Plt. Dirjen PAUD DASMEN, Hamid Muhammad menjawab pertanyaan tentang kapan sekolah dibuka kembali dan bagaimana pola pembelajaran yang akan dilakukan. --- Ikuti informasi pendidikan dan kebudayaan melalui kanal berikut:

Laman: kemdikbud.go.id

Twitter: Kemdikbud_RI

Instagram: kemdikbud.ri

Facebook: kemdikbud.ri

YouTube: KEMENDIKBUD RI ---

 

 

Published in Warta Video

Mendikbud Nadiem Makarim akan membacakan 5 surat inspiratif yang ditulis oleh guru dan murid dari berbagai wilayah Indonesia. Mas Menteri juga akan berbincang dengan mereka mengenai pengalaman belajar mereka selama masa pandemi.

 

 

Published in Warta Video

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H LPMP Kalimantan Barat

Taqobbalallahu minna wa minkum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H Minal Aidzin Walfaidzin. Mohon maaf lahir dan batin? Tahun ini Keluarga Besar LPMP Kalimantan Barat merayakan Idul Fitri melalui silaturahim secara virtual. Esensinya sama, medianya yang menjadi pembeda. Video ini adalah persembahan spesial kami untuk warga teladan dalam memeriahkan Hari Idul Fitri. Teriring doa, salam dan semangat dari kami semua, semoga seluruh warga negara Indonesia senantisa diberi kesehatan kemudahan dan kesabaran dalam merayakan Idul Fitri di tengah pandemi Covid 19.

 

 

Published in Warta Video
Saturday, 15 February 2020 06:51

LAKIP 2019

Published in Dokumen
Tuesday, 19 November 2019 12:59

Perjanjian Kinerja 2019

 

Published in Dokumen
Tuesday, 17 September 2019 07:28

Bimbingan teknis peningkatan kompetensi 2019

Sebagai tindak lanjut dalam rumusan enam area perubahan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), di pengungkit penataan sistem manajemen SDM tentang Peningkatan Kualitas SDM dilaksanakan Bimtek Peningkatan Kompetensi Bagi Staf LPMP Kalimantan Barat yang dimulai dari tanggal 16 s.d. 17 September 2019. Bimtek peningkatan kompetensi tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi bagi staf LPMP Kalimantan Barat dalam memahami Konsep dan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan di Satuan Pendidikan

Published in Warta RB

Jakarta, Kemendikbud --- Dalam diskusi kelompok terpumpun (DKT) Gerakan Literasi Nasional (GLN) Tahun 2019, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa ruh dari semua gerakan pendidikan adalah literasi. Guru Besar Universitas Negeri Malang itu mengingatkan agar makna literasi jangan direduksi sekadar membaca buku saja.

"Padahal literasi itu tidak hanya membaca buku saja. Melalui membaca itu kemudian seseorang memiliki perspektif baru. Kemudian dia juga membuat karya. Proses itu terjadi terus menerus sepanjang hayat," diungkapkan Menteri Muhadjir Effendy di depan para peserta Diskusi Kelompok Terpumpun GLN Tahun 2019 di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Mendikbud berharap agar program literasi yang dijalankan dapat tertanam dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. "Bagaimana menanamkan sikap positif gemar membaca, gemar menulis, gemar berimajinasi, itu yang harus kita dorong. Terutama termasuk para guru, tutor, bahkan kepada para tokoh masyarakat. Menyadarkan mereka tentang betapa pentingnya literasi itu", ungkap Muhadjir.

Guru hendaknya dapat membimbing dan merangsang siswa untuk berkreasi dari referensi yang dibacanya. Tidak sekadar mewajibkan untuk membaca buku saja, tetapi memantik diskusi sehat yang melatih daya kritis dan kemampuan berkomunikasi.

"Gerakan literasi itu harus bisa merangsang anak untuk berimajinasi terhadap apa yang dia baca. Kemudian dia mengekspresikan mengenai apa yang dia baca. Kemudian dia bisa membuat karya yang lain dari apa yang sudah dibacanya tadi," jelas Muhadjir.

"Sekarang anak-anak bisa mendapatkan informasi, pengetahuan dari mana saja. Dari internet, makanya guru jangan terpaku literasi itu membaca buku saja," tambah Mendikbud.

Pada peta jalan GLN 2016—2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan enam literasi dasar yang wajib dikembangkan melalui tripusat pendidikan (sekolah, keluarga, dan masyarakat). Di antaranya literasi bahasa, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial serta literasi budaya dan kewarganegaraan.

Diskusi yang diselenggarakan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan ini bertujuan untuk membangun sinergi dalam mengembangkan dan memperkuat Gerakan Literasi Nasional di Indonesia yang dilakukan oleh berbagai kementerian dan lembaga serta masyarakat.

Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Dadang Sunendar berharap diskusi dapat merumuskan rekomendasi agenda bersama lintas kementerian dan lembaga serta masyarakat dalam rangka penguatan kerja sama, pemberdayaan pegiat literasi dan fasilitasi kegiatan GLN.

Terdapat lima tema dalam DKT GLN Tahun 2019, yaitu: Peta Jalan GLN Tahun 2019—2024, Rancangan pembuatan Peraturan Presiden (Perpres)/Instruksi Presiden (Inpres) tentang GLN, Praktik/Aksi Baik GLN, Literasi Digital, dan Literasi Numerasi.

"Mendatang, kita akan coba fokus pada dua literasi, yaitu literasi digital dan literasi numerasi," kata Dadang Sunendar.

Published in Warta Pendidikan
Tuesday, 20 August 2019 09:33

LPMP Kalimantan Barat Goes To School

LPMP Kalimantan Barat menyadari penuh bahwa reformasi birokrasi tanpa inovasi kurang berarti. Tanpa inovasi layanan kurang diminati. Bahkan tanpa inovasi layanan tidak banyak yang mengetahui. Menyadari pentingnya inovasi, LPMP Kalimantan melakukan terobosan layanan untuk hadir di lingkungan warga pendidikan. Salah satu program unggulan untuk mendekatkan ke masyarakat yaitu LPMP Kalimantan Barat Goes To School.  

LPMP Kalimantan Barat Goes To School adalah strategi LPMP Kalimantan Barat untuk mengenalkan, mendiseminasikan, mengedukasi, menyosialisasikan seluruh program yang berkaitan dengan kebijakan, peraturan, informasi dan layanan pendidikan. Khususnya dalam bidang penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan.

Percepatan akses dan pemerataan mutu pendidikan harus mudah dilayankan. Inilah semangat kami untuk terus melakukan pendekatan. Salah satunya adalah dengan pengenalan Rumah Belajar (http://www.belajar.kemdikbud.go.id). Rumah Belajar adalah sumber pembelajaran dalam bentuk portal ataupun bisa diakses melalui genggaman (baca : smartphone). Aplikasinya tersedia di Google Play Store.  

Rumah Belajar merupakan salah satu produk Kemdikbud dari berbagai produk yang mudah didapatkan secara gratis. Tanpa membayar tanpa biaya. Kemanfaatannya bisa digunakan untuk pembelajaran mandiri, kelompok dan komunitas. Sebagai media pembelajaran yang akurat bisa juga digunakan untuk mendukung pembelajaran sepanjang hayat.

Mengetahui keunggulan dan kelebihan produk ini, LPMP Kalimantan Barat wajib turut serta menyebarluaskan. Sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus penghormatan kepada masyarakat pendidikan.

Masih dalam nuansa kemeriahan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, LPMP Kalimantan Barat Goes To School dilaksanakan di 2 jenjang satuan pendidikan yang berbeda pada 19 Agustus 2019, yaitu SD Muhammadiyah 2 dan SMA 1 Muhammadiyah Pontianak. Sivitas akademika di dua sekolah ini menyambut dengan gembira. Tak hanya menginstall, tim LPMP Kalimantan Barat yang juga didampingi oleh Duta Rumah Belajar Kalimantan Barat turut memberikan arahan bagaimana cara menggunakan portal dan aplikasi Rumah Belajar dengan benar.

Kepala LPMP Kalimantan Barat, Drs. Aristo Rahadi, M.Pd turut hadir sampai akhir. Bahkan kepala LPMP Kalimantan Barat juga berkenan melakukan praktek langsung. Pesan terpenting pemanfaatan teknologi dan informasi dalam pembelajaran adalah menjadikannya sebagai sahabat. Sahabat yang setiap hari dilihat. Sahabat yang setiap hari memberi pengetahuan dan informasi. Sahabat yang setiap hari memberi manfaat. Semakin sering dilihat semakin membuat smart.

Kami baru saja memulai. Inovasi yang kami menurut kami tak harus berhenti di sini. Setiap saat akan kami perbaiki. Menuju lembaga yang berintegritas dan menjalankan reformasi birokrasi sepenuh hati. Yuk…lihat keseruan acara ini di channel Youtube resmi kami. (TimPromas).

Dokumentasi

Published in Penjaminan Mutu
Sunday, 26 May 2019 10:21

Standar Operasional Prosedur

Published in Dokumen
Page 1 of 7