Jakarta, Kemendikbud – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) kembali menyelenggarakan Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional. Tahun ini, sebanyak 694 guru yang merupakan perwakilan dari 34 provinsi akan berkompetisi dan berbagi inovasi serta kreativitas mereka dalam pembelajaran.

 

Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional berlangsung mulai 13 sampai dengan 18 Agustus 2019, di beberapa lokasi di Jakarta. Ada 28 kategori penilaian yang diikuti oleh para peserta. Kesiapan Kemendikbud dalam penyelenggaraan Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal GTK, Supriano, dalam Taklimat Media di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin siang (12/8/2019).

 

Supriano menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap para guru yang telah melahirkan inovasi dan menunjukkan kreativitas dalam pembelajaran. Selain itu, pemberian apresiasi terhadap guru sejalan dengan program pembangunan lima tahun ke depan yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia.

 

“Output peserta didik yang unggul ada peran serta guru di situ, karena mereka mendapat pelayanan pendidikan dan kompetensi sesuai kebutuhan,” ujar Supriano. Melalui pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi, guru didorong untuk menghasilkan berbagai praktik baik dalam pembelajaran yang mampu menghasilkan peserta didik yang unggul.

 

Sekretaris Direktorat Jenderal GTK, Muhammad Qudrat Wisnu Aji, menambahkan, selain mengikuti serangkaian penilaian, para guru juga akan mengikuti Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) pada 16 Agustus 2019. “Sebagian peserta juga nanti akan mengikuti upacara 17 Agustus di Istana Negara,” tutur Wisnu Aji.

 

Ke-694 orang peserta Pemilihan GTK ini tahun ini terdiri dari 111 guru PAUD, 113 guru pendidikan dasar, 163 guru pendidikan menengah, dan 307 tenaga kependidikan. Para peserta telah berhasil melalui seleksi bertahap mulai dari tingkat kabupaten/kota sampai dengan provinsi sehingga mampu menjadi wakil daerahnya pada ajang Pemilihan GTK Tahun 2019.

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Pada hari kamis tanggal 11 April 2019 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi tiba di Kota Pontianak dalam rangka menjenguk korban bullying yang sedang viral di media sosial yakni Audrey.  Kedatangan pak Menteri ini disambut oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, S.H., M.H. dan para pimpinan di lembaga yang menjadi UPT Kemendikbud diantaranya Kepala LPMP Kalimantan Barat Drs. Aristo Rahadi, M.Pd.

Kasus bullying ini sangat viral di dunia maya dan menyebar luas ke seluruh Indonesia, dimana Audrey yang menjadi korban di keroyok oleh belasan siswa siswi di Kota Pontianak.  Kasus ini sangat serius karena terdapat kekerasan yang dilakukan para pelajar yang mengakibatkan korban teraniaya dan mengalami trauma.  Ada kesimpang siuran kabar terkait framing media, kronologis kejadian, dan pelaku yg berjumlah 12 org masih di tahap pendalaman oleh pihak kepolisian.  Untuk itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ingin melihat langsung dan beratatap muka dengan korban mengingat pelanggaran hukum ini sangat berdampak bagi dunia pendidikan.

Sebenarnya kasus ini sudah terjadi sejak dua pekan yang lalu (Jumat 29/03/2019), tetapi baru dilaporkan oleh orang tua siswa pada hari Jumat 5 April 2019.  Permasalahan awal kejadian ini yakni karena masalah asmara yang kemudian berlanjut saling berkomentar pada media sosial.  Para pelaku kemudian menjemput korban dirumahnya dengan dalih ingin berbicara serius tentang konflik yang mereka hadapi.  Berdasarkan keterangan korban, lokasi penganiayaan di lakukan di Taman Akcaya Pontianak.

Pihak kepolisian sudah menangani masalah ini, hanya saja terdapat kendala yakni ketika dilakukan visum bekas-bekas penganiayaan sudah sulit untuk di deteksi mengingat kejadian sudah berlangsung sepekan yang lalu.  LPMP Kalimantan Barat juga ikut mendampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menggali informasi terkait kejadian yang sudah terlanjur viral di seluruh Indonesia ini.  Intinya kita tidak mau kejadian ini terulang dan merusak citra pendidikan kita, untuk itu peran keluarga dan peran sekolah dalam meningkatkan pendidikan berkarakter sangat perlu dilakukan.

(Irfan) video

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat sedang berbangga. Sebagai Unit Pelaksana Teknis di provinsi, LPMP Kalimantan Barat mendapat prestasi peringkat 5 penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan predikat A dengan nilai 82,00. Predikat A berarti memuaskan, memimpin perubahan, kinerja tinggi dan sangat akuntabel.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setiap tahun memberikan penghargaan kepada setiap unit kerja yang berada di tingkat pusat maupun daerah. Semua unit kerja dinilai atas kinerja selama satu tahun anggaran. Tujuan penilaian ini adalah menyemangati setiap unit kerja untuk selalu berlomba menjadi yang terbaik atas kinerja dan kesuksesan program. Hanya ada 3 LPMP di Top 10 di penghargaan ini. Di luar pulau Jawa hanya LPMP Kalimantan Barat yang mendapat penghargaan ini. Ada LPMP Jawa Tengah di peringkat 4 dan LPMP DKI Jakarta di peringkat 8.

Akuntabilitas merupakan kata kunci dari pengeolaan manajemen sistem pemerintah. Akuntabilitas adalah perwujudan kewajiban instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban dan berupa laporan akuntabilitas yang disusun secara periodik.

Tujuan SAKIP adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintah yang baik dan terpercaya. Sasaran dari SAKIP adalah :

1.    Menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.
2.    Terwujudnya transparansi instansi pemerintah.
3.    Terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional.
4.    Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Penghargaan ini adalah hasil dari konsistensi kolaborasi seluruh pimpinan dan staf LPMP Kalimantan Barat yang solid. Kesolidan yang disertai kekompakan. Kesolidan yang disertai keteladanan. Kesolidan yang disertai kekeluargaan. Penghargaan ini adalah motivasi dan energi LPMP Kalimantan Barat untuk selalu memfasilitasi peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Barat. Selamat dan sukses LPMP Kalimantan Barat. (Kim)

Published in LPMP Inside
Senin, 03 September 2018 22:31

LPMP Kalimantan Barat Semakin Instagramable

Pontianak - Istilah Instagramable muncul seiring pesatnya perkembangan media sosial berbasis gambar, Instagram. Instagramable identik dengan tempat atau lokasi unik, eksentrik dan cantik untuk dijadikan background swafoto.
Aktualisasi diri di lokasi yang Instagramable diyakini menaikkan gengsi, kebanggaan dan nilai tawar seseorang. Sehingga layak dibagikan bahkan "dipamerkan" untuk mendapatkan pujian.
Kini LPMP KalBar terus berbenah untuk menambah lokasi yang Instagramable tersebut. Spot-spot baru di sekitar kompleks terus ditambah dan dipercantik seperti ruang kelas A, wisma Handayani dan area auditorium Ki Hajar Dewantara.
Menjadi lembaga yang Instagramable juga merupakan pencitraan positif untuk dikenang dan dikenal oleh para stakeholder. Banyak dari mereka hanya bisa bermimpi namun kita sudah memiliki. Tak sedikit dari mereka baru bisa merasakan namun kita sudah bisa mewujudkan. Sebagian besar dari mereka merasa bangga bisa menggunakan/ menyinggahinya namun kita telah bisa mendayagunakannya.
Ada nilai lebih setelah berkegiatan. Selain pengalaman dan pengetahuan, para stakeholder mempunyai kenang-kenangan gambar di lokasi yang membetahkan, menyenangkan dan penuh kehangatan.
Dimanakah itu? Di LPMP Kalbar. (Kim)

Published in LPMP Inside
Kamis, 17 Agustus 2017 15:49

Selamat HUT Kemerdekaan RI ke-72

Pontianak - Dalam rangka HUT RI ke- 72, keluarga besar Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat mengucapkan selamat atas 72 tahun kemerdekaan.

Published in Warta Video

Pontianak - Program dokumenter yang diangkat dari kisah-kisah pengalaman nyata para anak muda yang rela melepaskan peluang karir dan kemapanan kehidupan kota besar untuk menjadi guru dan mengajar di desa desa terpencil di seluruh pelosok negeri selama satu tahun.

Published in Warta Video

Pontianak - Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap peringatan hari Kemerdekaan 17 Agustus, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat mengadakan Upacara Bendera yang diikuti oleh seluruh  pegawai, karyawan, widyaiswara dan pejabat struktural dilingkungan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat.

Pada tahun ini upacara bendera juga diikuti oleh siswa-siswi dan guru-guru dari SDN 27 Pontianak Timur yang berlokasi tidak jauh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat. Upacara dimulai tepat pukul 07.30 WIB dengan dipimpin oleh inspektur upacara Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Dr. Suhartono Arham, M. Si.

Upacara yang dilaksanakan dihalaman Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat itu berlangsung dengan tertib dan hikmat.

 

Published in LPMP Inside

PontianakLembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat mengadakan Silaturrahim Halal Bi Halal Hari Raya Idul Fitri 1436 H pada hari Kamis 23 Juli 2015. Bertempat di Auditorium Ki Hajar Dewantara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, acara ini dihadiri seluruh keluarga besar pegawai, karyawan, widyaiswara dan pejabat struktural dilingkungan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat. Hadir juga mantan pejabat dan para pensiunan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, seperti Drs. Abdul Hadi, M. Si (mantan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat) dan Drs. Supratman, MM (mantan Kasi Pemetaan dan Supervisi).

Acara dibuka dengan pembacaan Kalam Ilahi dan Saritilawah, yang dilanjutkan dengan sambutan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Dr. Suhartono Arham, M. Si. Dalam kesempatan itu juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Drs. H. Dulhadi, M.Pd yang merupakan Dosen IAIN Pontianak.

Kegiatan ditutup dengan saling bersalaman seluruh yang hadir dalam acara Silaturrahim Halal Bi Halal Hari Raya Idul Fitri 1436 H.

 

Album Foto

Published in LPMP Inside

Pontianak - Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh meresmikan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat, (20/5). Peresmian RS Pendidikan Tanjungpura ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Mendikbud M. Nuh dan pengguntingan pita oleh Laily M. Nuh.

 

Usai peresmian secara simbolis tersebut, Mendikbud berkunjung mengelilingi RS untuk meninjau fasilitas kesehatan. Dalam kunjungannya, Mendikbud didampingi Dirjen Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, Rektor Universitas Tanjungpura, Thamrin Usman dan dipandu Direktur RS Pendidikan Tanjungpura, Bambang Djarwoto.

 

Bambang Djarwoto mengantarkan rombongan Mendikbud meninjau fasilitas di berbagai klinik, seperti klinik spesialis mata, THT, dan kebidanan/kandungan, hingga ke ruang operasi. Mendikbud juga diajak meninjau ruang uji kompetensi dokter Indonesia, dan melihat simulasi penanganan pasien yang dilakukan langsung mahasiswa Fakultas Kedokteran Untan.

 

Mendikbud mengatakan, program peningkatan kompetensi dokter harus terus dilakukan, karena seorang dokter harus terampil, bukan hanya dilihat dari kognisi. Karena itu ia berharap pembangunan RS Pendidikan Tanjungpura tidak berhenti sampai di sini, tapi terus dikembangkan dengan bertahap, dengan perlengkapan fasilitas yang memadai. "Sehingga adik-adik kita bisa lebih terampil lagi. Bisa melayani publik," ujarnya. Ia juga berharap Untan bisa menjadi pusat kesehatan publik, minimal untuk Provinsi Kalimantan Barat.

 

Terkait status RS Pendidikan Untan, Mendikbud menjelaskan, RS pendidikan berada di bawah pengelolaan perguruan tinggi negeri, dan perguruan tinggi negeri berada di bawah naungan Kemdikbud, sehingga status RS pendidikan pun berada di bawah Kemdikbud, bukan di Kementerian Kesehatan.

 

"Kemarin saya sudah tanda tangan dengan Menkes untuk mengelola rumah sakit di perguruan tinggi negeri," katanya. Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani Mendikbud dan Menkes tersebut sudah disepakati tentang hal pengelolaan dan standar RS pendidikan.

"Kekurangan ada saja. Kelebihannya ada saja. Tapi ini (pembangunan.red) kita lakukan secara bertahap," tutur Menteri Nuh yang berharap RS pendidikan dapat memberikan pelayanan kepada semua pasien dari berbagai golongan ekonomi.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan