Pontianak - Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, UPT Kemendikbud RI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan IKAPI mengadakan kegiatan akbar yakni Gebyar Hardiknas 2019 dengan tema “Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan”.  Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Kemendikbud RI melalui Satker di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat.  LPMP Kalbar pada kegiatan ini turut andil dalam pelaksanaan Pameran, Duta Rumah Belajar, Bincang Publik, dan Bedah Buku yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan. 

Pembukaan Gebyar Hardiknas Tahun 2019 ini dihadiri oleh seluruh UPT Kemendikbud RI diantaranya LPMP Kalbar, Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), Balai Bahasa, dan BP-PAUD Dikmas.  Sementara itu Mendikbud pada acara pembukaan di walkili oleh Ir. Ananto Kusuma Seta, P.Hd yang merupakan Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud RI.  Gebyar Hardiknas 2019 ini dilaksanakan di halaman BPNB Kalbar mulai tanggal 20 – 24 April 2019 dengan berbagai perlombaan diantaranya Lomba Pidato, Lomba Berbalas Pantun, Lomba Tundang, Lomba Mewarnai jenjang PAUD/TK dan Lomba Tari Jepin.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh komponen yang terlibat dalam pelaksanaan Gebyar Hardiknas 2019 ini, dalam waktu yang singkat seluruh UPT Kemendikbud RI di provinsi Kalbar ini mampu dilaksanakan dengan luar biasa.” Ucap Ir. Ananto Kusuma Seta dalam wawancaranya.  Staf ahli kemendikbud ini juga menyatakan bahwa kegiatan ini memang dilaksanakan sebagai agenda rutin dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional.

Pembukaan Gebyar Hardiknas 2019 ini dimeriahkan oleh atraksi Drumb Band oleh siswa-siswi SMP Al-Azhar Pontianak yang dilanjutkan dengan Tari Jepin Massal dari beberapa sekolah.  Sementara pada hari minggu (21/04/2019) dilaksanakan Pawai Literasi yang berlangsung mulai dari BPNB menuju Balai Bahasa Kalbar, lomba pidato, dan persembahan tarian kombinasi tiga etnis yakni Melayu, Dayak, Tionghoa.

Harapan besar semoga pelaksanaan Gebyar Hardiknas pada tahun-tahun berikutmya akan lebih baik dan lebih meriah lagi.  Hal ini mengingat bahwa selain mempererat hubungan antara seluruh UPT Kemendikbud di Kalimantan Barat juga meningkatkan hubungan yang harmonis dengan pihak Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat. (Irfan)

 

 

 

 

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Tahun 2018 LPMP Kalimantan Barat mendapat amanah dapat bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah dan LPPKS Indonesia  untuk  melaksanakan kegiatan Penyiapan Calon Kepala Sekolah di Kabupaten Mempawah, sesuai Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 melalui APBD Kabupaten Mempawah Tahun 2018.

LPMP Kalimantan Barat sebagai Lembaga Penyelenggara Diklat Penyiapan Calon Kepala Sekolah di provinsi telah menjadi mitra kerja LPPKS sejak tahun 2010. Kedudukan LPMP di setiap provinsi merupakan kekuatan besar bagi LPPKS untuk melakukan percepatan pencapaian jumlah Kepala Sekolah yang ber NUKS (Nomor Unik Kepala Sekolah).

Proses rekrutmen calon Kepala Sekolah/Madrasah di laksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Mempawah didasarkan pada analisis proyeksi kebutuhan Kepala Sekolah/Madrasah untuk dua tahun ke depan. Hal ini dilakukan agar kabupaten/kota memiliki jumlah calon Kepala Sekolah/Madrasah yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan formasi.

Proses rekutmen ini merupakan rangkaian kegiatan yang mencakup seleksi dan diklat In Service Learning 1. Seleksi calon dilaksanakan menjadi 2 tahap yaitu seleksi adminsitrasi dan seleksi substansi. Sedangkan diklat In Service 1 dilaksanakan setelah calon peserta dinyatakan lulus atau layak setelah melalui tahapan seleksi administratif  dan seleksi

Seleksi administratif dilakukan melalui penilaian kelengkapan dokumen yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang sebagai bukti bahwa calon Kepala Sekolah/Madrasah telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Seleksi administratif dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah melalui panitia seleksi yang telah di tunjuk dan ditetapkan dan menghasilkan sejumlah 49 (empat puluh sembilan) guru terdiri dari 39 (tiga puluh sembilan) guru jenjang Sekolah Dasar dan 10 (sepuluh) guru jenjang SMP yang telah dinyatakan layak untuk mengikuti tahapan kegiatan selanjutnya yaitu seleksi substansi.  

Seleksi substansi dilaksanakan untuk memperoleh guru potensial yang memenuhi persyaratan administratif sebagai calon kepala sekolah. Seleksi Substansi dilakukan melalui penilaian potensi kepemimpinan serta penguasaan awal terhadap Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Seleksi dilakukan melalui Penilaian Potensi Kepemimpinan (PPK).

Pelaksanaan kegiatan Diklat In Service Learning 1 Calon Kepala Sekolah Kabupaten Mempawah diselenggarakan selama 7 hari pada tanggal 20 - 26 September 2018  di Wisma Chandramidi Kabupaten Mempawah. Kegiatan diselenggarakan dengan baik dan lancar. Para peserta merupakan calon kepala sekolah yang dinyatakan layak dalam seleksi substansi. Pesertanya berjumlah 36 (tiga puluh enam) orang dengan rincian 14 orang perempuan dan 22 orang laki-laki (29 peserta jenjang SD dan 7 peserta jenjang SMP) sesuai dengan kriteria Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010.

Diklat In Service Learning 1 merupakan salah satu upaya untuk membekali calon Kepala Sekolah dengan materi diklat yang akan menambah potensi yang relevan. Oleh karena itu proses pengembangan proses pembelajaran diklat In Service Learning 1 di fokuskan pada upaya untuk membekali pengetahuan, keterampilan, dan sikap calon Kepala Sekolah dengan sejumlah materi yang relevan dengan kompetensi kepala sekolah.

Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan acara penutupan secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah  Bapak Firman Juli Purnama S,Sos, M.Si dan di hadiri oleh Kepala LPMP Kalimantan Barat Bapak Drs. Aristo Rahadi, M.Pd. Kemitraan ini merupakan silaturahmi perdana bagi Bapak Aristo Rahadi sejak beliau di lantik menjadi Kepala LPMP Kalimantan Barat di bulan April 2018.

Pada kesempatan tersebut Bapak Firman Juli Purnama  memperkenalkan jajaran pejabat di Instansi yang beliau pimpim kepada Kepala LPMP Kalimantan Barat. Ada satu hal yang paling berkesan di acara penutupan ini  baik Bapak  Aristo Rahadi dan Bapak firman sama-sama memberikan  pernyataan inspiratif kepada para peserta.

Kepala LPMP Kalimantan Barat beramanat bahwa Kepala Sekolah yang tangguh adalah Kepala sekolah yang  apabila ditempatkan di tempat yang berlumpur sekalipun dia akan mampu untuk tetap dan terus bisa “tumbuh”. Pesan ini bermakna bahwa apabila kepala sekolah di tempatkan di sekolah yang kondisinya carut marut sekali pun dia akan mampu membenahi dan menjadikan sekolah yang berkualitas. Sementara Kadis Dikpora dan Pariwisata kabupaten Mempawah beramanat tentang keterbatasan yang kita miliki bukan berarti kita tidak mampu untuk berkarya akan tetapi berusaha dan berdoa.

Selamat kepada para calon kepala sekolah terpilih. Jadilah inspirasi pendidikan Indonesia tanpa pamrih.

Published in Penjaminan Mutu

Pontianak - Sebanyak 63 stan meramaikan pameran dalam rangka kegiatan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan pendidikan Masyarakat (GTK PAUD Dikmas) Berprestasi dan Berdedikasi 2018 yang diselenggarakan di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/7). Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah  (Dikdasmen) yang juga Plt. Direktur Jenderal GTK, Hamid Muhammad didampingi Direktur Jenderal PAUD Dikmas, Harris Iskandar; Direktur Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas, Abdoellah; serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Suprianu meninjau pameran tersebut.

“Pameran ini dapat menjadi ajang pertemuan GTK PAUD Dikmas untuk bertukar informasi untuk meningkatkan ilmu dalam berkarya," ujar Hamid saat berkunjung ke salah satu stan. Ia menambahkan, mutu pendidikan ditentukan oleh guru dan tenaga kependidikan. “Oleh karena itu mutu pendidikan PAUD dan Dikmas harus ditingkatkan kualifikasi dan kompetensinya,” lanjutnya lagi.
    
Pameran ini berlangsung selama empat hari yaitu tanggal 9 -12 Juli 2018 dengan tema “Membangun Karakter Peserta Didik melalui Karya Nyata GTK PAUD Dikmas”.

Dalam pameran tersebut terdapat 63 stan yang diisi oleh Balai Pengembangan (BP) PAUD dan Dikmas dari berbagai daerah yaitu Gorontalo, Maluku, DIY Yogyakarta, Sulawesi Utara, Papua, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Aceh, Jambi, Banten, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Tengah, Kabupaten Sambas dan Kota Pontianak.

Stan juga diisi oleh Himpunan Pendidik PAUD Seluruh Indonesia (HIMPAUDI), juga beberapa institusi pemerintahan setempat, seperti Damri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Balai Bahasa, Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia (HISPPI), Himpunan Penyelenggara Pelatihan Kursus Indonesia (HIPKI), Lukis Rupa, Kubu Raya, Kayong Utara, Museum Kalimantan Barat, Sintang, serta sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Pameran juga diisi oleh sejumlah unit utama di lingkup Kemendikbud Pusat, yaitu Direktorat Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas, Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Dikdasmen, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom), Direktorat Pembinaan SMK, Sekretariat Ditjen Dikdasmen, Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, Biro Hukum dan Organisasi, serta Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas.

Penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi 2018 akan berlangsung hingga 14 Juli 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap guru dan tenaga kependidikan berprestasi tingkat nasional.

 

Sumber : http://www.kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Peringatan Hardiknas Tahun 2018 di Provinsi Kalimantan Barat dipusatkan di Rumah Radankng

Published in Warta Video

Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meresmikan penggunaan Aplikasi Elektronic Learning Management System (eLMS) yang dikembangkan oleh Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI), Komite Telaah Sejawat, hari ini, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta. eLMS merupakan sarana yang dibentuk untuk membangun knowledge management system dengan metode pembelajaran yang baik dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Saya menyambut baik dengan adanya eLMS yang dikembangkan oleh AAIPI. Semoga aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk membangun semangat belajar para auditor intern pemerintah,” demikian disampaikan Mendikbud pada peresmian penggunaan eLMS, sekaligus membuka Diskusi Umum Dewan Pengurus Nasional AAIPI, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (21/03/2018).

Mendikbud berharap, para auditor pada pengembangan profesinya dapat merujuk pada tiga hal, yakni berkeahlian (expert), memiliki tanggungjawab sosial, dan korporatif atau berkesejawatan. “Tiga hal tersebut yang harus bisa ditanamkan. Auditor harus expert atau ahli, dan bisa didapat dengan pendidikan yang membutuhkan waktu yang cukup lama dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi, kemudian juga memiliki tanggunjawab sosial dengan mengabdikan karyanya, dan korporatif. Auditor penting untuk saling mengasah pengalaman. Disitulah tempat belajar orang profesional ketika bersama-sama saling bersinergi di dalam korps itu,” jelas Mendikbud.

Pada kesempatan ini Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan, Sumiyati, selaku Ketua AAIPI, mengatakan, dengan memanfaatkan era digital dalam mendorong semangat belajar para auditor dan menjangkau seluruh wilayah di Indonesia, maka dibangunlah eLMS. “Dengan aplikasi ini diharapkan dapat membangun para auditor untuk terus bersemangat belajar, karena aplikasi tersebut akan menjadi sarana pembelajaran yang efisien, dan mudah diakses oleh seluruh anggota di seluruh Indonesia dimanapun dia berada,” tutur Sumiyati.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Inspektorat Jenderal Kemendikbud yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Diskusi Umum Dewan Pengurus Nasional AAIPI dan peluncuran eLMS. “Saya apresiasi dan berterima kasih kepada Itjen Kemendikbud. Pak Daryanto menjadi host yang baik menyediakan tempat untuk kita dapat bertemu. AAIPI ke depan bisa berfungsi sebagaimana harusnya suatu asosiasi profesi yang memberikan manfaat tidak hanya kepada anggotanya, namun juga memberikan manfaat untuk bangsa dan negara kita,” tutur Sumiyati.

KILAS TENTANG AAIPI

Dalam laporannya, Inspektur Jenderal Kemendikbud, Daryanto, mengatakan AAIPI adalah organisasi profesi yang beranggotakan perorangan dan unit kerja Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang telah memenuhi persyaratan keanggotaan. “AAIPI didirikan di Jakarta pada tanggal 30 November 2012 melalui rapat pleno pembentukan AAIPI dan sebagai Ketua Umum adalah Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan,” jelas Daryanto.

“AAIPI diperlukan dalam rangka meningkatkan profesionalisme auditor pemerintah, turut memberikan kontribusi dalam pembinaan jabatan fungsional dan untuk menyamakan persepsi terkait profesi auditor di bidang pengawasan intern pemerintah,” terang Daryanto. *


AAIPI terdiri dari empat komite, yaitu Komite Kode Etik, Komite Standar Audit, Komite Telaah Sejawat, dan Komite Pengembangan Profesi. “Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertugas di Komite Telaah Sejawat,” jelas Daryanto.

Published in Teknologi Pendidikan

Jakarta, Kemendikbud --- Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat, membuat peranan guru mengalami perubahan. Dulu guru adalah pendidik dan tempat bertanya segala hal, namun saat ini selain berperan sebagai pendidik dan pengajar, guru juga berfungsi sebagai penyaring informasi bagi siswa-siswanya.

"Di tengah kemajuan TIK ini, guru berperan penting sebagai penjaga gawang atau gatekeepers, yang membantu menapis pengaruh buruk internet dan media sosial bagi siswa-siswanya," katan Mendikbud saat membuka Rapat Koordinasi Pendayagunaan TIK untuk Pendidikan dan Kebudayaan, di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Menurut Muhadjir, fungsi guru sebagai pengajar sangat mungkin digantikan dengan berbagai fasilitas TIK, misalnya mesin pencari di internet. Namun peran guru sebagai pendidik tidak mungkin bisa digantikan dengan teknologi apapun. "Jangan sekali-kali menjadikan fasilitas TIK untuk menggantikan peran guru sebagai pendidik," ujarnya.

Mendikbud menyebut era saat ini sebagai era dimana sumber belajar melimpah ruah, namun tetap perlu disaring. Bagi Mendikbud, saat ini guru berperan penting sebagai penghubung sumber-sumber belajar (resource linkers) dan mengarahkan siswanya dimana menemukan sumber belajar yang tepat.

Kemudian, guru perlu mengembangkan diri sebagai fasilitator belajar siswa, dan fasilitas TIK berperan penting untuk mengoptimalkan proses belajar di era saat ini. "Guru harus bisa membimbing dan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai 'untuk apa', bukan sekadar 'apa' dan 'bagaimana'," tutur mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Mendikbud juga mengingatkan bahwa perkembangan TIK memiliki dua sisi yang berlawanan, yaitu sisi positif dan sisi negatif. "Kita tahu TIK sudah menjadi bagian dari kehidupan. Karena itu, jangan hanya melihat sisi positifnya saja, tetapi juga harus diwaspadai dampak negatifnya," tambah Muhadjir.

Sisi positif perkembangan TIK antara lain masyarakat sudah tidak lagi kesulitan mengakses informasi dan beraneka sumber belajar, bahkan disebutnya sudah melimpah ruah. Tetapi tantangan terbesar adalah mendapatkan sumber belajar yang tepat, tepercaya, dan berkualitas.

Di sisi lain, terdapat beberapa ancaman yang mudah menyebar di media baru dan memengaruhi generasi muda. Hal-hal seperti penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang, paham radikalisme dan intoleransi, serta berbagai informasi palsu atau kabar bohong adalah contoh beberapa sisi negatif perkembangan TIK. Oleh karena itu Mendikbud mengajak masyarakat bijaksana memanfaatkan teknologi.

Published in Penjaminan Mutu

Singkawang - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, pendidikan karakter diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan.

Penguatan pendidikan karakter ini adalah amanah dari janji presiden dan wakil presiden yang tertuang di dalam program aksi Jokowi JK, kemudian diterjemahkan lebih lanjut sebagai bagian dari nawacita. Pendidikan karakter diterapkan pada jenjang dasar SD dan SMP. Materi jenjang waktu yakni 70 persen pendidikan karakter dan 30 persen pengetahuan.

"Berarti sekolah SD dan SMP harus berubah. Harus ada restorasi pendidikan," katanya dalam kegiatan seminar pendidikan dalam rangka HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2017 di Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Kamis (28/12/2017).

Lebih lanjut ia menjelaskan, bila di sekolah SD dan SMP masih padat dengan memberi pengetahun pada peserta didik, itu tidak zamannya lagi. Ia menilai di SD dan SMP harus berisi penguatan karakter pada siswa. Hal ini karena pendidikan karakter adalah pondasi dari pendidikan lebih lanjut.

"Kalau pondasinya kokoh apapun di atasnya dibangun itu pasti kokoh juga," tegasnya. Khusus tingkat SMA dan SMK juga sama diterapkan, tetapi penyiapan untuk memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

 

Sumber : http://pontianak.tribunnews.com

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Sambutan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat dalam rangka Pameran Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2017

Published in Warta Video

Pontianak - Program dokumenter yang diangkat dari kisah-kisah pengalaman nyata para anak muda yang rela melepaskan peluang karir dan kemapanan kehidupan kota besar untuk menjadi guru dan mengajar di desa desa terpencil di seluruh pelosok negeri selama satu tahun.

Published in Warta Video
Halaman 1 dari 13