Dalam rangka pelaksanaan sertifikasi bagi guru dalam jabatan melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membuka pendaftaran calon peserta PPG Dalam Jabatan untuk pelaksanaan tahun 2018-2022. Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru.

informasi  terkait  dengan persiapan pelaksanaan PPG Dalam Jabatan sebagai berikut:

 

  1. Calon peserta  PPG  Dalam  Jabatan  adalah  guru  yang diangkat  sampai  dengan  tangga l  31 Desember 2015 dan sudah tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per tangga l 31 Juli  2017.

 

  1. Calon peserta wajib memenuhi persyaratan akademik dan administras Persyartan akademik yaitu memiliki nilai minimum yang diperoleh dari tes kemampuan akadem ik (pretest).

 

  1. Calon peserta wajib  melakukan  pendaftaran  melalui situs http://simpkb .id dengan mengisi program studi PPG yang dipilih sesuai dengan ijasah S-1/D-I

 

  1. Verifikasi dan validasi akan dilakukan untuk melihat kesesuaian antara program studi PPG ya ng dipilih dengan ijasah S-1/D-IV

 

  1. Calon peserta yang dinyatakan lolos verifikasi dan validasi ijasah S-1/D-IV akan mengikuti pretest di tempat uji kompetensi (TUK) yang akan ditetapkan

 

  1. Persyaratan, tata cara pendaftaran,jadwal pendaftaran,jadwal pretes caton peserta PPG Dalam Jabatan, dan daftar linieritas sebagaimana terlampir.

 

Published in Warta Sertifikasi

 

Verifikasi berkas dimulai bagi guru yang sudah memiliki NUPTK dengan mengumpulkan berkas verifikasi ke Dinas Kabupaten/Kota atau Dinas Provinsi sesuai jenjang tempat tugas. Bagi yang belum memiliki NUPTK menunggu NUPTK diterbitkan oleh yang berwenang.

Dinas (Dinas Kabupaten/Kota atau Dinas Provinsi ) melakukan verifikasi berkas dan pembaruhan data sesuai berkas fisik. Berkas yang memenuhi pesyaratan dan disetujui dikirim ke LPMP.

LPMP memeriksa ulang kelengkapan berkas dan linieritas prodi PPG denga prodi S1. Bila perlu pembaruhan data dikembalikan ke dinas untuk revisi oleh Dinas. Jika memenuhi persyaratan dan disetujui berarti berkas calon peserta sudah tuntas melalui tahap verifikasi berkas dan mengikuti tahap seleksi selanjutnya.

Berdasar hasil tahap verifikasi penetapan calon peserta PPG, GTK melakukan evaluasi kuota dan ketersedian prodi LPTK untuk menetapkan calon peserta yang dapat mengikuti PPG Dalam Jabatan tahun 2018. 

Untuk mengetahui perjalanan berkas dalam tahap verifikasi dipergunakan istilah status verifikasi. Status verifikasi adalah posisi tahap verifikasi dalam alur verifikasi berkas, ditandai dengan angka.

1. Belum mengumpulkan berkas

2. Berkas sudah dicatat

3. Dikembalikan ke Dinas

4. Verifikasi Dinas Dihapus

5. Verifikasi Dinas Disetujui

6. Verifikasi LPMP Dihapus

7. Verifikasi LPMP Disetujui

Published in Warta Sertifikasi
Wednesday, 26 April 2017 11:12

UTN Ulang Kabupaten Sambas tahun 2017

Sambas – Ujian Teori Nasional (UTN) ulang bagi guru-guru peserta sertifikasi tahun 2016 untuk Kabupaten Sambas berlangsung dari tanggal 26 s.d. 27 April 2017 di SMK Negeri 1 Sambas dan diikuti oleh 71 orang guru dari semua jenjang. UTN ulang ini diperuntukkan bagi guru-guru peserta sertifikasi tahun 2016 yang tidak lulus ujian pada UTN tahun lalu.
Untuk UTN ulang kali ini menggunakan Computer Base Test (CBT) dengan Sistem e-Xam Kemdikbud. CBT menggunakan e-Xam Kemdikbud hanya dapat dilaksanakan di tempat-tempat yang telah teregister sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Kemdikbud. Untuk Kabupaten Sambas salah satu sekolah yang teregister sebagai TUK adalah SMK Negeri 1 Sambas.
Pelaksanaan UTN ulang ini diselenggarakan atas kerjasama Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas dan SMK Negeri 1 Sambas sebagai TUK.

Published in Warta Pendidikan
Saturday, 24 September 2016 08:21

Nilai Minimal Kelulusan Sertifikasi Guru Dinaikkan

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menaikkan nilai minimal atau passing grade kelulusan ujian pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG), dari sebelumnya 42 menjadi 80.
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan, keputusan itu mengacu pada laporan Bank Dunia. Nilai uji kompetensi guru, baik yang sudah sertifikasi maupun belum, tidak berbeda signifikan
Nah, dengan meningkatkan nilai minimal kelulusan sertifikasi, diharapkan bisa diketahui perbedaan kualitas antara guru yang sudah sertifikasi dan belum.
Standar minimal kelulusan sebesar 42 poin dinilai terlalu rendah. Guru calon peserta sertifikasi tidak perlu resah. Sebab, lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) telah melakukan sosialisasi. Kebijakan itu sudah dikaji satu tahun terakhir.
Pranata optimistis para guru bisa mengejar nilai minimal kelulusan. "Jangan remehkan guru," katanya. Dilihat dari sebaran nilai UKG, banyak guru peserta sertifikasi 2016 yang nilainya lebih dari 80 poin. Memang ada potensi guru yang tidak lulus. Tapi, Kemendikbud memberikan kesempatan untuk mengulang.
Peserta yang mengulang tidak perlu mengikuti proses sertifikasi dari awal. Bisa langsung mengikuti ujian. Kesempatan mengulang dipatok sampai empat kali. Teknis pelaksanaan ujian ulangan akan ditetapkan berikutnya.
Salah satu kampus yang menyelenggarakan sertifikasi guru adalah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Rektor UNY Roch­mad Wahab mengatakan, sertifikasi bakal dilaksanakan Oktober. Menurut Rochmad, kenaikan nilai minimal kelulusan PLPG memang cukup tinggi. "Apakah itu realistis, kita lihat nanti hasilnya," katanya.
Meski nilai kelulusan cukup tinggi, Rochmad menjelaskan bahwa kampus tetap profesional. Tidak akan ada modifikasi nilai. Kampus akan menyebarkan kisi-kisi ujian. Sifatnya umum. Bukan mengarah atau menambah prediksi soal ujian.
Rochmad berharap para guru mulai bersiap. Guru yang belajar dan mempersiapkan diri dengan baik pasti tidak akan kesulitan. Se­baliknya, bagi guru yang belum apa-apa sudah down melihat passing grade itu, pasti akan kesulitan.
Sertifikasi guru 2016 rencananya dilaksanakan bulan ini. Sebelum itu, guru peserta akan dikarantina di kampus selama sepuluh hari.

 

Sumber : http://www.jawapos.com

Published in Penjaminan Mutu
Saturday, 03 October 2015 00:00

Rakor Persiapan UKG Online 2015

Pontianak - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) pada bulan November 2015. Uji Kompetensi Guru (UKG) akan dilaksanakan secara Online dan wajib diikuti semua guru yang telah bersertifikasi dan  yang telah memenuhi syarat untuk sertifikasi.

 

Untuk Pelaksanaan UKG Online Provinsi Kalimantan Barat tahun ini dilaksanakan oleh P4TK BMTI Bandung selaku UPT dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.  LPMP Provinsi Kalimantan Barat pada pelaksanaan UKG Online ini menjadi mitra P4TK BMTI Bandung selaku penyelenggara, dimana  LPMP Provinsi Kalimantan Barat mengkoordinir teknis pelaksanaan UKG Online di Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan 78 TUK yang  tersebar di 14 kabupaten/kota. Agar seluruh instansi yang terlibat dalam pelaksanaan UKG memiliki pemahaman yang sama tentang mekanisme pelaksanaan UKG, maka diaksanakan Rakor Persiapan Uji Kompetensi Guru Online Provinsi Kalimantan Barat tahun 2015.

 

Rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) ini diikuti Peserta yang terdiri dari unsur P4TK BMTI Bandung, Pejabat Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Operator Data Sertifikasi Kabupaten/Kota serta unsur dari LPMP Provinsi Kalimantan Barat sendiri. Kegiatan Rakor ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari yaitu dari tanggal 28 s.d 30 September 2015 bertempat di Hotel Gajah Mada Pontianak.

Published in Penjaminan Mutu
Jakarta - Pemerintah berencana akan menguji kompetensi terhadap seluruh guru pada akhir November tahun ini. Ujian ini dilakukan sebagai pemetaan terhadap kompetensi yang dimiliki guru. Ujian akan digelar di sebanyak 5.000 tempat uji kompetensi (TUK).

 

 

 

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Sumarna Surapranata menyampaikan, selama ini pemerintah baru memiliki potret uji kompetensi guru (UKG) terhadap 1,6 juta guru. Dari jumlah tersebut, kata dia, hanya 192 orang yang kompetensinya di atas 90. "Akhir November akan menguji seluruh guru tanpa kecuali," katanya saat memberikan keterangan pers di Kemendikbud, Jakarta, Senin (7/10/2015).

 

 

Sumarna mengatakan, dengan ujian ini akan diketahui kemampuan guru. Bagi guru yang kompetensinya kurang, kata dia, akan diberikan pembekalan melalui pengembangan profesi berkelanjutan. "Tidak melulu tatap muka, tetapi bisa daring," katanya.

 

 

 

Guru-guru akan dikelompokkan sesuai kemampuannya mengacu pada hasil ujian tersebut. Mereka yang meraih skor tinggi cukup mengikuti pembekalan wajib selama 4-10 jam. Sementara yang meraih skor kurang akan lebih banyak jumlah jamnya.

 

Sumarna menyebutkan, saat ini rata-rata nilai UKG 4,7. Target renstra tahun ini, kata dia, rata-rata nilai UKG 5,5. "Nanti tahun 2019 rata-rata kompetensi guru 8,0," katanya.

 

 

Untuk mencapai target tersebut, lanjut Sumarna, berbagai macam perlakuan dilakukan terhadap guru. Namun demikian, kata dia, peningkatan kompetensi guru bukan melulu tugas pemerintah, tetapi kewajiban individu guru juga ada. "Target kita adalah melakukan ujian terhadap mereka dan akan dilakukan peningkatan kompetensi," katanya.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Penjaminan Mutu
Tuesday, 08 July 2014 00:00

Daftar Peserta Sertifikasi Tahun 2014

Pontianak - Berikut ini ada kutipan artikel yang mungkin cukup dapat memberikan informasi kepada guru untuk mengetahui daftar peserta PLPG tahun 2014 :

Penetapan peserta Pendidikan dan Latihan Profesi Guru atau PLPG 2014 dilakukan setelah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK PMP) memperbaiki data melalui operator AP2SG Dinas Pendidikan Kabuptaten/Kota yang berakhir pada 31 Maret 2014.

Kuota peserta sertifikasi guru tahun 2014 melalui pola PLPG direncanakan sebanyak 150.000 orang. Penetapan kuota berdasarkan usia dan masa kerja.

Peserta sertifikasi guru 2014 diutamakan bagi kelompok guru yang diangkat sebelum terbitnya undang-undang guru dan dosen (UUGD) Nomor 14 Tahun 2005 tanggal 30 Desember 2005. Selain itu calon peserta harus sudah sarjana (S1). Sertifikasi guru melalui pola PLPG akan berakhir pada tahun 2015 lalu berganti menjadi Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Cara Melihat Daftar Peserta Sertifikasi Guru 2014

1. Kunjugi tautan http://sergur.kemdiknas.go.id/
2. Klik tautan "Tahap Penetapan Peserta Sertifikasi Guru 2014"
3. Pilih Provinsi dan Kab/Kota Anda klik "Tampilkan"
4. Daftar peserta Sertifikasi guru 2014 akan tampil.

PLPG dilaksanakan oleh perguruaan tinggi atau LPTK yang ditunjuk oleh Kemendikbud. Bagi peserta yang lulus, akan mendapatkan sertifikat pendidik profesional dan berhak memperoleh Tunjangan Profesi Pendidik (TPP).
Sumber sekolahdasar.net

Published in Warta Pendidikan
Friday, 14 June 2013 12:52

Tahun Depan Sertifikasi Terakhir

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya memasang target penuntasan tanggungan mensertifikasi ratusan ribu guru. Mereka menargetkan sertifikasi guru tuntas tahun depan.

Selanjutnya proses sertifikasi guru langsung menyatu dengan perkuliahan calon guru di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bertajuk pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG).

Kepala BPSDMPK-PMP (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan) Kemendikbud Syawal Gultom menuturkan, pelaksanaan sertifikasi ini merupakan aman dari undang-undang guru dan dosen. "Kita targetkan tahun depan itu sertifikasi guru yang terahir," kata dia.

Syawal menuturkan sertifikasi guru tahun depan dipakai untuk menampung guru-guru yang tidak lolos mengikuti sertifikasi tahun ini. Dia mengatakan jika peserta sertifikasi tahun ini diseleksi menggunakan tes bernama uji kompetensi guru (UKG). Tes ini sudah masuk pekan kedua.

"Kita menggunakan sistem tes karena kuota sertifikasi kalah besar dibandingkan jumlah guru yang harus disertifikasi," kata dia. Syawal menegaskan jika sistem penetapan calon peserta sertifikasi murni menggunakan passing grade hasi UKG. Kemendikbud tidak memakai lama masa kerja sebagai acuan kelulusan masuk sertifikasi guru tahun ini.

Syawal mengatakan para guru tidak perlu cemas dengan sistem UKG tahun ini. "Intinya kami tidak menerapkan sistem lulus atau tidak lulus. Tetapi kita pakai model prioritas," tandasnya.

Jadi peserta UKG dengan nilai yang bagus dan mampu mengejar passing grade akan diprioritaskan mengikuti sertifikasi tahun ini. Sayangnya Syawal belum bisa membeber passing grade yang ditetapkan Kemendikbud.

Catatan Kemendikbud menyebutkan bahwa UKG tahun ini diikuti tidak kurang dari 700 ribu orang. Tetapi kuota sertifikasi guru 2013 sebesar 350 ribu saja. Itu artinya hampir bisa dipastikan separus peserta UKG tahun ini dinyatakan gugur dan akan diikutkan sertifikasi tahun depan.

Syawal mengatakan bahwa UKG tahun ini degalar secara online, tidak menggunakan kertas ujian lagi.

 

Sumber : http://www.jpnn.com

Published in Warta Pendidikan
Page 1 of 2