admin2019

admin2019

Statement kepala Sekolah Muhammadiyah 3 Nanga Pinoh  mengenai bimbingan yang dilakukan lpmp mengenai  SPMI

Senin, 23 September 2019 13:08

Kalender Kegiatan

Natuna, Kemendikbud --- Program digitalisasi sekolah yang baru saja diluncurkan, tidak akan menghilangkan proses pembelajaran dengan tatap muka. Pembelajaran dengan tatap muka antara guru dan siswa di kelas tetap penting dan tidak tergantikan, dan akan diperkaya dengan konten-konten digital.

"Program digitalisasi sekolah ini, bukan berarti proses belajar mengajar dengan cara konvensional tidak berlaku, justru tetap penting. Pembelajaran dengan tatap muka antara guru dan siswa masih menjadi cara yang paling tepat, terutama dalam pembentukan karakter siswa," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat meluncurkan program digitalisasi sekolah di Gedung Srindit Ranai Kabupaten Natuna Kepulauan Riau, Rabu (18/9/2019).

Peran guru di era revolusi industri 4.0, menurut Mendikbud, semakin penting. "Guru tidak hanya mengajar, namun sekarang guru harus menguasai sumber-sumber di mana anak-anak bisa belajar. Anak-anak bisa belajar dari mana saja, dan guru mengarahkan," kata Muhadjir Effendy. Dengan kata lain guru berfungsi sebagai penghubung sumber belajar atau resorce linker.

Guru juga berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran. "Peran guru memfasilitasi, mencari narasumber yang relevan, siswa harus belajar dengan siapa, kemudian memerlukan fasilitas apa," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.  

Selain itu, peran guru yang juga sangat penting adalah sebagai penjaga gawang informasi atau gate keeper. "Informasi mana yang membahayakan harus dibendung oleh guru. Ancaman kita semakin lama sangat besar, pengaruh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila," kata Mendikbud menambahkan.
 
Oleh karena itu, guru harus meningkatkan kompetensinya dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). "Mulai sekarang saya mohon kepada guru untuk mulai mempelajari dan menguasai materi yang tersedia di portal Kemendikbud, khususnya yang ada di dalam platform digital yaitu Rumah Belajar. Itu gratis tidak perlu membayar," pesan Mendikbud

Pontianak,19/9/2019 - LPMP Kalbar - Sekolah Binaan adalah sekolah yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota) dan pembinaannya dilaksanakan secara bersama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat. Sekolah Binaan merupakan acuan bagi sekolah lain di sekitarnya dalam upaya pemenuhan mutu 8 (delapan) SNP melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan. Pelaksanaan program sekolah binaan dilakukan dengan memberikan bantuan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan dan melibatkan pemerintah daerah melalui Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD).

Jumlah Sekolah binaan di Provinsi Kalimantan Barat 224 sekolah yang berada di 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Setiap Kabupaten/Kota memiliki 16 sekolah binaan yang terdiri dari 8 SD, 5 SMP, 2 SMA dan 1 SMK. Sekolah Binaan memiliki tanggungjawab untuk mengimbaskan praktik penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada 5 (lima) sekolah di sekitarnya. Sekolah yang diimbaskan ini selanjutnya disebut dengan sekolah imbas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota diberi keleluasaan untuk menambah sasaran Sekolah Binaan melalui pola yang sama dengan biaya dari pemerintah daerah (APBD).

Fasilitator Daerah (Fasda) melakukan pendampingan ke sekolah binaan sebanyak 3 kali. Pada bulan Juli – Agustus telah dilakukan pendampingan pertama di tiap Kabupaten/Kota dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan sekolah dalam pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu internal (SPMI). Pada bulan September dilaksanakan pendampingan kedua di sekolah binaan, yang memberikan penguatan kepada sekolah dalam melaksanakan maupun memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan. Kegiatan pendampingan diikuti oleh  pengawas, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lain, serta orang tua/komite sekolah binaan dan perwakilan sekolah imbas. Pendampingan ketiga akan dilaksanakan pada bulan November difokuskan pada pemberian penguatan kepada Sekolah Binaan dalam hal pengembangan program kekhasan atau kekhususan yang dilaksanakan oleh sekolah.

 

Jakarta, Kemendikbud --- Dalam rangka pengembangan digitalisasi sekolah khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program Digitalisasi Sekolah. Peluncuran perdana program ini dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu (18/09/2019), ditandai dengan pemberian sarana pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada sekolah serta komputer tablet kepada siswa.

“Digitalisasi Sekolah merupakan terobosan baru di dunia pendidikan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam berbagai aspek pengajaran,” kata Mendikbud pada jumpa pers peluncuran program Digitalisasi Sekolah, di Perpustakaan Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (17/09/2019).

Kelebihan sistem ini, kata Mendikbud, mempermudah proses belajar mengajar, karena para siswa dapat mengakses semua bahan ajar ataupun bahan ujian dalam satu jaringan. “Sarana pembelajaran TIK yang diberikan berupa PC, laptop, LCD, router, dan eksternal hard disk. Sekolah yang akan menerima sarana pembelajaran tersebut di Kabupaten Natuna sebanyak 38 unit sekolah, terdiri dari 25 SD, 9 SMP, 3 SMA, dan 1 SMK. Sarana pembelajaran TIK ini bertujuan untuk mempermudah sekolah melaksanakan program Digitalisasi Sekolah,” jelas Mendikbud.

Sedangkan untuk komputer tablet akan diberikan kepada 1.142 siswa, terdiri dari 508 siswa SD, 303 siswa SMP, 228 siswa SMA, dan 103 siswa SMK. Komputer tablet tersebut telah dipasangkan aplikasi rumah belajar yang menyediakan delapan fitur utama, yakni sumber belajar, buku sekolah elektronik, bank soal, laboratorium maya, peta budaya, wahana jelajah angkasa, pengembangan keprofesian berkelanjutan, dan kelas maya.

“Mengingat letak geografis sekolah sasaran dan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, maka pemberian sarana pembelajaran TIK dan tablet akan diberikan kepada 18 sekolah dan 590 siswa. 20 sekolah dan 552 siswa yang terkendala faktor geografis dan cuaca akan tetap diberikan bantuan digitalisasi sekolah,” ujar Mendikbud.

Digitalisasi Sekolah merupakan implementasi dari new learning, yang disiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Karakteristik new learning tersebut adalah student centered, multimedia, collaborative work, information exchange, dan critical thinking and informed decision making. Total anggaran untuk pembelian sarana pembelajaran TIK dan komputer tablet sebesar Rp 3.176.000.000.

“Dana tersebut diambilkan dari BOS Afirmasi dan BOS Kinerja. Tahun 2019 Kemendikbud telah menganggarkan bantuan sarana pembelajaran TIK dan tablet melalui BOS Kinerja untuk 6.004 sekolah dan 692.212 siswa. Sedangkan BOS Afirmasi untuk 30.277 sekolah dan 1.061.233 siswa,” terang Mendikbud.

Selain program Digitalisasi Sekolah, Kemendikbud juga mencanangkan lima program lain. Program tersebut adalah percepatan pencairan Program Indonesia Pintar (PIP), Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP), seTARA Daring dan E Modul Pendidikan Kesetaraan, serta laman Sahabat Keluarga, dan Bimbingan Calon Fasilitator (BCF) Pendidikan Keluarga dalam Jaringan. *

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat mendapatkan kunjungan dari Tim Survey Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat dan diterima oleh Kepala LPMP Kalimantan Barat, Drs. Aristo Rahadi, M.Pd, Kegiatan survey awal ini merupakan salah satu penilaian terhadap pelayan publik yang ada di LPMP Kalimantan Barat dalam rangka Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).
Selanjutnya Tim survey BPS langsung meninjau Unit Layanan Terpadu (ULT) LPMP Kalimantan Barat diantaranya mensurvey sarana dan prasarana dan inovasi pelayanan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.

 

 

 

 

 

 


Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat, Drs Aristo Rahadi, M.Pd menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, di halaman Kantor LPMP Kalimantan Barat.
Setelah selesai upacara, Kepala LPMP Kalimantan Barat meresmikan Gedung Unit Layanan Terpadu (ULT) LPMP Kalimantan Barat. Acara peresmian dihadiri oleh Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, dan seluruh Pegawai. Gedung Unit Layanan Terpadu (ULT) LPMP Kalimantan Barat tersebut sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, LPMP Kalimantan Barat menghadirkan layanan publik dan pengaduan secara terpadu yang diperuntukkan bagi masyarakat. Melalui layanan ini, masyarakat dapat meminta informasi, menyampaikan pengaduan, bertanya, berdialog, memberikan saran dan masukan dengan nyaman dan memperoleh kepastian mendapatkan tanggapan yang baik dan profesional. 

 

 

Selasa, 13 Agustus 2019 07:25

Lomba Foto "Unggul Versi Kamu"

LOMBA FOTO "UNGGUL VERSI KAMU"

Mari ambil bagian dalam merayakan kemerdekaan Indonesia dengan menunjukkan "keunggulan" versi kamu. Kamu bisa menunjukkan kemahiran,  keahlian, kegemaran atau prestasi yang pernah kamu raih di berbagai bidang seperti akademik, seni, budaya, olahraga, religi, wirausaha, masak dan lain-lain.

Tema foto: "Unggul Versi Kamu”

Syarat peserta:

  1. Berlaku hanya bagi Warga Negara Indonesia (WNI);
  2. Berlaku hanya untuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan.


Ketentuan umum lomba:

  1. Foto harus milik sendiri dan dapat dipertanggungjawabkan;
  2. Foto diambil dengan menggunakan kamera digital/ponsel pintar;
  3. Foto belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam kompetisi foto lain;
  4. Foto yang diunggah boleh diedit hanya sebatas pencahayaan;
  5. Foto tidak boleh mengandung unsur komersil (merek dagang), SARA, pornografi, kekerasan, dan melecehkan seseorang atau kelompok tertentu;
  6. Pihak penyelenggara berhak menggunakan foto yang dilombakan untuk kepentingan promosi, namun hak cipta tetap pada pemilik foto;
  7. Keputusan penetapan pemenang tidak dapat diganggu gugat.


Tata cara lomba foto:

  1. Ikuti akun resmi instagram @kemdikbud.ri
  2. Unggah foto melalui akun instagram peserta (pribadi) dengan menyebut (mention) dan menandai (tag) akun instagram @kemdikbud.ri;
  3. Tulis keterangan (caption) yang menarik dan sesuai dengan foto yang diunggah;
  4. Sertakan tagar #UnggulVersiSaya, #Kuis74Dikbud, #SDMUnggul dan #IndonesiaMaju
  5. Daftarkan karya dengan mengisi formulir daring di tautan berikut: http://bit.ly/daftarfotounggulversikamu2019
  6. Batas akhir unggah foto 31 Agustus 2019, pukul 23.59 WIB.


Juara I, II, dan III berhak menerima uang tunai sebagai berikut:

  1. Juara 1: Rp3.000.000,- (Tiga juta rupiah)
  2. Juara 2: Rp2.000.000,- (Dua juta rupiah)
  3. Juara 3: Rp1.000.000,- (Satu juta rupiah)
  4. Ditambah 10 Finalis berhak mendapatkan bingkisan dari Kemendikbud
  • Pemenang akan diumumkan pada awal September 2019 di laman kemdikbud.go.id dan akun media sosial resmi Kemendikbud.
  • Pajak ditanggung oleh pemenang.
Halaman 1 dari 2