Pontianak - Sebanyak 63 stan meramaikan pameran dalam rangka kegiatan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan pendidikan Masyarakat (GTK PAUD Dikmas) Berprestasi dan Berdedikasi 2018 yang diselenggarakan di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/7). Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah  (Dikdasmen) yang juga Plt. Direktur Jenderal GTK, Hamid Muhammad didampingi Direktur Jenderal PAUD Dikmas, Harris Iskandar; Direktur Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas, Abdoellah; serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Suprianu meninjau pameran tersebut.

Pameran ini berlangsung selama empat hari yaitu tanggal 9 -12 Juli 2018 dengan tema “Membangun Karakter Peserta Didik melalui Karya Nyata GTK PAUD Dikmas”.

 

Published in Warta Video

Pontianak - Sebanyak 63 stan meramaikan pameran dalam rangka kegiatan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan pendidikan Masyarakat (GTK PAUD Dikmas) Berprestasi dan Berdedikasi 2018 yang diselenggarakan di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/7). Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah  (Dikdasmen) yang juga Plt. Direktur Jenderal GTK, Hamid Muhammad didampingi Direktur Jenderal PAUD Dikmas, Harris Iskandar; Direktur Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas, Abdoellah; serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Suprianu meninjau pameran tersebut.

“Pameran ini dapat menjadi ajang pertemuan GTK PAUD Dikmas untuk bertukar informasi untuk meningkatkan ilmu dalam berkarya," ujar Hamid saat berkunjung ke salah satu stan. Ia menambahkan, mutu pendidikan ditentukan oleh guru dan tenaga kependidikan. “Oleh karena itu mutu pendidikan PAUD dan Dikmas harus ditingkatkan kualifikasi dan kompetensinya,” lanjutnya lagi.
    
Pameran ini berlangsung selama empat hari yaitu tanggal 9 -12 Juli 2018 dengan tema “Membangun Karakter Peserta Didik melalui Karya Nyata GTK PAUD Dikmas”.

Dalam pameran tersebut terdapat 63 stan yang diisi oleh Balai Pengembangan (BP) PAUD dan Dikmas dari berbagai daerah yaitu Gorontalo, Maluku, DIY Yogyakarta, Sulawesi Utara, Papua, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Aceh, Jambi, Banten, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Tengah, Kabupaten Sambas dan Kota Pontianak.

Stan juga diisi oleh Himpunan Pendidik PAUD Seluruh Indonesia (HIMPAUDI), juga beberapa institusi pemerintahan setempat, seperti Damri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Balai Bahasa, Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia (HISPPI), Himpunan Penyelenggara Pelatihan Kursus Indonesia (HIPKI), Lukis Rupa, Kubu Raya, Kayong Utara, Museum Kalimantan Barat, Sintang, serta sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Pameran juga diisi oleh sejumlah unit utama di lingkup Kemendikbud Pusat, yaitu Direktorat Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas, Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Dikdasmen, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom), Direktorat Pembinaan SMK, Sekretariat Ditjen Dikdasmen, Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, Biro Hukum dan Organisasi, serta Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas.

Penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi 2018 akan berlangsung hingga 14 Juli 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap guru dan tenaga kependidikan berprestasi tingkat nasional.

 

Sumber : http://www.kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Kalbar, Alexius Akim menyatakan, seperti tahun sebelumnya Diknas Kalbar akan mengelar Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI (PTKPAUDNI) tingkat Provinsi, di Rumah Radakng Pontianak, dari 27-30 April 2015.

Dimana kegiatan tersebut akan dibuka langsung oleh Gubernur Kalbar, Cornelis MH, dan dihadiri seluruh pejabat pemerintah yang ada di provinsi Kalbar, dan undangan lainnya.

"Kegiatan yang kita lakukan ini, menyangkut dengan apresiasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD non formal dan in formal di Kalbar. Ini kegiatan rutin dalam satu tahun sekali, mengapa karena salah satu upaya untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan PAUD," ujar Alexius Akim.

Alexius Akim menjelaskan, PAUD adalah pendidikan pada anak usia dini dari non formal dan in formal. Non formal yaitu ada bidang kursus, pengelola proses belajar mengajar (PBM), dan sebagainya.

"PAUD non formal ini, sudah ada dilakukan di daerah-daerah yang ada di kabupaten dan kota se-Kalbar. Adanya kejuaraan tersebut, untuk melihat sejauh mana pemahaman mereka, dan sejauh mana kualitas mereka memberikan layanan kepada bidang yang dikelola tersebut," katanya.

Bagi peserta lomba yang mendapatkan juara tutur Akim, akan diikutkan lomba tingkat nasional, di Sumatra Utara pada awal bulan Juni 2015 mendatang.

"Kalbar juga sering mendapatkan juara ikut lomba di tingkat nasional. Diharapkan, dalam tahun ini harus meningkatkan lagi," ucapnya.

 

Sumber : http://pontianak.tribunnews.com

Published in Warta Pendidikan

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan (Wamenbud) Wiendu Nuryanti, membuka Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI Tingkat Nasional di Stadion Tumenggung Abdul Jamal, Batam, Kamis (3/10).

Published in Warta Video

Batam - Di sela-sela Kegiatan Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD, Non Formal dan Informal Berprestasi Tingkat Nasional, Ditjen PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menyelenggarakan seminar internasional. Seminar internasional tersebut mengangkat tema "Meningkatkan Kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) PAUD, Non Formal dan Informal". Seminar berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 5-7 Oktober 2013 di Hotel Harmoni One, Batam, Kepulauan Riau.

Seminar internasional tentang PTK PAUD, Non Formal dan Informal diikuti 10 negara, yaitu Indonesia, Australia, Laos, Kamboja, Pakistan, Bangladesh, Korea Selatan, Myanmar, Nigeria, Vietnam, serta perwakilan dari UNESCO Indonesia. Peserta seminar terdiri dari perwakilan pemerintah dan aktivis LSM internasional. Dalam seminar tersebut, setiap perwakilan tiap negara mempresentasikan makalahnya mengenai kondisi pendidikan non formal dan informal di negaranya masing-masing. Usai presentasi, seluruh peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk melakukan diskusi.

Diskusi kelompok berlangsung di hari kedua, dengan tema yang berbeda-beda. Kelompok pertama membahas tentang pelatihan dan pengembangan PTK non formal dan informal. Kelompok kedua berdiskusi tentang kebutuhan, rekrutmen, dan manajemen PTK non formal dan informal. Sedangkan tema kelompok ketiga adalah penghargaan dan apresiasi untuk PTK non formal dan informal. Pada akhirnya, seminar internasional akan memberikan rekomendasi untuk kemajuan PTK PAUD, non formal dan informal di Indonesia serta negara lain.

Salah satu peserta seminar dari Bangladesh, Md. Rafiquzzaman mengatakan, seminar seperti ini penting untuk dilakukan karena sesama pegiat dan pembuat kebijakan dalam bidang pendidikan non formal dapat berbagi pengalaman dan saling memberikan masukan terhadap masalah yang dihadapi. Namun ia menyayangkan jumlah negara peserta yang diundang kurang banyak. Di sisi lain, mantan Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal Kementerian Pendidikan Bangladesh tersebut memuji kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI yang diselenggarakan Kemdikbud. Ia mengatakan, festival untuk guru dan tenaga pendidikan PAUD, non formal dan informal seperti ini sangat bagus dilaksanakan.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan

Batam - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan (Wamenbud) Wiendu Nuryanti, membuka Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI Tingkat Nasional di Stadion Tumenggung Abdul Jamal, Batam, Kamis (3/10).

 

Kegiatan yang akan berlangsung 3-8 Oktober 2013 ini dibuka Wamenbud dengan diiringi guyuran hujan deras. Meski demikian, antusiasme peserta tetap tinggi."Saya sangat menghargai walaupun dalam hujan deras dan angin yang kencang namun para peserta tetap semangat dan antusias mengikuti acara ini," kata Wiendu. 

 

Wamenbud mengatakan,  tugas PTK PAUDNI dalam memberikan layanan program PAUDNI sarat dengan beban dan tantangan. Untuk itu, sudah sepatutnya pemerintah lebih meningkatkan kualifikasi dan kompetensi mereka, serta memperhatikan tingkat kesejahteraan mereka.  Kegiatan apresiasi PTK PAUDNI ini, kata Wiendu merupakan media dalam memotivasi seluruh pelaku PAUDNI sebagai bentuk pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing. Selain itu, penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik juga merupakan tiga pilar pembangunan pendidikan di Indonesia imbuhnya. 

 

Oleh karena itu kata Wiendu diharapkan kegiatan itu dapat membangun semangat baru dalam meningkatkan kinerja, mengembangkan sikap sportivitas, memupuk wawasan dan saling berbagi pengalaman terbaik untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal di masa yang akan datang. 

 

Sementara itu, Dirjen PAUDNI Kemdikbud, Lydia Freyani Hawadi dalam laporannya mengatakan, penyelenggaraan Apresiasi  PTK PAUDNI  Berprestasi Tingkat Nasional dimaksudkan untuk memberikan penghargaan terhadap PTK PAUDNI yang dinilai memiliki prestasi di bidang PAUDNI, meningkatkan mutu pembinaan PTK PAUDNI.  Dikatakan oleh Dirjen, Kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Nasional diawali dengan rangkaian kegiatan lomba,  mulai dari tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi dan puncaknya pada tingkat nasional.  

Peserta yang hadir pada puncak acara itu adalah PTK PAUDNI yang menjadi juara pertama  pada lomba tingkat provinsi. Secara keseluruhan jumlah peserta lomba tingkat nasional sebanyak 480 orang dan pendamping sebanyak 32  orang sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 512 orang  yang berasal dari 32 provinsi. Hadir  pada acara pembukaan itu antara lain Gubernur Kepulauan Riau,  Walikota Batam, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, dan sejumlah pejabat Kemdikbud Pusat maupun daerah.

 

Video dapat dilihat disini

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan

Nanga Pinoh - Sebagaimana Tahun-tahun sebelumnya Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia dini (PTK PAUDNI). Kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI diselenggarakan dari 15 hingga 18 Mei di Kabupaten Melawi. Kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI ini dihadiri tenaga pendidik PAUD dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat.

 

Kegiatan ini juga dihadiri Dirjen PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi dan Tokoh pendidikan anak danm juga ketua Komnas Perlindungan Anak DR. Seto Mulyadi atau yang akrab di Panggil Kak Seto.

 

Kepala dinas pendidikan Kabupaten Melawi Drs. Paulus mengatakan, kedatangan Kak Seto di Melawi memang sengaja diundang untuk memenuhi harapan masyarakat yang sudah lama mendambakan kedatangan beliau, dalam Kegiatan ini Kak Seto menjadi Narasumber dalam acara celoteh anak.

Paulus mengharapkan apa yang disampaikan Kak Seto juga bisa diterapkan di masyarakat, jangan sampai di Kabupaten Melawi masih didapati adanya kekerasan anak yang dilakukan oleh orang tua sebab bagaimanapun itu tidak dibenarkan.

Di akhir pertemuan Kepala Dinas Pendidikan berharap kegiatan ini bisa mempererat tali persaudaraan antar sesama keluarga besar PAUD di Provinsi Kalimantan Barat.

 
 
Published in Warta Pendidikan
Senin, 22 April 2013 00:00

Dirjen PAUDNI Kunjungi Entikong

Entikong - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psi kembali melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan. Akhir pekan lalu, Reni Hawadi, sapaan Dirjen PAUDNI menyambangi Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Wilayah tersebut berbatasan darat dengan negara Malaysia.

Reni menegaskan wilayah perbatasan memerlukan perhatian yang lebih erat dari pemerintah pusat. Pasalnya, kondisi infrastruktur, pendidikan dan kesehatan di wilayah tersebut masih minim. Secara geopolitik, perhatian tersebut sangat dibutuhkan agar penduduk kita tidak terpikat untuk berpindah kewarganegaraan.

“Pembangunan ekononomi kita dibanding Malaysia relatif lebih rendah. Infrastruktur dan pendidikan disini masih kurang dibanding negeri yang ada seberang kita,” ucap Reni saat bertatap muka dengan para guru PAUD dan muspida kecamatan Entikong, akhir pekan lalu.

Camat Entikong Markus menyebutkan di wilayahnya terdapat 8 lembaga PAUD, namun fasilitasnya masih minim. Selain itu, mereka juga masih kekurangan tutor. “rata-rata satu PAUD hanya memiliki satu guru,” ucapnya prihatin.

Markus mengungkapkan, dari 5 desa yang ada di Kecamatan Entikong, masih ada 2 desa yang sulit dijangkau. Untuk menuju desa tersebut dibutuhkan perjalanan darat sekitar 5 jam. “Kami kesulitan untuk mengembangkan PAUD di dua desa itu,” ucapnya.

 

Beri Bantuan APE

Dalam kunjungan kerjanya ke Entikong, Dirjen PAUDNI memberikan beragam bantuan untuk masyarakat. Antara lain paket Alat Permainan Edukatif (APE) untuk lima lembaga PAUD, masing-masing sebesar Rp 8 juta. Selain itu, Dirjen juga memberi rintisan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

“Saya minta agar direktorat terkait di Ditjen PAUDNI memberikan pelatihan kecakapan hidup untuk masyarakat disini,” ucapnya.  Reni, yang merupakan psikolog pencetus program pendidikan akselerasi berharap, agar bantuan yang diberikan dapat memacu peningkatan program PAUDNI di perbatasan.

Sumber : http://www.paudni.kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan

Entikong - Beragam permasalahan terus bergelayut di wilayah perbatasan. Tak sekadar perihal infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan, kesejahteraan guru juga masih memprihatinkan. Tengok saja wilayah Entikong, Kabupateng Sanggau Provinsi Kalimantan Barat. Di wilayah tersebut, tutor PAUD hanya menerima honor sebesar Rp 150 ribu perbulan.

“Banyak tutor PAUD yang dibayar dengan beras, jagung, bahkan ubi jalar,” ucap Netty Lampe, pamong belajar SKB Kabupaten Sanggau yang membina 6 lembaga PAUD. Oleh karena itu, ia sangat berharap pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan para tutor PAUD.

Pengakuan Netty tersebut diamini oleh Aminah, Pengelola PAUD Istiqomah Entikong. Ia mengakui kesejahteraan yang minim tersebut menyebabkan hanya sedikit orang yang tertarik untuk menjadi tutor PAUD. “Banyak tutor PAUD yang ingin diangkat menjadi PNS, tetapi sangat sulit,” ucapnya.

Kepala Bidang PNFI Kabupaten Sanggau Murdiansyah mengakui kocek daerah masih terbatas untuk meningkatkan kesejahteraan guru PAUD. Karena itu ia sangat berharap uluran tangan pemerintah pusat. “Meskipun kesejahteraan tutor PAUD di Sanggau masih terbatas, namun APK PAUD kami mencapai 40 persen,” klaim Murdiansyah.

Butuh Komitmen Pemda

Dirjen PAUDNI Prof Dr. Lydia Freyani Hawadi mengakui pemerintah pusat tidak menutup mata terhadap kesejahteraan guru PAUD. Sejumlah insentif telah diberikan, antara lain tunjangan untuk guru di daerah terpencil dan perbatasan. Namun ia mengakui perhatian Ditjen PAUDNI. “Butuh peran serta pemerintah  daerah, karena anggaran kami pun terbatas,” ujarnya.

Sumber : http://www.paudni.kemdikbud.go.id

Published in Potret Pendidikan
Minggu, 21 April 2013 01:51

Festival Mendongeng 2013

Jakarta - Dongeng selalu mengandung nilai keteladanan, kebaikan dan kejujuran. Mendongeng merupakan kebiasaan turun temurun oleh leluhur sebagai pengantar tidur anak. Untuk menumbuhkan kembali kebiasaan mendongeng, Klub Perpustakaan Indonesia (KPI) mengadakan Festival Mendongeng Nasional 2013.

Festival ini ditujukan bagi para guru/pustakawan TK/RA, PAUD, SD, dan yang setara komunitas pecinta buku dan penulis cerita/dongeng anak, yang berusia 20 sampai dengan 35 tahun. Setiap peserta menyerahkan naskah dongeng hasil karyanya kepada panitia beserta biodata pribadi. Formulir biodata peserta dan leaflet festival ini dapat diunduh www.kemdikbud.go.id .

Peserta yang dapat mengikuti festival ini adalah peserta yang belum pernah berprofesi sebagai pendongeng dan atau menjadi pemenang lomba mendongeng. Naskah dan biodata peserta diterima panitia paling lambat 26 April 2013. Naskah dilampiri perangko yang masih berlaku senilai @ Rp3.000,- sebanyak 20 lembar per peserta, atau uang pengganti perangko senilai Rp60.000 jika naskah dan biodata dikirim melalui e-mail.

Naskah dongeng yang diikutsertakan merupakan hasil karya tulis peserta. Naskah dapat berbentuk saduran dari buku cerita tentang Indonesia, karya penulis Indonesia, atau berlatar belakang budaya Indonesia. Naskah wajib mengandung nilai-nilai yang bersifat nasionalis, heroik, religius, atau humanis. Naskah diketik pada kertas ukuran folio maksimal dua halaman dengan ukuran huruf 12 pt, spasi 1,5. Dan jika naskah yang dibuat merupakan saduran, maka wajib dicantumkan sumber dan penulisnya.

Setelah penilaian naskah, juri akan menentukan 15 finalis. Para finalis tersebut akan dipanggil ke Jakarta pada 27-30 Mei 2013 untuk mengikuti acara final. 100 orang pertama yang mengirim naskah dongeng, akan diundang menghadiri seminar dan workshop tentang penulisan cerita anak dan mendongeng pada 28 Mei 2013 secara cuma-cuma. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 30 Mei 2013. Penghargaan kepada pemenang berupa piagam, uang, dan hadiah lain dari sponsor. (AR)

 

Alamat Panitia:

d.a Klub Perpustakaan Indonesia
Jl. Bendi Utama No. 3 Tanah Kusir
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12240
Telp.  (021) 72794739 , 98173480
e-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Published in Warta Pendidikan