Warta Pendidikan

Warta Pendidikan (396)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Dunia Pendidikan

Cikarang, Kemendikbud—Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2019 yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengusung tema “Guru Penggerak Indonesia Maju”. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, dalam menjawab tantangan reformasi pendidikan di tengah keberagamanan budaya hingga birokrasi di Indonesia, harus ada keselarasan dalam satu gerakan yang didukung dari atas dan bergerak dari bawah.

"Saya yakin Bapak dan Ibu tahu apa yang terbaik untuk siswa-siswi.  Saya mengajak semua jenjang pemerintahan untuk memberikan kepercayaan kepada guru-guru untuk melaksanakan tugasnya dengan baik untuk menjadikan masa depan siswa-siswi kita lebih baik guna mewujudkan SDM yang unggul sehingga kita bisa menang di panggung dunia,” ucapnya di hadapan lebih dari 37-ribu guru yang hadir dalam puncak peringatan Haru Guru Nasional 2019 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat (30/11/2019).

Mendikbud kemudian bercerita tentang pengalamannya berbincang dengan guru-guru yang berkunjung ke Jakarta maupun yang ia temui di daerah. Ia mengaku, perbincangan dengan guru menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Buah pikir dan nasihat para guru seolah mengubah tantangan yang ia rasakan menjadi ringan yang berujung pada optimisme.

“Ada guru di Sulawesi yang mengajak murid-muridnya keluar (kelas), ke dalam hutan, untuk mengenali kata-kata.  Mengenali barang-barang alam dengan kosakata adat dan kosakata Indonesia untuk meningkatkan ilmu bahasanya. Ada guru di Jakarta yang telah mencetuskan program informatika melalui permainan yang sifatnya mendidik, walaupun itu bukan dari kurikulum.  Ada sekolah di Kalimantan yang setiap minggunya dan setiap bulannya mengatur orang tua murid datang ke kelas bukan hanya untuk belajar tetapi juga ikut berpartisipasi dalam kurikulum. Ini adalah langkah-langkah nyata yang sudah terjadi di Indonesia. Marilah kita bertepuk tangan untuk seluruh guru penggerak Indonesia,” tuturnya.

Menurutnya, gerakan dari akar rumput inilah yang diyakini akan mampu menggerakkan kapal besar bernama Indonesia. Lebih lanjut, ia berharap, inisiatif para guru yang sudah mulai mengambil peran perubahan, dapat didukung oleh kepala sekolah, pengawas sekolah, dinas pendidikan, dan pemerintah daerah.  

"Saya ingin mengajak mengubah paradigma kepemimpinan yang tadinya itu sebagai sebagai penguasa, pengendali, atau regulator, menjadi paradigma kepemimpinan yang melayani. Mulai minggu depan saya berharap sekali kepsek dan  pengawas kita menanyakan kepada guru, ‘Apa yang bisa saya lakukan untuk Anda sehingga bisa bertugas lebih baik?’. Dengan begitu kita bisa mengubah paradigma kepemimpinan, yakni paradigma kepemimpinan yang membantu,” ujar Mendikbud.

Jakarta, Kemendikbud – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun ini meraih anugerah Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2019 dengan kategori “menuju informatif” dari Komisi Informasi Pusat di Jakarta, Kamis (21/11/2019). Penganugerahan itu diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud, Didik Suhardi, dihadapan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma’ruf Amin.

Sekjen Kemendikbud mengungkapkan peganugerahan tersebut merupakan langkah awal yang baik dan harus diperbaiki secara berkelanjutan agar mampu menuju kategori kementerian yang informatif.  “Perlu kerja keras semua pihak dari kementerian (Kemendikbud), kalau bisa tahun depan harus kita capai sehingga kementerian yang informatif itu perlu segera kita wujudkan,” tegas Didik.

Dalam kesempatan itu, Wapres Ma’ruf Amin mengimbau kepada seluruh badan publik untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada publik karena sesuai amanat konstitusi masyarakat berhak mendapatkan informasi yang akurat dan benar. Badan publik juga dituntut untuk meminimalisir disinformasi yang beredar dan meresahkan masyarakat serta taat dan patuh pada Undang-undang Keterbukan Informasi Publik.

Wapres Ma’ruf Amin juga menjelaskan bahwa teknologi informasi saat ini telah mengubah cara masyarakat menakses dan memperoleh informasi yang dibutuhkan, bahkan masyarakat juga dapat berperan sebagai penyebar informasi. Seluruh badan publik, kata dia, perlu meningkatkan pola komunikasi dua arah dan terbuka dengan masyarakat agar dapat meningkatkan kepercayaan dan mendorong partisipasi publik.

Satu dari visi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin dalam lima tahun ke depan adalah mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan tepercaya. “Hal itu tidak mungkin terwujud tanpa adanya transparansi informasi,” ujar mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia itu.

Senada hal itu, Ketua Komisi Informasi Pusat, Gede Narayana berharap semua pimpinan badan publik selaku atasan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) sebagai pelaksana pelayanan informasi kepada publik dapat menjadikan keterbukaan informasi sebagai budaya. “Jika pimpinan badan publik sudah menjadikan pelaksanaan keterbukaan informasi publik sebagai budaya maka otomatis mindset-nya selalu berupaya memberikan pelayanan informasi terbaik kepada publik,” katanya

Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, mengatakan setiap orang tua harus dapat membekali anak-anaknya dengan kemampuan adaptasi yang mumpuni sejak dini. Sebab, menurutnya, perubahan dunia saat ini terjadi begitu cepat, sehingga manusia juga dituntut untuk dapat beradaptasi dengan lebih cepat.

"Jika tidak ingin ketinggalan jauh di belakang, bekali pendidikan karakter dan kemampuan adaptasi anak sejak dini," kata Mendikbud saat memberi sambutan pada acara Apresiasi Bunda PAUD tahun 2019 yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Senin (18/11).

Menurut Mendikbud, sebagian karakter itu telah ada dan hendaknya terus ditumbuhkan, seperti semangat gotong-royong dan semangat toleransi, yakni menghargai segala perbedaan. "Di sinilah peran penting PAUD terutama Bunda PAUD yang mengemban tugas mulia, dengan segenap kemampuan dasar yang diperlukan dalam membentuk karakter anak sejak usia dini," jelasnya.

Ia menegaskan, konsep bermain dan belajar dalam pendidikan anak usia dini menjadi sangat penting. Bahwa dalam PAUD seorang anak bukan dituntut untuk cepat membaca atau menghitung, melainkan lebih pada membiasakan bersikap dengan baik, bersosialisasi dan berdaptasi dengan lingkungan sekitar.

"Di PAUD kita menumbuhkan kesenangan anak untuk berpartisipasi dalam aktivitas sekolah bermain dan dia mengetahui bagaimana harus bersikap. Itulah yang terpenting, karena pada saat dia SD nanti di situlah dia baru mulai belajar yang sifatnya kognitif," terangnya.

"Jadi kalau kita sudah benarkan karakter sejak usia dini, belajar di sekolah nantinya jadi lebih mudah. Ini koneksi yang harus kita sebarkan," imbuhnya.

Lebih lanjut Mendikbud menambahkan, dengan adanya acara Apresiasi Bunda PAUD yang digelar Kemendikbud, diharapkan dapat menjadi suntikan semangat bagi pendidikan PAUD di seluruh pelosok negeri. Ia juga berpesan, baik guru, orang tua dan Bunda PAUD hendaknya terus menjadi mitra untuk saling menjalin kerja sama dalam rangka menanamkan pendidikan karakter kepada anak sejak usia dini.

"Harapan kita semoga penghargaan Apresiasi Bunda PAUD ini dapat melahirkan generasi yang bisa membawa Indonesia menjadi generasi maju dan unggul," pungkasnya.

Padang, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya mengatasi kekurangan guru di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T). Salah satu upaya yang ditempuh adalah membekali personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD)  yang akan ditempatkan di daerah 3T dengan kompetensi mengajar.

Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK)  menggelar Bimbingan Teknis (bimtek) Penguatan Kompetensi dalam Proses Pembelajaran di Kelas, di dua batalyon yaitu Batalyon 133/Yudha Sakti Kota Padang Sumatra Barat dan Batalyon 641/Beruang Kota Singkawang Kalimantan Barat. Personel kedua batalyon tersebut akan bertugas di perbatasan Indonesia - Malaysia di Provinsi Kalimantan Barat, dalam waktu dekat ini.

Jumlah prajurit yang dilatih dalam bimbingan teknis kali ini berjumlah 900 orang. Kegiatan bimtek berlangsung dari tanggal 5 hingga 8 November 2019. Bimbingan teknis ini merupakan gelombang kedua tahun 2019, setelah pada Bulan Maret lalu dilaksanakan bimtek gelombang pertama.

Direktur Jenderal (Dirjen) GTK Kemendikbud, Supriano, mengatakan tugas para prajurit ini bukanlah untuk menggantikan guru, namun mengisi kekosongan guru sampai ada guru yang ditugaskan oleh dinas pendidikan. "Misalnya di SD tidak ada guru olahraga, para prajurit ini bisa mengajar olahraga, sampai nantinya ada guru olahraga yang ditugaskan oleh dinas pendidikan setempat," kata Supriano, ketika membuka bimtek di Markas Batalyon 113 Kota Padang, Selasa (5/11/2019).

Menurut Supriano, tugas mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggung jawab bersama, dan ia mengapresiasi TNI yang siap turut serta mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia tersebut. Nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama terkait hal ini, telah ditandatangani oleh pejabat Kemendikbud dan Kepala Staf TNI AD.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Mayor Jenderal Bakti Agus Fadjari mengatakan para prajurit TNI AD harus menjalankan tugas sebaik-baiknya. "Tugas operasi adalah tugas tertinggi dalam militer. Ini adalah kebanggaan setiap prajurit. Laksanakan tugas menjaga perbatasan, dan juga bantu pendidikan di daerah perbatasan. Jangan sampai mereka diajar justru oleh negara tetangga!" pesan Bakti Agus yang disambut tepuk tangan para prajurit.

Pontianak, 06/11/2019 - LPMP Kalbar - Memasuki akhir tahun anggaran 2019, berbagai program peningkatan mutu pendidikan sudah menuju tahapan akhir rangkaian kegiatannya. Demikian juga pada program Supervisi Mutu Pendidikan. Supervisi mutu merupakan suatu proses untuk mengawal upaya peningkatan mutu pada satuan pendidikan oleh LPMP bersama dengan Pengawas Sekolah. LPMP Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Analisis Supervisi Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 5 sampai dengan 7 Nopember 2019, bertempat di ruang teleconference LPMP Kalimantan Barat.

Kegiatan Analisis Supervisi Mutu Pendidikan ini merupakan tindak lanjut dari hasil kegiatan Supervisi Satuan Pendidikan yang telah dilaksanakan oleh Pengawas Sekolah di sekolah-sekolah binaannya. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menganalisis hasil supervisi di satuan pendidikan, sehingga diperoleh gambaran mutu pendidikan di kabupaten/kota, untuk kemudian dapat disusun rekomendasi yang diperlukan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat pada umumya.

Sasaran peserta dari kegiatan ini adalah sebanyak 40 orang, yang terdiri dari Pengawas Sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA/SMKdari 14 kabupaten/kota serta unsur staf LPMP Kalimantan Barat.

Pelaksanaan kegiatan difasilitasi oleh narasumber-narasumber internal yaitu pejabat struktural maupun staf LPMP Kalimantan Barat, serta narasumber eksternal yang merupakan praktisi analis dan penyajian infografis hasil penelitian, yaitu Dr. Ali Hasmy, M.Si (Dosen IAIN Pontianak) dan Cahya Aulia Prastya, S.ST (Kepala Seksi Jaringan dan Rujukan Statistik BPS Provinsi Kalimantan Barat).

Materi kegiatan yang disajikan selama 3 (tiga) hari pelaksanaan kegiatan ini meliputi : Kebijakan Mutu Pendidikan Kemdikbud, Metode Analisis Hasil Supervisi Mutu, Metode Desain Grafis Supervisi Mutu, Penyusunan Sistematika Hasil Supervisi Mutu, Pengolahan Data Hasil Supervisi Mutu, Analisis Hasil Supervisi Mutu, Penyusunan Rekomendasi, dan Rencana Tindak Lanjut.