Pontianak - Kegiatan penjaminan mutu pendidikan merupakan salah satu agenda utama yang akan dilakukan oleh LPMP Kalimantan Barat pada tahun 2109.  Atas dasar tersebut, LPMP Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Hotel Ibis Pontianak tanggal 28-30 Maret 2019.

Kepala LPMP Kalbar Drs. Aristo Rahadi, M.Pd dalam kata sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dilaksanakan karena pada tahun 2018 progress pengiriman Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) Kalimantan Barat berada pada posisi ke tujuh terendah se-Indonesia.  Untuk itu koordinasi dan sosialisasi kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota dilaksanakan dalam upaya meningkatkan progress pengiriman PMP agar lebih baik lagi.  “Target kita progress PMP tahun 2019 harus mencapai setidaknya di angka 95%, bila perlu urutan 10 besar se-Indonesia” ujar Kepala LPMP Kalbar.

Kegiatan yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta pejabat yang terlibat dalam PMP ini juga membahas tentang kesiapan dalam menghadapi beberapa agenda diantaranya PPDB dengan sistem zonasi, Gala Siswa Indonesia, dan gebyar Hari Pendidikan Nasional 2019.  Hasil akhir dari kegiatan ini adalah terwujudnya komitmen bersama dalam menyukseskan kegiatan Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019. (Irfan)

 

Published in Penjaminan Mutu

Pontianak - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat sedang berbangga. Sebagai Unit Pelaksana Teknis di provinsi, LPMP Kalimantan Barat mendapat prestasi peringkat 5 penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan predikat A dengan nilai 82,00. Predikat A berarti memuaskan, memimpin perubahan, kinerja tinggi dan sangat akuntabel.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setiap tahun memberikan penghargaan kepada setiap unit kerja yang berada di tingkat pusat maupun daerah. Semua unit kerja dinilai atas kinerja selama satu tahun anggaran. Tujuan penilaian ini adalah menyemangati setiap unit kerja untuk selalu berlomba menjadi yang terbaik atas kinerja dan kesuksesan program. Hanya ada 3 LPMP di Top 10 di penghargaan ini. Di luar pulau Jawa hanya LPMP Kalimantan Barat yang mendapat penghargaan ini. Ada LPMP Jawa Tengah di peringkat 4 dan LPMP DKI Jakarta di peringkat 8.

Akuntabilitas merupakan kata kunci dari pengeolaan manajemen sistem pemerintah. Akuntabilitas adalah perwujudan kewajiban instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban dan berupa laporan akuntabilitas yang disusun secara periodik.

Tujuan SAKIP adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintah yang baik dan terpercaya. Sasaran dari SAKIP adalah :

1.    Menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.
2.    Terwujudnya transparansi instansi pemerintah.
3.    Terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional.
4.    Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Penghargaan ini adalah hasil dari konsistensi kolaborasi seluruh pimpinan dan staf LPMP Kalimantan Barat yang solid. Kesolidan yang disertai kekompakan. Kesolidan yang disertai keteladanan. Kesolidan yang disertai kekeluargaan. Penghargaan ini adalah motivasi dan energi LPMP Kalimantan Barat untuk selalu memfasilitasi peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Barat. Selamat dan sukses LPMP Kalimantan Barat. (Kim)

Published in LPMP Inside
Senin, 28 Mei 2018 21:05

Bimtek Fasda Sekolah Model 2018

Pontianak - Salah satu implementasi tugas LPMP adalah mengembangkan mutu pendidikan melalui sekolah model berbasis 8 SNP. Sekolah model merupakan sekolah yang ditetapkan dan dibina oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) untuk menjadi sekolah acuan bagi sekolah lain disekitarnya dalam penerapan 8 Standar Nasional Pendidikan dalam rangka Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara mandiri. Sebagai langkah awal bagi pengembangan sekolah model adalah dengan melaksanakan kegiatan Bimtek Penyegaran Fasilitator Daerah (Fasda) Sekolah Model Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018.

Tujuan kegiatan bimtek fasda sekolah model ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada calon fasilitator daerah sekolah model sehingga mampu memfasilitasi pendampingan penjaminan mutu di sekolah model. Sebelum di laksanakan kegiatan bimtek ini, terlebih dahulu telah di lakukan proses rekruitmen Fasda. Proses rekruitmen di mulai tanggal 19 Februari s.d  2 Maret 2018. Pada proses ini pelamar calon Fasda mengirimkan persyaratan berkas ke sekretariat rekruitmen Fasilitator Daerah ( Fasda). Kemudian di lakukan proses seleksi berkas dan hasil seleksi di umumkan pada tanggal 16 Maret 2018. Dari hasil seleksi tersebut, maka ditetapkanlah 56 orang fasda yang akan mendampingi sekolah model dalam menerapkan SPMI di sekolahnya.

Bimtek Penyegaran Fasilitator Daerah ( Fasda) sekolah model di laksanakan pada tanggal 22 s.d 25 Mei 2018 di hotel Gajahmada Pontianak.  Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk presentasi, diskusi, kerja kelompok dan praktek memfasilitasi untuk menghasilkan fasilitator daerah yang memahami konsep sekolah model. Adapun jumlah fasda yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 56 orang yang terdiri dari unsur kepala sekolah, pengawas sekolah di lingkungan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota  dan widyaiswara serta staf LPMP Kalimantan Barat. Para fasda tersebut nantinya akan mendampingi 224 sekolah model di provinsi Kalimantan Barat dalam melaksanakan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri di sekolahnya.

Published in Penjaminan Mutu
Senin, 03 September 2018 22:31

LPMP Kalimantan Barat Semakin Instagramable

Pontianak - Istilah Instagramable muncul seiring pesatnya perkembangan media sosial berbasis gambar, Instagram. Instagramable identik dengan tempat atau lokasi unik, eksentrik dan cantik untuk dijadikan background swafoto.
Aktualisasi diri di lokasi yang Instagramable diyakini menaikkan gengsi, kebanggaan dan nilai tawar seseorang. Sehingga layak dibagikan bahkan "dipamerkan" untuk mendapatkan pujian.
Kini LPMP KalBar terus berbenah untuk menambah lokasi yang Instagramable tersebut. Spot-spot baru di sekitar kompleks terus ditambah dan dipercantik seperti ruang kelas A, wisma Handayani dan area auditorium Ki Hajar Dewantara.
Menjadi lembaga yang Instagramable juga merupakan pencitraan positif untuk dikenang dan dikenal oleh para stakeholder. Banyak dari mereka hanya bisa bermimpi namun kita sudah memiliki. Tak sedikit dari mereka baru bisa merasakan namun kita sudah bisa mewujudkan. Sebagian besar dari mereka merasa bangga bisa menggunakan/ menyinggahinya namun kita telah bisa mendayagunakannya.
Ada nilai lebih setelah berkegiatan. Selain pengalaman dan pengetahuan, para stakeholder mempunyai kenang-kenangan gambar di lokasi yang membetahkan, menyenangkan dan penuh kehangatan.
Dimanakah itu? Di LPMP Kalbar. (Kim)

Published in LPMP Inside
Selasa, 25 September 2018 20:47

Gala Siswa Indonesia (GSI) Jenjang SMP

Pontianak - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menerus mendorong Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bagi peserta didik sebagai wujud revolusi mental. Kali ini Program PPK dihadirkan melalui Liga Sepak Bola (Gala) Siswa Indonesia, ajang kompetisi sepak bola bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan diselenggarakan pada Tahun 2018.
Untuk wilayah Propinsi Kalimantan Barat penyelenggaraan Gala Siswa Indonesia (GSI) Jenjang SMP berlangsung tanggal 11-14 September 2018 di Lapangan Sepak Bola Sultan Syarif Abdurahman Pontianak. Even ini diikuti oleh tujuh (7) kabupaten/kota di Propinsi Kalimantan Barat, yaitu : Kabupaten Kubu Raya, Kota Singkawang, Kabupaten Landak, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Namun, di detik-detik akan dimulainya even ini, tiba-tiba Kabupaten Bengkayang mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas dan akhirnya even ini hanya diikuti oleh enam (6) kabupaten/kota saja dari empat belas (14) kabupaten/kota di Propinsi Kalimantan Barat.
Penyelenggara kegiatan Gala Siswa Indonesia (GSI) Jenjang SMP Propinsi Kalimantan Barat adalah Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Barat, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Propinsi Kalimantan Barat. Untuk informasi tambahan, Kontingan Kapuas Hulu dan Kontingan Kabupaten Landak menginap di LPMP Kalimantan Barat selama empat (4) hari. Hasil dari GSI Propinsi Kalimantan Barat adalah: Juara 1 yaitu Kabupaten Landak, juara 2 yaitu Kabupaten Ketapang dan Juara 3 yaitu Kabupaten Kayong Utara.

Published in Warta Pendidikan
Selasa, 25 September 2018 19:29

JARTI, Penebar Inspirasi Pelosok Negeri

Pontianak - Jarti merupakam sosok mulia penebar inspirasi ke berbagai pelosok negeri. Mereka adalah pengajar pengganti (Jarti). Tugas mereka adalah menggantikan sementara para guru daerah khusus yang saat ini sedang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Jarti  ditugaskan tersebar ke berbagai daerah terpencil, tertinggal dan terluar (3T) wilayah Indonesia. Jarti dikontrak selama 3 bulan mulai 1 September sampai dengan awal Desember 2018.

Tanpa Jarti  proses belajar mengajar di sekolah akan terganggu, padahal mutu pendidikan harus terjaga selalu. Tanpa mereka kegiatan di sekolah akan minus, karena siswa-siswinya tak bisa mengembangkan bakat dan kreativitasnya dengan serius. Tanpa mereka masa depan anak-anak di daerah akan terbelenggu, karena selama 3 bulan tiada guru yang mengajarkan ilmu. 

Jarti hadir membawa harapan. Harapan anak-anak di daerah 3T tetap mendapatkan pendidikan. Harapan anak-anak daerah 3T menatap masa depan. Harapan anak-anak daerah 3T mendapatkan keadilan sosial. Semua harapan ini adalah solusi pemerintah (Kemdikbud) untuk terus konsisten melayani seluruh warga negara untuk mendapatkan kemudahan akses pendidikan.

Jarti juga merupakan agen budaya. Mereka bisa saja membawa budaya untuk dikenalkan kepada siswa-siswi di daerah yang berbeda dengan suka cita. Jarti sebagai agen budaya adalah mengayakan pengetahuan siswa-siswi akan ragam budaya nusantara. Sebaliknya Jarti juga bisa mempunyai pengetahuan baru tentang budaya baru dimana dia mengajar di lingkungan baru.

Bagi jarti mengajar adalah pengabdian. Pengabdian tertinggi setiap warga kepada negaranya. Pengabdian tulus agar pendidikan berjalan mulus. Pengabdian mental yang tak lekang oleh medan dan tantangan alam. Mereka adalah pahlawan. Penakluk pegunungan, sungai, bukit dan jalan terjal. Mereka sadar namun tak gentar. Mereka hadapi semua itu hanya untuk bisa berperan memajukan pendidikan Indonesia.

Adalah Andreas Anus Aris, seorang jarti yang bertugas di SDN 07 Nanga Pak, Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat. Sebagai jarti, dia tidak disediakan tempat menginap di sekolah. Sehingga harus bolak-balik dari rumah ke sekolah dengan jarak tempuh selama 3 jam. Jalur darat dan sungai pun harus dilalui untuk sampai ke sekolah.

Begitu juga bagi Hersy Yuliarti, seorang jarti yang bertugas di SDN 03 Sebangki kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat. Dia harus berangkat subuh untuk sampai ke sekolah dengan jarak tempuh 2 jam. Semua itu dilakukan karena ingin berbagi ilmu kepada siswa-siswi di daerah terpencil.

Lain halnya dengan Sabri, seorang jarti yang bertugas di SDN 03 Menggelai kecamatan Boyan Tanjung kabupaten Kapuas Hulu. Dia harus menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam untuk menuju ke sekolah. Lokasi sekolah yang terpencil mengharuskan dia berangkat lebih awal dan pulang menjelang petang. Jalur tempuhnya pun menantang. Sehingga perlu kehati-hatian demi menjalankan misi pendidikan.

Sekelumit kisah jarti ini adalah pembuktian bahwa mereka benar-benar peduli. Peduli pentingnya pendidikan untuk bangsa. Peduli untuk saling berbagi dan menginspirasi. Apapun yang mereka bisa lakukan untuk menjadikan mereka menjadi pribadi yang luar biasa. Mereka mengubah lelah menjadi gairah. Mengubah pesimis menjadi optimis. Mengubah jati diri menjadi bagian dari solusi.

Selamat berjuang. Tebarkan energi, teruslah mengedukasi, jadilah inspirasi ke pelosok negeri.

Published in Potret Pendidikan

Jakarta, Kemendikbud --- Perubahan yang sangat cepat menghadirkan tantangan dalam dunia pendidikan. Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) memegang peranan penting dalam penyiapan generasi muda yang mampu menghadapi berbagai tantangan zaman. Melalui Pemilihan GTK Beprestasi dan Berdedikasi tahun 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong semakin banyak guru yang mampu menyiapkan peserta didik menjadi generasi emas Indonesia.

"Pendidik dan tenaga kependidikan adalah agen perubahan di daerah. GTK berprestasi dan berdedikasi inilah yang akan menjadi role model (teladan) di daerahnya masing-masing," disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Supriano, pada pembukaan Pemilihan GTK Beprestasi dan Berdedikasi tahun 2018, di Jakarta, Minggu (12/8).

Menurut Dirjen GTK, Kemendikbud telah menggulirkan tiga kebijakan besar dalam rangka menyiapkan generasi emas penerus bangsa di era yang semakin global. Pertama adalah gerakan literasi nasional. Literasi bukan hanya terkait baca tulis saja, tetapi juga terkait informasi
literasi teknologi, khususnya digital. "Negara yang mampu bersaing adalah yang mampu menguasai teknologi, informasi, sumber daya, dan bisnis," kata Supriano.

Kedua, pembelajaran abad 21 yang salah satunya diupayakan melalui Kurikulum 2013. Menurut Dirjen GTK, terdapat 4 kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap peserta didik, yakni kompetensi untuk berfikir kritis (critical thinking). Kemudian kemampuan berkomunikasi, baik melalui media maupun secara interaksi langsung. Setelah itu, kemampuan berkolaborasi dan kerja sama. Dan yang terakhir adalah kreativitas untuk menghasilkan inovasi.

Masa depan yang serba tidak pasti dan ditandai dengan perubahan yang sangat cepat di berbagai bidang mendorong pemerintah melakukan pengembangan kurikulum. Selain kompetensi, menurut Dirjen GTK, pemerintah memandang perlu menguatkan karakter peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa. "Ketiga, yang paling penting adalah karakter. Banyak orang cerdas, tetapi gagal karena tidak memiliki karakter yang baik. Dalam panduan kita jelas, nasionalis, religius, mandiri, gotong royong, dan kejujuran (integritas)," ungkap Supriano.

Dilanjutkan Supriano, bahwa pendidikan karakter tidak bisa diceramahkan saja, tetapi harus ditumbuhkan dan dibiasakan melalui contoh dan teladan bapak dan ibu guru. Untuk itulah, pendidik menjadi kunci keberhasilan program penguatan pendidikan karakter (PPK) yang digulirkan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017.

Kegiatan Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tahun 2018 diikuti 914 peserta dari berbagai jenjang pendidikan mulai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai Pendidikan Menengah, termasuk perwakilan Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN). Pengumuman pemenang untuk setiap kategori akan dilakukan pada tanggal 15 Agustus 2018.

Menutup sambutannya, Dirjen GTK berpesan agar kompetisi yang akan dilalui dapat dipandang sebagai pembelajaran, dan bukan sekadar kompetisi yang menghasilkan juara saja. Perwakilan yang hadir dari berbagai provinsi di tanah air diharapkan dapat menjalin komunikasi dan semangat saling berbagi wawasan serta pengetahuan agar mempercepat pemerataan mutu pendidikan. "Tujuan kita, bagaimana mengeratkan bangsa ini melalui pendidikan," pesan Dirjen GTK.

Sinergi Peningkatan Kualitas Pendidikan

Mendatang, program peningkatan kompetensi guru akan difokuskan pada perbaikan proses pembelajaran. Kemendikbud mendorong guru untuk dapat membantu peserta didik menguasai kompetensi abad 21 dan karakter yang baik. "Jadi, kita akan berfokus pada proses pembelajaran yang menyenangkan dan bisa mendorong pencapaian empat kompetensi abad 21 (critical thinking, creativity, collaboration, communication)," kata Dirjen GTK.

Supriano mengajak guru untuk tidak mudah puas dan terus meningkatkan kompetensinya. Praktik baik berbagi pengetahuan dan pengalaman melalui kelompok profesi sangat diharapkan. Dan bagi guru yang telah mendapatkan tunjangan profesi agar dapat mengalokasikan sebagian dana tersebut untuk pengembangan diri.

"Praktik peningkatan kompetensi dari guru belajar dari sesama guru itu sangat penting. Untuk itu, kita harapkan, tunjangan profesi guru itu juga dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kompetensi," ujarnya.

Sinergi antara unit-unit utama di Kemendikbud akan diperkuat. Saat ini, apa yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) GTK diarahkan untuk dapat melengkapi kebijakan yang dilaksanakan oleh Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) yang mengelola pembinaan satuan pendidikan. Penyelarasan program antara Ditjen GTK dan Ditjen Dikdasmen terkait pembenahan sekolah akan disinkronkan dan diperkuat lagi.

"Apa yang menjadi program Dikdasmen akan kita dukung dari sisi gurunya. Pendidikan kita bangun secara komprehensif, tidak parsial dan berjalan sendiri-sendiri. Ketika zonasi diterapkan, kita akan 'keroyok' bersama-sama," pungkasnya. 

Published in Penjaminan Mutu

Jakarta, Kemendikbud --- Sebanyak 1.296 orang mengikuti Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018. Mereka terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, laboran, tenaga perpustakaan, dan kepala administrasi dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK. Ajang apresiasi ini diselenggarakan secara rutin oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).

Sekretaris Ditjen GTK, M. Qodrat Wisnu Aji mengatakan, Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018 diselenggarakan mulai tanggal 11 s.d. 18 agustus 2018 di enam lokasi di Jakarta. Sebelum dinyatakan lolos ke tahap nasional, para peserta diseleksi secara ketat, transparan, dan terukur, agar dapat memberikan rasa bangga dan memotivasi guru dan tenaga kependidikan.

“Penetapan pemenang oleh tim penilai akan dilaksanakan tanggal 15 Agustus 2018, dan pengumuman pemenang serta pemberian apresiasi akan dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2018 oleh Mendikbud,” ujarnya saat menyampaikan laporan dalam acara pembukaan Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018 di Jakarta, Minggu pagi (12/8/2018).

Kegiatan  ini, katanya, merupakan bagian dari rangkaian acara untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan RI. Tahun ini, Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional mengangkat tema “Berkarya untuk Kemajuan Pendidikan dan Kebudayaan”.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Supriano kembali menegaskan pentingnya penerapan pendidikan karakter untuk peserta didik. Ia menuturkan, guru dan tenaga kependidikan harus bisa menerapkan pendidikan karakter dan menjadi teladan bagi peserta didik di sekolah. “Suksesnya pendidikan karakter ada di tangan guru dan tenaga kependidikan juga. Maju mundurnya bangsa ini ada di tangan kita semua,” katanya.

Supriano juga mengucapkan selamat kepada para guru dan tenaga kependidikan yang telah lolos seleksi hingga tahap nasional. “Selamat mengikuti tahap berikutnya,” tuturnya. Ia juga berpesan agar para peserta tidak hanya berpikir atau bertujuan untuk menjadi juara 1, 2, atau 3 dalam ajang apresiasi ini. “Bapak/Ibu sudah menjadi pemenang. Yang paling penting adalah kembali ke tempat asal dan bisa melakukan perubahan. Pikirkan bagaimana merekatkan bangsa ini melalui pendidikan,” ujar Supriano. 

Published in Warta Pendidikan

Pengajar Pengganti atau yang disingkat JARTI merupakan Sarjana Pendidikan yang ditugaskan sementara pada sekolah di daerah khusus untuk menggantikan Guru Daerah Khusus yang mengikuti Program PGDK dan PPG Daljab. 

Perekrutan JARTI menggunakan SIM-JARTI yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Calon JARTI mendaftarkan diri di Dinas Pendidikan Kabupaten yang dituju. JARTI diutamakan berasal dari Kabupaten sasaran Program PGDK. Pendaftaran JARTI dilakukan secara on-line mandiri mulai tanggal 9 - 15 Agustus 2018

Rangkaian pemanggilan, pembekalan dan pemberangkatan JARTI dilakukan pada tanggal 24-25 Agustus 2018 oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. JARTI  sebelum  diberangkatkan  pada  lokasi  tempat  tugas  akan  dilakukan

 pembekalan singkat oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk semua jenjang pendidikan. Dinas Pendidikan Provinsi berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Saat ini sedang berlangsung kegiatan pembekalan bagi pengajar pengganti mulai tanggal 3 s.d. 5 September 2018 bertempat di Hotel Mercure Pontianak. 

 

Keberhasilan pelaksanaan program pengajar pengganti sebagai bagian dari rangkaian Program Pembekalan Guru Daerah Khusus ditentukan oleh kesungguhan semua pihak dalam melaksanakan program ini. Dengan adanya program Jarti sebagai rangkaian dari program PGDK, diharapkan sistem pembelajaran di daerah khusus tetap dapat terlaksana sebagai mana mestinya.

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Sebanyak 63 stan meramaikan pameran dalam rangka kegiatan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan pendidikan Masyarakat (GTK PAUD Dikmas) Berprestasi dan Berdedikasi 2018 yang diselenggarakan di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/7). Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah  (Dikdasmen) yang juga Plt. Direktur Jenderal GTK, Hamid Muhammad didampingi Direktur Jenderal PAUD Dikmas, Harris Iskandar; Direktur Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas, Abdoellah; serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Suprianu meninjau pameran tersebut.

Pameran ini berlangsung selama empat hari yaitu tanggal 9 -12 Juli 2018 dengan tema “Membangun Karakter Peserta Didik melalui Karya Nyata GTK PAUD Dikmas”.

 

Published in Warta Video
Halaman 1 dari 9