Minggu, 26 Mei 2019 10:21

Standar Operasional Prosedur

Published in Dokumen
Kamis, 16 Mei 2019 17:30

RENSTRA 2015-2019 REVISI 2

Published in Dokumen
Kamis, 16 Mei 2019 08:45

LAKIP 2018

Published in Dokumen

Pontianak - Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, UPT Kemendikbud RI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan IKAPI mengadakan kegiatan akbar yakni Gebyar Hardiknas 2019 dengan tema “Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan”.  Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Kemendikbud RI melalui Satker di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat.  LPMP Kalbar pada kegiatan ini turut andil dalam pelaksanaan Pameran, Duta Rumah Belajar, Bincang Publik, dan Bedah Buku yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan. 

Pembukaan Gebyar Hardiknas Tahun 2019 ini dihadiri oleh seluruh UPT Kemendikbud RI diantaranya LPMP Kalbar, Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), Balai Bahasa, dan BP-PAUD Dikmas.  Sementara itu Mendikbud pada acara pembukaan di walkili oleh Ir. Ananto Kusuma Seta, P.Hd yang merupakan Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud RI.  Gebyar Hardiknas 2019 ini dilaksanakan di halaman BPNB Kalbar mulai tanggal 20 – 24 April 2019 dengan berbagai perlombaan diantaranya Lomba Pidato, Lomba Berbalas Pantun, Lomba Tundang, Lomba Mewarnai jenjang PAUD/TK dan Lomba Tari Jepin.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh komponen yang terlibat dalam pelaksanaan Gebyar Hardiknas 2019 ini, dalam waktu yang singkat seluruh UPT Kemendikbud RI di provinsi Kalbar ini mampu dilaksanakan dengan luar biasa.” Ucap Ir. Ananto Kusuma Seta dalam wawancaranya.  Staf ahli kemendikbud ini juga menyatakan bahwa kegiatan ini memang dilaksanakan sebagai agenda rutin dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional.

Pembukaan Gebyar Hardiknas 2019 ini dimeriahkan oleh atraksi Drumb Band oleh siswa-siswi SMP Al-Azhar Pontianak yang dilanjutkan dengan Tari Jepin Massal dari beberapa sekolah.  Sementara pada hari minggu (21/04/2019) dilaksanakan Pawai Literasi yang berlangsung mulai dari BPNB menuju Balai Bahasa Kalbar, lomba pidato, dan persembahan tarian kombinasi tiga etnis yakni Melayu, Dayak, Tionghoa.

Harapan besar semoga pelaksanaan Gebyar Hardiknas pada tahun-tahun berikutmya akan lebih baik dan lebih meriah lagi.  Hal ini mengingat bahwa selain mempererat hubungan antara seluruh UPT Kemendikbud di Kalimantan Barat juga meningkatkan hubungan yang harmonis dengan pihak Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat. (Irfan)

 

 

 

 

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Kegiatan penjaminan mutu pendidikan merupakan salah satu agenda utama yang akan dilakukan oleh LPMP Kalimantan Barat pada tahun 2109.  Atas dasar tersebut, LPMP Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Hotel Ibis Pontianak tanggal 28-30 Maret 2019.

Kepala LPMP Kalbar Drs. Aristo Rahadi, M.Pd dalam kata sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dilaksanakan karena pada tahun 2018 progress pengiriman Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) Kalimantan Barat berada pada posisi ke tujuh terendah se-Indonesia.  Untuk itu koordinasi dan sosialisasi kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota dilaksanakan dalam upaya meningkatkan progress pengiriman PMP agar lebih baik lagi.  “Target kita progress PMP tahun 2019 harus mencapai setidaknya di angka 95%, bila perlu urutan 10 besar se-Indonesia” ujar Kepala LPMP Kalbar.

Kegiatan yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta pejabat yang terlibat dalam PMP ini juga membahas tentang kesiapan dalam menghadapi beberapa agenda diantaranya PPDB dengan sistem zonasi, Gala Siswa Indonesia, dan gebyar Hari Pendidikan Nasional 2019.  Hasil akhir dari kegiatan ini adalah terwujudnya komitmen bersama dalam menyukseskan kegiatan Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019. (Irfan)

 

Published in Penjaminan Mutu

Pontianak - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat sedang berbangga. Sebagai Unit Pelaksana Teknis di provinsi, LPMP Kalimantan Barat mendapat prestasi peringkat 5 penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan predikat A dengan nilai 82,00. Predikat A berarti memuaskan, memimpin perubahan, kinerja tinggi dan sangat akuntabel.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setiap tahun memberikan penghargaan kepada setiap unit kerja yang berada di tingkat pusat maupun daerah. Semua unit kerja dinilai atas kinerja selama satu tahun anggaran. Tujuan penilaian ini adalah menyemangati setiap unit kerja untuk selalu berlomba menjadi yang terbaik atas kinerja dan kesuksesan program. Hanya ada 3 LPMP di Top 10 di penghargaan ini. Di luar pulau Jawa hanya LPMP Kalimantan Barat yang mendapat penghargaan ini. Ada LPMP Jawa Tengah di peringkat 4 dan LPMP DKI Jakarta di peringkat 8.

Akuntabilitas merupakan kata kunci dari pengeolaan manajemen sistem pemerintah. Akuntabilitas adalah perwujudan kewajiban instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban dan berupa laporan akuntabilitas yang disusun secara periodik.

Tujuan SAKIP adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintah yang baik dan terpercaya. Sasaran dari SAKIP adalah :

1.    Menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.
2.    Terwujudnya transparansi instansi pemerintah.
3.    Terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional.
4.    Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Penghargaan ini adalah hasil dari konsistensi kolaborasi seluruh pimpinan dan staf LPMP Kalimantan Barat yang solid. Kesolidan yang disertai kekompakan. Kesolidan yang disertai keteladanan. Kesolidan yang disertai kekeluargaan. Penghargaan ini adalah motivasi dan energi LPMP Kalimantan Barat untuk selalu memfasilitasi peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Barat. Selamat dan sukses LPMP Kalimantan Barat. (Kim)

Published in LPMP Inside
Senin, 28 Mei 2018 21:05

Bimtek Fasda Sekolah Model 2018

Pontianak - Salah satu implementasi tugas LPMP adalah mengembangkan mutu pendidikan melalui sekolah model berbasis 8 SNP. Sekolah model merupakan sekolah yang ditetapkan dan dibina oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) untuk menjadi sekolah acuan bagi sekolah lain disekitarnya dalam penerapan 8 Standar Nasional Pendidikan dalam rangka Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara mandiri. Sebagai langkah awal bagi pengembangan sekolah model adalah dengan melaksanakan kegiatan Bimtek Penyegaran Fasilitator Daerah (Fasda) Sekolah Model Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018.

Tujuan kegiatan bimtek fasda sekolah model ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada calon fasilitator daerah sekolah model sehingga mampu memfasilitasi pendampingan penjaminan mutu di sekolah model. Sebelum di laksanakan kegiatan bimtek ini, terlebih dahulu telah di lakukan proses rekruitmen Fasda. Proses rekruitmen di mulai tanggal 19 Februari s.d  2 Maret 2018. Pada proses ini pelamar calon Fasda mengirimkan persyaratan berkas ke sekretariat rekruitmen Fasilitator Daerah ( Fasda). Kemudian di lakukan proses seleksi berkas dan hasil seleksi di umumkan pada tanggal 16 Maret 2018. Dari hasil seleksi tersebut, maka ditetapkanlah 56 orang fasda yang akan mendampingi sekolah model dalam menerapkan SPMI di sekolahnya.

Bimtek Penyegaran Fasilitator Daerah ( Fasda) sekolah model di laksanakan pada tanggal 22 s.d 25 Mei 2018 di hotel Gajahmada Pontianak.  Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk presentasi, diskusi, kerja kelompok dan praktek memfasilitasi untuk menghasilkan fasilitator daerah yang memahami konsep sekolah model. Adapun jumlah fasda yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 56 orang yang terdiri dari unsur kepala sekolah, pengawas sekolah di lingkungan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota  dan widyaiswara serta staf LPMP Kalimantan Barat. Para fasda tersebut nantinya akan mendampingi 224 sekolah model di provinsi Kalimantan Barat dalam melaksanakan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri di sekolahnya.

Published in Penjaminan Mutu
Senin, 03 September 2018 22:31

LPMP Kalimantan Barat Semakin Instagramable

Pontianak - Istilah Instagramable muncul seiring pesatnya perkembangan media sosial berbasis gambar, Instagram. Instagramable identik dengan tempat atau lokasi unik, eksentrik dan cantik untuk dijadikan background swafoto.
Aktualisasi diri di lokasi yang Instagramable diyakini menaikkan gengsi, kebanggaan dan nilai tawar seseorang. Sehingga layak dibagikan bahkan "dipamerkan" untuk mendapatkan pujian.
Kini LPMP KalBar terus berbenah untuk menambah lokasi yang Instagramable tersebut. Spot-spot baru di sekitar kompleks terus ditambah dan dipercantik seperti ruang kelas A, wisma Handayani dan area auditorium Ki Hajar Dewantara.
Menjadi lembaga yang Instagramable juga merupakan pencitraan positif untuk dikenang dan dikenal oleh para stakeholder. Banyak dari mereka hanya bisa bermimpi namun kita sudah memiliki. Tak sedikit dari mereka baru bisa merasakan namun kita sudah bisa mewujudkan. Sebagian besar dari mereka merasa bangga bisa menggunakan/ menyinggahinya namun kita telah bisa mendayagunakannya.
Ada nilai lebih setelah berkegiatan. Selain pengalaman dan pengetahuan, para stakeholder mempunyai kenang-kenangan gambar di lokasi yang membetahkan, menyenangkan dan penuh kehangatan.
Dimanakah itu? Di LPMP Kalbar. (Kim)

Published in LPMP Inside
Halaman 1 dari 9