Umumnya pembelajaran Fisika masih dilakukan dalam bentuk satu arah, guru lebih banyak ceramah dihadapan siswa sementara siswa mendengarkan. Guru beranggapan tugasnya hanya mentransfer pengetahuan yang dimiliki guru kepada siswa dengan target tersampaikannya topik-topik yang tertulis dalam dokumen kurikulum kepada siswa. Pada umumnya guru tidak memberi inspirasi kepada siswa untuk berkreasi dan tidak melatih siswa untuk hidup mandiri. Pelajaran yang disajikan guru kurang menantang siswa untuk berpikir. Akibatnya siswa tidak menyenangi pelajaran.

Dalam hal ini terlihat bahwa pendidik kurang melakukan inovasi pembelajaran yang dapat membangkitkan kualitas pembelajaran seperti yang dimaui para siswa pada dewasa ini.  Padahal penggunaan suatu model pembelajaran mempunyai pengaruh yang sangat berarti bagi siswa dalam proses pembelajaran. Kualitas pembelajaran fisika selain dipengaruhi model pembelajaran yang digunakan juga setting lingkungan belajar.

Metode Ekspositori merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam proses pembelajaran fisika, namun apakah metode ekspositori yang diterapkan saat ini sudah sesuai untuk pembelajaran fisika. Inovasi yang bagaimana seharusnya dalam menerapkan metode ekspositori dalam pembelajaran fisika. Untuk itu penulis mencoba mengulas dalam makalah ini tentang inovasi penggunaan metode ekspositori dalam pembelajaran fisika.

Hasilnya jika Inovasi metode ekspositori  mengikuti langkah-langkah berikut :

(a)    Pendahuluan (introduction), (b) Menyebutkan konsep (name of the concept), (c).Pemberian contoh-contoh (give examplary), (d). Pendefinisian konsep (define the concept), (e). Pengujian terhadap siswa (student testing), (f). Penguatan (extension), maka guru akan memperoleh hasil pembelajaran yang memuaskan.

 

Tulisan Lengkap :

Inovasi Penggunaan Metode Ekspositori Dalam Pembelajaran Fisika

 

Penulis :

Jeperis Nahampun, S. Si. M. Pd

Widyaiswara LPMP Provinsi Kalimantan Barat

 

 

 

Published in Publikasi Ilmiah

Jakarta - Bagi siswa, mereka juga bisa mengakses bahan pelajaran berupa bank soal dan aktivitas belajar mengasyikkan. Salah satu yang terbaru adalah tersedianya Wahana Jelajah Angkasa yang merupakan salah satu buah kerjasama Pustekkom dengan Microsoft Indonesia.

Penyediaan sarana Wahana Jelajah Angkasa yang menggunakan software Microsoft ini merupakan salah satu wujud komitmen Microsoft dalam peran serta di bidang pendidikan.

Rumah Belajar sendiri adalah solusi cloud tertutup pertama di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dibangun dengan platform Microsoft. Fasilitas ini memungkinkan pengguna melakukan kegiatan belajar melalui teknologi real-time video conference, percakapan, forum dan lain-lain.

Rumah Belajar juga dilengkapi fasilitas email gratis untuk guru dan siswa dengan domain @guruku.my.id dan @siswa.my.id.

Untuk bisa menggunakannya dengan optimal, pengguna tinggal melakukan registrasi di website yang beralamat di http://belajar.kemdikbud.go.id, gratis.

Setelah registrasi, pengguna bisa mengupload dan mendownload konten dan melakukan banyak aktivitas belajar. Jika tidak registrasi, pengguna hanya bisa melihat konten.

Baik Ari maupun Andreas berharap, ke depannya Rumah Belajar bisa menjadi sarana proses pembelajaran bagi para pendidik maupun siswa. (Sumber : detik.com)

Published in Teknologi Pendidikan