Pontianak - Tahun 2018 LPMP Kalimantan Barat mendapat amanah dapat bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah dan LPPKS Indonesia  untuk  melaksanakan kegiatan Penyiapan Calon Kepala Sekolah di Kabupaten Mempawah, sesuai Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 melalui APBD Kabupaten Mempawah Tahun 2018.

LPMP Kalimantan Barat sebagai Lembaga Penyelenggara Diklat Penyiapan Calon Kepala Sekolah di provinsi telah menjadi mitra kerja LPPKS sejak tahun 2010. Kedudukan LPMP di setiap provinsi merupakan kekuatan besar bagi LPPKS untuk melakukan percepatan pencapaian jumlah Kepala Sekolah yang ber NUKS (Nomor Unik Kepala Sekolah).

Proses rekrutmen calon Kepala Sekolah/Madrasah di laksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Mempawah didasarkan pada analisis proyeksi kebutuhan Kepala Sekolah/Madrasah untuk dua tahun ke depan. Hal ini dilakukan agar kabupaten/kota memiliki jumlah calon Kepala Sekolah/Madrasah yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan formasi.

Proses rekutmen ini merupakan rangkaian kegiatan yang mencakup seleksi dan diklat In Service Learning 1. Seleksi calon dilaksanakan menjadi 2 tahap yaitu seleksi adminsitrasi dan seleksi substansi. Sedangkan diklat In Service 1 dilaksanakan setelah calon peserta dinyatakan lulus atau layak setelah melalui tahapan seleksi administratif  dan seleksi

Seleksi administratif dilakukan melalui penilaian kelengkapan dokumen yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang sebagai bukti bahwa calon Kepala Sekolah/Madrasah telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Seleksi administratif dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah melalui panitia seleksi yang telah di tunjuk dan ditetapkan dan menghasilkan sejumlah 49 (empat puluh sembilan) guru terdiri dari 39 (tiga puluh sembilan) guru jenjang Sekolah Dasar dan 10 (sepuluh) guru jenjang SMP yang telah dinyatakan layak untuk mengikuti tahapan kegiatan selanjutnya yaitu seleksi substansi.  

Seleksi substansi dilaksanakan untuk memperoleh guru potensial yang memenuhi persyaratan administratif sebagai calon kepala sekolah. Seleksi Substansi dilakukan melalui penilaian potensi kepemimpinan serta penguasaan awal terhadap Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Seleksi dilakukan melalui Penilaian Potensi Kepemimpinan (PPK).

Pelaksanaan kegiatan Diklat In Service Learning 1 Calon Kepala Sekolah Kabupaten Mempawah diselenggarakan selama 7 hari pada tanggal 20 - 26 September 2018  di Wisma Chandramidi Kabupaten Mempawah. Kegiatan diselenggarakan dengan baik dan lancar. Para peserta merupakan calon kepala sekolah yang dinyatakan layak dalam seleksi substansi. Pesertanya berjumlah 36 (tiga puluh enam) orang dengan rincian 14 orang perempuan dan 22 orang laki-laki (29 peserta jenjang SD dan 7 peserta jenjang SMP) sesuai dengan kriteria Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010.

Diklat In Service Learning 1 merupakan salah satu upaya untuk membekali calon Kepala Sekolah dengan materi diklat yang akan menambah potensi yang relevan. Oleh karena itu proses pengembangan proses pembelajaran diklat In Service Learning 1 di fokuskan pada upaya untuk membekali pengetahuan, keterampilan, dan sikap calon Kepala Sekolah dengan sejumlah materi yang relevan dengan kompetensi kepala sekolah.

Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan acara penutupan secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah  Bapak Firman Juli Purnama S,Sos, M.Si dan di hadiri oleh Kepala LPMP Kalimantan Barat Bapak Drs. Aristo Rahadi, M.Pd. Kemitraan ini merupakan silaturahmi perdana bagi Bapak Aristo Rahadi sejak beliau di lantik menjadi Kepala LPMP Kalimantan Barat di bulan April 2018.

Pada kesempatan tersebut Bapak Firman Juli Purnama  memperkenalkan jajaran pejabat di Instansi yang beliau pimpim kepada Kepala LPMP Kalimantan Barat. Ada satu hal yang paling berkesan di acara penutupan ini  baik Bapak  Aristo Rahadi dan Bapak firman sama-sama memberikan  pernyataan inspiratif kepada para peserta.

Kepala LPMP Kalimantan Barat beramanat bahwa Kepala Sekolah yang tangguh adalah Kepala sekolah yang  apabila ditempatkan di tempat yang berlumpur sekalipun dia akan mampu untuk tetap dan terus bisa “tumbuh”. Pesan ini bermakna bahwa apabila kepala sekolah di tempatkan di sekolah yang kondisinya carut marut sekali pun dia akan mampu membenahi dan menjadikan sekolah yang berkualitas. Sementara Kadis Dikpora dan Pariwisata kabupaten Mempawah beramanat tentang keterbatasan yang kita miliki bukan berarti kita tidak mampu untuk berkarya akan tetapi berusaha dan berdoa.

Selamat kepada para calon kepala sekolah terpilih. Jadilah inspirasi pendidikan Indonesia tanpa pamrih.

Published in Penjaminan Mutu

Sambas - Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas menyelenggarakan seleksi kepala sekolah tingkat SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Sambas di SMP Negeri 1 Sambas.

" Peserta SMA/SMK yang mengikuti seleksi ini sebanyak 8 orang untuk SMK, dan untuk SMA sebanyak 14 orang. Untuk SMP sebenarnya 17 orang, namun dua berangkat ke Bali," ujar Hanisah, Ketua Panitia.

Menurutnya, SMP memiliki kuota sebanyak 20 orang. "Entah mengapa tidak banyak yang ikut, kemungkinan karena tunjangan kepala sekolah yang kecil dan juga menjadi bidikan kasus hukum saat ini, sehingga membuat kekhawatiran para guru untuk jadi kepala sekolah," katanya.

"Untuk SMA/SMK kuotanya sebanyak 23 orang. Jadwal penyelenggaraan tes sejak 21 Oktober tes tertulis, dan pada 22 Oktober tes wawancara yang hanya untuk SMP dan tes mengarang kepemimpinan, SMK dan SMA pada hari Kamis berupa tes wawancara," ujarnya.

Menurutnya, untuk penyelenggaran seleksi bagi calon kepala SMP, hari ini terakhir. "Kita melaksanakan seleksi mulai pukul 08.00 sampai pukul 15.00. Pengumuman akan dilakukan pada 28 Oktober mendatang, dan untuk diangkat jadi kasek di antaranya memiliki penilaian tertinggi," katanya.

Menurutnya, pelaksanaan seleksi bagi calon kepala sekolah itu sesuai Permen Nomor 28 Tahun 2010 dan harus menjadi wakil kapala sekolah terlebih dahulu, serta memiliki golongan III c dan sertifikat pendidik.

 

Sumber : http://pontianak.tribunnews.com

Published in Penjaminan Mutu

Bengkayang - Penyerahan Surat Keputusan Bupati Bengkayang secara simbolis kepada Kepala Sekolah yang mendapat kepercayaan sebagai tugas tambahan di satuan pendidikan di Kabupaten Bengkayang yang telah dilaksanakan pada hari Kamis 3 Okotober 2013 bertempat di aula lantai V Kantor Bupati Bengkayang. Pada acara tersebut, Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, S.Pd didampingi Plt. Kadis Pendidikan Kab. Bengkayang Dr. Yan, M.Si., Inspektur Kab. Bengkayang B.Basuni, SE,M.Si, Kepala BKDD yang diwakili oleh Erni, SE, MM, para pejabat struktural di lingkungan Dinas Pendidikan, para Kepala UPTD Pendidikan se Kab. Bengkayang. Para Kepala Sekolah yang mutasi, rotasi dan promosi sebanyak 217 orang yang terdiri atas Kepala Sekolah SMA sebanyak 14 orang, Kepsek SMK 3 orang, Kepsek SMP 26 orang dan Kepsek SD berjumlah 120 orang, dan Kepsek yang mutasi menjadi guru biasa sebanyak 54 orang.
Acara penyerahan SK Bupati dan pengarahan Bupati Bengkayang sebagai pengantar tugas bagi para kepala sekolah dan guru dilingkungan Dinas Pendidikan berlangsung hikmat, aman dan lancar. Awal pengarahan Bupati Bengkayang, mengingatkan kembali makna Pendidikan sesuai dengan UU RI No.20 tahun 2003, bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamanan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. demikian juga visi pemerintah kab. bengkayang tahun 2011-2015 berbunyi “terwujudnya masyarakat kabupaten bengkayang yang sejahtera, cerdas, sehat, beriman, demokratis dan mandiri dalam keberagaman”.
Bupati Gidot juga menyatakan bahwa proses SK tersebut sudah lama, sebab 3 tahun belakangan ini tidak ada mutasi, rotasi dan promosi Kepsek, masih banyak menjadi pelaksana tugas atau Plt, banyak guru atau Kepsek yang pensiun dan lain sebagainya. Selanjutnya Bupati menyatakan bahwa tugas kepala sekolah adalah tugas tambahan yang diemban selain sebagai seorang guru yang harus mengajar. Kepsek sebagai pelayanan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa agar lebih berkualitas, dan pada gilirannya nanti mampu menciptakan SDM yang memiliki daya saing yang tinggi.
Kepsek sebagai pemimpin bukan sebagai bos, sehingga harus memiliki jiwa melatih, melayani, menciptakan kebanggaan bagi orang lain, jangan suka menyalahkan orang lain, tanpa ada solusinya. Pesan Ki Hajar Dewantara: “ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Menjadi guru PNS harus melaksanakan tugas secara bertanggungjawab, jangan malas mengajar karena kesejahteraan guru saat ini sudah diperhatikan Pemerintah seperti tunjungan sertifikasi. Kepsek juga harus tanggap dengan lingkungan sekolah dan mau memelihara bangunan sekolah yang ada, “Jangan lepas satu batako, lepas satu papan, lepas satu atap metal, tunggu proyek, jadi harus kreatif dan berinisiatif”.
Seorang kepala sekolah akan sukses jika mampu menerapkan kompetensi kepribadian (misalnya menjadi teladan, memiliki integritas, bersikap terbuka, berpikir positif,mampu mengendalikan diri, memiliki bakat dan minat dalam pendidikan); manajerial (misalnya, memahami unsur-unsur manajemen kantor modern, mampu menciptakan budaya organisasi yang disiplin, kerja keras, mampu mengelola sdm dan sarana pendidikan, mengelola kurikulum, memahami informasi dan teknologi,mampu mengelola keuangan secara akuntabil dan transparan); kewirausahaan (misalnya, memili inovasi, motivasi, bekerja keras, pantang menyerah dan memiliki naluri kewirausahaan); supervisi (misalnya, melaksanakan supervisi akademik), dan dimensi kompetensi sosial (misalnya bisa kerjasama, aktif dan peka dalam kegiatan di masyarakat).
Terkait dengan pembangunan karakter anak didik, maka diharapkan kegiatan ekstra kurekuler seperti kegiatan pramuka harus digalakkan dan dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan di setiap satuan pendidikan di kab. bengkayang ke depan. Karena hanya melalui pendidikan yang dapat meningkatkan, semua potensi kecerdasan anak-anak bangsa, dan dilandasi dengan pendidikan karakternya, diharapkan anak-anak bangsa di masa depan akan memiliki daya saing yang tinggi, untuk hidup damai dan sejahtera sejajar, dengan bangsa-bangsa lain di dunia yang semakin maju dan beradab. Kalau perbaikan kualitas generasi tidak ada, maka apa jadinya kondisi bangsa ini dimasa yang akan datang? kemajuan suatu bangsa dan negara bukan dihasilkan dari jumlah manusianya seberapa banyak, tapi mutu serta kualitas manusia.
Oleh karena itu, para Kepsek dan para guru harus memahami teknologi informasi, serta rajin membuka website dinas pendidikan, disdikbud.bengkayangkab.go.id. Pada akhirnya, pengarahan Bupati Gidot menyatakan bahwa para Kepala Sekolah yang pada hari ini telah diberi tugas dan fungsi yang baru yakni sebagai manajer, edukator, administrator dan supervisor, pemimpin/leader, inovator, dan motivator. Program 7k (ketertiban, keindahan, kebersihan, keamanan, kekeluargaan, kerindangan, dan kedisiplinan), jangan hanya sebagai semboyan di papan agar dilaksanakan disekolah masing-masing. Kepada para Kepala Sekolah yang kembali menjadi guru biasa, Bupati menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas segela pengabdiannya selama ini untuk memajukan dunia pendidikan di Kab. Bengkayang kepada yang baru mendapat SK Kepsek Bupati berpesan jaga amanah sebaik-baiknya seraya mengucapkan selamat menjalankan tugas Kepsek sebagai tugas tambahan.

 

Sumber : http://disdikbud.bengkayangkab.go.id

Published in Warta Pendidikan

Sanggau  - Camat Kapuas, F Meron berpesan agar para guru tidak hanya bisa menjadikan anak didik menjadi pintar. Namun, ia mengharapkan guru juga mampu mendidik siswa di sekolah menjadi anak yang punya akhlak mulia.

 
Hal itu disampaikannya, usai melantik delapan kepala sekolah dasar (SD) di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Cabdikpora) Kapuas dilantik, Senin (17/6/2013) di Aula Cabdikpora Kapuas. Menurutnya, guru harus punya komitmen terkait persoalan ini.
"Selain pintar, akhlak, moral, budi pekertinya juga harus baik," pesannya.
 
Dalam kesempatan itu, ada Kepala Sekolah (Kepsek) yang dilantik yakni Galuh Halimah guru SDN 1 Sanggau menjadi Kepala SDN 22 Penyeladi. Tugiman, Guru SDN 22 Penyeladi menjadi Kepala SDN 37 Balai Nanga.
 
Sukal, Guru SDN 67 Balai Nanga menjadi Kepala SDN 43 Kenual Desa Rambin, Lotin, Kepala SDN 43 Kenual- Kepala SDN 66 Belangin.
 
Empat Kepsek lainnya, masih diangkat menjadi pelaksana tugas (Plt) Kepsek. Mereka antara lain, Ibrahim, Kepala SDN 22 Penyeladi menjadi Plt Kepala SDN 4 Sanggau, Abit, Guru SDN 20 Berancet Desa Lape menjadi Plt Kepala SDN 20 Berancet. Dua lainnya, Mirin, Guru SDN 66 Belangin menjadi Plt Kepala SDN 47 Rambin dan Siswoyo, Guru 35 Pana menjadi Plt Kepala DN 41 Tonye Desa Entakai. "Guru ini merupakan profesi istimewa, karena guru ini sudah didik secara khusus," ujar tandasnya.
 
 
Sumber : http://pontianak.tribunnews.com/
Published in Warta Pendidikan

Yogyakarta - Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) bekerjasama dengan pemerintah Indonesia, Australia, Eropa, dan Asian Development Bank melakukan penelitian tentang kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah di Indonesia. Penelitian dilakukan terhadap 4070 kepala sekolah di 55 kabupaten/kota dari tujuh wilayah di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Hasil penelitian mengungkapkan, supervisi adalah kompetensi terminim yang dimiliki kepala sekolah di Indonesia, dibandingkan dengan kompetensi lain.

 

Hasil nilai kompetensi supervise tersebut sebesar 3.00 dari skala 1.00-4.00. Sedangkan hasil penilaian kompetensi lain sebesar 4.00 untuk setiap kompetensi. Adapun kompetensi kepala sekolah terdiri dari kompetensi kepribadian sebagai kepala sekolah, manajerial, kewirausahaan, mengajar, dan kompetensi memberikan penyuluhan terhadap guru.

 

Akibatnya, penilaian dan peningkatan terhadap kualitas belajar mengajar tidak dapat dilakukan secara akurat karena kepala sekolah tidak melakukan pengawalan terhadap tugas harian guru. Demikian disampaikan perwakilan pemerintah Australia, John Pettit, saat membuka komisi pertama Konferensi Internasional Best Practice Bagi Pengembangan Kepemimpinan Kepala Sekolah (The 4th International Conference on Best Practice for School Leadership Development), di Yogyakarta, Selasa (11/6).

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusa Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (BPSDM dan PMP Kemdikbud), Syawal Gultom, mengatakan perlunya diingatkan kembali para kepala sekolah untuk menjalankan tugas supervise sehingga kompetensi supervisi pun dapat ditingkatkan.

 

Menurut Syawal, penyebab kelemahan kompetensi supervisi berada pada perlakuan prioritas yang diberikan kepala sekolah, terhadap urusan bersifat administratif, dibandingkan dengan supervisi terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah. “Kepala sekolah itu ya guru dengan tugas tambahan sebagai kepsek, maka kita kembalikan ke posisi awal harus bisa supervisi guru di sekolahnya,” ujar mantan rektor Universitas Negeri Medan itu.

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbangtendik Kemdikbud) menggelar The 4th International Conference on Best Practice for School Leadership Development, di Hotel Sahid Rich, Yogyakarta, dari tanggal 10-14 Juni 2013. Konferensi tingkat ASEAN tersebut diikuti  11 negara Asia Tenggara dengan total 120 orang peserta, yang terdiri dari 90 orang peserta dalam negeri, dan 30 orang peserta luar negeri. Harapannya, para kepala sekolah dari perwakilan masing-masing negara dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, sehingga tidak terdapat kesenjangan informasi mengenai supervisi antarnegara partisipan.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan

Yogyakarta - Penelitian Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) mengenai kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah, hasil kerjasama pemerintah Indonesia, Australia, Eropa, dan Asian Development Bank, terhadap 4070 kepala sekolah di 55 kabupaten/kota dari tujuh provinsi di Indonesia, mengungkapkan supervisi adalah kompetensi terminim yang dimiliki kepala sekolah di Indonesia, dibandingkan dengan kompetensi lain.

 

Nilai tersebut adalah sebesar 3.00 dari skala 1.00-4.00, dengan nilai sebesar 4.00 untuk kompetensi lain. Adapun kompetensi kepala sekolah terdiri dari kompetensi kepribadian sebagai kepala sekolah, manajerial, kewirausahaan, mengajar, dan kompetensi memberikan penyuluhan terhadap guru. Ketujuh provinsi tersebut adalah provinsi Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua.

 

Akibatnya, penilaian, dan peningkatan terhadap kualitas belajar mengajar tidak dapat akurat dilakukan. Karena, kepala sekolah tidak melakukan pengawalan terhadap tugas harian guru. Demikian pernyataan tersebut disampaikan perwakilan pemerintah Australia John Pettit, saat membuka komisi pertama Konferensi Internasional Best Practice Bagi Pengembangan Kepemimpinan Kepala Sekolah (The 4th International Conference on Best Practice for School Leadership Development), di Yogyakarta, Selasa kemarin (11/6).

 

Masih di waktu yang sama, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusa Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (BPSDM dan PMP Kemdikbud), Syawal Gultom mengatakan perlunya diingatkan kembali para kepala sekolah untuk menjalankan tugas supervisi. Sehingga, kompetensi supervisi pun dapat ditingkatkan.

 

Menurut Syawal, penyebab kelemahan kompetensi supervisi berada pada perlakuan prioritas yang diberikan kepala sekolah, terhadap urusan bersifat administratif, dibandingkan dengan supervisi terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah. “Kepala sekolah itu ya guru dengan tugas tambahan sebagai kepsek, maka kita kembalikan ke posisi awal harus bisa supervisi guru di sekolahnya,”ujar mantan rektor Universitas Negeri Medan itu.

Pada tingkat ASEAN, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbangtendik Kemdikbud) menggelar The 4th International Conference on Best Practice for School Leadership Development, di Hotel Sahid Rich, Yogyakarta, dari tanggal 10-14 Juni 2013. Sebanyak 11 negara Asia Tenggara dengan total 120 orang peserta, yang terdiri dari 90 orang peserta dalam negeri, dan 30 orang peserta luar negeri berpartisipasi dalam perhelatan tahunan ini. Harapannya, para kepala sekolah dari perwakilan masing-masing negara dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan. Sehingga, tidak terdapat kesenjangan informasi mengenai supervisi antar negara partisipan.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Potret Pendidikan

Kayong Utara – Kegiatan lanjutan dari MoU antara Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara dan LPMP Provinsi Kalimantan Barat tentang Pelaksanaan Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah di Kabupaten Kayong Utara, tepatnya tanggal 29 April sampai dengan 5 Mei 2013 telah diselenggarakan Kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah Kabupaten Kayong Utara Tahun 2013 yang diikuti oleh 35 peserta, 22 orang peserta calon Kepala Sekolah dan 10 orang peserta calon Pengawas Sekolah, dan 3 orang calon Penilik Sekolah. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan sebelumnya yaitu Seleksi Akademik Calon Kepala Sekolah/Madrasah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah yang telah diselenggarakan pada tanggal 20 s.d 22 Maret 2013 yang lalu. Kerjasama ini dilaksanakan dalam rangka menghasilkan Calon Kepala Sekolah/Madrasah yang memiliki kompetensi sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah /Madrasah dan Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah. Kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah Kabupaten Kayong Utara Tahun 2013 ini dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Kayong Utara Bapak Ir. Muhammad Said.

 

Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa “jabatan pengawas sekolah dan penilik sekolah janganlah dianggap ‘jabatan buangan’. Dikaitkan dengan Indeks Pembangunan Manusia Kalimantan Barat yang menempati urutan 30 harus menjadi perhatian kita semua. Untuk menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah dan penilik sekolah diperlukan kecerdasan intelektual, kecerdasan kepribadian yang baik, persyaratan administrasi yang lengkap, dan memiliki modal kemampuan dan kemauan yang cukup”.

 

Pada kesempatan yang sama Kepala LPMP Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Drs. Suhartono Arham, M.Si memberikan materi Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang kurikulum tahun 2013, dalam paparannya Kepala LPMP menyatakan bahwa “kurikulum 2013 merupakan amanat pemerintah yang harus dilaksanakan dan didukung sepenuhnya oleh semua pemangku kepentingan pendidikan, sebab pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu beliau juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerjasamanya dengan LPMP Provinsi Kalimantan Barat dalam kegiatan diklat ini. Harapannya peserta Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah dapat memanfaatkan dana yang telah dialokasikan pada kegiatan diklat ini dengan cara mengikuti kegiatan diklat secara utuh, agar amanah dari Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 dapat tercapai. Selain kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual, beliau juga menambahkan tentang kecerdasan ketahanmalangan yaitu suatu ketahanan atau kekebalan terhadap halangan dan hambatan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban” ujarnya.

 

Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah Kabupaten Kayong Utara Tahun 2013 ini dilaksanakan selama selama 7 (tujuh) hari dengan pola 70 JP. Adapun materi yang diberikan untuk Calon Kepala Sekolah meliputi Kepemimpinan, Kewirausahaan, Supervisi Akademik, Monitoring dan Evaluasi, Pengelolaan Keuangan Sekolah, Pengelolaan Kurikulum, Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Pengelolaan Tenaga Administrasi Sekolah (TAS), dan Penyusunan RKS/RKAS. Sedangkan materi untuk Calon Pengawas dan Penilik Sekolah adalah Kepemimpinan, Supervisi Manajerial, Supervisi Akademik, Pengembangan Perangkat Pembelajaran, Program Kepengawasan, Pengelolaan Kurikulum, dan Penelitian Tindakan Kelas. Metode yang digunakan dalam kegiatan diklat kali ini adalah ceramah, diskusi dan kerja kelompok. Pada materi kepemimpinan seluruh kegiatan dilaksanakan di Pantai Tanjung Datuk berupa Out Bound. Setelah kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah ini berakhir masih akan dilanjutkan dengan On the Job Learning (OJL) selama kurang lebih 3 bulan ke depan.

Published in Penjaminan Mutu

Diklat Manajemen Kepala Sekolah Kabupaten Kapuas Hulu

 

Published in Album

Putussibau - Diawal tahun 2013 tepatnya pada tanggal 18 - 22 Februari 2013, LPMP Provinsi Kalimantan Barat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu melaksanakan diklat Manajemen Kepala Sekolah. Langkah awal ini merupakan perwujudan komitmen LPMP dalam rangka peningkatan kompetensi Kepala sekolah khususnya di Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini diharapkan akan memberikan pembekalan dan kesiapan mental Kepala Sekolah untuk menjadi pimpinan pada satuan pendidikan yang handal.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kapuas Hulu yang diwakili oleh Assisten Administrasi umum BKD Kabupaten Kapuas Hulu Ibu Endang Yohana, SH, dan dihadiri oleh Pejabat struktural LPMP Provinsi Kalimantan Barat. Dalam sambutannya beliau mengatakan, pendidikan dan pelatihan manajemen Kepala sekolah ini sebagai salah satu upaya menjawab dan sekaligus solusi terhadap peningkatan kemampuan manajerial di sekolah. Maka tidaklah berlebihan jika diklat manajemen Kepala Sekolah ini mampu menjadi titik tolak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kapuas Hulu,” ujarnya. Ibu Endang juga menambahkan, dengan diadakannya peningkatan kompetensi secara signifikan pada keseluruhan PNS dan praktisi dunia pendidikan di Kabupaten Kapuas Hulu, akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten tersebut. Beliau juga berharap kerjasama dengan LPMP Provinsi Kalimantan Barat dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia bagi pendidik dan tenaga kependidikan khususnya di kabupaten Kapuas Hulu tidak berhenti sampai disini saja, kerjasama seperti ini masih harus tetap dilaksanakan secara berkesinambungan mengingat peran strategis LPMP didaerah Kalbar terutama didunia pendidikan sangat berarti dan diharapkan keberadaannya.

Pada kesempatan itu pula Kepala LPMP Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Drs. Suhartono Arham, M.Si memberikan materi Kebijakan Kementerian Pendidikan tentang kurikulum tahun 2013, dalam paparannya Kepala LPMP menyatakan “bahwa kurikulum 2013 merupakan amanat pemerintah yang harus dilaksanakan dan didukung sepenuhnya oleh semua pemangku kepentingan kependidikan, sebab Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan mutu pendidikan. Kurikulum 2013 disusun menggunakan basis sains dan lebih menekankan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara seimbang. Materi ajar dikembangkan dari kompetensi lulusan yang akan dihasilkan. Sistem belajarnya juga dengan cara mengembangkan pola pikir kritis anak yang holistik dan menyenangkan dengan metode observasi dan membiasakan siswa untuk bertanya. Kehadiran kurikulum baru diharapkan membawa harapan pada pelaku pendidikan, guru, dan siswa. Kurikulum 2013 harus lebih menghargai guru dan siswa. Guru harus diberi ruang gerak untuk mengembangkan keilmuan dan kreativitasnya dalam mengelola pembelajaran,” ujarnya.

Diklat yang diikuti oleh 40 (empat puluh) orang Kepala Sekolah pada setiap jenjang satuan pendidikan (SD, SMP dan SMA) yang berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu dengan rincian Kepala Sekolah Sekolah Dasar (SD) 20 orang, Kepala Sekolah SMP 18 orang, dan Kepala Sekolah SMA 2 orang. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan tatap muka yang diselenggarakan dalam bentuk diklat dengan pola 50 jam Pelajaran (JP) @ 45 menit dengan durasi waktu 5 hari. Peserta diklat mendapat pelatihan dari BKD Kabupaten Kapuas Hulu, Widyaiswara serta Pejabat Struktural LPMP Provinsi Kalbar. Sumber pembiayaan dalam pelaksanaan diklat ini di bebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2013 dan bekerjasama dengan LPMP Provinsi Kalimantan Barat yang berdasarkan MOU LPMP Provinsi Kalimantan Barat dan BKD Kabupaten Kapuas Hulu Nomor : 893.3/235/BKD/2P-B dan Nomor : 178/J36/LL/2013.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Kabupaten Kapuas Hulu tepatnya di gedung Korpri dan Graha Abdi Praja Jl. Rahadi Usman No. 27 Putussibau, dari tanggal 18 s.d 22 Februari 2013. Hasil Diklat Manajemen Kepala Sekolah dari SD, SMP, dan SMA tahun 2013 ini secara langsung akan dapat memberikan kontribusi, komitmen dan pikiran pada paradigma baru dalam penugasan/pengangkatan kepala sekolah serta adanya upaya penguatan kapasitas dan kompetensi Kepala sekolah. Adapun Tujuan diadakannya kegiatan Diklat Manajemen Kepala Sekolah Tahun 2013 ini adalah :

  1. Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Kepala Sekolah dalam bidang supervisi akademik, pengelolaan keuangan, pengelolaan ketatausahaan;
  2. Meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menciptakan pendidikan berkarakter dan budaya sekolah;
  3. Meningkatkan pengetahuan Kepala Sekolah terhadap kepemimpinan dalam satuan pendidikan;
  4. Meningkatkan pengetahuan kepala sekolah dalam penilaian kinerja guru.

Alhamdulillah Kegiatan Diklat Manajemen Kepala sekolah kerjasama LPMP Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dapat terselenggara dengan baik dan lancar tanpa ada halangan yang berarti, melalui kegiatan ini mudah-mudahan dapat mencetak kepala sekolah yang profesional dan berkualitas, yakni kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial yang baik, serta mampu mengelola dan mengembangkan sekolah secara optimal sebagai upaya peningkatan mutu untuk mencapai standar nasional pendidikan khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat, sehingga kemampuan dalam bidang manajemen sekolah semakin baik yang pada akhirnya diharapkan pada peningkatan mutu dan kualitas sekolah secara keseluruhan. Baik dari aspek kualitas prasaranan sekolah, kualitas tenaga didik maupun kualitas peserta didik.

Published in Penjaminan Mutu

Pontianak - LPMP Provinsi Kalimantan Barat sejak tahun 2006 telah melakukan kerjasama tidak hanya pada pelaksanaan seleksi akademik calon kepala sekolah/madrasah tetapi juga seleksi calon pengawas sekolah dan sampai dengan tahun 2011 LPMP Provinsi Kalimantan Barat telah memfasilitasi sebanyak 945 orang peserta dalam pelaksanaan seleksi akademik tersebut di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Pada awal tahun 2012 ini, Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi (PMS) LPMP Provinsi Kalimantan Barat melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab. Kubu Raya dalam memfasilitasi program penyiapan calon kepala sekolah/madrasah, khususnya pada tahapan seleksi akademik bagi calon kepala sekolah/madrasah. Semoga ke depan kerjasama ini bisa sampai pada tahap pendidikan atau pelatihan calon kepala sekolah/madrasah. Maksud dan tujuan kerjasama pelaksanaan seleksi akademik calon kepala sekolah/madrasah ini adalah untuk menghasilkan kepala sekolah yang memiliki potensi kepemimpinan berdasarkan standar kompetensi kepala sekolah/madrasah melalui Penilaian Potensi Kepemimpinan (PPK) dan penilaian Makalah Kepemimpinan (MK) yang diharapkan kepala sekolah tersebut memiliki pengetahuan mengenai operasional sekolah, kemampuan mengevaluasi keberhasilan, dan kemampuan merencanakan, memantau proses, menyusun alternatif tindak lanjut dan memutuskan langkah yang terbaik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Seleksi akademik bagi calon kepala sekolah/madrasah Dinas Pendidikan Kab. Kubu Raya terbagi dalam 3 (tiga) angkatan, yaitu angkatan I dilaksanakan pada tanggal 20 s.d 22 Pebruari 2012, angkatan II dilaksanakan pada tanggal 12 s.d 14 Maret 2012 dan angkatan III pada tanggal 20 s.d 22 Maret 2012 dengan total peserta seleksi sebanyak 244 orang. Seleksi ini di fasilitasi oleh widyaiswara LPMP Provinsi Kalimantan Barat sebagai asesor sebanyak 16 (enam belas) orang dimana 3 (tiga) diantaranya merupakan asesor tingkat nasional.

LPMP Provinsi Kalimantan Barat menawarkan kerjasama kepada dinas pendidikan kabupaten/kota lainnya dalam program penyiapan calon kepala sekolah/madrasah, dimana kami tetap berupaya mencerminkan tekad dan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui fasilitasi pelaksanaan Seleksi Akademik Calon Kepala Sekolah/Madrasah di Provinsi Kalimantan Barat.

Published in Penjaminan Mutu