Pengumuman

Pengumuman (54)

Tangerang Selatan, Kemendikbud – Mendapat beasiswa baik di tingkat nasional maupun internasional adalah sesuatu yang membanggakan. Oleh karenanya, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Abdul Kahar berharap, calon penerima Beasiswa Unggulan telah memiliki perencanaan studi yang baik ketika akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Minimal setahun harus memikirkan baik-baik rencana studi, agar Anda siap secara mental. Harus ada titik sambung antara promotor beasiswa dengan minat yang Anda kehendaki,” ucap Abdul Kahar ketika menyampaikan sambutannya dalam acara Webinar Sosialisasi Pembukaan Beasiswa Unggulan (BU) Tahun 2020 yang berlangsung secara virtual, Jumat (25/9/2020).

Lebih lanjut, Abdul Kahar menegaskan, perencanaan studi di perguruan tinggi membutuhkan pertimbangan yang cermat. Karena menyangkut pemilihan program studi yang sesuai passion, materi kuliah yang akan diambil, dan proposal riset/penelitian yang akan diajukan agar kompetensi mahasiswa dapat berkembang sesuai harapan.  

Perlu diketahui, Program BU tahun 2020 mengalami beberapa penyesuaian. Sub Koordinator Program Beasiswa Unggulan, Puslapdik, Kemendikbud, I Wayan Loster mengatakan, dikarenakan pandemi COVID-19, peserta yang diperkenankan mendaftar BU tahun ini hanya mahasiswa yang berasal dari dalam negeri.

Selain itu, untuk seleksi tahap kedua, prosesnya akan lebih memperhatikan unsur kesehatan dan keselamatan. Jika wawancara pada tahun sebelumnya dilaksanakan secara tatap muka, tahun ini apabila perkembangan COVID-19 masih mengkhawatirkan maka teknis seleksi akan menggunakan aplikasi virtual. “Untuk tahun ini, wawacara tatap muka hanya akan dimungkinkan pada zona wilayah yang dinyatakan aman,” ungkapnya.

Terkait ketentuan pendanaan, I Wayan Loster menjelaskan perubahan kebijakan yang perlu dicermati. Pertama, beasiswa akan dikurangi/dipotong sebesar 5% dari keseluruhan biaya yang diberikan apabila mahasiswa memperoleh IPS kurang dari 3,00 untuk jenjang S1, dan 3,25 untuk jenjang S2/S3. Kedua, penerima BU yang memperoleh IPS kurang dari 3,00 pada program S1 atau IPS kurang dari 3,25 pada program S2/S3 secara berturut-turut selama 2 (dua) semester dapat dikenai sanksi pembatalan sebagai penerima beasiswa.

Selain itu, penerima BU dapat dikenai sanksi pengembalian dana beasiswa yang diterima ke kas negara apabila menerima beasiswa dari sumber lain dengan komponen beasiswa yang sama; pindah Perguruan Tinggi dan/atau program studi; berhenti dalam pendidikan; dan/atau mengundurkan diri sebagai penerima BU.

“Bagi teman-teman yang sudah mendapat KIP Kuliah, jangan mendaftar BU lagi. Jika sudah dapat bantuan UKT juga harus pilih salah satu,” ucap Penanggung Jawab Program Beasiswa Unggulan Tahun 2006-2019, Musa Yosep, memberi penekanan.

Pendaftaran BU akan ditutup pada tanggal 3 Oktober 2020. Pada kesempatan ini, Musa Yosep mengingatkan agar calon pendaftar memperhatikan seluruh informasi program ini dengan saksama. “(Diawali) membaca, menyiapkan dokumen, dan jangan terburu-buru men-submit. Mahasiswa harus betul-betul menyiapkan dokumennya.”

“Informasi lebih lanjut, mahasiswa dapat mengakses ke laman: beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id. Jika ada pertanyaan silakan disampaikan melalui email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau hotline: 0821 6755 6665. Jangan ke nomor lain,” pesannya.

Narasumber lainnya, Anak Agung Ayu Suryawati menyampaikan, salah satu syarat untuk mendaftar BU adalah peserta diwajibkan untuk membuat esai dengan tema ‘Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia’. Ia berharap, esai yang dituliskan mampu menggambarkan prestasi calon penerima BU dengan jelas.

“Menulis esainya harus bisa menggambarkan prestasi kalian karena kita sedang mencari karakter generasi penerus bangsa. Kami akan melihat portofolio seluruh pendaftar termasuk anak-anak di wilayah 3T karena beasiswa ini berskala nasional maka semua memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi,” terang Ayu.  

Senada dengan itu, Kapuslapdik menekankan bahwa prestasi seseorang diukur dari sejauh mana kontribusinya terhadap bangsa dan negara. Oleh karena itu, melalui esai yang dibuat oleh peserta, panitia akan mengukur prestasi calon penerima beasiswa. “Jika tidak bisa membuat esai dengan bagus, sayang sekali. Mulai sekarang, belajarlah menulis esai.”

Beasiswa Unggulan sebagaimana namanya, memberi kesempatan bagi orang-orang yang bertalenta unggul untuk kuliah S1, S2, dan S3. Kapuslapdik mengapresiasi animo masyarakat yang tinggi untuk mengikuti seleksi ini. Hingga hari ketiga seleksi BU dibuka, tercatat sebanyak 31.800 orang telah mendaftar. “Mari manfaatkan BU sebagai upaya mempersiapkan SDM unggul di masa depan,” tutup Abdul Kahar.

Jakarta, 25 September 2020
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretaris Jenderal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Laman:www.kemdikbud.go.id
Youtube Puslapdik: Puslapdik Kemendikbud RI
Instagram: puslapdik_dikbud
Facebook Puslapdik: Puslapdik Kemendikbud RI
Twitter Puslapdik: puslapdik

Thursday, 27 August 2020 15:18

Program Pemberian Kuota Internet Bagi Peserta Didik

Written by

Berkenaan dengan implementasi SKB 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memberikan bantuan kuota internet untuk memperlancar proses belajar mengajar bagi peserta didik selama masa pandemi Covid-19. Sehubungan dengan hal tersebut

Mekanisme Penyaluran Kuota Internet bagi Siswa

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

“Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam taklimat media Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, secara virtual, di Jakarta, Jumat (07/08).

Pelaksanaan kurikulum pada kondisi khusus bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.  Satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat 1) tetap mengacu pada Kurikulum Nasional; 2) menggunakan kurikulum darurat; atau 3) melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. “Semua jenjang pendidikan pada kondisi khusus dapat memilih dari tiga opsi kurikulum tersebut,” terang Mendikbud.

Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) yang disiapkan oleh Kemendikbud merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional. Pada kurikulum tersebut dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

Kemendikbud juga menyediakan modul-modul pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) yang diharapkan dapat membantu proses belajar dari rumah dengan mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua, dan peserta didik. “Dari opsi kurikulum yang dipilih, catatannya adalah siswa tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan, dan pelaksanaan kurikulum berlaku sampai akhir tahun ajaran,” tegas Mendikbud.

Modul belajar PAUD dijalankan dengan prinsip “Bermain adalah Belajar”. Proses pembelajaran terjadi saat anak bermain serta melakukan kegiatan sehari-hari. Sementara itu, untuk jenjang pendidikan SD modul belajar mencakup rencana pembelajaran yang mudah dilakukan secara mandiri oleh pendamping baik orang tua maupun wali. “Modul tersebut diharapkan akan mempermudah guru untuk memfasilitasi dan memantau pembelajaran siswa di rumah dan membantu orang tua dalam mendapatkan tips dan strategi dalam mendampingi anak belajar dari rumah,” ucap Mendikbud.        

Untuk membantu siswa yang terdampak pandemi dan berpotensi tertinggal, Mendikbud mengimbau guru perlu melakukan asesmen diagnostik. Asesmen dilakukan di semua kelas secara berkala untuk mendiagnosis kondisi kognitif dan non-kognitif siswa sebagai dampak pembelajaran jarak jauh.

Asesmen non-kognitif ditujukan untuk mengukur aspek psikologis dan kondisi emosional siswa, seperti kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa, kesenangan siswa selama belajar dari rumah, serta kondisi keluarga siswa.

Asesmen kognitif ditujukan untuk menguji kemampuan dan capaian pembelajaran siswa. Hasil asesmen digunakan sebagai dasar pemilihan strategi pembelajaran dan pemberian remedial atau pelajaran tambahan untuk peserta didik yang paling tertinggal.

Pemerintah juga melakukan relaksasi peraturan untuk guru dalam mendukung kesuksesan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. “Guru tidak lagi diharuskan untuk memenuhi beban kerja 24 jam tatap muka dalam satu minggu sehingga guru dapat fokus memberikan pelajaran interaktif kepada siswa tanpa perlu mengejar pemenuhan jam,” jelas Mendikbud.

Mendikbud berharap kerja sama semua pihak dapat terus dilakukan. Orang tua diharapkan dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan proses belajar mengajar di rumah, guru dapat terus meningkatkan kapasitas untuk melakukan pembelajaran interaktif, dan sekolah dapat memfasilitasi kegiatan belajar mengajar dengan metode yang paling tepat. “Kerja sama secara menyeluruh dari semua pihak sangat diperlukan untuk menyukseskan pembelajaran di masa pandemi Covid-19,” pesan Mendikbud.

Unduh Paparan Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 di sini.

Unduh Salinan Kepmendikbud Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus di sini.
 
Unduh Salinan Keputusan Kabalitbangbuk Nomor 018/H/KR/2020 di sini.

Saturday, 01 August 2020 06:58

Lomba Foto dan Artikel Jurnalistik 2020

Written by

Lomba Foto dan Artikel Jurnalistik Pendidikan dan Kebudayaan 2020

Dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia tahun 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar lomba foto serta artikel jurnalistik terkait pendidikan dan kebudayaan. Lomba ini dapat diikuti oleh pelajar SMA/SMK/MA, guru, dosen, wartawan, dan masyarakat umum lain yang tidak termasuk kategori tersebut.
 
Tema lomba adalah "Merdeka Belajar, Gelora Budaya, Indonesia Bahagia".
 
Selain pelajar SMA/SMK/MA yang hanya dapat mengikuti satu lomba saja, peserta kategori lain dapat mengikuti lomba foto dan lomba artikel sekaligus, atau hanya salah satu saja. Namun, peserta hanya diperkenankan mengikuti satu kategori untuk masing-masing lomba, sesuai dengan profesi peserta tersebut. Bila diketahui ada peserta yanng mengikuti lebih dari satu kategori pada lomba yang sama, peserta tersebut akan didiskualifikasi.
 
Pendaftaran dan pengiriman karya lomba dimulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2020 pada tautan yang tersedia. Pemenang akan diumumkan pada akhir September 2020 melalui laman dan akun resmi media sosial Kemendikbud.
 
Lomba ini tidak dipungut biaya.
 
Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat.
 
Kriteria lomba dan cara pendaftaran untuk masing2 kategori, dapat melihat pada tautan berikut:
 
LOMBA FOTO:

  1. Lomba foto kategori PELAJAR SMA/SMK/MA (unduh ketentuan di sini)
  2. Lomba foto kategori GURU (lihat ketentuan di sini)
  3. Lomba foto kategori DOSEN (lihat ketentuan di sini)
  4. Lomba foto kategori WARTAWAN (lihat ketentuan di sini)
  5. Lomba foto kategori UMUM (lihat ketentuan di sini)

 
LOMBA ARTIKEL JURNALISTIK:

  1. Lomba artikel kategori PELAJAR SMA/SMK/MA (unduh ketentuan di sini)
  2. Lomba artikel kategori GURU (lihat ketentuan di sini)
  3. Lomba artikel kategori DOSEN (lihat ketentuan di sini)
  4. Lomba feature kategori WARTAWAN (lihat ketentuan di sini)
  5. Lomba artikel kategori UMUM (lihat ketentuan di sini)
Wednesday, 29 July 2020 13:33

Peta Sekolah Kalimantan Barat

Written by
Wednesday, 29 July 2020 13:24

Progres Pengiriman Data PMP Kalimantan Barat

Written by
Page 1 of 4