admin2019

admin2019

Pontianak,19/11/2019 - Memasuki Hari kedua Kegiatan konsolidasi pendataan dapodik dan penjaminan mutu pendidikan provinsi kalimantan barat 2019, LPMP Kalimantan Barat menghadirkan narasumber Edi Rasni, S.Si yang focus membicarakan PPG 2019 dimana peserta yang diikutsertakan pada Pelaksanaan seleksi Akademik PPG tahun ini adalah guru yang Masa Tugas mengajarnya adalah  terhitung mulai 31 Desember 2015 atau sebelumnya. materi selanjutnya direncanakan akan diisi oleh Bapak Yusuf Rokhmat, MT. yang nanti akan membahas tentang Dapodik.

foto

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia yang ingin mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk ditempatkan pada kantor pusat dan daerah serta Perguruan Tinggi Negeri di seluruh indonesia. Jika Anda lulusan dari sekolah/perguruan tinggi yang terakreditasi, dan memiliki kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan dengan nilai IPK/rata-rata STTB sesuai dipersyaratan, serta memenuhi persyaratan lainnya segera persiapkan diri Anda untuk dapat bergabung menjadi CPNS Kemendikbud.

Pendaftaran dibuka melalui 4 Jalur:

  1. Jalur Umum;
  2. Jalur Cumlaude;
  3. Jalur Disabilitas;
  4. Jalur Putera/Puteri Papua dan Papua Barat.


Catat tanggalnya:

  • Untuk penempatan pada Unit Kerja Non PTN, pengumuman tanggal 11 November 2019 dan mulai pendaftaran tanggal 13 November 2019.
  • Untuk penempatan pada PTN, pengumuman tanggal 18 November 2019 mulai pendaftaran tanggal 20 November 2019.


Apakah Anda termasuk yang memenuhi? Segera mendaftar melalui https://sscn.bkn.go.id
 

Lampiran berkas:


Sumber : cpns.kemdikbud.go.id

Pontianak,09/11/2019 - Pelaksanaan Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan Tahun 2019 telah memasuki tahap persiapan pelaksanaan ujian. Berdasarkan hasil verifikasi data yang dilakukan oleh LPMP Kalimantan  Barat, jumlah peserta Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan Tahun 2019 sebanyak 9.217 orang, yang disebar ke-29 TUK yang telah ditetapkan untuk seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Waktu pelaksanaan direncanakan selama 2 hingga 3 hari mulai tanggal 12 sd. 15 November 2019 dengan Peserta terbanyak berada di Kabupaten Ketapang sebanyak 1.440. Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan  Barat selaku penyelenggara telah menetapkan Tim pengawas, Tim Admin Sistem yang akan bertugas di setiap Tempat Uji Kompetensi (TUK). Kepala LPMP Kalimantan Barat direncanakan akan Mengunjungi TUK di Wilayah Kabupaten Kayong Utara. Diharapkan selama ujian berlangsung nanti dapat terlaksana dengan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku seperti tahun sebelumnya.  Untuk informasi mulai hari ini Sabtu, 9 November 2019, sudah dapat mengunduh dan mencetak Surat Pengantar Ujian Seleksi PPG 2019 melalui akun SIM PKB Bapak/Ibu masing-masing. Surat pengantar tersebut menginformasikan No UKG/ID Ujian Seleksi, Lokasi Ujian, Mapel, Waktu dan Sesi Ujian, serta Token Ujian. Untuk informasi selengkapnya dapat diakses di https://gtk.belajar.kemdikbud.go.id .

 

Statement kepala Sekolah Muhammadiyah 3 Nanga Pinoh  mengenai bimbingan yang dilakukan lpmp mengenai  SPMI

Senin, 23 September 2019 13:08

Kalender Kegiatan

Natuna, Kemendikbud --- Program digitalisasi sekolah yang baru saja diluncurkan, tidak akan menghilangkan proses pembelajaran dengan tatap muka. Pembelajaran dengan tatap muka antara guru dan siswa di kelas tetap penting dan tidak tergantikan, dan akan diperkaya dengan konten-konten digital.

"Program digitalisasi sekolah ini, bukan berarti proses belajar mengajar dengan cara konvensional tidak berlaku, justru tetap penting. Pembelajaran dengan tatap muka antara guru dan siswa masih menjadi cara yang paling tepat, terutama dalam pembentukan karakter siswa," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat meluncurkan program digitalisasi sekolah di Gedung Srindit Ranai Kabupaten Natuna Kepulauan Riau, Rabu (18/9/2019).

Peran guru di era revolusi industri 4.0, menurut Mendikbud, semakin penting. "Guru tidak hanya mengajar, namun sekarang guru harus menguasai sumber-sumber di mana anak-anak bisa belajar. Anak-anak bisa belajar dari mana saja, dan guru mengarahkan," kata Muhadjir Effendy. Dengan kata lain guru berfungsi sebagai penghubung sumber belajar atau resorce linker.

Guru juga berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran. "Peran guru memfasilitasi, mencari narasumber yang relevan, siswa harus belajar dengan siapa, kemudian memerlukan fasilitas apa," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.  

Selain itu, peran guru yang juga sangat penting adalah sebagai penjaga gawang informasi atau gate keeper. "Informasi mana yang membahayakan harus dibendung oleh guru. Ancaman kita semakin lama sangat besar, pengaruh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila," kata Mendikbud menambahkan.
 
Oleh karena itu, guru harus meningkatkan kompetensinya dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). "Mulai sekarang saya mohon kepada guru untuk mulai mempelajari dan menguasai materi yang tersedia di portal Kemendikbud, khususnya yang ada di dalam platform digital yaitu Rumah Belajar. Itu gratis tidak perlu membayar," pesan Mendikbud

Pontianak,19/9/2019 - LPMP Kalbar - Sekolah Binaan adalah sekolah yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota) dan pembinaannya dilaksanakan secara bersama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat. Sekolah Binaan merupakan acuan bagi sekolah lain di sekitarnya dalam upaya pemenuhan mutu 8 (delapan) SNP melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan. Pelaksanaan program sekolah binaan dilakukan dengan memberikan bantuan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan dan melibatkan pemerintah daerah melalui Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD).

Jumlah Sekolah binaan di Provinsi Kalimantan Barat 224 sekolah yang berada di 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Setiap Kabupaten/Kota memiliki 16 sekolah binaan yang terdiri dari 8 SD, 5 SMP, 2 SMA dan 1 SMK. Sekolah Binaan memiliki tanggungjawab untuk mengimbaskan praktik penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada 5 (lima) sekolah di sekitarnya. Sekolah yang diimbaskan ini selanjutnya disebut dengan sekolah imbas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota diberi keleluasaan untuk menambah sasaran Sekolah Binaan melalui pola yang sama dengan biaya dari pemerintah daerah (APBD).

Fasilitator Daerah (Fasda) melakukan pendampingan ke sekolah binaan sebanyak 3 kali. Pada bulan Juli – Agustus telah dilakukan pendampingan pertama di tiap Kabupaten/Kota dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan sekolah dalam pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu internal (SPMI). Pada bulan September dilaksanakan pendampingan kedua di sekolah binaan, yang memberikan penguatan kepada sekolah dalam melaksanakan maupun memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan. Kegiatan pendampingan diikuti oleh  pengawas, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lain, serta orang tua/komite sekolah binaan dan perwakilan sekolah imbas. Pendampingan ketiga akan dilaksanakan pada bulan November difokuskan pada pemberian penguatan kepada Sekolah Binaan dalam hal pengembangan program kekhasan atau kekhususan yang dilaksanakan oleh sekolah.

 

Jakarta, Kemendikbud --- Dalam rangka pengembangan digitalisasi sekolah khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program Digitalisasi Sekolah. Peluncuran perdana program ini dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu (18/09/2019), ditandai dengan pemberian sarana pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada sekolah serta komputer tablet kepada siswa.

“Digitalisasi Sekolah merupakan terobosan baru di dunia pendidikan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam berbagai aspek pengajaran,” kata Mendikbud pada jumpa pers peluncuran program Digitalisasi Sekolah, di Perpustakaan Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (17/09/2019).

Kelebihan sistem ini, kata Mendikbud, mempermudah proses belajar mengajar, karena para siswa dapat mengakses semua bahan ajar ataupun bahan ujian dalam satu jaringan. “Sarana pembelajaran TIK yang diberikan berupa PC, laptop, LCD, router, dan eksternal hard disk. Sekolah yang akan menerima sarana pembelajaran tersebut di Kabupaten Natuna sebanyak 38 unit sekolah, terdiri dari 25 SD, 9 SMP, 3 SMA, dan 1 SMK. Sarana pembelajaran TIK ini bertujuan untuk mempermudah sekolah melaksanakan program Digitalisasi Sekolah,” jelas Mendikbud.

Sedangkan untuk komputer tablet akan diberikan kepada 1.142 siswa, terdiri dari 508 siswa SD, 303 siswa SMP, 228 siswa SMA, dan 103 siswa SMK. Komputer tablet tersebut telah dipasangkan aplikasi rumah belajar yang menyediakan delapan fitur utama, yakni sumber belajar, buku sekolah elektronik, bank soal, laboratorium maya, peta budaya, wahana jelajah angkasa, pengembangan keprofesian berkelanjutan, dan kelas maya.

“Mengingat letak geografis sekolah sasaran dan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, maka pemberian sarana pembelajaran TIK dan tablet akan diberikan kepada 18 sekolah dan 590 siswa. 20 sekolah dan 552 siswa yang terkendala faktor geografis dan cuaca akan tetap diberikan bantuan digitalisasi sekolah,” ujar Mendikbud.

Digitalisasi Sekolah merupakan implementasi dari new learning, yang disiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Karakteristik new learning tersebut adalah student centered, multimedia, collaborative work, information exchange, dan critical thinking and informed decision making. Total anggaran untuk pembelian sarana pembelajaran TIK dan komputer tablet sebesar Rp 3.176.000.000.

“Dana tersebut diambilkan dari BOS Afirmasi dan BOS Kinerja. Tahun 2019 Kemendikbud telah menganggarkan bantuan sarana pembelajaran TIK dan tablet melalui BOS Kinerja untuk 6.004 sekolah dan 692.212 siswa. Sedangkan BOS Afirmasi untuk 30.277 sekolah dan 1.061.233 siswa,” terang Mendikbud.

Selain program Digitalisasi Sekolah, Kemendikbud juga mencanangkan lima program lain. Program tersebut adalah percepatan pencairan Program Indonesia Pintar (PIP), Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP), seTARA Daring dan E Modul Pendidikan Kesetaraan, serta laman Sahabat Keluarga, dan Bimbingan Calon Fasilitator (BCF) Pendidikan Keluarga dalam Jaringan. *

Halaman 1 dari 2