Pontianak - Dalam rangka akses pemerataan pelaksanaan Kurikulum 2013 LPMP Kalimantan Barat segera menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) Kurikulum 2013 bagi guru Kelas II dan V jenjang Sekolah Dasar. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 9 s.d 13 Oktober 2018 (Angkatan I), 16 s.d 20 Oktober 2018 (Angkatan II), dan 23 s/d 27 Oktober 2018 (Angkatan III), dengan jumah keseluruhan peserta 507 orang mencakup 14 kabupaten/kota se-provinsi Kalimantan Barat.

Kegiatan ini berpedoman pada Petunjuk Teknis Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 difokuskan pada guru kelas I, Kelas IV, Kepala Sekolah beserta guru Agama. Sedangkan untuk Guru Kelas II, V, dan VI beserta guru PJOK belum mendapatkan kesempatan untuk diberikan bimtek terkait implementasi Kurikulum 2013.

LPMP Kalimantan Barat berharap kepada bapak ibu guru yang ditugaskan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten/kota bisa mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini peserta dapat mengimbaskan ilmu, pengetahuan dan pengalaman kepada ke rekan sejawat di daerah melalui forum K3S dan KKG.

Kuota peserta kegiatan ini terbatas. Namun demikian seluruh peserta diharapkan melaksanakan dengan antusias. Sehingga materi, diskusi dan praktek pembelajaran menjadi berkualitas.

Selamat datang di LPMP Kalimantan Barat. Selamat belajar. Selamat memperkaya pengetahuan, siap mendiseminasikan, siap turut serta membangun mutu pendidikan Kalimantan Barat yang gemilang.

Published in Penjaminan Mutu

Pontianak - Pelaksanaan kurikulum 2013 telah memasuki proses implementasi di satuan pendidikan sasaran tahun 2018. Berbagai permasalahan tak lepas dalam Implementasi kurikulum 2013 ini. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan implementasi kurikulum 2013 di sekolah sasaran.
Sebagai langkah awal persiapan sebelum dilakukannya Monitoring dan Evaluasi (Monev) Implementasi Kurikulum 2013 di Induk Klaster dilakukanlah kegiatan Review Instrumen Monev Implementasi Kurikulum 2013. Kegiatan ini melibatkan Widyaiswara LPMP Kalimantan Barat dan beberapa Instruktur Kurikulum 2013 Tingkat Provinsi dari Jenjang SD, SMP, SMA dan SMK. Waktu Pelaksanaan selama 1 Hari  yaitu pada 26 September 2018.
Produk yang akan dihasilkan dari kegiatan ada dua. Pertama adalah instrumen dan aplikasi monev, digunakan untuk pengumpulan Data Monitoring Implementasi K-13 di Induk Klaster yang dilengkapi dengan aplikasi pengolahan data. Produk yang kedua adalah bahan penguatan yang akan digunakan petugas monev pada saat memberi penguatan kepada Guru yang mengimplementasi K-13 terkait dengan permasalahan yang dialami.
Monev akan dilaksanakan selama dua hari dengan rincian hari pertama akan dilakukan Review Dokumen Program dan RPP Guru oleh petugas monev. Setelah itu dari hasil review dokumen dilakukanlah diskusi dan penguatan kepada Guru. Hari kedua petugas monev akan melakukan observasi di Kelas Melihat Guru Mengajar di Kelas Berdasarkan Instrumen Supervisi dan dilanjutkan dengan Penguatan Kembali/ Feed Back Pembelajaran.

Published in Penjaminan Mutu

Jakarta - Patahkan stigma ganti menteri, ganti pula kurikulum. Mendikbud pastikan implementasi Kurikulum 2013 tetap berjalan di bawah pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

Published in Warta Video

Jakarta - Saat ini distribusi buku paket kurikulum 2013 ke sejumlah daerah sudah mencapai 75%. Bagi pihak percetakan yang tidak tepat waktu maka akan diblacklist.

Published in Warta Video

Jakarta - Pemerintah mengambil alih pemesanan buku Kurikulum 2013 khususnya untuk jenjang SD dan SMP. Keputusan ini diambil karena sebagian daerah ada yang sama sekali belum memesan buku yaitu Papua, Papua Barat, dan Maluku.

 

“Ada sekitar 50 kabupaten terutama di Indonesia timur pemesanannya masih nol persen. Dan ini langsung diambil alih oleh dinas pendidikan provinsi bersama direktorat yang melakukan pemesanan,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemendikbud Hamid Muhammad saat memberikan keterangan pers di Kemendikbud, Jakarta, Selasa (8/7/2014).

 

Hamid menyebutkan, sampai dengan 7 Juli, jumlah sekolah yang sudah memesan buku Kurikulum 2013 untuk SD sebanyak 58 persen dan SMP 84 persen. Adapun jumlah buku yang sudah dicetak untuk SD sebanyak 46 persen dan SMP 40 persen. “Buku yang sudah dikirimkan ke sekolah sebanyak 34 persen. Penyedia buku meminta waktu perpanjangan pengiriman sampai 18 Juli,” katanya.

 

Hamid mengatakan, melalui peraturan menteri tentang bantuan operasional sekolah (BOS) telah diatur bahwa sekolah hanya boleh membeli buku yang diterbitkan oleh Kementerian dan dibeli melalui penyedia. Ketentuan ini, kata dia, berlaku untuk jenjang SD sampai dengan SMA/SMK.

 

“Kemdikbud sudah memfasilitasi sekolah dengan buku bagus dan harga murah. Kalau misalnya ada sekolah yang mau membeli buku lainnya jangan menggunakan dana BOS,” ujarnya.

 

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemendikbud Achmad Jazidie menyampaikan, pengadaan buku Kurikulum 2013 pada jenjang pendidikan menengah (dikmen) SMA/SMK memiliki karakteristik yang berbeda dengan pendidikan dasar. Dia mengatakan, karakter BOS dikmen disalurkan langsung dari kementerian tanpa transfer daerah dan tidak ada BOS buku melalui dekon.

 

“Dengan karakter seperti itu kita bisa mengendalikan dana BOS langsung dari kementerian,” katanya.Kendati demikian, kata Achmad, sekolah tetap diminta melakukan pemesanan. Namun, kata dia, jika sampai dengan tanggal 29 Juni belum memesan maka penyedia tetap dapat mencetak sesuai dengan oplah masing-masing sekolah.

 

“Kemdikbud memberikan jaminan kepada para penyedia walaupun sekolah belum pesan. Nanti kalau sekolah belum membayar dapat diklaim atau dimintakan nanti kami yang menjamin akan membayar asal ada berita acara serah terima,” katanya.

Achmad mengatakan, dengan adanya jaminan pembayaran oleh kementerian, di beberapa daerah seperti di Kabupaten Madiun hampir 100 persen buku sudah diterima di sekolah. “Secara umum buku yang dicetak buku dikmen hampir 70 persen di atas separuh kebutuhan,” katanya.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Dalam rangka sosialisasi Kurikulum 2013 untuk kalangan Pendidik di 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat, telah dilaksanakan Pelatihan Kurikulum 2013 yang dimulai dari tanggal 3 Juni 2014 dan secara keseluruhan akan berakhir pada tanggal 27 Juni 2014.


Kegiatan yang dilaksanakan dalam 5 Angkatan diseluruh kabupaten/kota di Proviinsi kalimantan Barat, diikuti oleh guru-guru dari Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).


Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan pada tahun ajaran baru 2014/2015, seluruh satuan pendidikan yang ada di Provinsi Kalimantan Barat telah dapat menerapkan Kurikulum 2013 sebagaimana yang telah diprogramkan oleh pemerintah Pusat melalui Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Published in Penjaminan Mutu

Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan (Wamendik) Musliar Kasim menyampaikan 5 misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui kurikulum 2013. Hal itu dikemukakannya usai menyaksikan pendandatanganan nota kesepakatan program Percepatan Pembangunan Melalui Pendidikan, yang dilakukan Gerakan Indonesia Berkibar dan Sampoerna Faoundation bersama 12 pemerintah daerah dan 11 korporasi dan BUMN, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (22/05/2014).

Musliar menjelaskan 5 misi Kemdikbud. Pertama meningkatkan akses ketersediaan. Sebagai upaya menyediakan akses pendidikan, Muliar mengatakan, Kemdikbud akan membangun unit sekolah baru bagi daerah yang belum memiliki sekolah, atau sudah memiliki sekolah namun daya tampungnya kurang. “Kita ingin semua anak didik memiliki akses untuk masuk ke lembaga pendidikan,” tuturnya.

Kedua adalah keterjangkauan. Kemdikbud memiliki program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikirimkan langsung ke sekolah. “Tidak ada anak yang dipungut uang sekolah lagi di sekolah negeri. Saat ini sudah sampai ke sekolah menengah dengan program Sekolah Menengah Universal. Ketika memberikan gratis SPP, masih ada biaya untuk membeli buku, maka ada program Bantuan Siswa Miskin (BSM),” jelas Musliar.

Ia melanjutkan, misi ketiga adalah kualitas. Mulai tahun lalu Kemdikbud sudah memulai implementasi Kurikulum 2013 di 6.236 sekolah, dan sudah ada kesadaran Bupati dan Walikota atas biaya sendiri (APDB) untuk membiayai pelaksanan Kurikulum 2013. Bupati tersebut diantaranya Bupati Bangka Tengah dan Kutai Timur.

Musliar menjelaskan, dalam Kurikulum 2013 siswa tidak hanya diberikan kompetensi pengetahuan, tetapi juga kompetensi keterampilan dan sikap. “Sikap yang diberikan adalah bagaimana anak menjadi berani dan disiplin,” katanya.

Ia menuturkan, tema Kurikulum 2013 adalah ingin menghasilkan anak Indonesia yang produktif, inovatif, kreatif, dan afektif, sekaligus memiliki tiga kompetensi yaitu kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Di kurikulum 2013 yang berbasis aktifitas, anak melakukan aktivitas apa yang dipelajari. “Itulah yang kita upayakan agar pendidikan ini benar-benar berubah,” jelas Musliar.  

Misi Kemdikbud yang keempat adalah kesetaraan. Anak kota dan desa, tutur Musliar, mendapatkan pelayanan yang sama. Begitu juga laki-laki dan perempuan juga mendapatkan pelayanan yang sama dalam mengenyam pendidikan. Terakhir misi yang kelima adalah kepastian. “Kita harus memastikan setiap anak untuk mendapatkan layanan pendidikan,” tegasnya.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan

Jakarta - Mulai semester pertama Juli tahun depan, pembiayaan Kurikulum 2013 akan didanai melalui tiga sumber, yakni Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pusat, bantuan operasional sekolah (BOS), dan dana alokasi khusus (DAK). Pos-pos anggaran itu akan difokuskan untuk penggandaan buku dan pelatihan guru.

 

 

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, kementerian akan mengeluarkan surat edaran terkait pembiayaan Kurikulum 2013. Ke depan, kata dia, pelaksanaan pembiayaan Kurikulum 2013 tidak hanya dari DIPA pusat seperti saat ini. "Semester satu tahun depan bulan Juli digunakan dana BOS, sedangkan dana DAK digunakan untuk semester dua mulai Januari,"  katanya di Kemdikbud, Jakarta, Senin (11/11/2013).

 

 

 

Musliar mengatakan, untuk penggandaan buku akan menggunakan dana BOS dan sebagian dari DAK. "Kalau BOS kurang akan ditransfer dari pusat dari DIPA untuk tambahan BOS Buku," katanya.

 

 

 

Musliar menyebutkan, dana BOS SD dan SMP sebanyak Rp 580 ribu dan Rp 710 ribu, jika digunakan untuk membeli buku mencapai Rp 70 ribu, sedangkan BOS SMA cukup besar yaitu Rp 1 juta. "Kita transfer lebih kurang Rp 800 miliar untuk beli buku khusus buku SD dan SMP, yang bosnya kecil, tetapi kalau SMA kan BOS-nya besar," ujarnya.

 

 

 

Sementara, lanjut Musliar, untuk pelatihan guru, sebagian besar akan menggunakan dana dari DIPA pusat. Namun, kata dia, daerah juga diharapkan berpartisipasi. Dia mencontohkan, di Provinsi Jawa Timur biaya pelatihan guru 50 persen ditanggung pemerintah pusat, 30 persen pemerintah provinvsi, dan 20 persen ditanggung pemerintah kabupaten atau kota. 

 

 

 

"Banyak daerah-daerah di tahun ini saja melaksanakan sendiri tanpa diminta, tapi dalam edaran ini betul-betul kita minta dan kita arahkan bahwa buku diadakan melalui tiga sumber tadi," katanya. 

 

 

Musliar menambahkan, saat ini sebagian kabupaten kota telah menerapkan Kurikulum 2013 secara mandiri dari segi biaya pelatihan guru maupun pengadaan buku. "Semuanya hampir 800 sekolah menerapkan mandiri," katanya.

 

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan
Minggu, 10 November 2013 21:52

Seminar Nasional Pendidikan Sains 2013

Surabaya - Seiring pemberlakukan Kurikulum 2013 dan sebagai wadah untuk memfasilitasi pertukaran informasi berkaitan dengan hasil penelitian khususnya dalam bidang MIPA dan pendidikan sains bagi para pengembang kebijakan, praktisi, dosen, guru dan pemerhati pendidikan maka Program Studi pendidikan Sains Program Pascasarjana UNS menyelenggarakan seminar nasional dengan tema "Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Sains dan Budaya Penelitian Sains Menuju Indonesia Maju" pada hari Sabtu 9 November 20013 bertempat di Aula Gedung F FKIP UNS.
Sebagai Pembicara dalam seminar kali ini adalah beliau

1. Dr. Sumiyati, M.Pd (Pusat Kurikulum Kemdikbud RI)
2. Dr. Wahono Widodo, M.Si (Pakar Pendidikan Sains Universitas Negeri Surabaya)
3. Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M.Si. (Guru Besar sekaligus Pembantu Dekan I FKIP UNS)

Dalam seminar yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan ini dipaparkan mengenai
1. Profesionalisme Guru/Dosen Sains.
2. Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sains untuk membangun kemampuan berfikir kritis dan kreatif .
3. Penelitian dan kajian konseptual mengenai pembelajaran Sains terkait implementasi kurikulum 2013.
4. Penelitian dan kajian konseptual mengenai ilmu murni rumpun MIPA (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi) dan lingkungan

Published in Warta Video
Halaman 1 dari 4