Pontianak - Pada hari kamis tanggal 11 April 2019 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi tiba di Kota Pontianak dalam rangka menjenguk korban bullying yang sedang viral di media sosial yakni Audrey.  Kedatangan pak Menteri ini disambut oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, S.H., M.H. dan para pimpinan di lembaga yang menjadi UPT Kemendikbud diantaranya Kepala LPMP Kalimantan Barat Drs. Aristo Rahadi, M.Pd.

Kasus bullying ini sangat viral di dunia maya dan menyebar luas ke seluruh Indonesia, dimana Audrey yang menjadi korban di keroyok oleh belasan siswa siswi di Kota Pontianak.  Kasus ini sangat serius karena terdapat kekerasan yang dilakukan para pelajar yang mengakibatkan korban teraniaya dan mengalami trauma.  Ada kesimpang siuran kabar terkait framing media, kronologis kejadian, dan pelaku yg berjumlah 12 org masih di tahap pendalaman oleh pihak kepolisian.  Untuk itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ingin melihat langsung dan beratatap muka dengan korban mengingat pelanggaran hukum ini sangat berdampak bagi dunia pendidikan.

Sebenarnya kasus ini sudah terjadi sejak dua pekan yang lalu (Jumat 29/03/2019), tetapi baru dilaporkan oleh orang tua siswa pada hari Jumat 5 April 2019.  Permasalahan awal kejadian ini yakni karena masalah asmara yang kemudian berlanjut saling berkomentar pada media sosial.  Para pelaku kemudian menjemput korban dirumahnya dengan dalih ingin berbicara serius tentang konflik yang mereka hadapi.  Berdasarkan keterangan korban, lokasi penganiayaan di lakukan di Taman Akcaya Pontianak.

Pihak kepolisian sudah menangani masalah ini, hanya saja terdapat kendala yakni ketika dilakukan visum bekas-bekas penganiayaan sudah sulit untuk di deteksi mengingat kejadian sudah berlangsung sepekan yang lalu.  LPMP Kalimantan Barat juga ikut mendampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menggali informasi terkait kejadian yang sudah terlanjur viral di seluruh Indonesia ini.  Intinya kita tidak mau kejadian ini terulang dan merusak citra pendidikan kita, untuk itu peran keluarga dan peran sekolah dalam meningkatkan pendidikan berkarakter sangat perlu dilakukan.

(Irfan) video

Published in Warta Pendidikan

Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meresmikan penggunaan Aplikasi Elektronic Learning Management System (eLMS) yang dikembangkan oleh Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI), Komite Telaah Sejawat, hari ini, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta. eLMS merupakan sarana yang dibentuk untuk membangun knowledge management system dengan metode pembelajaran yang baik dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Saya menyambut baik dengan adanya eLMS yang dikembangkan oleh AAIPI. Semoga aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk membangun semangat belajar para auditor intern pemerintah,” demikian disampaikan Mendikbud pada peresmian penggunaan eLMS, sekaligus membuka Diskusi Umum Dewan Pengurus Nasional AAIPI, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (21/03/2018).

Mendikbud berharap, para auditor pada pengembangan profesinya dapat merujuk pada tiga hal, yakni berkeahlian (expert), memiliki tanggungjawab sosial, dan korporatif atau berkesejawatan. “Tiga hal tersebut yang harus bisa ditanamkan. Auditor harus expert atau ahli, dan bisa didapat dengan pendidikan yang membutuhkan waktu yang cukup lama dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi, kemudian juga memiliki tanggunjawab sosial dengan mengabdikan karyanya, dan korporatif. Auditor penting untuk saling mengasah pengalaman. Disitulah tempat belajar orang profesional ketika bersama-sama saling bersinergi di dalam korps itu,” jelas Mendikbud.

Pada kesempatan ini Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan, Sumiyati, selaku Ketua AAIPI, mengatakan, dengan memanfaatkan era digital dalam mendorong semangat belajar para auditor dan menjangkau seluruh wilayah di Indonesia, maka dibangunlah eLMS. “Dengan aplikasi ini diharapkan dapat membangun para auditor untuk terus bersemangat belajar, karena aplikasi tersebut akan menjadi sarana pembelajaran yang efisien, dan mudah diakses oleh seluruh anggota di seluruh Indonesia dimanapun dia berada,” tutur Sumiyati.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Inspektorat Jenderal Kemendikbud yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Diskusi Umum Dewan Pengurus Nasional AAIPI dan peluncuran eLMS. “Saya apresiasi dan berterima kasih kepada Itjen Kemendikbud. Pak Daryanto menjadi host yang baik menyediakan tempat untuk kita dapat bertemu. AAIPI ke depan bisa berfungsi sebagaimana harusnya suatu asosiasi profesi yang memberikan manfaat tidak hanya kepada anggotanya, namun juga memberikan manfaat untuk bangsa dan negara kita,” tutur Sumiyati.

KILAS TENTANG AAIPI

Dalam laporannya, Inspektur Jenderal Kemendikbud, Daryanto, mengatakan AAIPI adalah organisasi profesi yang beranggotakan perorangan dan unit kerja Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang telah memenuhi persyaratan keanggotaan. “AAIPI didirikan di Jakarta pada tanggal 30 November 2012 melalui rapat pleno pembentukan AAIPI dan sebagai Ketua Umum adalah Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan,” jelas Daryanto.

“AAIPI diperlukan dalam rangka meningkatkan profesionalisme auditor pemerintah, turut memberikan kontribusi dalam pembinaan jabatan fungsional dan untuk menyamakan persepsi terkait profesi auditor di bidang pengawasan intern pemerintah,” terang Daryanto. *


AAIPI terdiri dari empat komite, yaitu Komite Kode Etik, Komite Standar Audit, Komite Telaah Sejawat, dan Komite Pengembangan Profesi. “Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertugas di Komite Telaah Sejawat,” jelas Daryanto.

Published in Teknologi Pendidikan
Sabtu, 24 September 2016 22:21

Program Pendidikan Pro Rakyat Dipertahankan

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendi, berjanji akan tetap mempertahankan mutu, dan kualitas pendidikan. Di sisi lain, karena anggaran pendidikan dari pusat dikurangi sekitar 5 triliun rupiah, maka mendikbud akan mengurangi, beberapa pos belanja rutin Kemendikbud, serta program pendidikan, yang kurang prioritas.

Published in Warta Video

Jakarta - Patahkan stigma ganti menteri, ganti pula kurikulum. Mendikbud pastikan implementasi Kurikulum 2013 tetap berjalan di bawah pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

Published in Warta Video

Jakarta - Menjelang UKG 2015, Menteri Anies Baswedan berpesan bahwa untuk bisa menjadi bangsa yang hebat kita harus menjadi bangsa pembelajaran. Dan setiap komponen di bangsa ini harus terus menerus belajar dan pada proses belajar tersebut kita di harapkan selalu bercermin untuk melihat apa yang kurang dari dalam diri kita.

Published in Warta Video

Jakarta - Puisi Kemerdekaan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.

Published in Warta Video

Tanggerang - Menteri Pendidikan Anies Baswedan Tinjau Langsung Masa Orientasi Siswa di SMAN 2 Tanggerang.

Published in Warta Video
Kamis, 04 Jun 2015 00:00

Generasi Pembelajar

Yogyakarta - Tayangan Mata Najwa "Generasi Pembelajar" di Benteng Vredeburg Yogyakarta28 Mei 2015.

Published in Warta Video
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan ujian nasional (UN), Senin (13/4/2015) pagi di SMK Negeri 20 Jakarta. Dalam sidak itu, Mendikbud yang tiba di sekolah sekitar pukul 5.00 WIB, didampingi sejumlah pejabat di lingkup Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). SMK Negeri 20 menjadi sekolah rayon untuk pengambilan naskah soal bagi 78 SMK di daerah Jakarta Selatan I.
 
Di sekolah tersebut, Mendikbud meninjau persiapan yang dilakukan panitia sekolah sebelum pelaksanaan UN hari pertama dimulai pada pukul 7.30 WIB. Sebanyak 78 kepala sekolah telah hadir sejak pukul 4.30 WIB untuk mengambil naskah soal UN.
 
Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud mengapresiasi semangat para pendidik dan tenaga kependidikan yang setiap tahun ikut ambil bagian dalam menyiapkan dan menyukseskan pelaksanaan UN. Mendikbud mengatakan, pada saat yang sama, sekitar 69.000 sekolah berkumpul di setiap rayon dan subrayon di seluruh wilayah Indonesia, untuk mengambil naskah soal UN.
 
"Alhamdulillah pelaksanaan persiapan UN berjalan dengan baik dan lancar. Informasi sampai dengan tadi malam, seluruh proses berlangsung sesuai dengan rencana. Pagi ini Bapak dan Ibu menjadi pembawa etape terakhir naskah soal. Saya titip, di sekolah bisa dilaksanakan dengan baik dan jaga integritas. Saya percaya anak-anak dapat mengerjakan dengan baik, hasilnya pun baik, dan tingkat kejujurannya tinggi," tutur Mendikbud dalam arahan singkatnya.
 
Mendikbud berpesan, jika terjadi masalah dalam pelaksanaan UN, sebisa mungkin panitia pelaksana di tingkat sekolah menyelesaikan persoalan tersebut di ruang kelas atau sekolah. "Jadi Insya Allah semuanya lancar," tambahnya.
 
Mendikbud juga mengapresiasi Kepala Rayon IV beserta para kepala sekolah yang telah menjaga amanah dengan baik dan meminta untuk dapat terus dipertahankan. "Titip salam saya untuk para guru dan murid di sekolah Bapak dan Ibu sekalian. Terima kasih," ucap Mendikbud mengakhiri arahannya.
 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan  memulai tugasnya sebagai menteri dengan bersilaturahim dengan awak media di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Kamis (30/10). Pertemuan ini menjadi ajang menjaring masukan dari para wartawan tentang berbagai hal dalam dunia pendidikan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud mengatakan, salah satu masalah yang dihadapi pemerintah adalah komunikasi antara program atau kebijakan yang dijalankan, dengan apa yang dikomunikasikan kepada masyarakat. Tak jarang, yang dikerjakan dan yang dikomunikasikan membentuk opini yang berbeda di masyarakat.

 

Salah satu tantangan ke depan dalam demokrasi kebijakan publik, kata Menteri Anies, adalah komunikasi dan persepsi. “Oleh karena itu, kerja sama dengan teman-teman media menjadi sangat penting sekali,” katanya pada acara temu media di Kantor Kemendikbud, Kamis (30/10).

 

Mendikbud mengatakan, pola kerja yang akan diterapkan ke depan untuk mengatasi masalah pendidikan adalah dengan mendengar, membaca, dan mencium terlebih dahulu sebelum berbicara dan bekerja. “Intinya adalah kementerian ini memiliki tanggung jawab yang amat besar dalam menjalankan dunia pendidikan. Apapun yang kita katakan eksekusinya di sini dan di seluruh Indonesia. Untuk itu, buka mata, telinga, dan penciuman,” katanya.

Selain dengan media, mantan Rektor Universitas Paramadina ini juga akan menjalin komunikasi baik internal maupun dengan stakeholder di luar Kemendikbud. Masalah yang ada di dunia pendidikan, kata dia, akan dilihat secara komprehensif, dan dievaluasi secara serius untuk mencari terobosan yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Published in Warta Pendidikan
Halaman 1 dari 2