giptk

giptk

Pontianak - PADAMU NEGERI (singkatan dari Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia) merupakan Layanan Sistem Informasi Terpadu Online yang dibangun oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan - Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP).

Dalam perkembangannya, NUPTK menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh seluruh PTK se-Indonesia untuk dapat mengikuti program-program Kementerian lainnya, antara lain:

  • Sertifikasi PTK
  • Uji Kompetensi PTK
  • Aneka Tunjangan PTK

NUPTK yang dikelola oleh PMPTK sejak tahun 2006 - 2010 kemudian dikelola oleh BPSDMPK-PMP sejak 2011 menjadi kode referensi utama untuk dapat mengikuti berbagai program pengembangan PTK yang dilaksanakan oleh Kemdikbud, antara lain: Sertifikasi, Uji Kompetensi, Diklat, dan Aneka Tunjangan PTK lainnya Salah satu Fungsi LPMP adalah mengembangkan dan mengelola Sistem Informasi Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah termasuk TK, RA atau bentuk lain yang sederajat. Salah satu strategi yang dilakukan dalam kaitannya dengan fungsi ini adalah mengadakan Asistensi Pemutakhiran Informasi PTK Kecamatan atau pelatihan-pelatihan bagi tenaga operator/pengelola data yang telah ditunjuk oleh setiap Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dalam rangka meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Sasaran dalam kegiatanini adalah 188 orang yang terdiri dari 14 orang pengumpul data kab/kota (operator SIMNUPTK) dan174 orang pengumpul data  KecamatanKegiatan Asistensi Pemutakhiran Informasi PTK Kecamatan diselenggarakan sebanyak 4 (Empat) Gelombang  dengan rincian:

  1. Gelombang 1 dilaksanakan pada tanggal 27 – 29 Agustus 2013 di Kabupaten Sekadau, Kabupaten Melawi, Kabupaten Kapuas Hulu.
  2. Gelombang 2 dilaksanakan pada tanggal 3 – 5 September 2013 di Kabupaten Pontianak,  Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak.
  3. Gelombang 3 dilaksanakan pada tanggal 10 – 12 September 2013 di  Kabupaten Landak, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau.
  4. Gelombang 4 dilaksanakan pada tanggal 23 – 26 September 2013 di  Kabupaten Sintang, Kabupaten Kuburaya, Kabupaten Kayong Utara, Kota Singkawang.

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)  kembali  menyelenggarakan peringatan  HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di  Halaman Kantor Kementerian dan Kebudayaan Senayan, Jakarta hari ini Sabtu, 17 Agustus 2013. Upacara berlangsung penuh semangat, ceria dan berjalan hikmat.

Sekitar 1.000 orang peserta upacara terdiri dari pegawai Kemdikbud, Wakil Menteri Bidang Pendidikan, Musliar Kasim, Wakil Menteri Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti pejabat eselon I, II, III, IV, satuan pengamanan Kemdikbud  mengikuti dengan saksama rangkaian upacara. Bertindak selaku pembina upacara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

Upacara yang diawali dengan  pengibaran bendera merah putih, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan naskah Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, Penyematan Satyalencana Karya Satya kepada 133 pegawai yang terdiri dari 7 orang dengan masa kerja 10 tahun, 65 orang dengan masa kerja 20 tahun dan 61 orang dengan masa kerja 30 tahun, pembacaan doa  serta ditutup dengan memperdengarkan lagu-lagu perjuangan yang dibawakan oleh paduan suara Kemdikbud.

Salah seorang dari penerima Satya Lencana Karya Satya dengan masa kerja 20 tahun lebih, Kepala Biro Umum Mohammad Qudrat Wisnu Aji mengatakan merasa senang, bangga dan berterima kasih kepada Kemdikbud yang telah memberikan satya lencana ini. "Karena dengan penghargaan  ini jerih payah kita selama ini dihargai," ungkapnya.

Dalam sambutannya, Menteri Nuh mengajak para peserta upacara mengenang jasa para pahlawan kusuma bangsa  yang telah berjuang memerdekakan Indonesia dan memahami hakekat proklamasi kemerdekaan dan nilai-nilai yang di contohkan para pahlawan kemerdekaan. "Karena dengan tekad dan perjuangan mereka serta kehendak  Allah  SWT,  Tuhan  Yang  Maha Kuasa Indonesia merdeka,” ujar Menteri Nuh.

Menteri Nuh yang mengenakan kopiah dengan jas hitam itu mengatakan, setelah 68 tahun Indonesia merdeka, kita harus bersyukur karena banyak hasil kemajuan dan capaian yang telah diraih seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat dengan meningkatnya rata-rata lama sekolah; 7,93 thn (2010), 7, 94 thn (2011) dan 8,08 (2012) dan diharapkan pada tahun 2014 akan mencapai lebih dari 8,25 thn. Pendidikan Menengah Universal (PMU) yang dimulai tahun 2013/1014, perluasan akses ke jenjang pendidikan tinggi dan kebijakan afirmasi seperti beasiswa Bidikmisi, untuk meningkatkan kualitas SDM yang lebih berkeadilan. Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk menyiapkan manusia indonesia yang kreatif, inovatif dan mampu berpikir orde tinggi katanya.

Namun, lanjut Menteri, kita harus tetap sadar dan lebih meningkatkan kemauan dan kemampuan kita karena  ke  depan  masih  banyak  persoalan dan  tantangan bahkan lebih kompleks yang harus kita selesaikan. “Dalam mewujudkan cita-cita proklamasi tersebut diperlukan sikap optimistis dan upaya kuat seluruh anak bangsa secara terpadu serta harus dilakukan secara berkelanjutan,” kata Menteri Nuh.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Jakarta - Pemerintah Indonesia memprioritaskan enam program utama di tahun 2014 pada sektor pendidikan, dalam rangka mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia (SDM), sekaligus memanfaatkan bonus demografi dan momentum 100 tahun Indonesia merdeka. Keenam program tersebut yaitu Pendidikan Menengah Universal (PMU), Kurikulum 2013, peningkatan kualitas guru, rehabilitasi dan sarana prasarana, afirmasi daerah 3T, serta Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Bidikmisi.

Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (16/8) kemarin di depan sidang bersama DPR-RI dan DPD-RI di Gedung MPR/DPR RI Jakarta dalam rangka HUT ke-68 Proklamasi Kemerdekaan RI. Untuk mendukung program-program prioritas tersebut, menurut Presiden, anggaran pendidikan ditingkatkan 7,5%, dari Rp. 345,3 triliun tahun ini menjadi Rp. 371,2 triliun di tahun 2014. Namun angka tersebut masih dimungkinkan mengalami perubahan, karena masih bersifat rancangan undang-undang (RUU).

Program Prioritas

Program PMU yang secara resmi diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh tanggal 25 Juni 2013 yang lalu, diharapkan dapat mempercepat kenaikan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah. APK pendidikan menengah sampai tahun 2012 sebesar 78,9%. Dengan PMU, ditargetkan pada tahun 2020 APK pendidikan menengah dapat meningkat menjadi 97%. "Apabila tanpa program PMU, angka tersebut baru dicapai pada tahun 2040," kata Presiden pada kesempatan tersebut.

Sebagai konsekuensi logis atas dilaksanakannya kebijakan PMU ini, Pemerintah mulai tahun pelajaran 2013/2014 mulai menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan menengah. Nilai nominal BOS tersebut yaitu Rp. 1.000.000,- per siswa per tahun untuk seluruh siswa sekolah menengah baik negeri maupun swasta. Selain itu pembangunan unit sekolah baru (USB) dan ruang kelas baru (RKB), serta peningkatan kualifikasi dan kompetensi para pendidik dan tenaga kependidikan menjadi bagian tidak terpisahkan dari program PMU ini.

Selain itu implementasi Kurikulum 2013 juga mendapatkan perhatian serius di tahun depan. Tahun pelajaran 2013/2014 sekarang ini, Kurikulum 2013 telah diimplementasikan secara bertahap dan terbatas. Terkait implementasi Kurikulum 2013 tersebut, Mendikbud hari ini Sabtu (17/8) mengatakan bahwa penyiapan buku dan pelatihan guru menjadi hal yang mendapat perhatian khusus. "Kurikulum 2013, dimaksudkan untuk menyiapkan manusia Indonesia yang kreatif, inovatif dan mampu berpikir orde tinggi," kata Mendikbud.

Satu masalah penting yang perlu mendapatkan perhatian khusus, kata Presiden kemarin, adalah masalah kualitas guru, distribusi guru antar satuan pendidikan dan antar wilayah yang belum merata. Di daerah-daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, masih ada guru-guru yang belum terpenuhi kebutuhannya sesuai dengan standar pelayanan minimal. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan akan terus dilakukan, antara lain melalui peningkatan kualitas guru termasuk di dalamnya sertifikasi guru.

Menanggapi peningkatan kualitas guru tersebut, Mendikbud menjelaskan bahwa penataan sistem perguruan mutlak perlu dilakukan. Penataan tersebut, menurut Menteri Nuh, meliputi penataan sistem di lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK), pelatihan guru, karier guru, dan sertifikasinya.

Dalam rangka pemerataan kualitas SDM, beberapa program afirmasi akan tetap dilanjutkan dan ditingkatkan seperti pengiriman guru, pada daerah terpencil, terluar dan tertinggal (3T), pengiriman pelajar asal Papua untuk melanjutkan studinya di beberapa SMA/SMK dan Perguruan Tinggi Negeri terbaik di luar Papua.

Selain itu untuk makin memeratakan akses pendidikan, dalam tahun 2014 penyediaan bantuan siswa miskin (BSM) dan beasiswa Bidikmisi akan ditingkatkan. Dengan BSM dan beasiswa Bidikmisi diharapkan anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Shicuan – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing berpartisipasi dalam pameran pendidikan yang dilakukan di  Exhibition Hall Sichuan Science and Technology Museum, pada tanggal 18-19 Juni 2013. Pameran pendidikan ini bertema “2013 China International Education Exhibition, College Entrance Admission Services”.

Dalam dua hari pelaksanaan seminar yang dihadiri lebih kurang 10.000 pengunjung, booth KBRI memperoleh kunjungan sekitar 700 siswa siswi SMA dan orang tuanya yang sedang mencari universitas untuk melanjutkan studi ke jenjang S-1, dan beberapa  dosen yang ingin melanjutkan studi ke S3. "Rata-rata yang menjadi pusat perhatian adalah jurusan seni dan budaya Indonesia, Hubungan Internasional, Tata busana, Kepariwisataan serta Bahasa Indonesia," kata Atase Pendidikan KBRI di Beijing, Chairun Anwar, (18/6).

Peserta pameran terdiri dari Cultural and Education Section British Consulate General UK, Macau SAR, Consulate General of USA, Consulate General of Thailand, Consulate General of Singapore, Consulate General France, Consulate General of Pakistan, Consulate General of Korea, Consulate General of Germany, Embassy of Russia, dan 76 Perguruan tinggi dari Eropa dan Amerika.

Dalam pameran tersebut, Chairun Anwar memaparkan makalah pada sesi seminar pendidikan dengan tema “Pursuing Higher Degree in Indonesia, Turning Challenges Into Opportunity. Dalam paparannya Ia menyebutkan, Indonesia memiliki universitas dengan predikat World Class University, serta diakui dunia dalam pelayanan pendidikan tinggi seperti ITB, UI dan UGM.

Selain ketiga universitas tersebut, ada puluhan universitas baik swasta maupun negeri yang memiliki reputasi dunia dan diakui berbagai negara akan mutu dan kualitas lulusannya. “Melirik Indonesia sebagai tujuan belajar adalah sebuah tantangan, karena Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 6,2 persen menawarkan kesempatan investasi dan lapangan kerja yang menarik bagi para pencari kerja lintas negara,” katanya.

Chairun juga menyampaikan penawaran beasiswa KNB untuk program Magister untuk semua jurusan dan bidang keahlian yang bisa dilamar setiap tahunnya, serta beasiswa Darmasiswa untuk program 1 tahun atau 6 bulan belajar Bahasa dan budaya Indonesia. (AR/CA)

Surabaya - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Timur menggelar rapat koordinasi nasional (rakornas) bertema "Implementasi Percepatan Penjaminan Mutu Pendidikan Tahun 2013". Dalam rakornas yang berlangsung pada 21-22 Juni 2013 itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menjadi salah satu pemateri mengenai Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Penjaminan Mutu Pendidikan. Mendikbud juga menjadi saksi penandatanganan Nota Kesepahaman Implementasi Percepatan Penjaminan Mutu Pendidikan/Pelaksanaan Program Penjaminan Mutu Pendidikan antara 38 Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dengan LPMP Provinsi Jawa Timur.

Menteri Nuh mengatakan, penandatangan nota kesepahaman atau deklarasi merupakan pernyataan sikap atau komitmen dalam menyikapi kebijakan pendidikan, termasuk Kurikulum 2013. Menurutnya, pro dan kontra terhadap Kurikulum 2013 disebabkan adanya perspektif non-akademik, seperti politik dan bisnis. "Kurikulum skrg ini tdk murni disikapi dr perspektif akademik," ujar Mendikbud di hadapan peserta rakornas LPMP, di kantor LPMP Provinsi Jawa Timur, Surabaya, (22/6).

Ia melanjutkan, berbicara mengenai pendidikan, tidak boleh lepas dari 8 standar nasional pendidikan. "Karena rumusan pendidikan ya ada di situ, tidak bisa lari ke mana-mana," katanya. Karena itu ia meminta LPMP benar-benar mengetahui 8 standar nasional pendidikan. Menurutnya, persoalan pendidikan secara garis besar ada dua, yaitu akses dan kualitas. Sedangkan berbicara mengenai mutu pendidikan, berarti berbicara mengenai kurikulum dan guru.

Menteri Nuh mengatakan, Kemdikbud telah menyiapkan pelatihan instruktur nasional untuk guru-guru yang akan mengajar Kurikulum 2013. Pelatihan tersebut akan diselenggarakan pada Juli mendatang. Selain menyiapkan SDM pengajar, Kemdikbud juga telah menyiapkan buku pelajaran dengan memegang substansi atau isi buku. Sedangkan untuk penggandaan buku diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun pos khusus.

Dalam paparannya, Mendikbud juga mengimbau semua pihak ikut memantau substansi Kurikulum 2013, di antaranya untuk tujuan membangun kreativitas siswa. "Tidak hanya kreatif yang kita bangun, tapi juga agama dan budi pekerti," tegasnya. Pendidikan agama dan budi pekerti itu ditujukan untuk membangun pendekatan yang penuh kesantunan dalam menemukan solusi, sehingga solusi tidak berbentuk kekerasan.

Usai memberikan paparan, Mendikbud meresmikan gedung baru LPMP Provinsi Jawa Timur dengan penandatanganan prasasti serta pengguntingan pita. Gedung baru LPMP Provinsi Jawa Timur mulai dibangun pada tahun 2011. Selanjutnya semua operasional yang dijalankan LPMP Provinsi Jawa Timur akan berlangsung di gedung baru itu.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) seperti tahun-tahun sebelumnya akan menggelar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2013 pada tanggal 16-22 Juni 2013, di Medan, Sumatera Utara (SUMUT). “Tujuan dari penyelenggaraan FLS2N ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui budaya belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri, serta sikap kompetitif,” kata Thamrin Kasman, Ketua Panitia Kegiatan tersebut, di Jakarta beberapa hari yang lalu. "Selain itu untuk memperkokoh rasa persaudaraan, persatuan, dan kesatuan bangsa."

Dengan tema ”Karya Prestasi Siswa Untuk Kemilau Budaya Nusantara” dunia pendidikan dan kebudayaan diharapkan dapat memotivasi dan mengoptimalisasi segala aspek kehidupan, termasuk sumber daya manusia. Kesenian adalah merupakan salah satu kelompok mata pelajaran yang strategis dan merupakan salah satu wahana bagi siswa untuk berekspresi sehingga memunculkan karya yang dapat di banggakan oleh bangsa Indonesia.

Peserta FLS2N ini adalah siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), siswa berkebutuhan khusus (PPLK), sekolah menengah atas (SMA) dan Siswa Tingkat Sekolah Kejuruan (SMK) baik negeri maupun swasta. Jumlah peserta tahun ini sebanyak 2.838 siswa terdiri dari SD 264; SMP 627; PKLK Dikdas 198; SMA 594; PKLK Dikmen 198 dan SMK 957.  Kali ini akan dipertandingkan lomba menyanyi, pidato, mendongeng, seni tari kreasi daerah, melukis, baca puisi, story telling, seni baca Alqur’an dan lain-lain. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh direncanakan membuka secara resmi acara tersebut.

Panitia daerah yang berkunjung ke Jakarta untuk melakukan koordinasi dengan panitia pusat mengatakan bahwa Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugorho menyambut gembira terpilihnya daerahnya sebagai penyelenggara kegiatan penting ini. Gubernur berharap penyelenggaraan FLS2N 2013 ini berdampak positif bagi pengembangan dunia pendidikan dan kebudayaan di Sumatera Utara. "Semoga berkontribusi juga dalam mendukung Kunjungan Wisatawan datang ke  Sumatera Utara 2013." Ujarnya.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Pontianak - Terkait dengan Implementasi Kurikulum 2013 di tingkat satuan pendidikan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengirimkan surat ke seluruh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia.

 

Dalam Surat tersebut Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia diminta untuk mengkordinir pelaksanaan Implementasi Kurikulum 2013 secara mandiri pada sekolah-sekolah yang tidak termasuk dalam daftar Sekolah yang masuk dalam sasaran Implementasi terbatas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013.

 

Secara lengkap Surat Tersebut dapat dilihat disini

Bandung - Sejak pukul 07.30 WIB, 198 siswa peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD/MI mulai mengerjakan ujian tertulis pertama. Selama ujian berlangsung siswa diawasi oleh para juri, sedang pembina dan orang tua diperkenankan menunggu di luar ruang ujian. Ujian berlangsung selama 90 menit untuk setiap sesinya. Setelah istirahat 30 menit, para peserta harus mengerjakan soal ujian tertulis kedua hingga pukul 11.00 WIB.

Selama 30 menit istirahat para peserta dikeluarkan dari ruang ujian, untuk sekedar bercengkrama dengan teman-temannya dan membahas beberapa soal yang baru saja mereka kerjakan. Wajah ceria masih terlihat di wajah mereka meski satu jam kompetisi pertama telah dilewati.

Setelah istirahat di luar ruangan, mereka dibawa masuk ke ruang ujian untuk menikmati kudapan sementara bersiap melanjutkan ke tes tertulis kedua. Peserta OSN bidang matematika dapat giliran istirahat pertama kali. Setelah mereka bergerak memasuki ruang ujian kembali, peserta OSN IPA baru mulai keluar ruangan.

Siswa mengerjakan 30 soal pilihan ganda dan 20 soal isian. Alifka Fajri Utama dan Aiken Jethro, 2 siswa dari Sumatera Barat mengaku mereka bisa mengerjakan soal-soal tersebut. "Hanya satu (soal) yang tidak terisi," katanya Alif.

Sebelum mengerjakan soal, semua peserta diajak untuk olahraga ringan di bangku masing-masing. Tujuannya untuk merilekskan badan mereka sebelum mengerjakan soal. Setelah itu peserta diajak untuk memeriksa lembar soal dan lembar jawaban dipandu oleh juri di depan ruangan. Juri yang lain berjalan di selah-selah bangku siswa untuk memastikan siswa mengerti instruksi yang disampaikan juri di depan.

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Bandung - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik), Musliar Kasim, mengatakan, pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD/MI 2013 akan menjadi wakil Indonesia di olimpiade sains internasional. Hal tersebut disampaikan Wamendik saat memberi sambutan pada acara pembukaan OSN 2013 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/6).

 “Juara OSN SD/MI 2013 akan mengikuti olimpiade internasional tahun ini,” katanya. Untuk itu, Musliar mengajak semua peserta untuk bersemangat dan menjadikan OSN sebagai ajang mengembangkan potensi diri agar dapat bersaing dengan siswa dari negara lainnya.

Selain kepada siswa, mantan rektor Universitas Andalas (Unand) ini meminta kepada tim juri untuk  memberi penilaian yang adil. “Jangan pilih kasih, karena pemenang ini akan menjadi wakil kita di ajang internasional,” tuturnya.

Direktur Pembinaan SD Ibrahim Bafadhal membenarkan ucapan Wamendik tentang pemenang OSN akan menjadi wakil Indonesia di kancah olimpiade sains internasional. “Seperti dikatakan Wamen, yang unggul-unggul itu akan dikirim ke level internasional,” ungkapnya.

Ibrahim menambahkan, dalam rangka mempersiapkan peserta OSN ini secara komperehensif secara pengetahuan, sikap, dan karakter sosialnya, para peserta akan diberi pembinaan karakter di malam hari setelah lomba berlangsung. Hal tersebut dilakukan atas penelitian yang menyebutkan bahwa orang-orang sukses di masa depannya merupakan orang yang memiliki kemampuan yang komprehensif. “Beberapa research di dunia menunjukkan orang yang sukses berkarir dalam bidangnya masing-masing sangat ditopang dengan keberadaan softskill mereka,” katanya.

Sumber : http://kemdikbud.go.id

 

Jakarta - Buku teks pelajaran jenjang sekolah dasar (SD) Kurikulum 2013 akan berlaku untuk sekali pakai. Pada tahun berikutnya, pemerintah akan mencetak buku baru. Pencetakan buku ini akan dilakukan setiap tahun.

“Buku akan dicetak tiap tahun karena buku untuk SD tidak bisa digunakan untuk (peserta didik) berikutnya karena dicoret-coret,” kata Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Ramon Mohandas di Kemdikbud, Jakarta, Rabu (5/6/2013).

Ramon mengatakan, evaluasi peserta didik dilakukan dengan menilai portofolio. Pengukuran, kata dia, dilakukan secara otentik atas apa yang mereka lakukan dan dinilai secara kualitatif. “Semua aktivitas mereka dikumpulkan oleh guru dan bisa dilihat prosesnya dengan tugas yang diberikan,” katanya.

Ramon menyampaikan, pemerintah akan mencetak buku dan dibagikan kepada sebanyak jumlah peserta didik dan diberikan secara gratis. “Orang tua tidak akan dibebani. Dicetak gratis,” katanya.

Ramon mengatakan, untuk jenjang SD  kelas 1 disiapkan sebanyak 10 buku untuk dua semester. Dia menyebutkan, untuk kelas 1 ada sebanyak delapan buku tema ditambah dengan buku agama. Namun, kata dia, buku yang dicetak saat ini baru untuk semester 1 sebanyak 5 buku masing-masing terdiri atas satu buku agama dan empat buku tema.

“Seharusnya untuk satu tahun kelas 1 ada 8 tema dan kelas 4 ada 9 tema.  Tapi sekarang yang dikembangkan baru 4 buku pertama saja. Buku semestar kedua dikembangkan setelah ini selesai semua dan akan digunakan Januari tahun depan,” kata Ramon.

Adapun buku untuk jenjang SMP meliputi agama, PKN, bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya, prakarya, bahasa Inggris, serta pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan. Sementara untuk jenjang SMA ada sembilan mata pelajaran yang wajib, tetapi yang dicetak baru tiga mata pelajaran yaitu sejarah, bahasa Indonesia, dan matematika.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id