Warta Pendidikan

Warta Pendidikan (418)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Dunia Pendidikan

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus berupaya meningkatkan kualitas layanan informasi dan kehumasan kepada pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Salah satu syarat penting untuk terciptanya kualitas layanan prima informasi dan kehumasan adalah sinergitas seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud.

 

Dalam rangka meningkatkan sinergitas antar pengelola informasi dan kehumasan di tiap unit kerja Kemdikbud, Pusat Informasi dan Humas (PIH) menyelenggarakan Rapat Kerja Informasi dan Kehumasan Kemdikbud. Raker tersebut digelar di Arya Duta Suite Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (19/7). Kegiatan ini dihadiri para pengelola informasi dan humas dari unit kerja di lingkungan Kemdikbud.

 

Kepala PIH Ibnu Hamad mengatakan bahwa hasil yang ingin dicapai melalui raker ini adalah terciptanya kesepahaman dan sinergitas program- program informasi dan kehumasan yang akhirnya bermuara pada kepuasan pemangku kepentingan. "Tugas kita adalah melayani informasi dengan komunikasi, yang muaranya adalah masyarakat mendukung atau minimal mengetahui kebijakan Kemdikbud," kata Ibnu Hamad dalam acara tersebut.

Salah satu narasumber yang dihadirkan pada raker tersebut adalah redaktur Harian Kompas Try Harijono, yang memotret kegiatan informasi dan kehumasan Kemdikbud di mata publik. Try mengatakan bahwa Kemdikbud memiliki potensi luar biasa untuk menjadi sumber rujukan informasi pendidikan dan kebudayaan di indonesia. "Portal Kemdikbud sudah bagus memberikan informasi pendidikan dan kebudayaan, namun potensi unit kerja dan narasumber yang berlimpah harus lebih dioptimalkan," ujar Try Harijono

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh dan para pejabat eselon 1 dan eselon 2 di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melakukan peluncuran kurikulum 2013 secara serentak di sejumlah daerah, Senin (15/7). Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), peluncuran dilakukan langsung oleh Mendikbud, di SMA N 1 Bantul, DIY.

 

Dalam sambutannya Menteri Nuh mengatakan, masyarakat DIY sudah siap dengan pelaksanaan kurikulum 2013 ini. Oleh karena itu, kementerian berterima kasih kepada masyarakat DIY yang siap menerima kedatangan Kurikulum 2013. “Ini adalah takdir Tuhan bahwa peluncuran Kurikulum 2013 ini secara resmi diluncurkan di DIY," katanya.

 

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik) Musliar Kasim, meluncurkan kurikulum 2013 di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Peluncuran tersebut disertai dengan pembukaan pendidikan dan pelatihan guru pelaksana kurikulum 2013 gelombang dua dan gelombang tiga Kabupaten Kutai Timur. Peluncuran dilakukan di kantor bupati Kutai Timur.

 

Musliar menyebutkan, Kabupaten Kutai Timur merupakan satu-satunya kabupaten yang melaksanakan kurikulum 2013 menyeluruh secara mandiri. “Kutai Timur akan dijadikan model nasional pelaksana kurikulum 2013. Kalau ini berhasil, daerah lain akan belajar dari Kutai Timur,” katanya.

 

Untuk Nanggroe Aceh Darussalam, implementasi kurikulum 2013 mundur satu hari menjadi Selasa (16/7). Hal ini, akibat pelaksanaan pelatihan yang diundur karena ada tradisi meugang (baca:megang) yang diadakan menjelang bulan puasa. Meski pelaksanaan mudur satu hari, para guru antusias untuk melaksanakan kurikulum tersebut.

 

Demikian disampaikan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi NAD, Makmun Ibrahim, usai mendampingi Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Irjen Kemdikbud) Haryono Umar saat meninjau pelatihan implementasi Kurikulum 2013 di sejumlah daerah di Aceh, Minggu (14/7/2013).

 

Peluncuran kurikulum 2013 juga dilakukan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, oleh Kepala Badan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan, Penjamin Mutu Pendidikan (BPSDMPK PMP) Kemdikbud, Syawal Goeltom.

 

Peluncuran Implementasi Kurikulum 2013 di Provinsi Kalimantan Tengah dipusatkan di SD Negeri Percobaan Kota Palangka Raya. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng, anggota DPRD Provinsi, kepala Dinas Pendidikan baik provinsi maupun Kota Palangka Raya, guru inti dan guru sasaran.

 

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Hamid Muhammad, meluncurkan kurikulum di Komplek Sekolah Al-Azhar, Serpong, Banten. Hamid melakukan peluncuran kurikulum 2013 didampingi Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany. Peluncuran tersebut ditandai dengan pelepasan balon warna warni ke angkasa.

Dari berbagai tempat peluncuran, diketahui semua pemerintah daerah dan guru siap mengimplementasikan kurikulum 2013. Setelah diluncurkan, pelaksanaan kurikulum 2013 ini akan dievaluasi setiap semester dan diberi pendampingan. Tahun depan, direncanakan implementasi kurikulum tersebut dilakukan secara masif.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Pontianak - Kurikulum baru akan diterapkan, namun hanya sebagian sekolah yang melaksanakannya. Hingga saat ini sekolah-sekolah tersebut tengah melakukan persiapan. “Para kepala sekolahnya sedang mengikuti pelatihan, sejak Senin lalu hingga hari Minggu ini,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Dwi Suryanto, Jumat (12/7).

Untuk tingkat SMA di Kota Pontianak terdapat sepuluh SMA yang melaksanakan kurikulum baru mulai, Senin ini. Yakni SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4, SMAN 6, SMAN 7, SMAN 8, SMA Santu Petrus, SMA Gembala Baik, SMA Mujahidin, dan SMA Muhammadiyah I. “Sedangkan SMK hanya dua, SMKN 3 dan SMKN 4,” papar Dwi.

Sekolah-sekolah itu bukan melaksanakan kurikulum baru atas kemauan sendiri atau ditentukan oleh Pemerintah Kota Pontianak. Namun, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang menunjuk langsung dengan status pelaksanaan terbatas. “Pelatihan yang saat ini digelar pun pematerinya dari kementerian semua,” ujar Dwi.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar menyebutkan, hanya dua persen sekolah di Kalimantan Barat yang akan melaksanakan kurikulum 2013 pada tahun ini. Penerapannya hanya untuk sekolah berakreditasi A atau eks Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.

”Sebelumnya kurikulum 2013 dilaksanakan pada 30 persen sekolah di Kalbar. Tetapi dalam perjalanannya berubah. Hanya dua persen sekolah di Kalbar yang akan melaksanakannya,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Sunyata di Pontianak, Jumat (12/7).

Di Kalimantan Barat, SD RSBI hanya ada di Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, dan Sintang. Sunyata menjelaskan pengurangan sekolah yang akan mengimplementasikan kurikulum 2013 ini ditentukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini dikarenakan keterbatasan anggaran. Bagi sekolah lain yang siap bisa mengimplementasikan kurikulum 2013 secara mandiri, tetapi melalui pembiayaan sendiri. Pembiayaan ini untuk mengirim guru mengikuti bimbingan teknis dan pengadaan buku kurikulum tersebut.

Hingga saat ini, lanjut Sunyata, buku kurikulum 2013 belum tiba di Kalbar. Ia mengungkapkan buku disuplai dari pemerintah RI, tetapi penggandaannya dilaksanakan pemerintah daerah menggunakan dana alokasi khusus.

”Jadi DAK diprioritaskan untuk menggandakan buku, baru sisanya untuk yang lain,” kata Sunyata.

Menurut Sunyata, bagi sekolah dan guru yang belum mengimplementasikan kurikulum 2013, tetap melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Saat ini KTSO tersebut masih berjalan dan tetap dilakukan evaluasi.

Perbedaan pelaksanaan kurikulum ini juga nantinya diikuti perbedaan ujian nasional. ”Seperti tahun lalu, ujian nasional ada yang KTSP, ada yang kurikulum 2009. Begitu pula nanti, ada yang kurikulum 2013, ada yang KTSP,” ujar Sunyata.

Sunyata menambahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masih menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai pelaksanaan kurikulum 2013 yang rencananya mulai diterapkan pada 15 Juli mendatang.

”Sekolah dan guru juga menunggu perkembangan lebih lanjut dari pemerintah pusat,” timpal Sunyata.

 

Sumber : http://www.jpnn.com