instruktur atau pelaksananya atau pelatihnya mesti pelatih yang sudah disiapkan, baik dari narsum atau instruktur nasional yang sudah ada,” tuturnya.

 

Sedangkan untuk BSM, Wamendik menghimbau kepada seluruh peserta konvensi UN yang terdiri dari pegiat di dunia pendidikan agar ikut menyosialisasikan BSM kepada masyarakat. Karena hingga 17 September, penyerapan dana BSM baru 21 persen. “Kita di Kemdikbud dan Kemenag mendapat alokasi BSM ini 16,5 juta anak. Hanya saja amat disayangkan daya serapnya sangat rendah,” kata Musliar.

 

Pola penyaluran BSM tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun sebelumnya pendataan penerima BSM dilakukan oleh kepala sekolah untuk kemudian diteruskan ke dinas pendidikan di kabupaten dan pusat, maka tahun ini pemberian BSM dilakukan langsung kepada orang tua yang memiliki kartu penjaminan sosial (KPS). “Orang tua harus mendaftarkan anaknya kemana dia sekolah, apa di SD, SMP, atau SMA, dibawa KPS nya,” ujar mantan rektor Universitas Andalas ini.

Dari dana yang disiapkan Rp 7 triliun untuk BSM, baru lebih kurang Rp 2 triliun yang terserap. Padahal, jika BSM ini dapat tersalurkan dengan baik akan sangat membantu keluarga yang kurang mampu untuk menyekolahkan anaknya, dan meningkatkan angka partisipasi kasar siswa yang bersekolah. “Karena APK saat ini terutama SMA masih rendah, 78 persen, (BSM) ini diharapkan dapat membantu mereka menyekolahkan anaknya ke sekolah yang mereka inginkan,” pungkasnya.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id