LPMP Inside

LPMP Inside (49)

Semua konten yang berkaitan dengan keseharian di lingkungan LPMP

Bertempat di Hotel Bogor Valley, Bogor; telah berlangsung kegiatan Sosialisasi Calon Satuan Kerja ZI-WBK/WBBM dan Pendayagunaan Agen Perubahan di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen).  Kegiatan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 26 s.d. 28 Juni 2019. Dalam laporannya Kepala Bagian Hukum, Tata Laksana dan Kepegawaian, Suhartono Arham menyampaikan bahwa peserta kegiatan ini adalah Tim RBI LPMP, Direktorat dan Sekretariat Ditjen Dikdasmen serta para agen perubahan. Kegiatan ini sekaligus sebagai ajang pembekalan dan uji coba presentasi terhadap Satker WI-WBK/WBBM yang akan diusulkan memperoleh predikat WBK/WBBM. Tahun 2019 Ditjen Dikdasmen, mengusulkan 18 Satker untuk memperoleh  predikat ZI-WBK/WBBM kepada Tim RB Kemdikbud. Namun, setelah melalui penilaian internal oleh Tim Asesor terhadap berbagai indikator seperti Nilai AKIP, pemenuhan atas LHKPN dan LHKASN serta Laporan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan, maka diputuskan 11 Satker LPMP dianggap layak untuk diusulkan ZI-WBK/WBBM, yaitu 2 satker WBBM (LPMP Jawa Timur dan Jawa Tengah) dan 9 satker WBK (LPMP DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah, Riau, Bangka Belitung dan Bali). Kepada masing-masing 11 satker LPMP yang sudah diusulkan agar menyampaikan presentasi masing-masing paling lama 15 menit, sehingga dapat diperoleh gambaran umum mengenai kesiapan para Satker yang diusulkan WBK/WBBM. Diharapkan 11 satker LPMP agar dapat melakukan pembenahan dan mempersiapkan diri, sehingga pada waktunya nanti kedatangan yang tidak terduga dari Tim Penilai Eksternal Kementerian PANRB, Ombudsman dan KPK dapat diantisipasi dan kita siap untuk dikunjungi dan dievaluasi.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah yang diwakili oleh Sekretaris Ditjen Dikdasmen, Dr. Sutanto, MA. Dalam sambutan dan pengarahannya Beliau menyampaikan salah satu kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang saat ini menjadi trending topik yaitu tentang PPDB Tahun 2019 (Permendikbud No 51/2018), bahwa penyelenggaraan PPDB Tahun 2019 wajib menggunakan 3 (tiga) jalur yaitu jalur zonasi (90%), prestasi (5%) dan perpindahan orang tua/wali (5%). Nilai UN tidak dijadikan syarat seleksi jalur zonasi dan perpindahan orang tua.

Namun, dalam penerapannya pelaksanaan PPDB masih beragam di masing-masing pemerintah daerah. Contoh Jawa Barat, dikenal dengan istilah jalur zonasi kombinasi. DKI jalur non zonasi, dan sebagainya. Jawa Timur menetapkan zonasi 80%. Ditegaskan bahwa penerapan PPDB yang menyimpang dari Permendikbud akan mendapatkan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Latar belakang kebijakan zonasi diterapkan sejak tahun 2016 adalah dalam rangka mewujudkan pemerataan akses pada layanan dan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Sistem zonasi mulai dari penerimaan peserta didik baru, terutama untuk memberikan akses yang setara dan adil, kepada peserta didik tanpa melihat latar belakang kemampuan ataupun perbedaan status sosial ekonomi. Karena pada dasarnya anak bangsa memiliki hak yang sama. Karena itu, tidak boleh ada diskriminasi, hak ekslusif, kompetisi yang berlebihan untuk mendapatkan layanan pemerintah. Zonasi tidak hanya digunakan untuk PPDB saja, namun juga untuk membenahi berbagai Standar Nasional Pendidikan mulai dari kurikulum, sebaran guru dan peserta didik, kualitas sarana prasarana. Semoga program pendidikan nantinya akan ditangani berbasis zonasi. Demikian hal disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Dikdasmen dihadapan para peserta dari LPMP seluruh Indonesia, Direktorat dan Sekretariat di lingkungan Ditjen Dikdasmen.

Disamping itu, dalam pengarahan beliau mengenai Calon Satker ZI-WBK/WBBM, ada beberapa poin yang disampaikan; antara lain bahwa berdasar hasil evaluasi MenpanRB secara umum permasalahan satuan kerja yang akan memperoleh predikat ZI-WBK/WBBM antara lain pemahaman satuan kerja yang kurang memadai mengenai Zona Integritas, kurangnya komitmen pimpinan satuan kerja, Satuan Kerja belum mampu membangun kedekatan dan intimasi antara pengguna layanan dan stake holder, nilai pengungkit tidak maksimal dan hasil survey tidak memenuhi standar serta Itjen belum optimal memicu percepatan pelaksanaan pembangunan ZI.

Berbagai upaya dan langkah telah dilakukan seperti perbaikan road map dan rencana kinerja yang matang dan menyusun langkah kerja secara terpadu, meningkatkan komitmen pimpinan dan staf secara berjenjang serta menginternalisasi arah perubahan, melakukan evaluasi atas agen perubahan, melakukan identifikasi perbaikan agar perubahan mind-set aparatur dapat terwujud, memperluas penerapan e-government, mewajibkan setiap atasan langsung melakukan supervisi, coaching, dan konseling secara berkala kepada bawahannya, mendorong inovasi satuan kerja untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas, dan membangun model satuan kerja ZI-WBK/WBBM. Di akhir sambutannya beliau menyampaikan bahwa kunci sukses keberhasilan pembangunan  ZI-WBK/WBBM terletak komitmen seluruh jajarannya serta berperannya para agen perubahan. Untuk itu, para agen perubahan yang sudah ditunjuk dapat berperan secara maksimal sebagai katalis, pemberi solusi, mediator, penghubung sumber daya dan role model serta penggerak utama terwujudnya reformasi birokrasi.

Jakarta, Kemendikbud --- Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2019 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah diundangkan tanggal 24 Oktober 2019. Berdasarkan Perpres tersebut, urusan pendidikan tinggi kembali di bawah Kemendikbud.

Tugas Kemendikbud, berdasarkan Perpres tersebut, adalah menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, dan pendidikan masyarakat, serta pengelolaan kebudayaan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara (Pasal 4). Nantinya tugas Mendikbud akan dibantu oleh Wakil Menteri yang ditetapkan oleh Presiden.

Unit kerja Eselon I di Kemendikbud terdiri dari:  a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan; c. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat; d. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah; e. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan; f. Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; g. Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi Pendidikan Tinggi; h. Direktorat Jenderal Kebudayaan; i. Inspektorat Jenderal; j. Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan; dan k. Badan Penelitian dan Pengembangan.

Mendikbud dalam pekerjaannya juga akan dibantu lima staf ahli. Staf ahli Mendikbud terdiri dari: a. Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing; b. Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat dan Daerah; c. Staf Ahli Bidang Pembangunan Karakter; d. Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan; dan e. Staf Ahli Bidang Akademik.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim mengaku tantangannya memimpin Kemendikbud akan lebih berat, karena saat ini pendidikan tinggi juga di bawah Kemendikbud. "Tantangannya akan luar biasa berat. Di bawah saya bukan hanya Mendikbud yang tradisional tetapi sekarang digabung juga dengan dikti, jadi semua ter-integrate, tetapi itu baik karena semua strateginya akan terpadu, tetapi tantangannya sangat berat," kata Nadiem di Istana Negara usai dilantik sebagai Mendikbud, Rabu (23/10/2019) yang lalu.
 
Mendikbud Nadiem Makarim juga mengapresiasi hasil kerja para pendahulunya yaitu Mendikbud dan Menristekdikti pada Kabinet Kerja. "Ada banyak hal yang baik sekali yang telah dilakukan predecessor saya, Pak Muhadjir (Muhadjir Effendy) dan Pak Mohamad Nasir, mereka telah melakukan berbagai macam terobosan yang akan saya teruskan dan akan saya tingkatkan," ujar Mendikbud. (

Rabu, 23 Oktober 2019 15:14

Pesan Menko PMK Muhadjir Kepada Mendikbud Nadiem

Written by

GTK – Lepas sambut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dari Muhadjir Effendy kepada Nadiem Anwar Makarim dilakukan di Gedung A Lantai 3, Kemendikbud, Senayan, Jakarta pada Rabu siang (23/10/2019). Dalam kesempatan tersebut Muhadjir Effendy mengawali sambutannya dengan menerangkan nomenklatur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Ini tempat yang sangat penuh kenangan untuk saya. Kita menyambut pimpinan baru di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu pak Nadiem Anwar Makarim. Saya kira tidak ada yang tidak kenal beliau yang sudah malang melintang di dunia bisnis Indonesia. Bersamaan dengan itu nanti kementerian ini akan digabung lagi Kementerian Dikti dan Dikdasmen, menjadi satu lagi seperti dulu-dulu,” kata Muhadjir Effendy yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Muhadjir yang menjabat sebagai Mendikbud periode 2016 s.d. 2019 mengucapkan permohonan maafnya kepada segenap rekan kerjanya di lingkup Kemendikbud.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan eselon 1,2,3 dan seluruh staf. Tentu banyak suka duka. Banyak belajar satu sama lain, terutama saya telah mendapatkan banyak pelajaran dari bapak-ibu sekalian. 3 tahun adalah waktu yang cukup lama, bisa juga terlalu singkat, tergantung bagaimana kita merasakan tahun itu. Saya di sini 3 tahun terasa lama, tapi kadang-kadang ternyata sudah selesai. Saya mohon dimaafkan, mungkin ada ucapan saya, tindakan saya yang menyinggung perasaan, yang membuat bapak dan ibu terluka, sakit hati, saya meminta maaf,” tutur Muhadjir yang pernah menjabat sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Malang.

Muhadjir Effendy juga menjelaskan bahwa selama tiga tahun kepemimpinannya di Kemendikbud, ia berusaha mengaplikasikan visi misi Presiden-Wakil Presiden.

“Tentunya yang saya lakukan dalam rangka melaksanakan tugas-tugas seperti yang diamanahkan oleh Undang-Undang, seperti yang telah digariskan oleh bapak Presiden. Karena menteri pada dasarnya pembantu presiden dan tugas utamanya adalah menerjemahkan visi dan misi Presiden-Wapres di bidang masing-masing,” jelasnya.

Menko PMK di Kabinet Indonesia Maju, Muhadjir Effendy menegaskan kembali apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada saat pelantikannya di gedung parlemen.

”Di sini semua bekerja keras juga memiliki tingkat kompetensi yang cukup bagus dan bisa saya ajak untuk berselancar, berjibaku, berakrobat dengan kebijakan-kebijakan. Sesuai arahan Presiden kita tidak boleh bekerja yang rutin, monoton, tapi harus selalu mencari terobosan-terobosan,” ungkap Muhadjir.

Terkait dengan inovasi, Muhadjir pun berpesan kepada Nadiem untuk melakukan kebijakan-kebijakan yang kontekstual.

“Saya ucapkan selamat datang kepada mas Nadiem untuk terus melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh pejabat sebelum saya dan apa yang sudah saya mulai. Silakan nanti dievaluasi secara menyeluruh, mana yang kira-kira bisa dilanjutkan, silakan dilanjutkan. Tapi apabila ada yang tidak relevan lagi, silakan dilakukan revisi, atau dibuat kebijakan yang baru. Saya kira di sini para pejabat sangat menguasai masalah sehingga nanti tinggal ditanyakan. Kalau nanti ada masalah yang perlu saya sampaikan, jelaskan, tentu saja saya masih sangat terbuka untuk itu,” pesan Muhadjir kepada Nadiem yang merupakan menteri termuda di Kabinet Indonesia Maju.

Muhadjir Effendy sendiri sesungguhnya masih bersinggungan dengan Kemendikbud dikarenakan tugas, pokok, dan fungsi Kemenko PMK turut mengkoordinasi dan mensinkronisasi kinerja Kemdikbud.

“Saya meminta doa dan restu akan menjalankan amanah di tempat yang lain tetapi masih terkait dengan Kemendikbud karena di bawah koordinasi Kemenko PMK, kebetulan sekarang saya bertugas sebagai Menko PMK,” terang Muhadjir Effendy.

“Terima kasih kepada teman-teman wartawan. Saya mendapatkan masukan tentang komunikasi sebagai bahan evaluasi untuk saya ke depan. Sangat banyak yang ingin saya sampaikan, tapi saya khawatir air mata saya menetes,” tutup Muhadjir Effendy.

Selasa, 01 Oktober 2019 10:37

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2019

Written by

Pontianak,01/10/2019 - LPMP Kalbar - Kepala LPMP Kalimantan Barat, Drs Asep Sukmayadi, S.Ip, M.Si memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019 di halaman kantor LPMP Kalimantan Barat. Hadir dalam upacara ini para pejabat Eselon IV, pejabat fungsional, seluruh pegawai, dan tenaga kontrak.


Tahun ini peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema “Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia”. Prosesi upacara dimulai pukul 07.30 WIB tersebut diawali dengan penghormatan umum kepada Pembina Upacara kemudian laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara, dan diakhiri pembacaan doa selanjutnya upacara selesai.

Sebelum meninggalkan tempat upacara, Kepala LPMP Kalimantan Barat melaksanakan sesi foto bersama seluruh pegawai
*Bersama Kita Bisa*

Album Foto  Video

Selasa, 17 September 2019 07:28

Bimbingan teknis peningkatan kompetensi 2019

Written by

Sebagai tindak lanjut dalam rumusan enam area perubahan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), di pengungkit penataan sistem manajemen SDM tentang Peningkatan Kualitas SDM dilaksanakan Bimtek Peningkatan Kompetensi Bagi Staf LPMP Kalimantan Barat yang dimulai dari tanggal 16 s.d. 17 September 2019. Bimtek peningkatan kompetensi tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi bagi staf LPMP Kalimantan Barat dalam memahami Konsep dan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan di Satuan Pendidikan

Halaman 1 dari 10