Selasa, 17 September 2019 07:28

Bimbingan teknis peningkatan kompetensi 2019

Sebagai tindak lanjut dalam rumusan enam area perubahan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), di pengungkit penataan sistem manajemen SDM tentang Peningkatan Kualitas SDM dilaksanakan Bimtek Peningkatan Kompetensi Bagi Staf LPMP Kalimantan Barat yang dimulai dari tanggal 16 s.d. 17 September 2019. Bimtek peningkatan kompetensi tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi bagi staf LPMP Kalimantan Barat dalam memahami Konsep dan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan di Satuan Pendidikan

Published in Warta RB

Jakarta, Kemendikbud --- Dalam diskusi kelompok terpumpun (DKT) Gerakan Literasi Nasional (GLN) Tahun 2019, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa ruh dari semua gerakan pendidikan adalah literasi. Guru Besar Universitas Negeri Malang itu mengingatkan agar makna literasi jangan direduksi sekadar membaca buku saja.

"Padahal literasi itu tidak hanya membaca buku saja. Melalui membaca itu kemudian seseorang memiliki perspektif baru. Kemudian dia juga membuat karya. Proses itu terjadi terus menerus sepanjang hayat," diungkapkan Menteri Muhadjir Effendy di depan para peserta Diskusi Kelompok Terpumpun GLN Tahun 2019 di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Mendikbud berharap agar program literasi yang dijalankan dapat tertanam dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. "Bagaimana menanamkan sikap positif gemar membaca, gemar menulis, gemar berimajinasi, itu yang harus kita dorong. Terutama termasuk para guru, tutor, bahkan kepada para tokoh masyarakat. Menyadarkan mereka tentang betapa pentingnya literasi itu", ungkap Muhadjir.

Guru hendaknya dapat membimbing dan merangsang siswa untuk berkreasi dari referensi yang dibacanya. Tidak sekadar mewajibkan untuk membaca buku saja, tetapi memantik diskusi sehat yang melatih daya kritis dan kemampuan berkomunikasi.

"Gerakan literasi itu harus bisa merangsang anak untuk berimajinasi terhadap apa yang dia baca. Kemudian dia mengekspresikan mengenai apa yang dia baca. Kemudian dia bisa membuat karya yang lain dari apa yang sudah dibacanya tadi," jelas Muhadjir.

"Sekarang anak-anak bisa mendapatkan informasi, pengetahuan dari mana saja. Dari internet, makanya guru jangan terpaku literasi itu membaca buku saja," tambah Mendikbud.

Pada peta jalan GLN 2016—2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan enam literasi dasar yang wajib dikembangkan melalui tripusat pendidikan (sekolah, keluarga, dan masyarakat). Di antaranya literasi bahasa, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial serta literasi budaya dan kewarganegaraan.

Diskusi yang diselenggarakan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan ini bertujuan untuk membangun sinergi dalam mengembangkan dan memperkuat Gerakan Literasi Nasional di Indonesia yang dilakukan oleh berbagai kementerian dan lembaga serta masyarakat.

Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Dadang Sunendar berharap diskusi dapat merumuskan rekomendasi agenda bersama lintas kementerian dan lembaga serta masyarakat dalam rangka penguatan kerja sama, pemberdayaan pegiat literasi dan fasilitasi kegiatan GLN.

Terdapat lima tema dalam DKT GLN Tahun 2019, yaitu: Peta Jalan GLN Tahun 2019—2024, Rancangan pembuatan Peraturan Presiden (Perpres)/Instruksi Presiden (Inpres) tentang GLN, Praktik/Aksi Baik GLN, Literasi Digital, dan Literasi Numerasi.

"Mendatang, kita akan coba fokus pada dua literasi, yaitu literasi digital dan literasi numerasi," kata Dadang Sunendar.

Published in Warta Pendidikan
Kamis, 15 November 2018 07:33

Info Verval PTK ( NUPTK )

Dikarenakan akan dilakukan penataan sistem beserta database pengelolaan NUPTK di vervalptk, maka mulai tanggal 1 Desember 2018 sampai dengan waktu ditentukan berikutnya (setelah data master referensi PTK dan sistem kondisi stabil), pengajuan penerbitan bagi calon penerima NUPTK akan di tutup sementara. Proses penerbitan NUPTK bagi guru yang telah melakukan pengajuan NUPTK sebelum tanggal 1 Desember 2018 tetap berjalan seperti biasa. Operator sekolah diharapkan segera melakukan pengajuan penerbitan NUPTK bagi calon penerima NUPTK.

 

Proses Aproval Perbaikan Data Master dilakukan oleh Dinas setempat bukan oleh Pusat, jika belum dilakukan aproval silahkan kordinasi dengan operator Dinas. Perbaikan data master hanya dapat diajukan sebanyak 2 (dua) kali, setelah itu tidak dapat mengajukan perbaikan data master.

Published in Pengumuman
Selasa, 25 September 2018 20:47

Gala Siswa Indonesia (GSI) Jenjang SMP

Pontianak - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menerus mendorong Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bagi peserta didik sebagai wujud revolusi mental. Kali ini Program PPK dihadirkan melalui Liga Sepak Bola (Gala) Siswa Indonesia, ajang kompetisi sepak bola bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan diselenggarakan pada Tahun 2018.
Untuk wilayah Propinsi Kalimantan Barat penyelenggaraan Gala Siswa Indonesia (GSI) Jenjang SMP berlangsung tanggal 11-14 September 2018 di Lapangan Sepak Bola Sultan Syarif Abdurahman Pontianak. Even ini diikuti oleh tujuh (7) kabupaten/kota di Propinsi Kalimantan Barat, yaitu : Kabupaten Kubu Raya, Kota Singkawang, Kabupaten Landak, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Namun, di detik-detik akan dimulainya even ini, tiba-tiba Kabupaten Bengkayang mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas dan akhirnya even ini hanya diikuti oleh enam (6) kabupaten/kota saja dari empat belas (14) kabupaten/kota di Propinsi Kalimantan Barat.
Penyelenggara kegiatan Gala Siswa Indonesia (GSI) Jenjang SMP Propinsi Kalimantan Barat adalah Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Barat, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Propinsi Kalimantan Barat. Untuk informasi tambahan, Kontingan Kapuas Hulu dan Kontingan Kabupaten Landak menginap di LPMP Kalimantan Barat selama empat (4) hari. Hasil dari GSI Propinsi Kalimantan Barat adalah: Juara 1 yaitu Kabupaten Landak, juara 2 yaitu Kabupaten Ketapang dan Juara 3 yaitu Kabupaten Kayong Utara.

Published in Warta Pendidikan
Selasa, 25 September 2018 19:29

JARTI, Penebar Inspirasi Pelosok Negeri

Pontianak - Jarti merupakam sosok mulia penebar inspirasi ke berbagai pelosok negeri. Mereka adalah pengajar pengganti (Jarti). Tugas mereka adalah menggantikan sementara para guru daerah khusus yang saat ini sedang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Jarti  ditugaskan tersebar ke berbagai daerah terpencil, tertinggal dan terluar (3T) wilayah Indonesia. Jarti dikontrak selama 3 bulan mulai 1 September sampai dengan awal Desember 2018.

Tanpa Jarti  proses belajar mengajar di sekolah akan terganggu, padahal mutu pendidikan harus terjaga selalu. Tanpa mereka kegiatan di sekolah akan minus, karena siswa-siswinya tak bisa mengembangkan bakat dan kreativitasnya dengan serius. Tanpa mereka masa depan anak-anak di daerah akan terbelenggu, karena selama 3 bulan tiada guru yang mengajarkan ilmu. 

Jarti hadir membawa harapan. Harapan anak-anak di daerah 3T tetap mendapatkan pendidikan. Harapan anak-anak daerah 3T menatap masa depan. Harapan anak-anak daerah 3T mendapatkan keadilan sosial. Semua harapan ini adalah solusi pemerintah (Kemdikbud) untuk terus konsisten melayani seluruh warga negara untuk mendapatkan kemudahan akses pendidikan.

Jarti juga merupakan agen budaya. Mereka bisa saja membawa budaya untuk dikenalkan kepada siswa-siswi di daerah yang berbeda dengan suka cita. Jarti sebagai agen budaya adalah mengayakan pengetahuan siswa-siswi akan ragam budaya nusantara. Sebaliknya Jarti juga bisa mempunyai pengetahuan baru tentang budaya baru dimana dia mengajar di lingkungan baru.

Bagi jarti mengajar adalah pengabdian. Pengabdian tertinggi setiap warga kepada negaranya. Pengabdian tulus agar pendidikan berjalan mulus. Pengabdian mental yang tak lekang oleh medan dan tantangan alam. Mereka adalah pahlawan. Penakluk pegunungan, sungai, bukit dan jalan terjal. Mereka sadar namun tak gentar. Mereka hadapi semua itu hanya untuk bisa berperan memajukan pendidikan Indonesia.

Adalah Andreas Anus Aris, seorang jarti yang bertugas di SDN 07 Nanga Pak, Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat. Sebagai jarti, dia tidak disediakan tempat menginap di sekolah. Sehingga harus bolak-balik dari rumah ke sekolah dengan jarak tempuh selama 3 jam. Jalur darat dan sungai pun harus dilalui untuk sampai ke sekolah.

Begitu juga bagi Hersy Yuliarti, seorang jarti yang bertugas di SDN 03 Sebangki kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat. Dia harus berangkat subuh untuk sampai ke sekolah dengan jarak tempuh 2 jam. Semua itu dilakukan karena ingin berbagi ilmu kepada siswa-siswi di daerah terpencil.

Lain halnya dengan Sabri, seorang jarti yang bertugas di SDN 03 Menggelai kecamatan Boyan Tanjung kabupaten Kapuas Hulu. Dia harus menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam untuk menuju ke sekolah. Lokasi sekolah yang terpencil mengharuskan dia berangkat lebih awal dan pulang menjelang petang. Jalur tempuhnya pun menantang. Sehingga perlu kehati-hatian demi menjalankan misi pendidikan.

Sekelumit kisah jarti ini adalah pembuktian bahwa mereka benar-benar peduli. Peduli pentingnya pendidikan untuk bangsa. Peduli untuk saling berbagi dan menginspirasi. Apapun yang mereka bisa lakukan untuk menjadikan mereka menjadi pribadi yang luar biasa. Mereka mengubah lelah menjadi gairah. Mengubah pesimis menjadi optimis. Mengubah jati diri menjadi bagian dari solusi.

Selamat berjuang. Tebarkan energi, teruslah mengedukasi, jadilah inspirasi ke pelosok negeri.

Published in Potret Pendidikan

Jakarta, Kemendikbud --- Sebanyak 1.296 orang mengikuti Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018. Mereka terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, laboran, tenaga perpustakaan, dan kepala administrasi dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK. Ajang apresiasi ini diselenggarakan secara rutin oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).

Sekretaris Ditjen GTK, M. Qodrat Wisnu Aji mengatakan, Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018 diselenggarakan mulai tanggal 11 s.d. 18 agustus 2018 di enam lokasi di Jakarta. Sebelum dinyatakan lolos ke tahap nasional, para peserta diseleksi secara ketat, transparan, dan terukur, agar dapat memberikan rasa bangga dan memotivasi guru dan tenaga kependidikan.

“Penetapan pemenang oleh tim penilai akan dilaksanakan tanggal 15 Agustus 2018, dan pengumuman pemenang serta pemberian apresiasi akan dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2018 oleh Mendikbud,” ujarnya saat menyampaikan laporan dalam acara pembukaan Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018 di Jakarta, Minggu pagi (12/8/2018).

Kegiatan  ini, katanya, merupakan bagian dari rangkaian acara untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan RI. Tahun ini, Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional mengangkat tema “Berkarya untuk Kemajuan Pendidikan dan Kebudayaan”.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Supriano kembali menegaskan pentingnya penerapan pendidikan karakter untuk peserta didik. Ia menuturkan, guru dan tenaga kependidikan harus bisa menerapkan pendidikan karakter dan menjadi teladan bagi peserta didik di sekolah. “Suksesnya pendidikan karakter ada di tangan guru dan tenaga kependidikan juga. Maju mundurnya bangsa ini ada di tangan kita semua,” katanya.

Supriano juga mengucapkan selamat kepada para guru dan tenaga kependidikan yang telah lolos seleksi hingga tahap nasional. “Selamat mengikuti tahap berikutnya,” tuturnya. Ia juga berpesan agar para peserta tidak hanya berpikir atau bertujuan untuk menjadi juara 1, 2, atau 3 dalam ajang apresiasi ini. “Bapak/Ibu sudah menjadi pemenang. Yang paling penting adalah kembali ke tempat asal dan bisa melakukan perubahan. Pikirkan bagaimana merekatkan bangsa ini melalui pendidikan,” ujar Supriano. 

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat mengadakan acara Halal Bi Halal dalam rangka peringatan Hari Raya Idul Fitri 1439 H pada hari Senin tanggal 25 Juni 2018, bertempat di Auditorium Ki Hajar Dewantara LPMP Kalimantan Barat.

 

Acara bertajuk “Halal Bihalal Keluarga Besar LPMP Kalimantan Barat” ini dihadiri oleh keluarga besar pegawai LPMP  Kalimantan Barat yang terdiri dari PNS, satpam, tenaga kontrak beserta keluarganya. Pada acara Halal Bihalal ini dihadiri pula oleh mantan pejabat dan para pensiunan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Barat, seperti Drs. Abdul Hadi, M. Si (mantan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Barat) dan Drs. Tjutju Supardan (mantan Kasi Pelayanan Teknis) dan Bapak Abdul Haer, S.Pd.

 

Acara dibuka dengan persembahan musik dari Tim Akustik LPMP, dan pembacaan ayat suci Al Qur’an, serta Saritilawah. Acara kemudian  dilanjutkan dengan sambutan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Barat, Drs. Aristo Rahadi, M.Pd, yang mengingatkan untuk seluruh pegawai untuk melanjutkan amalan kebaikan yang dikerjakan dibulan Ramadhan pada 11 bulan selanjutnya setelah Ramadhan.

 

Sementara itu Ustadz Abuya Nanang Zakaria, M.Pd dari Ketua Majelis Tarjih PDM Muhammadiyah Kota Pontianak yang didaulat untuk memberikan ceramah mengingatkan pula untuk senantiasa istiqomah dalam melaksanakan kewajiban sebagai muslim, agar kita memperoleh ketaqwaan.

 

Kegiatan diakhiri dangan saling acara saling bersalaman dan memaafkan dengan harapan  Halal Bihalal Perayaan Idul Fitri 1439 H selain sebagai ajang silaturahmi keluarga besar LPMP Kalimantan Barat juga sebagai momentum untuk saling intropeksi dan lebih meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Published in LPMP Inside
Kamis, 17 Agustus 2017 15:49

Selamat HUT Kemerdekaan RI ke-72

Pontianak - Dalam rangka HUT RI ke- 72, keluarga besar Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat mengucapkan selamat atas 72 tahun kemerdekaan.

Published in Warta Video

Pontianak - Sambutan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat dalam rangka Pameran Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2017

Published in Warta Video
Rabu, 26 April 2017 11:12

UTN Ulang Kabupaten Sambas tahun 2017

Sambas – Ujian Teori Nasional (UTN) ulang bagi guru-guru peserta sertifikasi tahun 2016 untuk Kabupaten Sambas berlangsung dari tanggal 26 s.d. 27 April 2017 di SMK Negeri 1 Sambas dan diikuti oleh 71 orang guru dari semua jenjang. UTN ulang ini diperuntukkan bagi guru-guru peserta sertifikasi tahun 2016 yang tidak lulus ujian pada UTN tahun lalu.
Untuk UTN ulang kali ini menggunakan Computer Base Test (CBT) dengan Sistem e-Xam Kemdikbud. CBT menggunakan e-Xam Kemdikbud hanya dapat dilaksanakan di tempat-tempat yang telah teregister sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Kemdikbud. Untuk Kabupaten Sambas salah satu sekolah yang teregister sebagai TUK adalah SMK Negeri 1 Sambas.
Pelaksanaan UTN ulang ini diselenggarakan atas kerjasama Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas dan SMK Negeri 1 Sambas sebagai TUK.

Published in Warta Pendidikan
Halaman 1 dari 3