Pontianak - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat siap menuju instansi/ lembaga ZI-WBK (Zona Integitras – Wilayah Bebas Korupsi). Tak mudah menjadi lembaga yang demikian. Banyak aspek menjadi penilaian. Nilai-nilai integritas, kepemimpinan, manajemen, tata nilai, karakter menjadi pertaruhan. Tak hanya bagi pimpinan namun juga untuk seluruh karyawan.

Soliditas perlu dijaga. Komitmen perlu dibangun. Kekompakan perlu pembuktian. “Bersama Kita Bisa” akhirnya dipilih sebagai slogan lembaga. Slogan yang tak cukup hanya diingat dan diucapkan. Slogan ini adalah semangat lembaga menuju ZI-WBK.

Tidak seperti kegiatan yang telah dilaksanakan di tahun sebelumnya yang lebih banyak game dan permainan kelompok, kegiatan capacity building tahun ini berbeda. Di kegiatan ini seluruh sumberdaya bekerja keras dan bekerja cerdas dalam membuat sebuah  produk kreatif yang nyata. Bukti nyata berupa karya. Karya kolaborasi semua sumberdaya yang dipunya. Pimpinan dan karyawan berbaur menjadi satu. Menyayikan lagu sebagai Theme song LPMP Kalimantan Barat menuju WBK dengan seru.

Lirik dalam Theme song dibuat sebagai penyemangat. Dalam liriknya mengemukakan nilai pendidikan tentang 8 standar. Tak hanya dihafal, seluruh sumberdaya harus siap mental dan bersemangat menyukseskan.

Seluruh sumberdaya dikerahkan. Theme song,  operator video, editor video, perekam video, koreografer dan sutradaranya adalah karyawan LPMP Kalimantan Barat. Kegiatan ini adalah kebanggaan. Kebanggan atas partisipasi, inisiasi dan aksi yang menginspirasi. Setidaknya kami bisa mempunyai karya asli sebagai penyemangat untuk meraih mimpi yaitu lembaga yang mampu menjadi Zona Integritas - Wilayah Bebas Korupsi.

Kegiatan  Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari, 5 – 7 April 2019 di Kahyangan Resort, kabupaten Bengkayang. Konsep luar ruang dan pantai menjadi latar belakang pengambilan gambar. Perpaduan gerak, tari, seni dan olahraga ditonjolkan sebagai koreografi.

Output kegiatan ini adalah video klip Theme song  LPMP Kalimantan Barat menuju WBK. Mohon bersabar karena sampai berita ini diturunkan hasil akhir video sedang dalam tahap pengeditan. Pada saatnya nanti kami berjanji akan menanyangkan secara resmi.

Tetap semangat, tetaplah menginspirasi (Kim) video

Published in LPMP Inside

Pontianak - Kegiatan penjaminan mutu pendidikan merupakan salah satu agenda utama yang akan dilakukan oleh LPMP Kalimantan Barat pada tahun 2109.  Atas dasar tersebut, LPMP Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Hotel Ibis Pontianak tanggal 28-30 Maret 2019.

Kepala LPMP Kalbar Drs. Aristo Rahadi, M.Pd dalam kata sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dilaksanakan karena pada tahun 2018 progress pengiriman Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) Kalimantan Barat berada pada posisi ke tujuh terendah se-Indonesia.  Untuk itu koordinasi dan sosialisasi kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota dilaksanakan dalam upaya meningkatkan progress pengiriman PMP agar lebih baik lagi.  “Target kita progress PMP tahun 2019 harus mencapai setidaknya di angka 95%, bila perlu urutan 10 besar se-Indonesia” ujar Kepala LPMP Kalbar.

Kegiatan yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta pejabat yang terlibat dalam PMP ini juga membahas tentang kesiapan dalam menghadapi beberapa agenda diantaranya PPDB dengan sistem zonasi, Gala Siswa Indonesia, dan gebyar Hari Pendidikan Nasional 2019.  Hasil akhir dari kegiatan ini adalah terwujudnya komitmen bersama dalam menyukseskan kegiatan Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019. (Irfan)

 

Published in Penjaminan Mutu

Pontianak - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat sedang berbangga. Sebagai Unit Pelaksana Teknis di provinsi, LPMP Kalimantan Barat mendapat prestasi peringkat 5 penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan predikat A dengan nilai 82,00. Predikat A berarti memuaskan, memimpin perubahan, kinerja tinggi dan sangat akuntabel.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setiap tahun memberikan penghargaan kepada setiap unit kerja yang berada di tingkat pusat maupun daerah. Semua unit kerja dinilai atas kinerja selama satu tahun anggaran. Tujuan penilaian ini adalah menyemangati setiap unit kerja untuk selalu berlomba menjadi yang terbaik atas kinerja dan kesuksesan program. Hanya ada 3 LPMP di Top 10 di penghargaan ini. Di luar pulau Jawa hanya LPMP Kalimantan Barat yang mendapat penghargaan ini. Ada LPMP Jawa Tengah di peringkat 4 dan LPMP DKI Jakarta di peringkat 8.

Akuntabilitas merupakan kata kunci dari pengeolaan manajemen sistem pemerintah. Akuntabilitas adalah perwujudan kewajiban instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban dan berupa laporan akuntabilitas yang disusun secara periodik.

Tujuan SAKIP adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintah yang baik dan terpercaya. Sasaran dari SAKIP adalah :

1.    Menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.
2.    Terwujudnya transparansi instansi pemerintah.
3.    Terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional.
4.    Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Penghargaan ini adalah hasil dari konsistensi kolaborasi seluruh pimpinan dan staf LPMP Kalimantan Barat yang solid. Kesolidan yang disertai kekompakan. Kesolidan yang disertai keteladanan. Kesolidan yang disertai kekeluargaan. Penghargaan ini adalah motivasi dan energi LPMP Kalimantan Barat untuk selalu memfasilitasi peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Barat. Selamat dan sukses LPMP Kalimantan Barat. (Kim)

Published in LPMP Inside
Senin, 28 Mei 2018 21:05

Bimtek Fasda Sekolah Model 2018

Pontianak - Salah satu implementasi tugas LPMP adalah mengembangkan mutu pendidikan melalui sekolah model berbasis 8 SNP. Sekolah model merupakan sekolah yang ditetapkan dan dibina oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) untuk menjadi sekolah acuan bagi sekolah lain disekitarnya dalam penerapan 8 Standar Nasional Pendidikan dalam rangka Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara mandiri. Sebagai langkah awal bagi pengembangan sekolah model adalah dengan melaksanakan kegiatan Bimtek Penyegaran Fasilitator Daerah (Fasda) Sekolah Model Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018.

Tujuan kegiatan bimtek fasda sekolah model ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada calon fasilitator daerah sekolah model sehingga mampu memfasilitasi pendampingan penjaminan mutu di sekolah model. Sebelum di laksanakan kegiatan bimtek ini, terlebih dahulu telah di lakukan proses rekruitmen Fasda. Proses rekruitmen di mulai tanggal 19 Februari s.d  2 Maret 2018. Pada proses ini pelamar calon Fasda mengirimkan persyaratan berkas ke sekretariat rekruitmen Fasilitator Daerah ( Fasda). Kemudian di lakukan proses seleksi berkas dan hasil seleksi di umumkan pada tanggal 16 Maret 2018. Dari hasil seleksi tersebut, maka ditetapkanlah 56 orang fasda yang akan mendampingi sekolah model dalam menerapkan SPMI di sekolahnya.

Bimtek Penyegaran Fasilitator Daerah ( Fasda) sekolah model di laksanakan pada tanggal 22 s.d 25 Mei 2018 di hotel Gajahmada Pontianak.  Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk presentasi, diskusi, kerja kelompok dan praktek memfasilitasi untuk menghasilkan fasilitator daerah yang memahami konsep sekolah model. Adapun jumlah fasda yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 56 orang yang terdiri dari unsur kepala sekolah, pengawas sekolah di lingkungan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota  dan widyaiswara serta staf LPMP Kalimantan Barat. Para fasda tersebut nantinya akan mendampingi 224 sekolah model di provinsi Kalimantan Barat dalam melaksanakan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri di sekolahnya.

Published in Penjaminan Mutu

Pontianak - Sebagai langkah awal rangkaian kegiatan penjaminan mutu yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan, setiap satuan pendidikan harus mampu melakukan pengumpulan data peta mutu. Pengumpulan data peta mutu ini diperlukan agar setiap satuan pendidikan dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing berkaitan dengan pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP), sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk mencapai dan bahkan melampaui SNP.

Guna mendukung terlaksananya pemetaan mutu pendidikan tersebut, LPMP sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengawas dalam rangka Penjaminan Mutu Pendidikan yang melibatkan Operator Dapodik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota dan seluruh pengawas SLB, SD, SMP, SMA dan SMK dari 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat.

LPMP Kalimantan Barat telah melaksanakan kegiatan ini sejak awal bulan Juli 2018 adapun pelaksanaan kegiatan angkatan pertama tanggal 3 s.d. 5 Juli 2018 , angkatan kedua tanggal 8 s.d. 10 Juli 2018 dan angkatan ketiga tanggal 12 s.d. 14 Juli 2018. Dari pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis Pengawas Provinsi Kalimantan Barat ini diharapkan Pengawas Sekolah memahami instrumen pemetaan, mekanisme pelaksanaan pemetaan dan mampu memverifikasi dan memvalidasi data mutu Sekolah Binaannya.

Published in Penjaminan Mutu

Dalam rangka pelaksanaan sertifikasi bagi guru dalam jabatan melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membuka pendaftaran calon peserta PPG Dalam Jabatan untuk pelaksanaan tahun 2018-2022. Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru.

informasi  terkait  dengan persiapan pelaksanaan PPG Dalam Jabatan sebagai berikut:

 

  1. Calon peserta  PPG  Dalam  Jabatan  adalah  guru  yang diangkat  sampai  dengan  tangga l  31 Desember 2015 dan sudah tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per tangga l 31 Juli  2017.

 

  1. Calon peserta wajib memenuhi persyaratan akademik dan administras Persyartan akademik yaitu memiliki nilai minimum yang diperoleh dari tes kemampuan akadem ik (pretest).

 

  1. Calon peserta wajib  melakukan  pendaftaran  melalui situs http://simpkb .id dengan mengisi program studi PPG yang dipilih sesuai dengan ijasah S-1/D-I

 

  1. Verifikasi dan validasi akan dilakukan untuk melihat kesesuaian antara program studi PPG ya ng dipilih dengan ijasah S-1/D-IV

 

  1. Calon peserta yang dinyatakan lolos verifikasi dan validasi ijasah S-1/D-IV akan mengikuti pretest di tempat uji kompetensi (TUK) yang akan ditetapkan

 

  1. Persyaratan, tata cara pendaftaran,jadwal pendaftaran,jadwal pretes caton peserta PPG Dalam Jabatan, dan daftar linieritas sebagaimana terlampir.

 

Published in Warta Sertifikasi

 

Verifikasi berkas dimulai bagi guru yang sudah memiliki NUPTK dengan mengumpulkan berkas verifikasi ke Dinas Kabupaten/Kota atau Dinas Provinsi sesuai jenjang tempat tugas. Bagi yang belum memiliki NUPTK menunggu NUPTK diterbitkan oleh yang berwenang.

Dinas (Dinas Kabupaten/Kota atau Dinas Provinsi ) melakukan verifikasi berkas dan pembaruhan data sesuai berkas fisik. Berkas yang memenuhi pesyaratan dan disetujui dikirim ke LPMP.

LPMP memeriksa ulang kelengkapan berkas dan linieritas prodi PPG denga prodi S1. Bila perlu pembaruhan data dikembalikan ke dinas untuk revisi oleh Dinas. Jika memenuhi persyaratan dan disetujui berarti berkas calon peserta sudah tuntas melalui tahap verifikasi berkas dan mengikuti tahap seleksi selanjutnya.

Berdasar hasil tahap verifikasi penetapan calon peserta PPG, GTK melakukan evaluasi kuota dan ketersedian prodi LPTK untuk menetapkan calon peserta yang dapat mengikuti PPG Dalam Jabatan tahun 2018. 

Untuk mengetahui perjalanan berkas dalam tahap verifikasi dipergunakan istilah status verifikasi. Status verifikasi adalah posisi tahap verifikasi dalam alur verifikasi berkas, ditandai dengan angka.

1. Belum mengumpulkan berkas

2. Berkas sudah dicatat

3. Dikembalikan ke Dinas

4. Verifikasi Dinas Dihapus

5. Verifikasi Dinas Disetujui

6. Verifikasi LPMP Dihapus

7. Verifikasi LPMP Disetujui

Published in Warta Sertifikasi

Pontianak - Sambutan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat dalam rangka Pameran Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2017

Published in Warta Video

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menaikkan nilai minimal atau passing grade kelulusan ujian pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG), dari sebelumnya 42 menjadi 80.
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan, keputusan itu mengacu pada laporan Bank Dunia. Nilai uji kompetensi guru, baik yang sudah sertifikasi maupun belum, tidak berbeda signifikan
Nah, dengan meningkatkan nilai minimal kelulusan sertifikasi, diharapkan bisa diketahui perbedaan kualitas antara guru yang sudah sertifikasi dan belum.
Standar minimal kelulusan sebesar 42 poin dinilai terlalu rendah. Guru calon peserta sertifikasi tidak perlu resah. Sebab, lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) telah melakukan sosialisasi. Kebijakan itu sudah dikaji satu tahun terakhir.
Pranata optimistis para guru bisa mengejar nilai minimal kelulusan. "Jangan remehkan guru," katanya. Dilihat dari sebaran nilai UKG, banyak guru peserta sertifikasi 2016 yang nilainya lebih dari 80 poin. Memang ada potensi guru yang tidak lulus. Tapi, Kemendikbud memberikan kesempatan untuk mengulang.
Peserta yang mengulang tidak perlu mengikuti proses sertifikasi dari awal. Bisa langsung mengikuti ujian. Kesempatan mengulang dipatok sampai empat kali. Teknis pelaksanaan ujian ulangan akan ditetapkan berikutnya.
Salah satu kampus yang menyelenggarakan sertifikasi guru adalah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Rektor UNY Roch­mad Wahab mengatakan, sertifikasi bakal dilaksanakan Oktober. Menurut Rochmad, kenaikan nilai minimal kelulusan PLPG memang cukup tinggi. "Apakah itu realistis, kita lihat nanti hasilnya," katanya.
Meski nilai kelulusan cukup tinggi, Rochmad menjelaskan bahwa kampus tetap profesional. Tidak akan ada modifikasi nilai. Kampus akan menyebarkan kisi-kisi ujian. Sifatnya umum. Bukan mengarah atau menambah prediksi soal ujian.
Rochmad berharap para guru mulai bersiap. Guru yang belajar dan mempersiapkan diri dengan baik pasti tidak akan kesulitan. Se­baliknya, bagi guru yang belum apa-apa sudah down melihat passing grade itu, pasti akan kesulitan.
Sertifikasi guru 2016 rencananya dilaksanakan bulan ini. Sebelum itu, guru peserta akan dikarantina di kampus selama sepuluh hari.

 

Sumber : http://www.jawapos.com

Published in Penjaminan Mutu
Halaman 1 dari 7